cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
BANGUNAN (Jurnal Berkala Jurusan Teknik Sipil UM)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal BANGUNAN diterbitkan sejak tahun 1994 oleh segenap civitas akademika Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang dengan judul BANGUNAN. Dengan No. ISSN 0852-2480, Jurnal Bangunan terbit minimal 1 (satu) kali setahun berisi gagasan konseptual, kajian teori, praktik, penelitian, dan pengajaran dalam bidang Teknik Bangunan.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
KAPASITAS KOLOM BETON RINGAN DARI ABU AMPAS TEBU TERHADAP BEBAN AKSIAL EKSENTRIS Nindyawati, Rahmad Satrio Widodo Sutrisno
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini mendiskripsikan: (1) kuat tekan beton ringan (br) biasa dan beton ringan abu ampas tebu. (2) pola retak pada kolom beton ringan (kbr) abu ampas tebu akibat beban aksial eksentris. (3) nilai simpangan pada (kbr) abu ampas tebu dan (kbr) biasa akibat beban aksial eksentris. (4) perbedaan kuat tekan (kbr)biasa dan (kbr)abu ampas tebu akibat beban aksial eksentris. (5) perbedaan simpangan (kbr) biasa dan (kbr) abu ampas tebu akibat beban aksial eksentris. Penelitian eksperimen ini dengan 5 sampel silinder dan 3 sampel (kbr) biasa dan 5 sampel silinder dan 3 sampel (kbr) abu ampas tebu. Teknik analisis deskriptif dan non-parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian: beton ringan biasa dan beton ringan abu ampas tebu memenuhi ketentuan beton ringan kategori struktural di atas 17,24 MPa pada kuat tekan dan berat volume < 1850 kg/m3. Simpangan (kbr) biasa mendapatkan rata-rata beban 30,43 kN dan simpangan 5,02 mm, sedangkan pada (kbr) abu ampas tebu mendapat rata-rata beban 23,53 kN dan simpangan 5,78 mm. Kolom beton ringan biasa terjadi penurunan kuat tekan 14% dari kuat tekan rencana 35,21 kN, sedangkan (kbr) abu ampas tebu terjadi penurunan kuat tekan 33% dari kuat tekan rencana 35,21 kN. Pola retak akibat lentur terjadi pada semua sampel kolom. Kolom beton ringan biasa lebih baik menahan beban aksial eksentris daripada (kbr) abu ampas tebu.Kata-kata kunci: abu ampas tebu, beton ringan, uji simpangan kolom.Abstract: The purpose of this study is to describe: (1) normal lightweight concrete press (br) and lightweight asphalt concrete ash. (2) cracked pattern on lightweight concrete columns (kbr) ash of bagasse as a result of eccentric axial load. (3) the value of drift on the ash bagasse and (kbr) ash due to the eccentric axial load. (4) the difference between the compressive strength (kbr) and (kbr) ash of bagasse as a result of the eccentric axial load. (5) the difference of standard deviation (kbr) and (kbr) ash of bagasse as a result of eccentric axial load. This experimental study was conducted with 5 cylindrical samples and 3 regular samples (kbr) and 5 cylinder samples and 3 samples (kbr) of bagasse ash. Mann-Whitney’s descriptive and non-parametric analysis techniques. Results: Ordinary lightweight concrete and lightweight asphalt concrete concrete meet the requirements of lightweight structural concrete above 17.24 MPa in compressive strength and volume weight of <1850 kg / m3. Simpang (kbr) gets average load 30.43 kN and 5.02 mm, while in (bag) bagasse ash gets average load 23,53 kN and 5,78 mm deviation. The light concrete columns usually decrease the compressive strength 14% from the compressive strength of the plan 35,21 kN, whereas (ash) bagasse ash is 33% decrease of compressive strength of plan 35,21 kN. Fracture patterns due to bending occur in all sample columns. Ordinary light concrete columns prefer to withstand anxial axial loads than (kbr) dregs of bagasse.Key Words: Ash bagasse, lightweight concrete, test column deviation..
Analisis Terhadap Sistem Kesehatan Hunian (Rumah) Pada Perkampungan Padat (Studi Kasus Pada Perkampungan Nelayan Di Kota Pasuruan Dan Perkampungan Padat Di Kota Malang) Sudomo, Sudomo
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas sistem kesehatan hunian (rumah di perkampungan padat Kota Malang dan perkampungan nelayan di pesisir pantai Kota Pasuruan serta hubungannya dengan sick building syndrome. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu (l) tahap identifikasi permasalahan, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengumpulan data, (4) tahap analisis data, dan (5) tahap penutup. Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) secara keseluruhan kualitas penataan ruang rumah, penataan ruang lingkungan, pencahayaan mata hari dan sanitasi lingkungan  termasuk kualitas kurang baik, (2). gambaran  antara penataan rumah/lingkungan secara keseluruhan dengan sick building syndrome dapat disimpulkan bahwa ada kecenderungan semakin baik sistem penataan rumah./lingkungan akan semakin rendah prosentase penghuni yang menderita sick building syndrome, dan (3) tidak terdapat perbedaan kualitas  pengaturan  ruang  lingkunganan ruang  rumah, pengaturan sirkulasi udara,  pengaturan pencahayaan alami serta penataan sanitasi  lingkungan  terhadap  tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan.
Peningkatan Kualitas Konstruksi Sambungan Paku pada Bangunan Kayu Wasito, Hadi
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknik konstruksi kayu telah menuntut pengembangan alat sambung yang lebih baik dengan skala pemakaian yang lebih luas. Salah satu alat sambung yang telah dikembangkan adalah alat sambung paku, namun pada kenyataannya penerapan alat sambung paku banyak mengalami kemunduran oleh adanya pengaruh faktor luar. Untuk meningkatkan kualitas sambungan paku beberapa faktor luar yang berpengaruh tersebut harus dapat dicegah atau dihindari secara maksimal. Dengan penerapan sistem sambungan yang memperhitungkan adanya pengaruh faktor luar diharapkan akan dapat dihasilkan suatu konstruksi sambungan paku dengan kekuatan yang maksimal.
ANALISIS MANAJEMEN PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG PERGURUAN TINGGI NEGERI DI KOTA MALANG N. Bambang Revantoro, Angga Suharsono Apif M. Hajji
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di Kota Malang terdapat beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), diantaranya: Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang), dan Potiteknik Negeri Malang (POLINEMA). Pemeliharaan bangunan gedung PTN di Kota Malang umumnya meliputi pemeliharaan struktur, arsitektur, dan utilitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui frekuensi pemeliharaan; 2) mengetahui biaya pemeliharaan; 3) mengetahui prioritas pemeliharaan bangunan gedung; dan 4) korelasi antara frekuensi dengan biaya pemeliharaan bangunan gedung dan prioritas dengan biaya pemeliharaan gedung PTN di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif. Data yang digunakan didapatkan dari hasil kuesioner yang diberikan pada masing-masing PTN untuk selanjutnya dianalisis untuk menjawab beberapa rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu UM, UIN Malang, dan POLINEMA sering mengalami pemeliharaan untuk komponen utilitas. Biaya pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu: 1) pemeliharaan dinding dan cat dinding, pemeliharaan penutup atap dan instalasi listrik, dan pemeliharaan jaringan telepon dan internet berturut-turut untuk UM, UIN Malang, dan POLINEMA. Prioritas pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu: 1) UM memprioritaskan pemeliharaan pada komponen utilitas, 2) UIN Malang memprioritaskan pemeliharaan pada komponen utilitas dan struktur, dan 3) POLINEMA memprioritaskan pemeliharaan pada komponen utilitas dan struktur. Korelasi periode dengan biaya pemeliharaan bangunan gedung dan prioritas dengan biaya pemeliharaan bangunan gedung masing-masing perguruan tinggi negeri yaitu: 1) UM mempunyai hubungan yang cukup, 2) UIN Malang mempunyai hubungan yang rendah, dan 3) POLINEMA mempunyai hubungan yang cukup.Kata-kata kunci: pemeliharaan Bangunan gedung, perguruan tinggi negeri, KotaMalangAbstract: In Malang, there are several state universities (PTN), including: University Negeri Malang (UM), Negeri Malang Islamic University (UIN Malang), and Potiteknik Negeri Malang (Polinema). Maintenance of buildings Universities in Malang generally include maintenance of the structure, the architecture, and utilities. This research was conducted in order to: 1) determine the frequency of maintenance; 2) know the maintenance costs; 3) identifies priorities for the maintenance of buildings; and 4) the correlation between the frequency of the maintenance costs of buildings and maintenance costs are a priority with State building in the city of Malang. The method used in this research is descriptive analysis method. The data used is obtained from questionnaires given in each State to further analyzed to answer some formulation of the problem. The results showed that the frequency of maintenance of buildings of each public university namely UM, UIN Malang, and Polinema frequent maintenance for utility components. Building maintenance costs of each public university namely: 1) maintenance of the wall and paint the walls, roofing and maintenance of electrical installations, and maintenance of the telephone network and the Internet in a row for UM, UIN Malang, and Polinema. Priority maintenance of buildings of each public university namely: 1) UM prioritize maintenance on utility component, 2) UIN Malang prioritize maintenance on utility components and structures, and 3) Polinema prioritize maintenance on utility components and structures. Correlation period with maintenance costs of buildings and maintenance costs are a priority to the building of each public university namely: 1) MW has enough relationship, 2) UIN Malang has a low correlation, and 3) Polinema have enough relationship.Key words: maintenance of buildings, universities, Malang
Manajemen Perawatan Gedung Fasilitas Umum Di Kota Malang Revantoro, Bambang
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan manajemen pemeliharaan  dan perawatan bangunan yang berfungsi sebagai fasilitas umum  dan sosial di  Malang. Penelitian ini tergolong  penelitian deskriptif , yang  bertjuan  mendeskripsikan pola manajemen perawatan  gedung yang berfungsi sebagai fasilitas umum. Data dikumpulkan dengan teknik survey Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem perawatan bangunan pasar di lakukan pada semua komponen bangunan, dimana pelaksaanaannya lebih ditekankan pada perawatan perbaikan dan pembaharuan komponen bangunan, (2) strategi perawatan gedung yang bersifat berat  seperti komponen teknik sipil, elektrikal utama, mekanikal dan keamanan  perawatannya dilakukan secara contracting, (3) dilihat dari waktu perawatan ada 4 komponen bangunan  yang dilakukan proses perawatan secara teratur dan 5 komponen  bangunan yang dilakukan proses  perawatan   secara  tidak teratur  (tergantung  kerusakan yang terjadi), (4) jumlah  dan tingkat kualifikasi keahlian personel yang dilibatkan dalam setiap kegiatan perawatan bangunan gedung pasar  sangat tergantung dari  tingkat kerusakan yang terjadi, (5) struktur organisasi  perawatan pasar menggunakan struktur organisasi fungsional, (6) dana perawatan gedung pasar bersumber dari dana Pemda Kota Malang.
BAGAIMANA MENGUKUR KINERJA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI Kuncoro, Tri
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.849 KB)

Abstract

Abstrak: Kinerja kontraktor, konsultan perencana dapat diukur key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU). Hal tersebut, dalam upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja jasa konstruksi dalam kurun waktu tertentu. Key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU) berbeda dari satu negara ke negara lain. Hal tersebut, mengacu pada kondisi pasar yang berbeda, kebijakan, strategi, budaya, hukum, dan lingkungan persaingan yang berbeda. Industri konstruksi saat ini memiliki misi layanan jasa yang berfokus pada pelanggan. Perspektif pelanggan mencakup tiga indikator, yaitu, kualitas pelayanan dan kerja, kepuasan pelanggan, dan pangsa pasar. Kualitas pelayanan dan pekerjaan menempati urutan kedua penting setelah profitabilitas. Indikator kinerja seperti kepuasan pelanggan eksternal, keamanan, efisiensi bisnis, dan efisiensi-Ketekunan perencanaan semakin menjadi penting. indikator kinerja industri kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas, di Malang Raya, meliputi: (1) kapabilitas pelaksana dalam pekerjaan finishing, (2) penyelesaian waktu pekerjaan konstruksi, (3) manajemen pelaksana proyek yang berpengalaman, (4) keuangan dan Perpajakan, (5) produktivitas tenaga kerja, (6) pendayagunaan peralatan, (7) kualitas bahan material.Kata-kata kunci: indikator kinerja, layanan jasa, dan industri konstruksi.Abstract: Contractor performance, planner consultant can be measured key performance indicators (KPIs) / key performance indicators (IKU). This, in an effort to identify the strengths and weaknesses of the performance of construction services within a certain time. Key performance indicators (KPIs) / main performance indicators (IKU) differ from country to country. It refers to different market conditions, different policies, strategies, cultures, laws, and competitive environments. The construction industry currently has a customer-focused service mission. The customer perspective includes three indicators, namely, service and work quality, customer satisfaction, and market share. Quality of service and occupation ranks second important after profitability. Performance indicators such as external customer satisfaction, security, business efficiency, and efficiency-Planning persistence is increasingly important. (2) completion of construction work time, (3) management of experienced project implementers, (4) finance and Taxation , (5) labor productivity, (6) utilization of equipment, (7) quality of materials.Keywords: performance indicators, services, and construction industry.
Pengajaran Praktik Pada Lembaga Pendidikan Kejuruan Judowati, Sri Agrariani
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran praktik bengkel memegang peran penting dalam membekali lulusan suatu lembaga pendidikan kejuruan dengan seperangkat keterampilan kerja. Agar lulusan lembaga pendidikan kejuruan ini mampu dengan tepat beradaptasi dengan lapangan kerja, maka mereka harus dibentuk melalui serangakaian latihan atau pengajaran praktik yang hampir menyerupai dunia kerja sebenarnya. Berkaitan dengan hal tersebut pengajar dituntut untuk dapat menerapkan metode-metode mengajar yang optimal , termasuk dalam hal pengorganisasian isi pengajaran, strategi pengajaran dan hal-hal lain yang dapat diusahakan oleh lembaga kejuruan.
SISTEM PEMBELAJARAN ALAMIAH OTAK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Suparno, Suparno
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia pada umumnya termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih rendah tingkat kompetisi dan relevansinya. Oleh karena itu, idealnya aktivitas pembelajaran di SMK tidak hanya difokuskan pada upaya pengembangan kemampuan kognitif belaka, melainkan juga diupayakan bagaimana menyeimbangkan antara aspek kognitif, afektif  dan  psikomotorik. Selama ini  kurikulum dan pembelajaran  sarat dengan muatan kognitif, sehingga aspek afektif sering diabaikan. Cara terbaik menyajikan kemampuan afektif adalah mengintegrasikan kandungan elemen-elemen afektif  dalam tugas-tugas ranah  kognitif, memperbanyak kegiatan diskusi untuk memungkinkan siswa melakukan presentasi. Dengan demikian akan dapat dikembangkan secara simultan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam kurikulum dan pembelajaran. Berdasarkan beberapa kajian teoritik dan empirik strategi yang tepat untuk mengembangkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik secara komprehensif adalah dengan  penerapan pembelajaran yang mengacu pada sistem pembelajaran alamiah otak. Riset menunjukkan bahwa otak mengembangkan lima sistem pembelajaran yaitu (l) Sistem Pembelajaran Emosional, (2) Sistem Pembelajaran Sosial, (3) Sistem Pembelajaran Kognitif, (4) Sistem Pembelajaran Fisik, dan (5) Sistem Pembelajaran Refleksi. Dengan menerapkan kelima sistem pembelajaran tersebut dalam proses pembelajaran sehari-hari di kelas, diyakini akan mampu meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa SMK secara maksimal.Kata kunci: pembelajaran, alamiah, otak, SMK
METODE BELAJAR TUNTAS BERBASIS MULTI MEDIA SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Priyono, Priyono
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Perkembangan teknologi informasi berlangsung sangat cepat, dan berdampak pada semua aspek kehidupan termasuk pembelajaran di perguruan tinggi. Oleh karena itu, LPTK sebagai lembaga pendidikan bagi calon guru harus selalu berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Perguruan tinggi perlu mengantisipasi permasalahan tersebut, agar kualitas pembelajaran meningkat. Salah satu metode yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengembangkan pembelajaran menggunakan strategi belajar tuntas (mastery learning) berbasis multimedia. Beberapa kajian teoritik dan empiris menunjukkan bahwa penerapan strategi belajar tuntas dalam pembelajaran, telah terbukti mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi mahasiswa. Guna mempermudah memahami konsep-konsep pembelajaran yang bersifat rumit dan abstrak dilakukan melalui multimedia. Penggunaan multimedia dapat mempermudah mahasiswa untuk memahami konsep-konsep maupun teori yang bersifat abstrak. Penyajian isi pembelajaran melalui multimedia dapat memperjelas dan mengkongkritkan konsep-konsep sains, sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa.Kata-kata kunci: belajar tuntas, ,multimedia, kualias pembelajaran.Abstract: The development of information technology takes place very quickly, and impact on all aspects of life including learning in college. Therefore, LPTK as an educational institution for prospective teachers should always innovate and improve the quality of learning in line with the development of information technology. Universities need to anticipate these problems, so that the quality of learning increases. One of the right methods to solve the problem is by developing learning using multimedia based learning strategy (mastery learning). Several theoretical and empirical studies have shown that the application of a complete learning strategy in learning has proven capable of developing students’ high-profile problem-solving abilities. In order to make it easier to understand the concepts of learning that are complex and abstract done through multimedia. The use of multimedia can make it easier for students to understand abstract concepts and theories. Presentation of the content of learning through multimedia can clarify and mengkongkritkan concepts of science, so easily understood by students.Key Words: complete learning,, multimedia, learning quality
Mencari Alternatif Cara Kerja di Bangunan Wasis, Wasis
ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara kerja merupakan salah satu teknik dari manajemen untuk menaikkan produktivitas. Dengan mem-perbaiki cara kerja, masukan dari perusahaan dapat di-manfaatkan secara optimal. Penggunaan cara kerja yang tepat dapat membawa pengaruh terbukanya kelemahan-kelemahan lain suatu kegiatan atau organisasi. Berkaitan dengan hal itu cara kerja yang sudah ada perlu selalu diupayakan perbaikannya dengan langkah-langkah (a) merinci semua detail proses pekerjaan (b) menganalisa dan mengkaji tiap detail pekerjaan (c) menyusun cara kerja baru dan (d) mensosialisasikan cara kerja baru agar semua pihak yang terkait dapat menyerapkan dalam pelaksanaan pembangunan.

Page 1 of 10 | Total Record : 94


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue