cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
EVALUASI FRAKSI SERAT UNTUK MENGESTIMASI RELATIVE FEED VALUE PADA TANAMAN SORGUM GALUR MUTAN Wahyono, Teguh; Apri Astuti, Dewi; Jayanegara, Anuraga; Gede Wiryawan, I Komang; Sugoro, Irawan
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5281

Abstract

Sorgum G5 dan G8 adalah dua sorgum galur mutan yang diproyeksikan sebagai sorgum khusus pakan ternak. Sampai saat ini, belum terdapat cukup informasi terkait profil serat yang terkandung dalam kedua galur mutan tersebut. Profil serat yang diasosiasikan dalam fraksi neutral detergent fiber (NDF) dan acid detergent fiber (ADF) akan mempengaruhi kecernaan tanaman sorgum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengevaluasi profil fraksi serat dan mengestimasi relative feed value (RFV) pada tanaman sorgum galur mutan, 2) mengevaluasi profil serat pada fase generatif yang berbeda, dan 3) mengetahui profil serat sorgum secara kualitatif menggunakan fourier transform mid-infrared (FTIR). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola faktorial (4x3x3). Faktor pertama adalah varietas/galur mutan tanaman (varietas Numbu, Pahat, galur mutan G5 dan G8). Faktor kedua adalah waktu pemanenan (flowering, soft dough dan hard dough). Faktor ketiga adalah Bagian tanaman (batang, daun dan malai sorgum).  Parameter yang diamati adalah profil serat kuantitatif (NDF dan ADF), RFV dan profil serat secara kualitatif menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan varietas/galur mutan, fase generatif dan bagian tanaman terhadap profil serat tanaman sorgum. Terdapat interaksi antara perbedaan varietas/galur mutan dengan fase generatif tanaman. Sorgum G5 fase hard dough menghasilkan kandungan NDF batang yang lebih rendah dibandingkan Numbu (54,23 % vs 60,41 %) (P<0,01). Sorgum G8 fase hard dough menghasilkan kandungan ADF daun yang lebih rendah dari Numbu (30,07 % vs 32,63 %) (P<0,01). Nilai RFV tertinggi pada bagian batang, daun dan malai berturut-turut dihasilkan oleh sorgum G5, G8 dan Pahat. Hasil pengukuran kualitatif menggunakan FTIR berasosiasi dengan pengukuran NDF dan ADF secara konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) galur mutan G5 dan G8 menghasilkan fraksi sera yang lebih mudah dicerna dibandingkan varietas Numbu. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai RFV yang tinggi pada bagian batang dan daun; 2) Fase hard dough adalah umur panen yang terbaik; dan 3) FTIR dapat digunakan untuk menggambarkan profil serat sorgum secara kualitatif.
COVER VOL. 15 NO. 2 Nariastuti, B.Sc, Asih
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5748

Abstract

Cover Vol.15 No.2
EFEKTIFITAS KAPANG TRICHODERMA VIRIDE DALAM MENGHIDROLISIS SUBSTRAT JERAMI PADI DAN BATANG RUMPUT GAJAH DENGAN VARIASI PERLAKUAN NAOH DAN SINAR GAMMA Larasati, Tri Retno Diah; Mulyana, Nana; Sudrajat, Dadang; Hermanto, Sandra; Haryati, Syifa Rya; Adhari, Arief
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.4479

Abstract

Efisiensi delignifikasi substrat dapat ditingkatkan dengan perlakuan awal secara fisik yaitu dengan iradiasi gamma tinggi. Radiasi gamma akan memutuskan rantai molekul lignoselulosa  menyebabkan pembentukan gugus karbonil selulosa yang membantu pemecahan selulosa. Perlakuan iradiasi gamma terhadap kapang dapat menstimulasi aktivitas enzim ekstraseluler.Tujuan  penelitian untuk meningkatkan aktivitas enzim selulase dari kapang Trichoderma viride yang diiradiasi sinar gamma dari sumber radiasi  Co-60 dan meningkatkan produksi glukosa pada substrat yang diberi perlakuan NaOH dan diiradiasi sinar gamma melalui hidrolisis enzimatik dan fermentasi padat. Substrat yang digunakan ialah jerami padi dan batang rumput gajah. Iradiasi terhadap kapang T. viride dilakukan pada dosis 0, 250, 500, 750 dan 1000 Gy. Penambahan NaOH dengan konsentrasi 0, 1, 2, 3 dan 4%, kapang T. viride yang diiradiasi dengan dosis 500 Gy memiliki aktivitas enzim tertinggi sebesar 3,74 U/mL dibandingkan T. viride 0 Gy sebesar 1,46 U/mL. Enzim kasar yang dihasilkan digunakan untuk menghidrolisis jerami padi dan batang rumput gajah yang diiradiasi gamma dengan dosis 0, 100 dan 200 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaOH 3% dapat menghasilkan hidrolisis selulosa yang terbaik sebesar 7,91%. Kadar glukosa meningkat dengan meningkatnya dosis iradiasi substrat. Hidrolisis enzimatik substrat batang rumput gajah menghasilkan glukosa yang lebih banyak sebesar 2,96 mg/mL, sedangkan hidrolisis enzimatik dari jerami padi menghasilkan glukosa sebesar. 2,72 mg/mL, dan juga pada fermentasi padat dihasilkan glukosa 3,12 mg/mL pada batang rumput gajah dan   2,17 mg/mL pada jerami padi. Perlakuan sinar Gamma dengan dosis 500 Gy pada kapang T. viride   mampu meningkatkan aktivitas enzim selulase sebesar 2,5 kali lebih besar dari kontrol.  Penambahan NaOH sebesar 3% dan  dosis iradiasi yang semakin tinggi  pada  jerami padi dan batang rumput gajah menghasilkan kadar glukosa yang semakin tinggi  juga.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MIKROBA PELARUT FOSFAT DAN KALIUM MELALUI TEKNIK MUTASI IRADIASI GAMMA Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana; Anas, Iswandi; Widyastuti, Rahayu; Citraresmini, Ania
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.4662

Abstract

Iradiasi gamma merupakan salah satu alternatif untuk memicu mutasi yang dapat menginduksi peningkatan kemampuan mikroba pelarut fosfat dan kalium. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma terhadap mikroba pelarut fosfat dan kalium, mempelajari perubahan kemampuan mutan mikroba dalam  melarutkan fosfat dan kalium, serta perubahan pada tingkat molekuler yang terjadi akibat mutasi iradiasi gamma Metode penelitian terdiri dari iradiasi mikroba menggunakan sinardengan dosis 0; 1; 2,5; 5; 7,5; 10; 15 kGy, uji kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat dan kalium setelah iradiasi serta pengujian pada tingkat molekuler. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah iradiasi gamma  memberikan pengaruh terhadap jumlah populasi dan kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat dan kalium. Hal ini menunjukkan bahwa sinar gamma dengan dosis 1 kGy sampai 15 kGy menurunkan populasi bakteri dan fungi. Semakin tinggi dosis iradiasi gamma jumlah sel yang mati meningkat. Umumnya iradiasi dengan sinar gamma menghasilkan mutan dengan kemampuan melarutkan P dan K yang menurun. Akan tetapi beberapa dosis mampu meningkatkan kemampuan mutan dalam melarutkan fosfat dan kalium. Mutan  BPK5 pada dosis 7,5 kGy mampu melarutkan fosfat (165,67 ppm) dan kalium (18,89 ppm) yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Mutan FPF 4 pada dosis 2,5 kGy mampu melarutkan fosfat (418,15 ppm) lebih tinggi dibandingkan kontrol, sedangkan mutan FPF 4 mampu melarutkan kalium (13,90 ppm) lebih tinggi dibandingkan kontrol pada dosis 15 kGy. Perubahan pada tingkat molekuler diindikasikan dengan terjadinya perubahan basa pada sekuen DNA antara isolat induk (tanpa iradiasi) dengan sekuen mutan. Pada bakteri mutasi tertinggi terjadi pada transisi adenin menjadi guanin dan transversi timin menjadi sitosin dengan persentase masing-masing terhadap total perubahan sebesar 23,91 %. Perubahan basa pada sekuen DNA  isolat mutan fungi ditunjukkan dengan terjadinya  insersi adenin dan timin dengan persentase masing-masing terhadap perubahan total sebesar 50 %.
LAJU EROSI DI SUB DAS CIANTEN BERDASARKAN CS-137 DAN PB-210 EXCESS DAN KONTRIBUSINYA PADA SEDIMEN SUSPENSI DI TAMILUNG Aliyanta, Barokah; Sugiharto, Untung; Adhari, Arief
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5485

Abstract

Erosi tanah merupakan bentuk degradasi lahan yang terus berlangsung di kebanyakan daerah Indonesia. Estimasi kuantitatif laju erosi diperlukan untuk mengkaji keefektifan usaha konservasi yang ada. Sampel tanah diambil melalui 7 transek dan 5 transek yang mewakili tata guna lahan kebun/perkebunan dan tata guna lahan ladang di sub DAS Cianten. Hasil estimasi laju erosi dari tata guna lahan kebun/perkebunan mempunyai rentang nilai -14,6 ton/ha/th sampai -32,20 ton/ha/th dan rata-rata laju erosinya adalah -23,20 ton/ha/th berdasarkan pada Cs-137, dan mempunyai nilai dari -13,50 ton/ha/th sampai -36,33 ton/ha/th, dengan rata-rata -24,74 ton/ha/th berdasarkan Pb-210 excess. Hasil estimasi laju erosi lahan ladang bervariasi dari -16,24 ton/ha/th sampai -37,33 ton/ha/th, dengan rata-rata -26,52 ton/ha/th berdasarkan Cs137; dan bervariasi dari -22,23 ton/ha/th sampai -33,83 ton/ha/th, dengan rata-rata -27,33 ton/ha/th berdasarkan Pb-210 excess. Laju erosi setiap titik dalam transek masih jauh lebih besar dari nilai erosi yang dapat ditoleransi menunjukkan usaha konservasi yang ada di sub DAS Cianten dirasakan belum cukup efektif untuk mencegah erosi. Lahan tanah di sub DAS Cianten mengkontribusi ke dalam suplai sedimen suspensi di Tamilung sebesar 24450 ton/th, dengan 6621,9 ton/th berasal dari perkebunan/lahan kebun dan 17828,1 ton/th berasal dari ladang.
RANCANG BANGUN MONITOR GAS RADON UNTUK BAHAN BANGUNAN Tursinah, Rasito; Krisna, Fitria Penta; Syarif, Nur Padilah; Hendro, Hendro
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.4651

Abstract

Pemantauan konsentrasi gas radon di udara dalam rumah (indoor) dan laju lepasannya dari berbagai jenis bahan bangunan penting dilakukan dalam rangka proteksi radiasi dan keselamatan. Telah dilakukan rancang bangun monitor gas radon menggunakan sistem deteksi partikel alfa dengan bahan detektor jenis sintilator ZnS (Ag). Prinsip pengukuran adalah dengan mengalirkan gas radon lepasan dari bahan bangunan ke dalam ruang detektor. Di dalam ruang detektor, gas radon dideteksi berdasarkan pulsa kelipan cahaya hasil interaksi partikel alfa dengan bahan detektor. Detektor yang dilengkapi tabung fotomultiplier mengubah kelipan cahaya menjadi muatan listrik dan selanjutnya dikonversi menjadi pulsa tegangan sekaligus diperkuat oleh penguat awal tipe peka muatan. Jumlah pulsa tegangan yang dihasilkan dihitung menggunakan rangkaian elektronik arduino dan ditampilkan secara grafis dengan LabView yang telah diinstal dalam sebuah komputer. Konsentrasi gas radon sebanding dengan pulsa tegangan yang dihasilkan dikalikan dengan efisiensi ruang detektor. Hasil uji respon pada sampel pasir zirkon menunjukkan bahwa monitor ini dapat digunakan dengan baik untuk mengukur gas radon lepasan dari bahan bangunan.
DETECTION OF THE RESISTANCE OF PARASITE TO SULFADOXINE-PYRIMETHAMINE DRUGS AND MSP-2 GENOTYPING AS A BASELINE IN DEVELOPING MALARIA VACCINE WITH IONIZING RADIATION Syaifudin, Mukh; Surniyantoro, Harry Nugroho Eko; Kisnanto, Teja; Oktavian, Antonius; Asih, Puji Budi Setia
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5353

Abstract

Polymorphism or mutation in specific genes of P. falciparum and P. vivax is involved in the resistance to sulfadoxine-pyrimethamine (SP) antimalarial drug. On the other hand msp-2 gene plays an important role in drug resistance related genotyping. This study was undertaken as a basic information in assessing the urgent of development of malaria vaccine that can be created by ionizing radiation. Deoxy ribonucleic acid (DNA) of blood from malaria infected outpatients in Dok II Hospital of Jayapura for November 2014 period was amplified using nested polymerase chain reaction (PCR) and followed by restriction fragment length polymorphism (RFLP) analysis to determine the polymorphisms of SP resistance. Among 15 samples tested for dhfr gene, 9 (60%) and 8 (53%) samples showed positive result for polymorphisms in JR78/79 and F/108DH primers, respectively. For dhps gene by using JR84/85 and L/L primers 7 samples were positive mutant. These frequencies are lower compared to results of other research. Of these 15 samples examined, 3 had 3D7 alleles and 4 had FC27 alleles of the msp2 gene. No mutated S1105 and S1240 alleles and 6 mutant VDT alleles were found in P. vivax. It can be concluded that the resistance of parasites to SP was quite high, indicating the highly urgency to develop malaria vaccine.
ESTIMASI LAJU AKUMULASI SEDIMEN DI PERAIRAN LAUT JAWA MENGGUNAKAN UNSUPPORTED PB-210 Susanti, Santi; Prartono, Tri; Zuraida, Rina; Lubis, Ali Arman
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5441

Abstract

Akumulasi sedimen di perairan Laut Jawa terjadi cukup cepat karena banyaknya masukan material sedimen dari wilayah sekitar. Sejauh ini belum ada penelitian yang memberikan estimasi laju akumulasi di bagian tengah Laut Jawa dengan menggunakan Pb-210 sebagai tracer. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung estimasi laju akumulasi sedimen Laut Jawa dengan menggunakan profil unsupported Pb-210. Sedimen core diambil dari dua lokasi di perairan Laut Jawa (bagian barat dan timur) menggunakan multicore pada saat cruise kapal riset Geomarin 3, MAJAFLOX 2015, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Bandung. Diperoleh panjang sedimen core untuk bagian barat dan timur berturut-turut adalah 35 cm dan 37 cm. Contoh sedimen dipotong dengan interval yaitu 2 cm pada kisaran kedalaman (0-10 cm), 4 cm (kedalaman 10-22 cm) dan 6 cm (kedalaman >22 cm). Analisis aktivitas Pb-210 dilakukan menggunakan detektor Passiveted Implanted Planar Silicon (PIPS) Alpha Spektrometer. Model Constant Rate of Supply (CRS) digunakan untuk menghitung laju akumulasi dan umur sedimen. Hasil menunjukkan laju akumulasi sedimen di bagian barat bervariasi antara 0,002-0,014 kg/m2/th dalam kurun waktu tahun 126 tahun dan di bagian timur bervariasi antara 0,002-0,020 kg/m2/thdalam kurun waktu 128 tahun. Laju akumulasi sedimen mulai mengalami peningkatan pada tahun 1950 dengan laju 0,005 kg/m2/thhingga saat ini mencapai 0,020 kg/m2/th.
STUDI KARAKTERISTIK AIR TANAH DANGKAL SEKITAR TPA BANTAR GEBANG, BEKASI, DENGAN METODE SUMUR TUNGGAL DAN GANDA Satrio, Satrio; Syafalni, Syafalni; Sidauruk, Paston
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2014.10.1.2728

Abstract

Teknik perunut radioaktif dengan menggunakan metode sumur tunggal dan ganda untuk menentukan karakteristik  akuifer air tanah dangkal telah dilakukan di tiga desa sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Penentuan arah dan kecepatan filtrasi dilaksanakan dengan metode sumur tunggal, dan parameter akuifer lainnya dilaksanakan dengan metode sumur ganda. Aplikasi kedua metode dapat dipakai untuk mengevaluasi arah gerakan dan kecepatan air tanah serta parameter lain yang akan memberikan informasi yang bermanfaat terhadap manajemen sumberdaya air tanah dan lingkungan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pada musim hujan air tanah dangkal di daerah TPA bergerak ke sekeliling lokasi, sedangkan pada musim kemarau bergerak dari TPA pada desa Ciketing Udik dan untuk desa Sumur Batu dan Cikiwul dipengaruhi oleh kondisi hidrologi dan topografi lokasi. Hasil dari parameter lainnya memperlihatkan bahwa desa Ciketing Udik adalah daerah yang mempunyai potensi sumberdaya air tanah dangkal yang lebih baik dibandingkan dengan desa di sebelah utara TPA.Kata kunci: Perunut Radioaktif, Karakteristik Akuifer, Sumberdaya Air Tanah
STUDY OF INTERACTION OF SHALLOW GROUNDWATER AND RIVER ALONG THE CISADANE AND CILIWUNG RIVER OF JAKARTA BASIN AND ITS MANAGEMENT USING ENVIRONMENTAL ISOTOPES Sidauruk, Paston; ., Syafalni; ., Satrio
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2012.8.1.499

Abstract

The environmental isotopes were employed to study the interaction of shallowgroundwater and river along the Cisadane River and Ciliwung River in Jakarta basin. Therapid growth and development of Jakarta and its surrounding cities, coupled with increasingindustrial and other business sectors have impacted on the demand of the water supply forthe area. These investigations have been conducted to determine the interaction betweenshallow groundwater and the river. The 14C results showed that the groundwater samples(above 40 m) which were close to the river influenced the iso-age contour of 14C, whichindicated the contributions of river water. The analysis of stable isotopes 18O and Deuteriumfrom the river implied that the river water from upstream to downstream was influenced bythe mixing of the river water with the human activities in the upstream (the isotopiccompositions becoming enriched). Further, the 18O and Deuterium data revealed that rivers ofCisadane and Ciliwung are contributing to recharge the shallow groundwater in Jakarta,especially in the nearby river bank. In general, the quality of the shallow groundwater alongthe rivers is good and is suitable as fresh water resource. Due to pollution and declining watertable problems in the Jakarta basin, the artificial recharge wells is shown to be a good wayout to delineate the problems as indicated by pilot project conducted at Kelurahan KramatJati, using infiltration basin method. Isotop alam telah digunakan untuk mempelajari interaksi antara airtanah dangkaldengan air sungai sepanjang Sungai Cisadane dan Ciliwung di wilayah Jakarta. Pertumbuhanpembangunan, industri, sektor perdagangan yang relatif cepat di wilayah Jakarta dansekitarnya telah mangakibatkan permintaan air yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan interaksi antara airtanah dangkal dengan air sungai di wilayah Jakartakhususnya sepanjang Sungai Cisadane dan Ciliwung. Hasil analisis isotop 14C dari contohcontohairtanah (di atas 40 m) yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kontur iso-age 14C dariairtanah sepanjang sungai telah mengalami distorsi akibat pengaruh air sungai. Hasil analisisdari isotop stabil 18O dan D dari contoh air sungai menyiratkan bahwa percampuran antaraairtanah dangkal dengan air sungai telah terjadi dan tingkat percampuran ini sangatdipengaruhi oleh aktifitas manusia di sekitarnya. Lebih jauh, hasil analisis 18O dan Dmenunjukkan bahwa Sungai Cisadane dan Ciliwung mempunyai kontribusi yang sangat berarti untuk mengimbuh airtanah dangkal Jakarta, khususnya sepanjang sungai. Namundemikian, pada umumnya, kualitas airtanah dangkal masih baik untuk digunakan sebagaisumber air untuk pemenuhan kebutuhan penduduk. Akan tetapi akibat peningkatanpermintaan air, permukaan air tanah telah mengalami penurunan yang tajam dan tercemar.Untuk itu, pengimbuhan buatan sangat diharapkan untuk menghindari penurunan muka airdan peningkatan pencemaran yang berkelanjutan. Pengimbuhan buatan telah memperlihatkanhasil yang sangat menjanjikan seperti yang telah ditunjukkan proyek percontohanpengimbuhan buatan di daerah Kelurahan Kramat Jati.

Page 1 of 15 | Total Record : 149