cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 245 Documents
ANALISIS PROBABILISTIK KESELAMATAN RADIOLOGI RSG-GAS PADA TERAS SETIMBANG URANIUM SILISIDA 300 GRAM M,S., Pudjijanto; Udiyani, Pande Made
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.2.2149

Abstract

ANALISIS PROBABILISTIK KESELAMATAN RADIOLOGI RSG-GAS PADA TERAS SETIMBANG URANIUM SILISIDA 300 GRAM. Dengan telah dimulainya penggunaan bahan bakar uranium silisida 250 g di teras RSG-GAS dan akan dilanjutkan dengan penggunaan bahan bakar uranium silisida 300 g, maka dilakukan penelitian tentang perhitungan lepasan radioaktif RSG-GAS jika menggunakan bahan bakar ini. Perhitungan dilakukan dengan paket program ORIGEN2.1 untuk menghitung karakteristik sumber, serta paket program PC-COSYMA untuk menghitung lepasan radioaktif RSG-GAS, untuk keadaan yang dipostulasikan. Perhitungan dilakukan untuk kondisi reaktor yang diasumsikan mengalami kecelakaan LOCA yang menyebabkan satu bahan bakar meleleh. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas dan dosis radiasi yang diterima masyarakat dalam radius 5 km dari RSG-GAS, masih di bawah batas yang diijinkan untuk masyarakat yang bukan pekerja radiasi.
VALIDASI PEMODELAN KODE FLUENT 6.3 UNTUK PERHITUNGAN ALIRAN PENDINGIN DARURAT DALAM KANAL SEMPIT PLTN-PWR Subekti, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2014.15.2.1635

Abstract

Validasi Pemodelan Kode FLUENT 6.3 Untuk Perhitungan Aliran Pendingin Darurat Dalam Kanal Sempit PLTN-PWR. Benchmarking simulator PLTN-PWR memerlukan penggunaan kode 3D disamping kode 1D. Dalam kasus investigasi Emergency Core Cooling System (ECCS) setelah terjadi Loss of Coolant Accident (LOCA), efektivitas pendinginan menunjukkan ketidakpastian antara hasil eksperimen dan perhitungan termohidrolika 1D. Hal ini terjadi karena struktur interior bejana tekan 3 dimensi sulit dimodelkan oleh kode satu dimensi. Oleh karena itu, penelitian lebih maju terhadap aliran pendingin perlu dilakukan dengan menggunakan metode/teknik yang menerapkan perhitungan 3D. Salah satu metode tersebut adalah metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Penelitian ini bertujuan memvalidasi kode FLUENT 6.3 untuk perhitungan aliran pendingin darurat bertekanan rendah dalam kanal sempit persegi-panjang sebagai simulasi aliran pendingin darurat dari pipa masukan bejana tekan melewati kanal sempit menuju downcomer. Hasil validasi kode FLUENT 6.3 menunjukkan bahwa kenaikan laju alir dan temperatur memberikan kecenderungan penurunan akurasi hasil perhitungan distribusi temperatur dekat luaran, hal ini terjadi karena keterbatasan pemodelan CFD memberikan dampak perhitungan temperatur yang sensitif pada laju alir dan temperatur tinggi. Pengaruh keterbatasan pemodelan ini dipastikan dengan hasil perhitungan FLUENT 6.3 pada parameter temperatur yang selalu lebih rendah dari pada hasil eksperimen. Perbedaan maksimal hasil perhitungan FLUENT 6.3 dibandingkan dengan hasil eksperimen adalah sebesar 6,54%
ILMU DAN TEKNOLOGI DALIAM STANDARDISASI DAN AKREDITASI A, Sunarya
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.3.1712

Abstract

StandarNasionaladalahsuatuspesifikasiteknisdanatauketentuandansuatu produkbarangdanjasa, sisternmanajernen, sertakompetensipersonel yang dibakukan scbagaisuaturefcrcnsidalarntransaksiperdagangan. Standartersebutpadadasamya bersifatsukarela (voluntary) di suatunegara. Olehsebabituefektivitassuatustandar nasionalsangatditentukansejauhmanastandartersebutdigunakandalamtransaksi pasar. Untukkepentingantertentu yang biasanyaberkaitandcngankeanianan, kesciamatan, kesehatan, kelestarianlingkunganataupertimbanganlain, rnisalnya ckonomi, pcnierintahdapatiriemberlakukansuatustandarmenjadiwajib. Bilasuatustandardiberlakukanwajibniakasifatstandar yang tadinyahanya sebagaireferensipasar, berubahmenjadipersyaratanpasar, berartisuatuproduk barangataujasa yang standarnyadibcrlakukanwajibharusmernenuhistandar, balk scbckirnmaupunsetclahada di pasar. Lingkupstandardisasidalampengertiantersebut di atasadalalispesifikasi tcknisdanatanketentuandansuatuproduk yang termasukpadametrologi, standar, testing and qualii’y (MSTQ) yang mencakup: a. PerformasiPrOdukbarangdanjasabaikditinjaudanmutu, kcsclaniatan, kesehatandanlingkunganhidup. b. Kompatibilitasdan ¡ntcropcrabilitasprodukuntukdapatdiintcgrasikan denganproduk lain. C. Keragamanprodukuntukrncrnbcntukskalapasardanrncmpcrniudah transaksi.
KARAKTERISASI UNJUK KERJA POMPA SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR TRIGA 2000 Soekodijat, B
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2002.3.1.1676

Abstract

KARAKTERISASI UNJUK KERJA POMPA SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR TRIGA 2000. Pompa sistem pendingin primer adalah salah satu komponen utama pada sistem pendingin Reaktor TRIGA 2000. Karakteristik unjuk kerja pompa sangat penting diketahui agar pompa dapat dioperasikan dengan baik dan aman. Penelitian dilakukan dengan cara memverifikasi kurva kinerja pompa yang diberikan oleh pabrik. Proses verifikasi dilakukan dengan mengubah-ubah laju alir pompa (dengan cara mengatur besar kecilnya pembukaan katup) dan mencatat besarnya laju alir, head dan efisiensi pompa yang diperoleh. Dengan demikian akan diperoleh kurva unjuk kerja pompa tersebut. Hasil yang diperoleh, rnenunjukkan bahwa unjuk kerja kedua pompa primer cukup mernenuhi kebutuhan dan sistem pendingin primer. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi acuan dalam proses pengoperasian dan perawatan sistern pendingin primer.
DEPOSISI FILM TIPIS CERIA DIDADAH Nd MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD) Nurhasanah, lis; ., Khairurrijal; Abdullah, Mikrajuddin; Ariwahjoedi, Bambang; Budiman, Maman; ., Sukirno
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.2.2137

Abstract

DEPOSISI FILM TIPIS CERIA DIDADAH Nd MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD). Film tipis ceria didadah Nd (Nd-doped ceria/NDC) telah berhasil dideposisikan di atas substrat Si(100) pada ~temperatur 400°C menggunakan teknik pulsed-laser ablation depostion (PI‑AD) dalam kondisi vakum dan tekanan 02 antara 15 - 29 mTorr. Analisis difraksi sinar-x, scanning electron microscopy (SEM), dan energy dispersive x-ray (EDX) digunakan untuk mengamati struktur, ketebalan dan komposisi kimia film. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tekanan 02 selama proses deposisi menentukan kristalisasi, ketebalan film dan komposisi atom dalam film. Film tipis NDC dengan struktur kompak dan komposisi beragam yang diperoleh menunjukan bahwa teknik PLAD berpotensi untuk menghasilkan film tipis elektrolit yang penting bagi solid electrolyte fuel cell (SOFC).
KARAKTERISASI BaFe12O19 KOERSIVITAS TINGGI HASIL SINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI KIMIA Winatapura, Didin S; Sukirman, E; W, Siti; Purnama, Safei
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2013.14.2.1264

Abstract

KARAKTERISASI BaFe12O19 KOERSIVITAS TINGGI HASIL SINTESIS DENGANMETODE KOPRESIPITASI KIMIA. Bahan magnet BaFe12O19 dengan koersivitas danmagnetisasi tinggi telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi kimia. Tujuan penelitianini adalah untuk mendapatkan bahan magnet BaFe12O19 yang memiliki sifat magnet tinggidengan metode kopresipitasi kimia tanpa modifikasi dan tanpa pemberian surfaktan. PrekursorBaFe12O19 diperoleh dari campuran larutan Fe(NO3)3.9H2O dan Ba(NO3)2.6H2O denganperbandingan mol Fe3+/Ba2+ = 7,4. Proses kopresipitasi BaFe12O19 dilakukan pada suhu sekitar50 oC, menggunakan NaOH 1M, hingga dicapai larutan prekursor dengan pH ï‚» 12. Hasilpengamatan menunjukkan bahwa prekursor BaFe12O19 setelah sintering 900 dan 1000 oCmembentuk sistem fase barium heksaferit, BaFe12O19. Nilai koersivitas intrinsik yang tinggi, Hciï‚» 5,0 kOe diperoleh dari prekursor BaFe12O19 setelah sintering 900oC selama 5 jam. Nilai Hciyang diperoleh dari penelitian ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai Hci produkkomersial yang hanya 1,7 kOe. Nilai Hci tinggi ini sangat erat kaitannya dengan ukuran kristalitBaFe12O19 yang sangat halus. Hal ini didukung oleh hasil pengamatan dengan TransmissionElectron Microscope (TEM) yang menunjukkan bahwa BaFe12O19 yang dihasilkan memilikiukuran partikel sekitar 200 nm. Dari hasil kegiatan penelitian ini dapat diperoleh bahan magnetBaFe12O19 koersivitas tinggi yang dapat diaplikasikan sebagai komponen pembangkit energi.Kata kunci : magnetisasi, koersivitas, heksaferit, kopresipitasi kimia
KARAKTERISTIK BLACK CARBON PARTIKULAT UDARA HALUS PM2,5 DI BANDUNG DAN LEMBANG 2004 - 2005 Lestiani, Diah Dwiana; Santoso, Muhayatun; Hidayat, Achmad
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2008.9.2.2173

Abstract

KARAKTERISTIK BLACK CARBON PARTIKULAT UDARA HALUS PM2,5 DIBANDUNG DAN LEMBANG 2004 – 2005. Black carbon (BC) merupakan bentuk impuritas darikarbon hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil atau pembakaran biomassa. Blackcarbon memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan iklim melalui sifatnya yangmampu menyerap sinar matahari. Sumber utama BC adalah antropogenik, termasukpembakaran biomassa, kendaraan bermotor serta sumber industri seperti pembakaran batubara. Konsentrasi BC umumnya 10-40% dari partikulat udara halus yang berukuran kurang dari2,5 μm (PM2,5), sehingga sangat penting dilakukan penentuan secara tepat. Pada penelitian ini,BC pada PM2,5ditentukan berdasarkan metode reflektansi menggunakan alat EEL Smoke StainReflectometer. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Gent Stacked Filter Unit dua kaliseminggu selama dua tahun di dua lokasi (BATAN Bandung dan stasiun BMG Lembang). Hasilpenentuan kadar BC di daerah lokasi sampling Bandung dan Lembang tahun 2005menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Hasil rata-rata tahunan BC tahun 2004 untukdaerah Bandung dan Lembang masing-masing sebesar 3,16 dan 2,42 μg/m3 dan tahun 2005masing-masing adalah 3,90 dan 2,61 μg/m3. Konsentrasi BC pada kedua tempat inimemberikan kontribusi sekitar 18 – 25 % dari partikulat massa halus. Perbandingan konsentrasiBC dengan beberapa negara lain di Asia yang menggunakan metode dan formula yang samajuga dilakukan untuk mengetahui distribusi tingkat pencemaran BC di Asia. Hasil perbandinganmenunjukkan bahwa konsentrasi BC di Indonesia masih lebih rendah dibanding negara-negaralain di Asia.
METODE PEMBUATAN RADIOISOTOP KOBAL- 58 (58Co) MELALUI REAKSI 58Ni(n,p)58Co Setiawan, Duyeh
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2007.8.1.2140

Abstract

METODE PEMBUATAN RADIOISOTOP KOBAL-58 (SSCo) MELALUl RE-AKSI SSNi(n,p)~SCo. Radioisotop 58Co merupakan salah satu radioisotop yang dikembangkan untuk pembuatan senyawa bertanda. Radioisotop SSCo memiliki energi radiasi gamma yang cocok digunakan untuk tujuan teknik radioperunut. Radioisotop 58Co dapat diproduksi melalui reaksi 58Ni (n,p)5SCo dalam reaktor nuklir dengan mengiradiasi sasaran NiO yang mempunyai kelimpahan isotop alam (8) sebesar 67,88 % dan penampang lintang (cr),f 0,09 barn. Penelitian ini bertujuan menguasai metode pembuatan radioisotop 6SCo dalam bentuk senyawa 5SCOCI2 yang diharapkan selanjutnya dapat diterapkan dalam pembuatan senyawa bertanda. Sasaran NiO diiradiasi dalam reaktor nuklir TRIGA 2000 Bandung dengan fluks neutron 6,387 x 10 ~3 n / cm2/s~ selama 60 jam. Sasaran yang tetah diiradiasi selanjutnya dilarutkan dalam HCl 12 M lalu dievaporasi sampai kering kemudian ditambahkan HCI 9 M. Pemisahan 58Co dari SSNi dengan cara penukar anion menggunakan resin Dowex lx 8 dengan eluen HCL 4 M. Produk akhir radioisotop 5SCo diperoteh dalam bentuk larutan jernih SSCoCl2 dengan pH 1 - 1,5 dan konsentrasi radioaktif rata-rata 0,085 mCi/mL. Uji kualitas sediaan radioisotop 58CoCl2 meliputi penentuan kemurnian radionuklida dengan metakukan pengukuran energi radioaktif menggunakan MCA (multichannel analyzer). Hasil analisis spektrum sinar gamma (y) diperoleh puncak energi pada 810,69 keV, 863,95 keV, 1675,40 kev menunjukkan adanya radioisotop SSCo dari reaksi 58Ni(n,p)SSCo. Penentuan kemurnian radiokimia dengan metode kromatografi kertas menggunakan fase diam kertas Whatman 3 MM dan fase gerak campuran pelarut NH3 · etanol' air (1:10:20), menunjukkan radioisotop SSCo memberikan harga Rf = 0 dengan kemurnian radiokimia > 99 % dan stabil selama seminggu. Penentuan kadar nike[ dengan metode spektrofotometri .menggunakan larutan pereaksi dimetilglioksim dalam lingkungan basa, menunjukkan kadar nike[ di bawah 2 ppm.  
KARAKTERISASI FAKTOR NORMALISASI PADA FASILITAS PNEUMATIK REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG UNTUK ANALISIS AKTIVASI NEUTRON G, Muhayatun; Kukuh, Ratnawati; Hidayat, Achmad; Ilham, P; S, Dadang
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2003.4.2.1700

Abstract

KARAKTERISASI FAKTOR NORMALISASI PADA FASILITASPNEUMATIK REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG UNTUK ANALISISAKTIVASI NEUTRON. Metode analisis aktivasi neutron (AAN) menggunakan pembanding multielemen merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk analisis multielemen. Penggunaan metode pembanding memerlukan waktu preparasi lama dan biaya besar. Salah satu cara untuk mengefisienkan waktu dan biaya analisis, dapat dilakukan dengan menggunakan nilai faktor normalisasi (FN) posisi cuplikan dan iradiasi. Nilai FN digunakan untuk mengatasi ketidakhomogenan fluks neutron, sehingga dapat meminimalkan penggunaan standar acuan. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi faktor normalisasi pada fasilitas pneumatik reaktor TRIGA 2000 Bandung. Penelitian faktor normalisasi dilakukan pada dua posisi cuplikan (bawah dan atas) di dalam wadah iradiasi polietilen (PE). Nilai rata-rata faktor normalisasi yang diperoleh pada iradiasi cuplikan Cu selama 60, 30 dan 15 detik, daya 1500 kWatt masing-masing adalah 1,2848, 1,2908 dan 1,3348. Pada penelitian ini pengaruh fluktuasi daya reaktor pada hasil pengukuran cuplikan dan standar juga dipelajari. Fluktuasi daya reaktor di bawah 2% pada posisi cuplikan atas dan bawah memberikan simpangan rata-rata masing-masing sebesar 3,1699% dan 1,6238%. Penenitian FN telah pula dilakukan pada beberapa unsur acuan standar. Nilai rata-rata FN yang diperoleh pada iradiasi 60 detik, daya 1500 kWatt untuk unsur Ti, I V, dan Al masing-masing adalah 1,2554; 1,2066; 1,3625 dan 1,2475. Nilai FN yang diperoleh dan penelitian ini berada pada rentang yang tidak terlalu lebar (<6,2 %). Hasil yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan penggunaan metode AAN, sehingga dapat lebih mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya dalam melakukan analisis multielemen.
Pembuatan dan Karakterisasi Radioisotop Tulium-170 ( 170 Tm) Aziz, Azmairit; Febrian, Muhamad Basit; Marlina, Marlina
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2011.12.2.3

Abstract

Tulium-170 ( 170 Tm) merupakan radioisotop pemancar β yang memiliki T1/2 = 128,4 hari dan E β (maksimum) sebesar 0,968 MeV. Radioisotop 170 Tm selain pemancar β juga memancarkan sinar γ dengan energi sebesar 84 keV (3,26%) yang dapat digunakan untuk penyidikan (imaging) selama terapi berlangsung. Berdasarkan sifat radionuklidanya, 170 Tm dapat digunakan sebagai radioisotop alternatif dalam pembuatan radiofarmaka untuk paliatif pengganti 89 SrCl2. Pembuatan radioisotop 170 Tm telah dilakukan menggunakan sasaran tulium oksida (Tm2O3) alam yang diiradiasi di fasilitas iradiasi RSG-G.A. Siwabessy – Serpong. Bahan sasaran dilarutkan dengan larutan HCl 1 N sambil dikisatkan perlahan-lahan sampai hampir kering, kemudian dilarutkankembali dengan akuabides steril. Larutan 170 TmCl3 diuji melalui pemeriksaan kemurnian radiokimia dengan cara kromatografi kertas dan elektroforesis kertas. Aktivitas dan kemurnian radionuklida larutan 170 TmCl3 ditentukan dengan menggunakan alat cacah spektrometer γ saluran ganda. Larutan radioisotop 170 TmCl3 yang diperoleh mempunyai pH antara 1,5 – 2, terlihat jernih, mempunyai aktivitas jenis dan konsentrasi radioaktif masing-masing sebesar 1,9– 2,7 mCi/mg dan 17 - 24 mCi/mL pada saat end of irradiation (EOI). Larutan 170 TmCl3 mempunyai kemurnian radiokimia sebesar 99,14 ± 0,42% dan kemurnian radionuklida sebesar100%. Hasil uji stabilitas larutan radioisotop 170 TmCl3 terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama stabil dengan kemurnian radiokimia sebesar 99,43 ± 0,56%.

Page 1 of 25 | Total Record : 245


Filter by Year

2000 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue