cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal ini ter akreditasi LIPI No. 131/Akred-LIPI/p2MBI/06/2008
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
HALAMAN BELAKANG VOL 21 NO 2 Jpen, Jpen Jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5862

Abstract

PERBANDINGAN HIDROGRAF SATUAN SUB-DAS CISADANE UNTUK ANALISIS BANJIR TAPAK RDNK SERPONG Alhakim, Euis Etty; Wicaksono, Abimanyu Bondan; Iswanto, Eko Rudi
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5671

Abstract

Perhitungan resiko banjir dalam melakukan perencanaan pembangunan suatu bangunan sipil tidak terkecuali fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir sangat penting dilakukan. Dengan perhitungan dan perencanaan debit banjir yang tepat akan mengurangi resiko kegagalan bangunan. Studi ini dilakukan dalam rangka menjamin keselamatan tapak termasuk fasilitas Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) dan membandingkan berbagai hidrograf satuan yang dapat menggambarkan kondisi karakteristik tapak. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik Sub DAS daerah aliran sungai Cisadane. Pemodelan hidrologi dilakukan dengan menggunakan Hec-GeoHMS (processing) dan HEC HMS. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik DAS, model hirograf snyder dan SCS serta perbandingan nilai debit puncak hidrograf terukur dengan kedua model hidrograf tersebut. Hidrograf Snyder memiliki nilai debit puncak 1148,8 m3/dt yang mendekati nilai hidrograf terukur sebesar 1153,0 m3/dt dibandingkan dengan metode SCS yaitu 1186,8 m3 /s. Berdasarkan hal ini maka hidrograf satuan Snyder mempunyai nilai akurasi yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan dibandingkan dengan hidrograf satuan SCS.
THE EVALUATION OF THE HIGH TEMPERATURE GAS COOLED REACTOR SAFETY TO FULFILL THE REQUIREMENT OF THE NEXT GENERATION NUCLEAR Purba, Julwan Hendry; Waskita, Arya Adhyaksa; Sony Tjahyani, Damianus Toersiwi
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5615

Abstract

High temperature gas cooled reactor (HTGR) has been considered to be the most promising option to meet energy demands in the future. It has also been selected as the next generation nuclear plant. The primary safety requirement of the next generation nuclear plant design is to limit radioactive material releases to practically eliminate the need for public evacuation or sheltering beyond the exclusion area boundary. The purpose of this study is to evaluate the safety design of HTGRs in order to fulfill the requirement of the next generation nuclear plant. To achieve this objective, inherent safety features, fundamental safety functions, and confinement functions realized into the design of HTGRs are comprehensively evaluated. It is found that design provisions of HTGRs can fulfill the intention of keeping radionuclides at their original sources. The layers of the coated fuel particles are very robust to retain nuclear fission products for all foreseeable reactivity events. There will be no possibility of radioactive materials to be released even though related safety systems and operator intervention are not involved in the recovery actions. This design has complied with the requirement of the next generation nuclear plant, which is to practically eliminate the need for public evacuation or sheltering beyond the exclusion area boundary.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR WHT DALAM OPERASI TUNAK UNTAI FASSIP-02 Budiman, Arif Adtyas
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5680

Abstract

Pengembangan teknologi pendingin pasif dilakukan secara intensif melalui kegiatan penelitian menggunakan Untai Uji Fasilitas Simulasi Sistem Passif (FASSIP-02). Salah satu komponen Untai Uji FASSIP-02 adalah Water Heating Tank (WHT) yang menyimulasikan bejana penghasil kalor dan memiliki empat pemanas elektrik dengan dua yang dikendalikan secara otomatis. Pengendalian temperatur WHT berdasarkan pembacaan tiga termokopel tipe-K yang dipasang gradual secara vertikal. Pengendalian temperatur WHT dalam kondisi tunak dilakukan untuk menyimulasikan keadaan nominal operasi reaktor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan visualisasi dinamika fluida WHT terhadap pengendalian pemanas pada kondisi tunak. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan eksperimen kondisi tunak yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan model WHT dan simulasi dinamika fluidanya menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Hasil analisis menunjukkan adanya karakteristik fluida yang berbentuk lapisan thermal pada awal pemanasan sebagai tatanan konveksi alam. Hal ini memunculkan perbedaan pembacaan temperatur aktual terhadap target. Amplitudo riak pembacaan tertinggi terdapat pada temperatur target 60°C sebesar 1,12°C. Oleh karena itu, profil dinamika fluida yang diamati dari dapat menjadi referensi dalam pengaturan kompensasi temperatur pengendalian pemanas.
KAJIAN PENERAPAN REKAYASA SOSIAL DENGAN PENDEKATAN BERBASIS MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN RDNK Mudjiono, Mudjiono; Alimah, Siti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5654

Abstract

Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) yang direncanakan dibangun di Kawasan Puspiptek Serpong, akan berdampak bagi masyarakat sekitar kawasan. Untuk meminimalkan masalah sosial perlu dilakukan penerapan rekayasa sosial dengan pendekatan berbasis masyarakat. Rekayasa sosial dilakukan dengan pemberian informasi dan peningkatan pemahaman teknologi nuklir, rencana pembangunan RDNK serta pemanfaatannya kepada masyarakat. Tujuan kajian ini adalah membentuk kelompok masyarakat melalui pendekatan yang sesuai untuk meningkatkan penerimaan masyarakat dengan pelibatan aktif dalam kegiatan diseminasi. Metodologi yang digunakan adalah melalui tinjauan pustaka, pelibatan aktif dari masyarakat melalui wawancara dan diskusi kelompok stakeholder di beberapa kelurahan sekitar Kawasan Puspiptek Serpong, selanjutnya dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi interpersonal akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan iptek nuklir. Terdapat perubahan positif dari masyarakat terhadap pemahaman iptek nuklir sebelum dan sesudah edukasi. Pemahaman ini dimengerti oleh masyarakat dengan usia bervariasi yaitu 30-70 tahun, sebagian besar berpendidikan SLTA ke atas dan memiliki pekerjaan di luar pemerintah. Dalam penelitian ini juga diperoleh kelompok masyarakat yang bersedia terlibat dalam kegiatan diseminasi yang tersebar di 8 kelurahan yaitu Setu, Muncul, Kademangan, Keranggan, Cibogo, Bakti Jaya, Pengasinan, dan Pabuaran.
KOMPARASI STASIUN METEOROLOGI CALON TAPAK RDNK DENGAN KAWASAN NUKLIR SERPONG SEBAGAI UPAYA MEMPERKAYA DATA PEMANTAUAN CUACA DALAM PROSES PERIZINAN Yuniarto, Arif; Septiadi, Deni
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5706

Abstract

Kajian aspek meteorologi dalam rencana pembangunan Reaktor Daya Non Komersial (RDNK) merupakan salah satu hal penting dalam proses perizinan tapak, tahap konstruksi, komisioning dan operasi. Dalam rangka pemenuhan aspek tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) membangun stasiun meteorologi di tapak RDNK pada tahun 2018. Hasil evaluasi data cuaca pada stasiun meteorologi RDNK kurang representatif karena pengamatan data dilakukan dalam rentang waktu yang pendek sehingga perlu pengumpulan data cuaca dari stasiun meteorologi lain, yaitu stasiun meteorologi di tapak Kawasan Nuklir Serpong (KNS). Penelitian ini bertujuan membandingkan data cuaca hasil pengukuran dari kedua stasiun meteorologi di tapak KNS dan tapak RDNK sehingga dapat dijadikan justifikasi dalam proses evaluasi tapak RDNK, serta kegiatan evaluasi lanjutan dalam proses perizinan. Parameter cuaca yang diamati dalam penelitian ini meliputi temperatur, tekanan, kelembaban relatif, radiasi matahari dan curah hujan selama satu tahun. Data cuaca yang telah lolos penyaringan dibandingkan pada waktu yang sama. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif, box-plot, korelasi Pearson, Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), analisis regresi linier dan analisis kecenderungan. Hasil kajian menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat dan kecenderungan yang sama dari waktu ke waktu antara parameter cuaca di kedua stasiun meteorologi tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tapak RDNK memiliki karakteristik meteorologi yang sama dengan tapak KNS.
BUCKLING ANALYSIS OF CIRCULAR SHELLS FOR RDE REACTOR PRESSURE VESSEL BY FINITE ELEMENT STUDY AND ANALYTICAL MODEL Sudadiyo, Sri; Subekti, Muhammad
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5623

Abstract

One of the basic design considerations for circular shells of Reactor Pressure Vessel (RPV) components of Reaktor Daya Eksperimental (RDE) is buckling mode shape of geometric structure imperfections. Geometric structure is prone to a large number of imperfections due to the manufacturing difficulties. Moreover, determination of critical loads of circular shell structure can be properly approximated only through randomness in the geometry. As at the basic design phase this is possible and expensive to measure the geometric structure imperfections in situ or in laboratory, a simulation of computer code should be provided. In this paper, a contribution is made to numerical simulation by finite element study and analytical model by Monte Carlo technique approach of such circular shells for RPV components. For this reason, computer code SolidWorks is used in the implementation finite element analysis and Fortran code is developed for analytical model analysis. The main objective of this investigation is to provide a comprehensive analysis of unstable structure due to the buckled geometric imperfection in the design calculations involved. A method of solution attempts to use the linearized equilibrium equations to interpret geometric imperfections as structure of circular shells associated with the RPV components of RDE. A number of calculation results carried out on a computer code are presented to illustrate the design of RPV components that are safe from the buckled shape failure. It is found that both of the computer code results are very similar with greatest difference value of vibrational amplitude of 0.00699 % and smallest value for buckling load factor of 12.51 on upper circular shell under 750 C conditions.
HALAMAN MUKA VOL 21 NO 2 Jpen, Jpen Jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5861

Abstract

ASPEK GEOGRAFIS TAPAK PLTN DI KAWASAN BINTAN - BARELANG Liun, Edwaren; Riyanti, Arum Puni; Suntoko, Hadi
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2019.21.2.5643

Abstract

Wilayah Bintan - Barelang merupakan bagian dari paparan kontinental, terdiri atas pulau-pulau yang tersebar sebagai sisa-sisa erosi atau penyusutan dari daratan pra Tersier yang membentang dari semenanjung Malaysia/ pulau Singapore. Posisi geografisnya berada pada jalur transportasi laut yang padat, sehingga ia memiliki potensi peran yang signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Salah satunya adalah sektor kelistrikan yang hingga saat ini pemenuhan kebutuhannya belum berada pada bauran energi yang ideal karena masih didominasi oleh bahanbakar minyak. Sementara untuk sektor transportasi di kawasan Asia Tenggara akan membuat sektor listrik memainkan peran lebih banyak di masa mendatang yang membutuhkan berbagai potensi sumberdaya energi untuk pembangkit listrik. Aktifitas dan pertumbuhan ekonomi mendorong pertumbuhan permintaan listrik yang relatif tinggi di kawasan regional Bintan ? Barelang sehingga akan melibatkan sistem kelistrikannya dalam wacana Asean Power Grid. Makalah ini bertujuan untuk menguraikan perspektif ke depan sistem energi dalam kaitannya untuk memenuhi permintaan di sektor transportasi serta meramalkan indikator yang terkait permintaan energi transportasi selama empat dekade ke depan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelusuran pustaka dari berbagai sumber yang relevan. Hasil yang diperoleh dari kajian ini nadalah bahwa posisi geografis Kawasan Bintan - Barelang memiliki potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang berwawasan regional terhadap kawasan sekitarnya khususnya Asia Tenggara yang ekonominya semakin didominasi oleh sektor jasa dan industri.
STUDY OF DISPERSION HAZARD POTENTIAL OF THE LPG STATIONS AROUND THE RDE SITE IN RAINY AND DRY SEASON Alimah, Siti; Mellawati, June
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2018.20.1.4305

Abstract

STUDY OF DISPERSION HAZARD POTENTIAL OF THE LPG STATIONS AROUND THE RDE SITE IN RAINY AND DRY SEASON. There are two LPG station (SPPBE) which are the depot of filling, storage and distribution of  Liquid Petroleum Gas (LPG) namely PT. BM and PT. ISR which the distance each are 2,995 and 4,141 km from Experimental Power Reactor (RDE) site with capacity 15 and 30 tons. LPG station is a stationary source, which is one aspect of the external human induced events that need to be analyzed in the preparation of site evaluation reports to obtain site permits. Hazard potential that may occur from the depot LPG are fire, explosion and dispersion of hazardous and toxic gas. The release of LPG due to valve leakage which is then dispersed at a certain dose has potentially harmful to health, even death to the population around  the RDE site. The purpose of the study was to know the effect of seasons (rainy and dry) to the potential hazard of LPG dispersion from LPG truck tank valve to the around RDE site. The method of study are collection the atmospheric data such as wind direction and speed, temperature and humidity, collection the station LPG characteristic, such as mass of gas, diameter and length of tank, and valve diameter, etc. The atmospheric data was obtained from Pondok Betung Climatology Station, in dry, transition, and rainy seasons, furthermore data was analyzed using ALOHA software version 5.4.5. The results show dispersion from LPG release due to valve  leakage from PT. BM and PT. ISR around the RDE site, in the dry season (April), the transition (January and July) as well as the rainy season (October) does not hazardous to the RDE site. Maximum threat zone occurs in dry season at April (wind speed 1.54 m/s), which reaches radius 179 m with airborne LPG concentration 5500 ppm, radius 111 m with concentration 17000 ppm and radius 71 m with concentration 53000 ppm.

Page 1 of 21 | Total Record : 207