cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SAINSMAT
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
MODEL STRUKTURAL DALAM MENILAI ANTAR-HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI DI KOTA MAKASSAR Syukriani, Andi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat217502013

Abstract

DOWNLOAD PDFMasalah  utama  yang  diperhatikan  dalam  penelitian  ini,  adalah  bagaimana  antar-hubungan faktor  internal  (konsep  diri  matematika  dan  minat  belajar  matematika)  dan faktor  eksternal  (pola  asuh  orang  tua  dan  fasilitas  belajar)  terhadap  prestasi  belajar matematika siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di  kota  Makassar. Populasi  dalam  penelitian  ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri di kota Makassar. Data dikumpulkan melalui 348 sampel  yang  terpilih  dengan  teknik  sampling  rambang  berstrata  (Stratified  random sampling), dengan  menggunakan  skala  penilaian  pola  asuh  demokratis,  fasilitas  belajar, konsep diri matematika, dan minat belajar matematika serta tes prestasi belajar matematika yang  terstruktur  sebagai  instrumen  penelitian.  Prosedur  analisis  data  dimulai  dengan  uji validasi  dan  reliabilitas  instrumen  melalui  analisis  faktor  konfirmatori,  diikuti  dengan verifikasi model untuk memperoleh model struktural tahap final. Terakhir, analisis mediasi variabel  intervening  dilakukan  terhadap  model  struktural  tahap  final.Hasil  penelitian memberikan gambaran bahwa konsep diri matematika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Makassar  berada  pada  kategori  sedang  dengan  rata-rata  26,17  sedangkan  minat  belajar matematika  siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di  Kota  Makassar  berada  pada  kategori  tinggi dengan  rata-rata  47,34.  Kemudian  pola  asuh  demokratis  siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di Kota Makassar berada pada kategori baik dengan rata-rata 53,58 sedangkan fasilitas belajar siswa kelas X SMA Negeri di Kota Makassar berada pada kategori sangat lengkap. Prestasi belajar  matematika  siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di  Kota  Makassar  berada  pada  kategori kurang dengan rata-rata 3,98. Hasil penelitian juga memberikan dukungan terhadap usulan model  aplikatif  yang  menggambarkan  antar-hubungan  faktor  internal  dan  eksternal  dalam menjelaskan prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci:   Minat belajar, konsep diri, prestasi belajar matematika
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN DALAM UPACARA KEHAMILAN (POSIPO) HINGGA MASA ANAK-ANAK (DOLE-DOLE) PADA MASYARAKAT WOLIO KOTA BAU-BAU Darlian, Lili; Damhuri, D.; Hasni, Wa Ode
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat81127652019

Abstract

Tujuan dari penelitia ini adalah untuk mengetahui (1) jenis-jenis tumbuhan apa saja yang digunakan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole), (2) organ apa saja yang dimanfaatkan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole), (3) pemanfaatan tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat kehamilan (posipo) hingga upacara masa anak-anak (dole-dole) oleh Masyarakat Wolio Kota Bau-Bau. Metode penelitian survey eksploratif dengan menggunakan teknik wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi, organ yang dimanfaatkan serta mengidentifikasi dengan mengacu buku identifikasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat 24 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat kehamilan (posipo), kelahiran (aqiqah) dan masa anak-anak (dole-dole). Jumlah tumbuhan terdiri dari 2 kelas, 12 ordo dan 13 famili. Kelas Dicotyledoneae sebanyak 8 jenis sedangkan Monocotyledoneae sebanyak 16 jenis. Berdasarkan hasil eksplorasi, keseluruhan tumbuhan yang ditemukan berasal dari pekarangan, perkebunan dan hutan. Famili terbanyak Arecaceae dan Liliaceae masing-masing 5 jenis dan Poaceae 3 jenis. Organ yang dimanfaatkan dalam upacara kehamilan (posipo) hingga masa anak-anak (dole-dole) adalah akar, rimpang, umbi, batang, daun, bunga, buah dan biji. Cara pemanfaatan tumbuhan dalam upacara beraneka ragam setiap prosesi, tata cara serta fungsi dan makna yang berbeda. Kata Kunci : Etnobotani, Upacara Adat, Masyarakat Wolio This study investigated a natural acid-base indicator which is extracted from plants in Kupang city. There are 14 plants that potential as a source of natural indicator for acid base titration, i.e, Kol Ungu (Brassica oleracea Capitata Group), Turi Merah flower (Sesbania grandiflora L. Pers), Belimbing Wuluh flower (Averhoa bilimbi L), Kaktus Merah fruit (Opuntia vulgaris Mill), Ruelia flower (Ruellia simplex), Flamboyan flower (Delonix regia), bugenvil flower (Bougainvillea spectabilis Willd.), Bayam Merah leaves (Amaranthus tricolor L.) Jamblang fruit (Syzygium cumini L.), Murbey fruit (Morus alba L.), Pinang fruit (Areca catechu L.), Sirih fruit (Piper betle L.), Kunyit (Curcuma longa Linn), and Nanas Kerang leaves (Rhoeo discolor). Plants extract shows a sharp color change in acid and base solution. Promising results as a natural indicator also shown in acid base titration which is have similar equivalent point to synthetic indicator. We can use these natural indicators as an alternative to synthetic indicator because they are found to be simple, very useful, cheap, easy to extract, accurate, and eco-friendly.  Keywords: plant, natural indicator, acid-base. 
TIPE GELOMBANG DAN PASANG SURUT DI PERAIRAN PULAU DUTUNGAN KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Hasriyanti, .
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat4112812015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik gelombang dan pasang surut di perairan Pulau Dutungan Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Lingkup penelitian meliputi pengukuran parameter fisika oseanografi berupa pengukuran gelombang dan pasang surut. Dan data sekunder, berupa data pembanding seperti Peta LPI (Lingkungan Pantai Indonesia) dengan skala 1: 50.000, lembar 2010-2 dan 3, tahun 1993, Bakosurtanal, Edisi I (1993) dan Peta RBI sheet Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan MSL (menggunakan rumus MSL) diperoleh nilai MSL pasut di perairan pulau Dutungan sebesar 183,52 cm, sedangkan pasang tertingginya sebesar 242 cm dan pasang terendahnya sebesar 141,5 cm. Dari hasil pengamatan pasut dapat diketahui tipe atau jenis pasut yang terdapat di Pulau Dutungan adalah pasang surut tipe campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal) dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda. Kata kunci: Gelombang, Pasang Surut, Pulau Dutungan
PENGEMBANGAN MEDIA VISUAL FLASH CARD PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Damayanti, Elsa; Yunus, Sitti Rahma; Sudarto, Sudarto
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 2 (2016): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat5264462016

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan dan keefektifan media visual flash card pada materi interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini merujuk pada langkah-langkah pengembangan pembelajaran model Plomp yang terdiri dari 5 tahapan yaitu tahap investigasi awal (preliminary investigation), tahap perancangan (design), tahap realisasi konstruksi (realization construction), tahap tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation and revition) dan tahap implementasi (implementation). Produk yang dihasilkan adalah media visual flash card.  Instrumen penelitian yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu instrumen kevalidan yang mencakup lembar validasi media visual flash card dan instrumen keefektifan meliputi angket respon peserta didik dan tes hasil belajar. Subyek dalam penelitian ini adalah media visual flash card yang diujikan pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Palangga tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 43 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data melalui kuesioner dan tes. Analisis validasi media visual flash card oleh dua validator diperoleh hasil rata-rata yaitu 4 yang artinya valid. Berdasarkan analisis angket respon peserta didik diperoleh hasil 86% peserta didik menyatakan bahwa media visual flash card baik sekali digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan tes hasil belajar peserta didik kelas VII diperoleh hasil yaitu sebanyak 40 peserta didik yang mencapai nilai KKM 70 dengan persentase ketuntasan 93%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media visual flash card efektif digunakan dalam pembelajaran IPA pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.
ANALYSIS OF QUEUE SYSTEM ON PASSPORT SERVICE UNIT CLASS 1 IMMIGRATION OFFICE OF MAKASSAR Abdy, Muhammad; Sanusi, Wahidah; Mukarram, Trys
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2017): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat6264692017

Abstract

Queuing is a common thing in everyday life and can be found in the manufacturing sector as well as in the service sector.No exception at the agency or government office.ULP (Passport Service Unit) The First Class Immigration Office of Makassar City is a technical implementing unit performing the functions of the Directorate General of Immigration in a certain region or city providing services in the field of immigration.This study aims to determine the queuing model applied to the Passport Service Unit of the First Class Immigration Office of Makassar City and find out whether the level of service provided is optimal.In the analysis process used manual calculation and supportby software POM for Windows 3.Based on analysis of data obtained after the study, modela queues applied to ULP (Unit Passport Service) Class I Immigration Office of Makassar is the (M/M/S):(FCFS/?/?).Queue system at Passport Service Unit First Class Immigration of the Office of Makassar City can be said to be normal on a typical day, because it has met the old standard of service time. So that the system applied is optimal.
ANALISIS PEDIGREE CADEL (STUDI KASUS BEBERAPA KABUPATEN DI SULAWESI SELATAN) Arsal, Andi Faridah
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2012): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat127402012

Abstract

DOWNLOAD PDFTelah dilakukan penelitian Analisis pedigree terhadap sifat cadel. Cadel merupakanketidakmampuan melafadskan huruf ?r?. Umum dijumpai pada anak usia BALITA (bawahlima tahun), tapi sering pula terdapat pada orang dewasa. Cadel yang dialami oleh orangdewasa  umumnya  disebabkan  oleh  pengaruh  lingkungan  seperti  psikoedukatif  danpsikokultural, dapat pula disebabkan oleh faktor penyakit seperti menderita down syndrom,stroke,  atau  pada  penderita  penyakit  yang  berhubungan  dengan  syaraf.  Adapun  yangdisebabkan  oleh  faktor  herediter  belum  diketahui  secara  pasti,   sehingga  penelitian  inibertujuan  untuk  menentukan  sifat  cadel  yang  disebabkan  oleh  pengaruh  herediter  danuntuk menentukan pola  pewarisan cadel. Penelitian ini dilakukan sejak tahun 1994  yangkemudian  dilanjutkan  lagi  tahun  2012  di  Propinsi  Sulawesi  Selatan  tempat  sampelberdomisili. Sebanyak tiga silsilah keluarga hasil penelitian yang telah disusun dari datayang  memenuhi  kriteria  dianalisis  untuk  menentukan  sifat  cadel  yang  disebabkan  olehfaktor  herediter  dan  menentukan  pola  pewarisan  sifat   cadel.  Pola-pola  pewarisan  sifatyang digunakan adalah yang umum ditemukan pada manusia. Dibuat suatu asumsi bahwa ?Karakter  A  diturunkan  menurut  pola  b?  dalam  menentukan  pola  pewarisan  cadel,kemudian melalui fenotip yang terdapat pada silsilah keluarga dilihat kesesuaian denganasumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadel dapat disebabkan oleh faktor herediterdan diwariskan menurut pola resesif autosomal.Kata kunci : Analisis pedigree, cadel, resesif autosomal.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM BERBANTUAN ICT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD Mu'minah, Iim Halimatul; Aripin, Ipin
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat82107172019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran berbasis STEM dengan bantuan ICT untuk meningkatkan keterampilan abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian Pre- experiment dengan desain penelitian yang digunakan ?one group Pretest-posttest design?. Sampel terdiri dari 6 kelas dan terpilih satu kelas sebanyak 32 siswa. Pada peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa di peroleh skor rata-rata pretest sebesar 69,03 dan skor rata-rata posttest sebesar 82,44 dengan N-Gain sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Sedangkan pada peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa diperoleh skor rata-rata pretest sebesar 74,63 dan skor rata-rata posttest  sebesar 87,97 dengan N-Gain sebesar 0,56 dengan kategori sedang. Sedangkan  Peningkatan keterampilan komunikasi dan kolaborasi diperoleh prosentasi diatas 66%, keterampilan komunikasi diperoleh hasil sebesar 67,13% dan keterampilan kolaborasi diperoleh sebesar 74,75% dan termasuk kategori baik. Tanggapan Siswa diperoleh hasil lebih dari 61% yaitu sebesar 68,06% maka termasuk kategori baik pula. Untuk tingkat efektifitas keterlaksanaan pembelajaran  diperoleh hasil diatas 61% yaitu sebesar 72,63%. Maka dapat disimpulkan Pembelajaran IPA BerbasisScience, Technology, Engineering and Mathematic (STEM)berbantuanICT dapat meningkatkan keterampilan Abad 21 dan berjalan dengan baik.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MAHASISWA BIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR PADA KONSEP GENETIKA DENGAN METODE CRI Mustika, Andri Adi; Hala, Yusminah; Arsal, Andi Faridah
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 3, No 2 (2014): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat3211192014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa biologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengalami miskonsepsi, mengetahui dan tidak mengetahui konsep pada konsep genetika; subkonsep yang sering menjadi miskonsepsi dan faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan teknik CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini ialah mahasiswa biologi UNM. Sampel sebagai subjek penelitian ialah mahasiswa biologi UNM angkatan 2011 sebanyak 91 orang yang terdiri atas dua kelas yaitu kelas ICP (International Class Program) dan Kelas A program studi pendidikan. Instrumen menggunakan tes diagnostik berbentuk pilihan ganda beralasan yang dilengkapi dengan nilai CRI dan wawancara terstruktur untuk mengetahui penyebab miskonsepsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi pada 8 subkonsep yang diteliti dengan persentase yang mengalami miskonsepsi, paham konsep dan tidak paham konsep berturut-turut sebesar 45,8%; 28,2% dan 26%. Persentase mahasiswa yang paling tinggi mengalami miskonsepsi terdapat pada subkonsep pewarisan sifat Mendel sebesar 60,2%, subkonsep sintesis protein sebesar 59% dan subkonsep mutasi sebesar 55%. Faktor-faktor yang menjadi penyebab miskonsepsi yaitu penalaran yang salah terhadap suatu konsep, ketidaklengkapan informasi yang diterima yang berasal dari mahasiswa sendiri, pengalaman dan pengamatan mahasiswa yang keliru, istilah dan konsep yang telah lama, pengalaman belajar di sekolah dan kesalahan pada buku teks.Kata Kunci: Miskonsepsi, CRI (Certainty of Response Index), Konsep Genetika
PENINGKATAN AKTIVITAS, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS VIIIA-1 MTSN WATAMPONE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Pujiati, Pujiati; Hala, Yusminah; Taiyeb, A. Mushawwir
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat5130522016

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar, motivasi belajar dan hasil belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MTsN  1 Watampone Kabupaten Bone. Subjek  penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIIA-1 dengan jumlah peserta didik 32 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016, bulan Januari sampai bulan April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari  62,25% menjadi 87,5% melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing (2) motivasi  belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari 85,71% menjadi 87,06%  melalui model pembelajaran inkuri terbimbing (3) . Hasil   belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari 59,37% menjadi 87,5%  melalui model pembelajaran inkuri terbimbing.Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif biologi.ABSTRACTThis study aims to determine the increase activity, motivation and learning outcomes of science biology for VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone through guided inquiry learning model. This study is classroom action research conducted in MTsN 1 Watampone, Bone. The subjects were students of Class of VIIIA-1 with the number of students is 32. This research was conducted in the second semester of 2015/2016 academic year, January to April 2016. Results showed that (1) the activity of students to learn science biology of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 62.25% to 87.5% through the inquiry guided learning model, (2) motivation to learn science biology of Students of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 85.71% to 87.06% through the inquiry guided learning model, (3) Biological science learning outcomes of students of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 59.37% to 87.5% through the inquiry guided learning model.Keywords: Scientific approach, science process skills, cognitive learning result
PERANAN PEMERINTAH, MASYARAKAT DAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE DI TONGKE TONGKE KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Arfan, Amal; Umar, Ramli; Fauzi, Kemal
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 2 (2017): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat6264602017

Abstract

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi  pantai  tropis, didominasi  oleh  beberapa  spesies pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaanekowisata mangrove dan mengetahui strategi pengelolaan berkelanjutan ekowisata mangrove Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan awawancara mendalam.  Untuk mengetahui strategi pengelolaan digunakan teknik analisis SWOT.  Analisis SWOT ini di gunakan untuk merumuskan alternatif strategi pengelolaan berkelanjutan hutan mangrove Desa Tongke-tongke.  Hasil yang diperoleh yaituPemerintah daerah dalam mendukung ekowisata mangrove telah membuat trotoar berupa papan jalan bersama masyarakat untuk memudahkan akses untuk masuk ke dalam kawasan hutan mangrove, mengawasi perkembangan pengelolaan mangrove, melakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai hutan mangrove.  Strategi alternatif pengelolaan berkelanjutan ekowisata mangrove yang diprioritaskan di kawasan ekowisatamangrove Desa Tongke-tongke adalah (1) meningkatkan koordinasi pemerintah,masyarakat dan pengelola dalam mengembangkan ekowisata, (2)melibatkan masyarakat dalam setiap pengelolaan ekowisata mangrove, (3)membuat  dan mengaplikasikan  sistem pemantauan  dan  evaluasi yang  melibatkan  para pemangku  kepentingan dalam  perlindungan ekosistem mangrove.

Page 3 of 15 | Total Record : 146