cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
KARAKTERISASI PENUKAR ION HASIL KOPOLIMERSASI GRAFTING SERAT RAYON DENGAN ASAM AKRILAT DAN AKRILAMIDA Basuki, Fatmuanis; Asijati, Endang; Sabarinah, Yanti
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 7 Nomor 1, Juli 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan karakterisasi kopolimer grafting radiasi asam akrilat (AA), akrilamid (Am) dan campurannya pada serat rayon sebagai penukar ion. Karakterisasi dengan SEM menunjukkan bahwa serat rayon yang tergrafting 300% memiliki diameter serat lebih dari 2 kali diameter semula. Selain itu pada serat yang telah di grafting menunjukkan penurunan kristalinitas disebabkan oleh rusaknya fasa kristalin yang diamati dari difraktogram XRD. Pengamatan terhadap spektrum serapan FT-IR dan DSC menunjukkan bahwa akrilat dan akrilamid tergrafting dengan baik pada serat rayon dan meningkatkan ketahanan termalnya. Kapasitas pertukaran yang dilakukan dengan ion Cu2+ pada pH 5, untuk serat rayon-g-AA dengan persen grafting 300% adalah 4.25 mek/g serat dan 2,12 mek/g untuk serat rayon-g-Am dengan persen grafting 101%. Untuk Rayon-g-AmAA (300%) diperoleh kapasitas pertukaran sebesar 3,67 mek/g serat. Keseluruhan serat memiliki kemampuan regenerasi di atas 98%, ini menandakan serat dapat digunakan secara berulang. Urutan selektivitas serat terhadap ion Cd2+, Cu2+, Ni2+ dan Co2+ adalah rayon-g-AA > rayon-g-AmAA > rayon-g-Am. Bila dilihat dari nilai koefisien distribusi beberapa logam yang diuji, maka serat rayon-g-AmAA diharapkan paling baik digunakan untuk keperluan pemisahan.   ABSTRACT Synthesis of grafted acrylic acid (AA) , acrylarnide (Am) and their mixture (AmAA) onto rayon fiber as ion exchange has been carried out. The characterization of the grafted Rayon-g-AA, Rayon-g-Am and Rayon-g-AmAA copolymer are implemented by FTIR, DSC, SEM, XRD. DT A and TGA. The ion exchange properties of graft copolymer studied in this research are its capacity and selectivity to many ion. The characterization by SEM shows that the diameter of rayon fiber of 300% grafting becomes twice of its original size. It is also known that the grafted fiber has lesser crystalinity due to the damage of crystalin face. Analysis of absorption spertrum of FTIR as well as DSC data that acrylic acid and acrylamide are grafted onto rayon fiber. Thermal stability of grafted rayon fiber is better than that of ungrafted. The result shows that the ion exchange capacity of Rayon-g-AA is better than Rayon-g-AmAA, while Rayon-g-AmAA is better than Rayon-g-Am. Rayon-g-AA, has a good selectivity for Cd2+-, Cu2+, Ni2+, Co2+ ion. Based on the metal distribution coefficient value it can be concluded that Rayon-g-AA, is the best fiber used for ion exchange and separation propose.
PERANCANGAN PELATIHAN SISTEM PROTEKSI FISIK BAHAN NUKLIR DAN FASILITAS NUKLIR DI BATAN Indragini, Indragini
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 15 Nomor 1, November 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Proteksi Fisik (SPF) merupakan salah satu komponen dalam penerapan keamanan nuklir. SPF terdiri dari komponen peralatan, personel, dan prosedur. Sebagai salah satu satu komponen SPF yang berperan dalam menentukan efektivitas dari SPF, personel harus memiliki pengetahuan, keterampilan, serta perilaku yang baik dan memadai sesuai dengan kedudukannya dalam SPF, yaitu melindungi bahan nuklir dan fasilitas nuklir dari pencurian, sabotase dan tindakan yang tidak bertanggung jawab lainnya.Untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan dalam bidang SPF, salah satu langkah yang dapat diambil adalah melalui pelatihan. Pelatihan yang efektif harus dimulai dengan perancangan pelatihan yang baik. Dengan menggunakan metode Systematical Approach to Training (SAT), telah dilakukan perancangan pelatihan SPF Bahan Nuklir dan Fasilitas Nuklir yang terdiri dari pelatihan SPF untuk tingkat dasar: Pengenalan SPF; tingkat menengah: Desain dan Evaluasi SPF; serta tingkat lanjutan: Analisis dan Pengkajian SPF yang masing-masing memiliki kurikulum untuk 36 - 45 jam pelajaran.
DAERAH GEOLOGI CILEUNGSI JAWA BARAT SEBAGAI DAERAH KERJA PRAKTEK LAPANGAN DIKLAT PROSPEKTOR II Sumantri, Sumantri
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam rangka meningkatkan pengetahuan eksplorasi Uranium bagi para teknisi/prospektor telah dilakukan Diklat Prospektor I sebanyak 3 (tiga) kali. Untuk lebih meningkatkan profesionalisme maka perlu diadakan Diklat Prospektor II yang disertai dengan kerja praktek lapangan. Faktor-faktor yang digunakan untuk mempertimbangkan pemilihan lokasi kerja praktek lapangan adalah prioritas eksplorasi, materi Diklat dan data non teknik. Berdasarkan faktor-faktor tersebut diatas maka telah dipilih daerah Geologi Cileungsi Jawa Barat sebagai daerah kerja praktek lapangan yang sesuai. 
APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA PADA MASALAH GELOMBANG ELEKTROMAGNET Sutrasno, Sutrasno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada makalah ini dijelaskan salah satu penerapan metode elemen hingga pada persoalan elektromagnet dengan electromagnetic analysis program (EMAP). EMAP merupakan kode program pemodelan elemen hingga tiga dimensi berbasis elemen tetrahedral skalar yang dapat digunakan untuk menghitung distribusi medan elektromagnet pada struktur tiga dimensi sederhana. Metode Galerkin diterapkan pada elemen tetrahedral skalar untuk memperoleh penyelesaian pendekatan. Kode program EMAP ini dibuat dalam bahasa C. Konfigurasi masukan yang diberikan ke EMAP berupa file berbentuk teks dan numerik, dan menghasilkan keluaran dengan format yang sama dengan input. Output dari kode program merupakan sekumpulan numerik yang merupakan titik-titik koordinat dan kuat medan listrik pada tiap titik koordinat pada domain komputasi. Data numerik relatif sulit untuk diinterpretasi sehingga diperlukan program bantu untuk mengubah data numerik tersebut menjadi bentuk grafik. Perangkat lunak Jandel Sigma Plot 3.0 digunakan untuk memvisualkan data numerik tersebut. Sedangkan paket program pengolah data Microsoft Excell versi 7.0 digunakan agar format output yang dihasilkan oleh kode program sesuai dengan format perangkat lunak Jandel Sigma Plot 3.0. Eksperimen numerik dilakukan untuk mengetahui distribusi medan listrik pada pemandu gelombang (waveguide) persegi empat. Mode TM digunakan untuk mengetahui perambatan gelombang elektromagnet di dalam waveguide tersebut.   ABSTRACT This paper reports on an application of the finite element method to analyze electromagnetic problems using ElectroMagnetic Analysis Program or EMAP. EMAP is a three dimensional finite element modelling code. This finite element method is based on the nodal element that can be used to solve field distribution in a simple three dimensional structures. The Galerkin method is employed to formulate the Maxwell equation in the tetrahedral elements. The source code of EMAP is written in the C programming language. The code reads the input configuration in as an ASCII text file, and provides output in the same form. Out put from the source code consists of a listing of the nodal coordinates and electric field strength at each node. These numerical data are not easily understood, so a post processing is needed to manipulate them into a graphical output. To do so, the data are rearranged by the spreadsheet Microsoft Excell, and then plotted by Jandel Sigma Plot 3.0 for a visualization. A number of experiments is carried out to investigate the electric field strength distribution in the computation domain. The TM mode are chosen to illustrate wave propagation in a rectangular waveguide.
ANALISIS BUTIR DAN PEMBUATAN BANK SOAL Susila, Endra
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 12 Nomor 1, November 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Untuk mengetahui soal ujian yang baik atau bermutu dilakukan analisis butir soal dan soal yang baik dapat dimasukkan ke dalam bank soal. Analisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif terhadap sampel 5 buah soal ujian materi Umum (General) pada pelatihan radiogra? Level 1 di Pusdiklat BATAN tanggal 9 ? 23 Februari 2009. Sampel soal dilihat kesesuaiannya terhadap aspek materi, konstruksi, bahasa/budaya (kualitatif) dan hasil pengolahan data empirik butir soal tersebut (kuantitatif). Berdasarkan analisis kualitatif soal nomor 30 sesuai dengan semua aspek, sedangkan soal nomor 21, 26, 30,31 dan 36 belum sesuai dengan ketiga aspek analisis kualitatif. Untuk hasil analisis kuantitatif soal direvisi nomor: 21, soal baik nomor 26 dan 36, dan soal didrop (dibuang) nomor: 30 dan 31 didrop. Dari hasil analisis kualitatif dan kuantitatif dapat disimpulkan bahwa soal ujian belum baik sehingga belum dapat dimasukkan ke dalam bank soal.   ABSTRACT To find a good examination questions, has been done an analysis of questions and from the results, the good questions will be incorporated into the question bank. Analysis was performed using qualitative and quantitative methods against 5 questions from the General examination of Radiography Level 1 Training Course, which be held on February 9 to 23, 2009. The questions were reviewed for the compliance to the aspects of materials, construction, language / culture (qualitative) and the processing of the empirical data (quantitative). Based on the qualitative analysis, questions no. 30 fulfilled all aspects to be reviewed, and question number 21, 26, 3031, and 36 did not fulfilled the third aspect of qualitative analysis. From the qualitative and quantitative analysis results, it can be concluded that the questions were not good enough to be put into the question bank.  
DIKLAT PENJENJANGAN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL DASAR KEAHLIAN RADIOKIMIA-KIMIA RADIASI II Sapto, Pratiwi
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 2, Agustus 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk perancangan pola Diklat bagi Pejabat Fungsional dengan dasar keahlian Radiokimia dan kimia radiasi, berdasarkan telaahan yang lampau, perlu ditelusuri Program Kegiatan Unit Kerja yang berkaitan dengan keahlian dasar radiokimia dan kimia radiasi. Kegiatan ini dapat dilihat pada usulan Proyek masing-masing unit kerja tersebut, yaitu yang meliputi kurun waktu 1995/1996 yang dianggap mewakili kegiatan selama PELITA VI. Penelusuran dilakukan pada kegiatan yang berkaitan dengan jenis kegiatan dan bidang keahlian seperti yang telah dilaporkan pada tahun yang lalu. Dapat disimpulkan bahwa diklat penjenjangan bagi pejabat fungsional dengan dasar keahlian Radiokimia dan Kimia Radiasi pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam kegiatan Proses Analisis, dalam bentuk Diklat, Pelatihan Keahlian, dan Bimbingan Keahlian.
PENGUKURAN KONSENTRASI URANIUM DARI INDUSTRI FOSFAT MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Rahayu, Margi Puji
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 9 Nomor 1-2, November 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pengukuran konsentrasi uranium (U-238) pada yellowcake dan pupuk TSP yang berasal dari industri pupuk fosfat PT. PETRO KIMIA Gresik menggunakan spektrometer gamma dengan detektor HPGe. Untuk dapat melakukan pengukuran ini, maka perlu untuk mengkalibrasi dan menentukan Batas Deteksi Terendah (BDT) dari detektor HPGe. Lima buah sampel yang mengandung konsentrasi yellowcake yang berbeda-beda ditempatkan dalam wadah dengan diameter 10,2 cm dan tinggi 3,3 cm. Selanjutnya dilakukan pencacahan menggunakan spektrometer gamma, dengan waktu pencacahan masing-masing sampel adalah 1800 detik. Sampel pupuk TSP diletakkan pada wadah yang sama dan dicacah selama 17 jam. Hasil pengukuran konsentrasi uranium yellowcake dengan metode ini menunjukkan bahwa sampel yellowcake dengan konsentrasi tertinggi yaitu 100% mengandung uranium dengan konsentrasi sebesar 59.255,34 Bq/kg dan sampel yellowcake dengan konsentrasi terendah yaitu 38,84% sebesar 24.994,78 Bq/kg. Untuk pupuk TSP besarnya konsentrasi uranium adalah 27,89 Bq/kg.   ABSTRACT The concentration of uranium (U-238) in yellowcake and TSP fertilizers sample from phosphate fertilizer industry PT. PETRO KlMIA Gresik by gamma spectrometer with HPGe detector has been done. In order to do this measurement, it is needed to calibrate and calculate the minimum detectable limit of detector HPGe. From the five samples that contain different yellowcake concentration were placed on basin with 10,2-cms of diameter and 3,3-cms of depth. After that, each of samples counted by gamma spectrometer for 1800 second. TSP fertilizers samples is also placed with similar basin and counted for 17 hours. The result of this method shows that sample with highest concentration of yellowcake (100%) have uranium concentration is 59.255,34 Bq/kg and the sample with lowest concentration of yellowcake (38,84%) have uranium concentration is 24.994,78 Bq/kg. TSP fertilizer have uranium concentration is 27,89 Bq/kg.  
SINTESIS NANOKOMPOSIT KARBON AKTIF-ZEOLIT ALAM-TIO2 Slamet, Slamet; Indragini, Indragini
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 14 Nomor 1, November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTitanium dioksida (TiO2) merupakan fotokatalis yang banyak digunakan untuk mendegradasi senyawa organik. Untuk meningkatkan kinerja TiO2, dibutuhkan suatu modifikasi terhadap TiO2. Telah dilakukan sintesis nanokomposit karbon aktif-zeolit alam dan TiO2 (KAZA-TiO2). Nanotitania pada komposit KAZA-TiO2 disintesis melalui metode sol gel menggunakan titanium tetraisopropoxide sebagai precursor. Karakterisasi nanokomposit dilakukan dengan BET, XRD, dan SEM-EDX. Kinerja dari nanokomposit KAZA-TiO2 diuji menggunakan larutan 4,4?-dikloro bifenil dalam air dengan konsentrasi awal 10 ppm dengan sinar UV sebagai sumber foton. Penurunan konsentrasi 4,4?-dikloro bifenil sebesar 87% diperoleh dari penggunaan nanokomposit KAZA-TiO2 dengan perbandingan awal 2:1:7 dan waktu reaksi 270 menit.ABSTRACTNanocomposites Synthesis of Activated Carbon-Natural Zeolite-TiO2. Titanium dioxide (TiO2) is a photocatalyst that is widely used to degrade organic compounds. To improve the performance of TiO2, a modification is needed. Synthesis of nanocomposite made of Activated Carbon-Natural Zeolite and TiO2 (KAZA-TiO2) has been done. Nanotitania on KAZA-TiO2 nanocomposite was synthesized by sol gel method using titanium tetraisopropoxide as a precursor. Characterization of nanocomposite was conducted by BET, XRD, and SEM-EDX. Performance of KAZA-TiO2 nanocomposite was tested using a solution of 4,4'-dichloro biphenyl in water with an initial concentration of 10 ppm with UV light as a photon source. The decline in the concentration of 4,4'-dichloro biphenyl of 87% obtained from the use of KAZA-TiO2 nanocomposite with initial ratio of 2: 1: 7 and a reaction time of 270 minutes. 
MEASUREMENT OF RADIOACTIVITY IN DUST IN THE AIR USING GAMMA-RAY SPECTROSCOPIC ANALYSIS Ariyanto, Sudi; Noguchi, Ko
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 1, Juli 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Experiment on measurement of radioactivity in the air using gamma spectrometry has been done. He-40T filter paper was set-up on the air collector (stapler) at 0.5~1.5 meters from the ground. Duration of air collection was set for 1.5 hours and flow rate of the air passing through the filter was measured. The filter, then, was put at 3 cm from a HPGe detector. Measurement of radioactive in the filter used a MCA system. The system was set at 3000 seconds for the counting time. Data obtained from the experiment have shown that radioactive concentration of Pb-212 in the air was in the range of 6.11 x10-8 ~ 17.2 x10-8 Bq/cm3. ABSTRAK Pengukuran radioaktif di udara dilakukan dengan menggunakan spektrometri gamma. Kertas penyaring He-40T ditata pada kolektor udara setinggi 0.5-1.5 meter dari tanah. Pengumpulan udara dilakukan selama 1.5 jam dan kecepatan alir rata-rata udara yang melalui penyaring diukur. Penyaring kemudian di letakkan 3 cm dari detektor HPGe. Pengukuran radioaktif pada kertas saring menggunakan sistem MCA. Pengukuran dilakukan selama 3000 detik. Data eksperimen menunjukkan bahwa konsentrasi radioaktif Pb-212 di udara pada rentang 6.11 x10-8 ~ 17.2 x10-8 Bq/cm3.
STUDI LITERATUR PENGGUNAAN EMISI POSITRON DALAM BIDANG UJI TAK RUSAK Susila, Endra; Soemadi, Widodo; Suparno, Suparno; Sutrasno, Sutrasno; Sugito, Sugito
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 7 Nomor 2, Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dilakukan studi literatur mengenai uji tak rusak menggunakan emisi positron. Studi literatur yang dilakukan meliputi sumber radiasi pemancar positron, proses interaksi positron dengan materi, teknik pengujian, sistem spektroskopi dan jenis material serta cacat yang dapat diuji. Hasil studi literatur disusun dalam suatu makalah.  

Page 1 of 10 | Total Record : 98