cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017)" : 177 Documents clear
INVENTARISASI TUMBUHAN MANGROVE DI KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Syauqi, Ardhiani Al; Purwani, Kristanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27647

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sejak 2011 mengusung ITS eco campus. Salah satu karakteristi eco campus adalah adanya pemanfaatan lahan terbuka hijau. Pemanfaatan lahan terbuka hijau di wilayah kampus digunakan sebagai bahan kajian keanekaragaman tumbuhan. Upaya mengkaji keanekaragaman tumbuhan salah satunya dengan menginventarisasikan tumbuhan di kampus ITS. Salah satu jenis tumbuhan yang ada di kampus ITS adalah tumbuhan pesisir atau lebih dikenal dengan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah tumbuhan mangrove di kampus ITS. Mengetahui taksonomi tumbuhan mangrove di kampus ITS. dan mengetahui manfaat mangrove ITS. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah tumbuhan mangrove di kampus ITS. Mengetahui taksonomi tumbuhan mangrove di kampus ITS. dan mengetahui manfaat mangrove ITS. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan analisis deskriptif kualitatif. Terdiri atas 12 familia yaitu Rhizophoraceae, Pteridaceae, Lecythidaceae, Asclepiadaceae, Apocynaceae, Malvaceae, Rubiaceae, Pandanaceae, Passifloraceae, Euphorbiaceae, Verbenaceae, dan Combretaceae. Manfaat dari mangrove di kawasan kampus ITS sebagian besar sebagai tanaman obat, pangan, dan bahan bangunan. Meskipun begitu ada beberapa jenis mangrove yang bermanfaat dibidang pertanian.
STUDI LAJU DEKOMPOSISI SERASAH PADA HUTAN PINUS DI KAWASAN WISATA TAMAN SAFARI INDONESIA II JAWA TIMUR Kurnia Ayu Devianti, Ory; Tjahjaningrum, Indah Trisnawati Dwi; Trisnawati Dwi Tjahjaningrum, Indah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27535

Abstract

Dekomposisi serasah merupakan proses yang sangat penting dalam dinamika hara pada suatu ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju dekomposisi serasah pada hutan pinus di kawasan Wisata Taman Safari Indonesia II, Prigen Jawa Timur. Penanaman sampel serasah menggunakan Litterbag berdasarkan kecenderungan curah hujan. Periode I curah hujan cenderung tinggi dan Periode II cenderung rendah. Faktor lingkungan yang diukur meliputi faktor abiotik (suhu tanah, curah hujan) dan faktor kimia (kandungan lignin). Analisa data dengan uji statistik yaitu korelasi Pearson. Laju dekomposisi tertinggi terjadi pada periode I dengan kondisi curah hujan yang cenderung tinggi dibandingkan dengan periode II yang curah hujannya cenderung rendah. Berdasarkan uji yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa laju dekomposisi serasah pada hutan dominan pinus lebih dipengaruhi curah hujan (p= 0.749) dibandingkan dengan suhu (p= 0.506)  dan kandungan lignin.
POTENSI BACILLUS THURINGIENSIS DARI TANAH PERKEBUNAN BATU MALANG SEBAGAI BIOINSEKTISIDA TERHADAP LARVA SPODOPTERA LITURA F. Mafazah, Afriha; Zulaika, Enny
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27447

Abstract

Bacillus thuringiensis merupakan bakteri gram positif berspora penghasil protein toksin yang bersifat insektisidal, salah satunya terhadap Spodoptera litura F. dari Ordo Lepidoptera. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya bunuh B. thuringiensis terhadap daya bunuh larva S. litura F. stadium instar 3, instar 4 dan instar 5. Sumber inokulum B. thuringiensis diambil dari tanah perkebunan Batu Malang. Isolasi menggunakan medium selektif LB (Luria Bertani) agar. Isolat terpilih di identifikasi dengan panduan Bergey?s Manual of Determinative Bacteria dan pengamatan kristal protein. Isolat K2 dan K9 teridentifikasi sebagai B. thuringiensis. Aplikasi bioinsektisida kultur B. thuringiensis dalam medium Luria Bertani cair (72 jam) dengan kepadatan sel 107. Isolat disemprotkan ke pakan larva instar 3, 4 dan 5. Kematian larva S. litura sudah mulai terjadi pada hari pertama setelah aplikasi B. thuringiensis dan presentase kematian meningkat sampai tujuh hari. Hampir seluruh larva yang diuji mengalami kematian antara 70-100%.
APLIKASI KONSORSIUM AZOTOBACTER SEBAGAI BIOFERTILIZER PADA TANAMAN SAWI DAGING (BRASSICA JUNCEA L.) Asih, Indah Budi; Zulaika, Enny
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26968

Abstract

Azotobacter merupakan bakteri pemfiksasi nitrogen bebas non-simbiotik, yang berpotensi sebagai agen biofertilizer, sehingga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan nutrisi yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsorsium Azotobacter sebagai biofertilizer pada tanaman sawi daging (Brassica juncea L.) dan ketersediaan nitrat dalam media tanam. Perlakuan menggunakan komposisi media tanam dengan aplikasi biofertilizer dan pasir sebagai model tanah marginal. Media tanam terdiri dari P0 (pasir), P1 (pasir + biofertilizer 20 g), P2 (pasir + biofertlizer 40 g), P3 (pasir + biofertilizer 60 g), P4 (pasir + NPK), dan P5 (tanah taman). Analisa data menggunakan ANOVA one way dan dilanjutkan uji Tukey ( =5%) jika ada pengaruh  perlakuan.  Perlakuan P3 memiliki produktivitas paling tinggi dibanding  P0, P1, dan P2 pada semua parameter produktivitas, yaitu jumlah daun 8 helai, tinggi tanaman 14,3 cm, dan berat basah 5,15 g. Perlakuan P3, P4,dan P5 tidak berbeda nyata terhadap berat basah tanaman, sehingga P3 dapat dijadikan alternatif pengganti pupuk kimia untuk direkomendasikan dalam bertanam Brassica juncea L. pada lahan marginal.
PENGARUH MUTAGEN KIMIA EMS (ETHYL METHANE SULPHONATE) TERHADAP DAYA BERKECAMBAH BENIH TANAMAN TEMBAKAU VAR. MARAKOT Putra, Bangun Surya; Purwani, Kristanti Indah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26705

Abstract

Penyediaan benih bermutu merupakan permasalahan dalam peningkatan produksi tembakau. Induksi mutasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas yang baik. Beberapa penelitian mengenai penggunaan mutagen kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) menunjukkan pengaruh terhadap perkecambahan benih tanaman sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap daya berkecambah benih tanaman tembakau. Beberapa variasi konsentrasi EMS yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,1%, 0,5%, 1%, dan 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mutagen EMS berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah benih tembakau. Perlakuan EMS dengan konsentrasi 1% dan 1,5% menunjukkan penurunan daya kecambah benih.
SKRINING KONSORSIUM AZOTOBACTER PENGHASIL FOSFATASE Annisa, Rachma Shouma; Zulaika, Enny
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26509

Abstract

Fosfat tersedia  di dalam tanah diperlukan oleh tanaman. Fosfat terlarut dapat disediakan oleh mikroorganisme melalui sekresi asam organik atau secara enzimatik dengan fosfatase. Beberapa anggota genus Azotobacter dapat melarutkan fosfat, namun belum diketahui apakah secara konsorsium dapat menghasilkan enzim fosfatase. Skrining Azotobacter penghasil fosfatase dilakukan dengan medium agar minimal (MM) yang dimodifikasi dengan penambahan p-nitrofenol fosfat (pNPP) sebagai sumber fosfat. Subkultur isolat menggunakan MM broth. Konsorsium Azotobacter A1b, A3, A6, A9, dan A10 mampu memproduksi enzim fosfatase.
INDUKSI PERAKARAN TEH (CAMELLIA SINENSIS L.) SECARA IN VITRO PADA KLON YANG BERBEDA Farida, Fitriana Ilma; Muslihatin, Wirdhatul
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26499

Abstract

Abstrak? Pembentukan akar teh (Camellia sinensis L.) merupakan tahapan penting secara in vitro. Inisiasi perakaran tanaman dapat dipacu dengan menambahkan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT untuk inisiasi akar tanaman teh secara in vitro pada klon teh yang berbeda. Klon yang digunakan adalah Tea Research of Sri Lanka (TRI) 2024 dan TRI 2025. Eksplan berupa daun, diinokulasikan pada media induksi kalus dengan penambahan BAP 2 mg/l dan NAA 3 mg/l. Kalus yang terbentuk disubkultur pada media induksi tunas dengan penambahan BAP 3 mg/l, selanjutnya, disubkultur ke dalam media perakaran dengan penambahan IBA (Indole Butyric Acid) 0, 1, 2, 3 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan, pada media perakaran tidak terbentuk akar, tetapi terbentuk embrio somatik dengan tahap yang berbeda, yaitu tahap globular, hati dan torpedo. Embrio somatik yang terbentuk memiliki perbedaan warna yaitu, hijau kekuningan, hijau dan hijau kecoklatan. Selain itu, mempunyai struktur: remah, intermediet dan kompak, serta mempunyai berat basah embrio somatik sebesar 10-290 mg.
RESPON PERKECAMBAHAN TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM) VARIETAS JEPON MAWAR HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Nisak, Khoirun; Saputro, Triono Bagus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26241

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman dengan nilai ekonomi tinggi. Saat ini tembakau banyak digunakan untuk bahan baku industri rokok, biopestisida, bioinsektisida dan lainnya. Tingkat produksi tembakau dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti iklim. Dewasa ini fenomena la nina yang mengakibatkan pergeseran iklim berdampak langsung pada tingkat produksi tembakau. Untuk itu dilakukan seleksi tembakau agar didapat tembakau yang tahan terhadap kondisi iklim yang ekstrim dengan cara mutasi iradiasi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon perkecambahan tembakau yang telah diiiradiasi. Tembakau diberi perlakuan iiradiasi dengan berbagai konsentrasi yaitu 0 Gy, 10 Gy, 25 Gy, 50 Gy, dan 100 Gy. Biji diamati selama 7 hari.  Hasilnya viabilitas dan vigoritas biji tembakau yang telah diiradiasi menunjukkan adannya penurunan perkecambahan dilihat dari daya kecambah, keserempakan tumbuh, dan laju perkecambahan seiring dengan meningkatnya dosis iradisi yang diberikan;Tembakau,  iradiasi, perkecambahan.
DEGRADASI PLASTIK OLEH BACILLUS PL01 PADA MEDIUM AIR KOLAM DENGAN PENAMBAHAN MONOSODIUM GLUTAMAT Rizqy, Auliya Triasita; Shovitri, Maya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25999

Abstract

Plastik merupakan suatu komoditi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tiap tahunnya limbah yang dihasilkan juga semakin meningkat dan menyebabkan permasalahan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan dan degradasi plastik kresek oleh isolat bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 pada medium air kolam steril dengan penambahan 1 g/L MSG. Bakteri Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 yang telah terbukti mampu melakukan degradasi plastik. Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada sedimen perairan yang memanfaatkan nutrisi dalam sedimen dan perairan baik berupa organik maupun anorganik untuk pertumbuhan selnya. Monosodium glutamat (MSG) juga terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan membantu dalam proses metabolisme sel. Hasil Penelitian ini adalah setelah minggu ke-12 masa inkubasi pertumbuhan biofilm Bacillus PL01 dengan 1 g/L MSG pada plastik, putih, dan transparan menurun menjadii 0,108; 0,093; 0,107 AU. Sedangkan Pseudomonas PL01 meningkat menjadi 0,187; 0,163; 0,163 AU pada minggu ke-12 masa inkubasi. Velositas pada plastik hitam, putih dan transparan yang telah didegradasi oleh Bacillus PL01 dan Pseudomonas PL01 dengan/tanpa 1 g/L MSG membutuhkan waktu apung lebih lama dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.
PENGARUH BACILLUS PL01 DAN MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP BAKTERI INDIGENOUS PASIR DALAM MENDEGRADASI PLASTIK Rahmi, Dian Yanita; Shovitri, Maya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25997

Abstract

Semakin meningkatnya sampah plastik ini akan mencemari lingkungan. Salah satu penyelesaiannya dapat dilakukan dengan proses biodegradasi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Bacillus PL01 diketahui mampu bersinergi dengan bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik di skala laboratorium dengan penambahan 1 gr/L Monosodium glutamat (MSG), sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh dari Bacillus PL01 dan MSG  terhadap bakteri indigenous pasir dalam mendegradasi plastik dengan metode penimbunan tanah dalam skala lapangan selama 12 minggu masa inkubasi. Setelah 12 minggu masa inkubasi, pertumbuhan bakteri indigenous pada permukaan plastik transparan sebesar 0,9 AU, sedangkan pada penambahan Bacillus PL01 dan 1 gr/L MSG pertumbuhannya mengalami penurunan yakni 0,3AU. Degradasi juga diamati dari kecepatan waktu apung plastik, yaitu plastik transparan sebelum didegradasi kecepatannya hanya mencapai 10.54 detik dan ketika plastik transparan telah didegradasi kecepatannya mencapai 28.71 detik, sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri indigenous pasir mampu mendegradasi plastik.  

Page 1 of 18 | Total Record : 177