cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
PREVALENSI KASUS AIDS PADA PEKERJA DI KOTA SEMARANG - ANALSISI DATA SEKUNDER Pramitasari, Ratih; Aryani, Lenci
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.468 KB)

Abstract

Latar belakang: Kasus HIV/AIDS di Indonesia memiliki kecenderungan jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah kasus positif HIV/AIDS sebagian besar terdapat pada kelompok usia kerja produktif yang akan berdampak negatif terhadap produktivitas perusahaan.Metode: Jenis penelitian diskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang sekarang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2018. Hasil: Kasus kematian karena AIDS pada warga Kota Semarang mencapai rasio 1:8 dibanding dengan jumlah penderitanya. Jumlah kasus AIDS tertinggi terjadi pada tahun 2012 dengan 104 kasus AIDS di Kota Semarang. Berdasarkan jenis pekerjaannya, kasus AIDS paling banyak diderita oleh karyawan dengan jumlah kasus 109 penderita. Jenis pekerjaan seperti tukang parkir, pemulung, pramugara, operatorkaraoke, seniman, dan petani/nelayan menempati posisi terendah. Kasus AIDS di Kota Semarang, paling banyak ditemukan pada kelompok umur 31-40 dengan jumlah penderita sebanyak 177 pasien.Kesimpulan: Penderita AIDS terus mengalami kenaikan sejak 2005 hingga tahun 2012, memasuki tahun 2013, hingga 2018 saat ini, penderita AIDS cenderung menurun dari tahun ke tahun. Kasus AIDS paling banyak diderita oleh pekerja dengan jenis pekerjaan karyawan. Kelompok umur 31-40 merupakan kelompok dengan jumlah penderita AIDS tertinggi dalam 12 tahun terakhir.Kata kunci: AIDS pada pekerja, AIDS, pekerja
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA PESTISIDA, PENDIDIKAN DAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI BAWANG MERAH Yuliyana, Wiwi; Meikawati, Wulandari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 2. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.128 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i2.2387

Abstract

Background: Pesticides can cause negative or positive to the human health and the environment. The using pesticides will give negative effects to the human health and the environment either directly or indirectly. Red onion farmer is a profession whose high risk the using of pesticides, but most of them are rarely applied self protection. In order to protect human and environment from negative effects, the effort of complete self protection (APD) is very needed. Objective: Know the correlation of knowledge, education, attitude with practice of the use self protection (APD) on onion farmers. Methods: The typeof research used is observational analytic with the approach Cross sectional freevariables is the knowledge about the dangers of pesticides, education, attitude and practice is variable use of self protection (APD). The sample of this research is citizen who worked as farmers with simple random sampling technique with a large sample of 41 respondents. Using the Chi-square analysis. Results: Based on 41 respondents, 24 (58.5%) knowledgeable about the dangers of pesticides. Education respondents, 39 (95.2%) of respondents is low educated. There are 22 respondents (53.7%) does not support the use of the personal protection attitude of complete. The practice of the use self protection (APD), 39 reponden (95,1%) not use of complete self protection (APD). Conclusion: There is no correlation between knowledge about the dangers of pesticides with the practice of the use of personal protection (p=0.512), there is no correlation between education with the practice of the use of personal protection (p=1.000), there is no correlation between attitude with practice of the use of personal protection (p=1.000).
PERSEPSI ANAK SEKOLAH DASAR MENGENAI BAHAYA ROKOK (STUDI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI KOTA DEMAK) Arfiningtyas, Risti Dwi; Salawati, Trixie
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 1. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.352 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i1.2378

Abstract

Background : Smokers early ages 10-14 years of age is increasing from year to year. Basedon the characteristics of smokers living in rural areas have a higher percentage of urban areas, the prevalence of early age smokers in rural areas has increased each year. This study aims to determine the perceptions of elementary school children about the dangers of smoking in the urban and rural. Method : This type of research is comparative with the independent variable is the urban and ruralareas and the dependent variable is the perception of the dangers of smoking. The samples in this study were primary school children in grade 4 and 5 at SDN Bintoro 1 and SDN Donorojo 2 Demak taken with proportional random sampling technique with a number of respondents was 56 respondents. Analysis of the data using two different test mean (T Independent).Results : Results of Independent T test shows there is a difference between the perceptions of primary school children in urban and rural areas about the dangers of smoking. Primary school children in urban areas have more positive perceptions (56,7%) of primary school children in rural areas (53,8%). Primary school children in urban areas have a positive perception about the dangers of smoking to health, No Smoking Area, and the myth of cigarettes. Primary school children in rural areas have a negative perception about No Smoking Area, chewing tobacco, cigarettes danger to the teeth, cigarette advertising, and the myth of cigarettes. Conclusion : There are differences in the perception of primary school children in urban and rural areas about the dangers of smoking with p = 0.000.
PELAKSANAAN PROGRAM “RSUD KAJEN BERBAGI” SEBAGAI UPAYA PELAYANAN KESEHATAN GRATIS DI RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Nurmandhani, Ririn; Prasetyo, Imam
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.391 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.7-12

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan mencapai 12,61%, sedangkan 20% penduduk miskin tidak memiliki Jaminan Kesehatan. Tujuan: Menciptakan program "RSUD Kajen Berbagi" untuk menyediakan layanan kesehatan gratis bagi pasien yang tidak memiliki asuransi dan diklasifikasikan sebagai keluarga miskin. Metode: Penelitian deskriptif dengan tujuan menggambarkan tahapan "RSUD Kajen Berbagi" yang dilakukan di RSUD Kajen melalui data sekunder yang dikumpulkan dari rumah sakit. Program Tahapan "RSUD Kajen Berbagi" dimulai dari persiapan yang disiapkan oleh tim yang efektif dan penandatanganan Keputusan Direktur. Tahap perencanaan adalah persiapan yang efektif dan Rumah Zakat, persiapan jadwal, pengumpulan informasi donor, dan program sosialisasi, deklarasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Rumah Zakat. Fase uji coba adalah memasang alur dan SOP, memberikan ruang bagi Lembaga Rumah Zakat. Hasil: Program "RSUD Kajen Berbagi" telah dilaksanakan dengan baik sebagaimana dibuktikan dengan periode 1 bulan yang telah dapat membantu 22 orang dengan total biaya Rp. 15.893.209,00 dan masih memiliki penawaran surplus. 16.792.470,00. Kesimpulan: Program yang diharapkan untuk masa depan adalah bahwa program ini dapat dikembangkan lebih banyak.Latar belakang: Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan mencapai 12,61%, sedangkan 20% penduduk miskin tidak memiliki Jaminan Kesehatan. Tujuan: Menciptakan program "RSUD Kajen Berbagi" untuk menyediakan layanan kesehatan gratis bagi pasien yang tidak memiliki asuransi dan diklasifikasikan sebagai keluarga miskin. Metode: Penelitian deskriptif dengan tujuan menggambarkan tahapan "RSUD Kajen Berbagi" yang dilakukan di RSUD Kajen melalui data sekunder yang dikumpulkan dari rumah sakit. Program Tahapan "RSUD Kajen Berbagi" dimulai dari persiapan yang disiapkan oleh tim yang efektif dan penandatanganan Keputusan Direktur. Tahap perencanaan adalah persiapan yang efektif dan Rumah Zakat, persiapan jadwal, pengumpulan informasi donor, dan program sosialisasi, deklarasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Rumah Zakat. Fase uji coba adalah memasang alur dan SOP, memberikan ruang bagi Lembaga Rumah Zakat. Hasil: Program "RSUD Kajen Berbagi" telah dilaksanakan dengan baik sebagaimana dibuktikan dengan periode 1 bulan yang telah dapat membantu 22 orang dengan total biaya Rp. 15.893.209,00 dan masih memiliki penawaran surplus. 16.792.470,00. Kesimpulan: Program yang diharapkan untuk masa depan adalah bahwa program ini dapat dikembangkan lebih banyak.
PERUBAHAN JUMLAH LEUKOSIT AKIBAT AKTIVITAS FISIK BERAT PADA MENCIT JANTAN BALB/C Mushidah, Mushidah; Muliawati, Ratna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 1. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.075 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v14i1.4790

Abstract

Latar belakang: Aktivitas fisik berat selain menyebabkan peningkatan radikal bebas juga dapat menyebabkan stres fisik, psikis, dan penurunan imunitas. Stres psikis terbukti mempengaruhi poros hipothalamus, hipofisis, dan cortek adrenal sehinga mengakibatkan apoptosis sel darah. Namun perubahan jumlah leukosit akibat aktivitas fisik berat masih inkonsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan jumlah leukosit akibat aktivitas fisik berat. Metode: Dalam Post Test Only Control Group Design sebanyak 15 ekor mencit jantan BALB/c, dikelompokkan menjadi 3 kelompok secara random. Kelompok kontrol (G-0) tidak dilakukan aktifitas fisik, kelompok perlakuan aktivitas fisik berat 1x (G-1), dan (G-2) kelompok aktifitas fisik berat 3 kali. Semua kelompok dilakukan pemeriksaan jumlah leukosit dengan metode Direct counting. Analisis data dengan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan Post Hoc. Hasil: Rerata Jumlah leukosit pada G-0, 6180±540,37/mm3, G-1, 4650±217,94/mm3, danG-2, 4180±130,38/mm3. Uji One Way Anova masing-masing menunjukkan  perbedaan secara bermakna di antara kelompok, p < 0.001. Post Hoc Test menunjukkan bahwa jumlah leokosit pada G-1 dan G-2 lebih rendah dibanding G-0, p < 0.001. Terjadi korelasi negatif jumlah leukosit (r = -20,14)secara signifikan, p < 0,001. Kesimpulan: Adanya penurunan jumlah leukosit  akibat aktivitas fisik berat pada mencit BALB/c.
PERAN KELUARGA DAN PETUGAS KESEHATAN DALAM KEPATUHAN PENGOBATAN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Puspita, Exa; Oktaviarini, Eka; Santik, Yunita Dyah Puspita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 12. No. 2. Tahun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.213 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan untuk mengontrol tekanan darah dan menurunkan risiko komplikasi. Angka kepatuhan melakukan pengobatan di Puskesmas Gunungpati tahun 2014 hanya sebesar 13% dan angka ketidakpatuhan sebesar 86%. Tujuan: Untuk menjelaskan hubungan peran dukungan keluarga dan petugas kesehatan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini berjumlah 620 pasien. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 84 responden dengan cara accidental sampling. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Modified Morisky Adherence Scale). Analisis data secara univariat dan bivariat (chi-square). Hasil: Dukungan keluarga (p<0,005; 95% CI = 2,063 ? 5,141) dan peran petugas kesehatan (p<0,005; 95% CI = 2,172 ? 5,391) berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan. Kesimpulan: Dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan berhubungan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam menjalani pengobatan.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KB PRIA DI KABUPATEN DEMAK (STUDI PADA MASYARAKAT PESISIR DAN MASYARAKAT KOTA DI KABUPATEN DEMAK) Taufik, Muchamad; Salawati, Trixie
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 2. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.698 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i2.2383

Abstract

Background: Family planning is an attempt to regulate or control the number of births. Male participants of Family Planning in Indonesia is still low in comparison with other countries. This study aims to determine perceptions of male family planning in urban community and coastal community. Methods: This type of research is observational research using analytical survey, the independent variable is the coastal areas and urban areas and the dependent variable is the perception of KB Men. The sample used in this study is Moro Villagers and Bintoro Villagers, taken by simple random sampling technique with a number of respondents were 63 respondents. Analysis of the data using two different test mean (t-Independent). Results: Results of Independent T-test revealed that there is a difference in perception between Male Family Planning of coastal communities and urban planning communities. Urban communities have a more positive perception (65.7%) and coastal communities (64.3%). Urban communities have a positive perception about family planning slogan, number of male contraception according to BKKBN, MOP, and vasectomy is a long-term contraception, and become family planning acceptors should be decided together. Coastal communities have a negative perception about the amount of contraception by BKKBN, MOP and vasectomy is a long-term contraception and family planning only for women only. Conclusion: There is a difference in the public perception of coastal communities and cities of birth Male p=0.000.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ABORTUS (STUDI DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG) ; s, sayono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 1. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.824 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i1.2374

Abstract

Background: Abortus is one of the pregnancy can cause of maternal mortality, and hemorrhageresulting from infection. Risk factors abortion this is some kinds of age mother is pregnant at the time mother, disease abnormality genetalia mother physical activity trauma and chromosomal translocation. Objective: To determine the risk factors of abortion in Islamic Hospital Sultan Agung Semarang. Methods : Case-control study was conducted in 126 pregnant mothers in islam hospital sultan agungsemarang, which is 63 pregnant mother had abortus inkompletus and abortus kompletus (case) and 63 pregnant mother had threatened abortion (control). The dependent variable is the incident abortus inkompletus and abortus kompletus and the independent variable are the age of the mother during pregnancy, maternal parity, maternal employment, hypertension, and levels of hemoglobin. Results : Mostly (56.3 %) pregnant women aged in a category a high risk (less 20 years or more 35 years), 76,2 % have high risk of parity, 56,3 % of worked, 58,7 % do not have hypertension, and 58,7 % do not have anemia. The results of the analytical analysis showed no significant relationship between age of the mother during pregnancy, maternal parity, maternal employment, hypertension, and hemoglobin concentration on the incidence of abortus inkompletus and abortus kompletus (respectively p 0,031; 0,021; 0,004; 0,007; 0,019). Conclusion: The age of the mother during pregnancy, maternal parity, maternal employment, hypertension, and hemoglobin levels are risk factors of abortus inkompletus and abortus kompletus.
DENSITAS VEKTOR DENGUE DAN METODE PENGENDALIAN PILIHAN KELUARGA Hidayati, Asih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.967 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Insidensi DBD di Indoneia mencapai 50.75 seperseratus ribu penduduk dan kasus fatal sebesar 0.79, sedangkan di Kota Tegal 43.0 dan 2.29%. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan indeks kepadatan vektor DBD dengan metode pengendalian vektor pilihan keluarga Metode: Jenis penelitian  observasional analitik, dengan survey dan wawancara dengan variabel bebas metode pengendalian vektor DBD pilihan keluarga dan Keberadaan Tempat dan Jenis Penampungan Air (TPA), serta variabel terikat Kepadatan vektor.  Survei cross sectional ini melibatkan 158 rumah dan 533 TPA.Uji yang dilakukan adalah chi square. Hasil: Survei kepadatan vektor diperoleh ABJ sebesar 22,8%, HI 77,2%, serta CI, BI, dan PI masing-masing adalah 8,6%, 46%, dan 3,2%. Masyarakat sudah melakukan pengendalian vektor DBD, tetapi belum maksimal karena metode pengendalian 3m plus tidak lengkap. Ada hubungan yang bermakna antara keberadaan jentik dengan karakteristik TPA dan pH air. Kesimpulan: Densitas vektor Dengue di Kelurahan Slerok sangat tinggi sehingga sangat berpotensi terjadi penularan DBD. Karakteristik TPA dan pH air terkait dengan keberadaan jentik Aedes. Hasil penelitian ini menjadi masukan penting bagi Puskesmas dalam upaya pengendalian vektor DBD.
PENILAIAN RISIKO KEBAKARAN GEDUNG BERTINGKAT Mustika, Sika Widya; Wardani, Ratih Sari; Prasetio, Diki Bima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 1. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.637 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang diakibatkan oleh adanya tiga unsur nyala api yang dapat memebahayakan keselamatan jiwa ataupun harta benda.Kebakaran di gedung bertingkat lebih mematikan dan merugikan jika tidak memenuhi komponen keselamatan kebakaran..Metode: .Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei melalui wawancara dan observasimenggunakan checklist penilaian risiko kebakaran di Kampus I Universitas Muhammadiyah Semarang dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Manajemen proteksi risiko extreme pada manajemen, perencanaan prosedur serta pengunjung dan penyandang disabilitas sedangkan kesadaran staf dan pelatihan risiko high. Sarana penyelamatan risiko extreme yaitu pintu darurat dan pintu keluar semua gedung, sedangkan jalur evakuasi, jalan keluar dan penerangan darurat gedung NRC risiko low. Sarana proteksi risiko extreme meliputi alarm kebakaran gedunglab.terpadu dan rektorat, sedangkan risiko low pada alarm kebakaran gedung NRC serta APAR, hidran, sprinkler gedung rektorat dan lab.terpadu. Pencegahan kebakaran risiko extreme pada penyimpanan bahan mudah terbakar gedung rektorat dan instalasi listrik gedung rektorat dan NRC. Kesimpulan : Kategori risiko extreme meliputi manajemen proteksi pada manajemen, prosedur, perencanaan serta pengunjung.Kata kunci : Kebakaran, Penilaian Risiko, Gedung Bertingkat