cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 691 Documents
PEMBUATAN BASIS DATA SPASIAL TEMPAT INDEKOS BERBASIS WEB DI AREA KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET Wibowo, Joko; Awaluddin, Moehammad; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu destinasi wisata kuliner setelah Kota Yogyakarta. Selain terkenal dengan kulinernya, Kota Surakarta juga menjadi salah satu tempat tujuan pendidikan, yaitu bangku perkuliahan. Di Kota ini terdapat beberapa Universitas yang tidak dapat diragukan lagi kualitas pendidikannya, seperti Universitas Negeri Sebelas Maret. Universitas Negeri Sebelas Maret merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Surakarta. Bangku perkuliahan membutuhkan sarana yang harus mencukupi kebutuhan keseharian para mahasiswa. Salah satunya yang terpenting adalah indekos. Tempat indekos selama ini dicari oleh mahasiswa dengan cara bertanya kepada beberapa orang di sekitar lokasi perkuliahan. Bahkan tidak jarang pula ada informasi yang disajikan diinternet. Namun, informasi tentang indekos ini biasanya hanya menyajikan data-data nonspasial seperti alamat, fasilitas serta harga dari indekos itu sendiri. Maka dari itu hal utama yang melatarbelakangi pembuatan web ini adalah perlunya informasi spasial yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa baru dalam melakukan pencarian indekos. Metodologi pada penelitian ini merujuk pada Sistem Informasi Geografis (SIG) pembuatan basis data spasial tempat indekos berbasis web. Penyusunan basis data dimulai dengan penggunaan XAMPP sebagai server lokal dan basis data MySQL dengan mengakses fitur phpMyAdmin. Data hasil penelitian berjumlah 150 indekos yang terdiri dari indekos putra, putri, dan campur. Untuk tipe pembayaran dibagi dua, yaitu tipe pembayaran bulanan dan tahunan. Pengujian sistem aplikasi pada web ini menunjukkan bahwa web dapat dibuka dari semua web browser, namun fitur geolocation hanya berfungsi pada browser mozilla firefox. Sedangkan untuk pengujian usability pada web ini memperoleh keberhasilan yang cukup baik dengan nilai 3,870 dari rentang penilaian satu sampai lima.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KERAWANAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TENGGANG KOTA SEMARANG Pintubatu, David Carlous; Sudarsono, Bambang; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Semarang masih menjadi permasalahan besar yang terjadi di ibukota provinsi Jawa Tengah ini terutama pada saat hujan dalam waktu yang lama terjadi. Kecamatan Genuk, Gayamsari dan Pedurungan merupakan daerah di Semarang yang sering banjir. Ketiga kecamatan tersebut termasuk dalam Daerah Aliran Sungai Tenggang. Dalam daerah tersebut, selama 5 tahun terakhir yaitu 2006 ? 2011 mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan. Penelitian  yang bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kerawanan banjir ini menggunakan citra beresolusi tinggi yaitu quickbird untuk membuat peta tata guna lahan 2006 dan Ikonos untuk tahun 2011. Luas dari masing-masing tata guna lahan akan diberikan nilai koefisien air larian untuk perhitungan nilai air larian. Selain koefisien, perhitungan air larian juga dipengaruhi curah hujan dan luas DAS. Kata kunci : DAS Tenggang, Penggunaan Lahan, Semarang
TINJAUAN PEMOTRETAN UDARA FORMAT KECIL MENGGUNAKAN PESAWAT MODELSKYWALKER 1680 (STUDI KASUS :AREA SEKITAR KAMPUS UNDIP) Gularso, Herjuno; Subiyanto, Sawitri; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, teknologi fotogrametri terus mengalami perkembangan, baik dalam segi pengumpulan data maupun pemrosesannya.Hal ini ditandai dengan adanya teknik pengumpulan data dengan wahana tanpa awak sebagai media pembawa sensor fotogrametri. Keuntungan penggunaan teknologi tersebut adalah efektif dan efisien baik dari segi waktu dan biaya untuk pemetaan pada daerah yang tidak terlalu luas, serta dapat menghasilkan gambar yang lebih jelas, karena tinggi terbang wahana ± 300 meter diatas permukaan laut sehingga pada saat pemotretan tidak mengalami ganguan awan. Dalam perkembangannya perangkat lunak fotogrametri terus mengalami perkembangan, pada awalnya pemrosesan data fotogrametri dilakukan secara manual, saat ini proses dapat dilakukan secara otomatis, salah satunya adalah perangkat lunak Agisoft PhotoScan. Perangkat lunak ini dapat mengidentifikasi titik sekutu, mosaik, dan pembuatan DSM secara otomatis. Proses kaliberasi kamera dan orientasi luar kamera juga dilakukan secara otomatis. Penelitian ini dilaksanakan di daerah sekitar UNDIP ± 40 hektar. Sensor yang digunakan adalah kamera non metric digital (Nikon COOLPIX S3300). Proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Agisoft PhotoScan. Proses yang dilakukan pada perangkat lunak yaitu: alignment merupakan proses identifikasi titik sekutu secara otomatis, kalibrasi kamera untuk menentukan orientasi dalam kamera,hitungan  bundle adjustment untuk menentukan orientasi luar kamera, pembuatan model geometri 3 dimensi, dan pemberian tekstur pada model. Setelah tahap pembentukan tekstur dilakukan pada seluruh foto, tahap selanjutnya adalah pemberian titik kontrol hasil pengukuran GPS geodeticHiper GA/GB secara radial. Kata Kunci : Wahana Udara Tanpa Awak, Foto Udara Format Kecil, Agisoft PhotoScan, Pesawat model
ANALISIS KONDISI RESAPAN AIR TERHADAP PERUBAHAN KAWASAN TERBANGUN MENGGUNAKAN METODE INDEX-BASED BUILT-UP INDEX (IBI) DAN URBAN INDEX (UI) KOTA PEKALONGAN Wicaksono, Widi; Prasetyo, Yudo; Bashit, Nurhadi
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami peningkatan terutama di kota-kota besar setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan lahan kosong yang ada di lingkungan perkotaan berubah menjadi bangunan sebagai bentuk dinamika pertumbuhan kota. Kota Pekalongan merupakan salah satu kota besar yang memiliki potensi perubahan penggunaan kawasan terbangun yang pesat. Kawasan terbangun dengan intensitas yang semakin tinggi dapat menimbulkan terganggunya kondisi sumber daya air karena berkurangnya daerah resapan air. Menurut BPBD Kota Pekalongan, hampir seluruh daerah yang ada di Kota Pekalongan merupakan wilayah daerah rawan banjir. Kawasan resapan air memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan perkotaan karena menjaga kestabilan siklus air.Penelitian ini menggunakan metode Index-based Built-up Index (IBI) dan Urban Index (UI) untuk mendapatkan informasi kawasan terbangun. Daerah resapan air didapatkan menggunakan metode scoring  dari beberapa parameter, antara lain kelerengan, curah hujan, jenis tanah,  jarak sungai dan tutupan lahan. Data yang digunakan adalah citra Landsat 8 OLI. Analisis kondisi resapan air dilakukan secara spasial dan deskriptif kemudian dilakukan analisis persebaran kawasan terbangun, persebaran kondisi resapan air, korelasi spasial terhadap kawasan terbangun.Hasil penelitian ini adalah peta kondisi resapan air Kota Pekalongan. Pengolahan kawasan terbangun metode IBI tahun 2019 menghasilkan luas sebesar 2.673,855 ha dan metode UI seluas 2.503,603 ha dengan akurasi yaitu 89,39% dan 87,88%. Kondisi resapan air dibagi dalam 5 kelas antara lain baik, normal alami, mulai kritis, cukup kritis dan kritis.  Kondisi resapan air kelas baik memiliki luas 64,854 ha (1,40%), normal alami seluas 435,753 ha (9,41%), mulai kritis seluas 1.944,726 (42,01%), cukup kritis seluas 1.453,620 ha (31,40%) dan kritis seluas 730,701 ha (15,78%) yang memiliki tingkat kesesuaian sebesar 77,27% dari data survei lapangan. Korelasi spasial kondisi resapan air terhadap perubahan kawasan terbangun tahun 2017-2019 memiliki kelas tingkat korelasi sangat rendah seluas 75,420 ha (2,82%), korelasi rendah seluas 48,600 ha (1,82%), korelasi sedang seluas 1.578,830 ha (59,35 %), korelasi tinggi seluas 738,540 ha (27,62%) dan korelasi sangat tinggi seluas 224,460 ha (8,39%). Korelasi kondisi resapan air terhadap perubahan kawasan terbangun yang dominan yaitu kelas sedang. Sehingga dapat disimpulkan perubahan kondisi resapan air memiliki korelasi terhadap pertumbuhan kawasan terbangun.Kata Kunci   : Index-based Built-up Index, Kawasan Terbangun, Kondisi Resapan Air, Urban Index, Scoring ABSTRACTPopulation growth in Indonesia continues to increase, especially in big cities. This causes the vacant land in the urban environment to change into buildings as a form of city growth dynamics. Pekalongan City is one of the big cities that has the potential to rapidly change the use of the built area. The built area with higher intensity can result in disruption of water resource conditions due to reduced water catchment areas. According to BPBD of Pekalongan City, almost all areas in Pekalongan City are flood-prone areas. Water catchment areas have an important role in protecting the urban environment because they maintain the stability of the water cycle.This research uses Index-based Built-up Index (IBI) and Urban Index (UI) methods to obtain information on the built area. The water catchment area is obtained using the scoring method of several parameters, including slope, rainfall, soil type, river distance and land cover. The data used is Landsat 8 OLI imagery. Analysis of water catchment conditions is carried out spatially and descriptively then an analysis of the distribution of built up areas, distribution of water catchment conditions, spatial correlation with the built up area.The results of this study are maps water catchment conditions  of Pekalongan City. The processing area built by the IBI method in 2019 has an area of 2,673,855 ha and the UI method is 2,503,603 ha with an accuracy of 89.39% and 87.88%. Water catchment conditions is divided into 5 classes, including good, natural normal, getting critical, quite critical and critical. Good grade water catchment condition has an area of 64,854 ha (1.40%), natural normal area of 435.753 ha (9.41%), getting critical area of 1,944.726 (42.01%), quite critical of 1,453.620 ha (31.40%) and critical area of 730.701 ha (15.78%) which has a suitability level of 77.27% from data survey. Spatial correlation of water catchment conditions on changes in the built area in 2017-2019 has a class of very low correlation level of 75,420 ha (2.82%), low correlation of 48,600 ha (1.82%), moderate correlation of 1,578.830 ha (59.35%), high correlation area of 738,540 ha (27.62%) and very high correlation area of 224.460 ha (8.39%). The dominant correlation of water catchment conditions to changes in the built area is moderate class. So it can be concluded that changes in water catchment conditions have a correlation to the growth of the built area.Keywords       : Index-based Built-up Index, Built Area, Urban Index, Scoring, Water Infiltration Conditions
ANALISIS PERUBAHAN LUAS LAHAN SAWAH DI KABUPATEN KENDAL MENGGUNAKAN CITRA RESOLUSI TINGGI ( STUDI KASUS: KEC. KALIWUNGU, KEC. BRANGSONG, DAN KEC. KOTA KENDAL ) Septiofani, Rista Omega; Subiyanto, Sawitri; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMenipisnya tanah pertanian akibat konversi (alih fungsi) lahan merupakan salah satu faktor penyebab keterpurukan sektor pertanian di Indonesia. Penyempitan lahan persawahan tidak hanya berdampak pada penurunan produksi padi tapi juga pada penghasilan masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian sebagai petani. Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi sentra penghasil padi dan memiliki luas lahan sawah yang cukup luas, namun adanya konversi perubahan lahan sawah yang terjadi di Kabupaten ini sangat tinggi. Akibatnya, lahan sawah yang terdapat dikawasan tersebut contohnya Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Brangsong, dan Kecamatan Kota Kendal mengalami konversi atau perubahan penggunaan lahan.Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan cara digitasi on screen. Citra yang digunakan adalah Citra Quickbird tahun 2010 dan Citra WorldView-2 tahun 2014. Setelah melakukan proses digitasi kemudian didapatkan luasan daerah yang terkonversi, lalu dianalisis menggunakan metode analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola persebaran lahan sawah dan pola daerah klasifikasi penggunaan lahan lainnya. Analisis sosial ekonomi digunakan untuk mengetahui dampak konversi lahan terhadap para petani.Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis didapatkan perubahan luas lahan sawah di Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Brangsong dan Kecamatan Kota Kendal pada tahun 2010 sampai tahun 2014 sebesar 54,753 Ha. Pola persebaran luasan sawah tiap kecamatan pada tahun 2010 dan tahun 2014 adalah acak, sedangkan pola perubahan luas pada tiap kecamatan adalah mengelompok. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dengan adanya konversi lahan sawah adalah semakin berkurangnya lahan sawah berpengaruh negatif terhadap nilai pendapatan petani, dimana usaha berproduksi padi di sawah tidak memberikan masukan yang mencukupi bagi kehidupan sehari hari petani, sehingga hal tersebut mendorong petani unuk menjual lahan sawahnya untuk beralih ke usaha lain.Kata Kunci : Sawah, Perubahan Lahan, Citra Quickbird, Citra WorldView-2ABSTRACTThe depletion of landagriculture due to the land conversion is one of the factors causing the deterioration of agricultural sector in Indonesia.The constriction of paddy fields is not only affected onthe decrease of rice production but also the income of Indonesian people who are farmers.Kendal is one of regencies in Central Java being rice production centers and has a quite spacious paddy field, but the conversion of paddy field in this county is really high. It might caused by several factors, including the increase of population and construction activities.As a result, for instance the paddy field which located in the area of the District Kaliwungu, District Brangsong and District Kendal get conversion or change of land use.The method that used in this research is the technique of remote sensing and geographic information system by digitize on screen. The image used is QuickBird Satellite Images 2010 and the WorldView-2 Satellite Images in 2014.After doing digitization process then obtained the extents of converted area, afterward analyzed using the nearest neighbor analysis method to determine the distribution pattern of paddy field and other patternof land use classification area. Socio-economic analysis is used to find out the impact of land conversion against the farmers.Based on the result of analyzing and data processing, it has been found a change of paddy field area in District Kaliwungu, District Brangsong and District Kendal in 2010 untill 2014 amounted 54,753 Ha.The pattern distribution of paddy field each district in 2010 and 2014 are random, while the the pattern of changing area in each district is clustered. Social economic impacts posed by the existence of conversion of paddy fields was reduced the negative effect wetland of farmer income, where rice production in rice's efforts do not provide sufficient input for life day farmers, so it encourages farmers to sell land it to move on to other business.  Keywords: Field, Change of Land, QuickBird Satellite Images, WorldView-2 Satellite Images *) Penulis, PenanggungjawabABSTRAKMenipisnya tanah pertanian akibat konversi (alih fungsi) lahan merupakan salah satu faktor penyebab keterpurukan sektor pertanian di Indonesia. Penyempitan lahan persawahan tidak hanya berdampak pada penurunan produksi padi tapi juga pada penghasilan masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian sebagai petani. Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi sentra penghasil padi dan memiliki luas lahan sawah yang cukup luas, namun adanya konversi perubahan lahan sawah yang terjadi di Kabupaten ini sangat tinggi. Akibatnya, lahan sawah yang terdapat dikawasan tersebut contohnya Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Brangsong, dan Kecamatan Kota Kendal mengalami konversi atau perubahan penggunaan lahan.Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan cara digitasi on screen. Citra yang digunakan adalah Citra Quickbird tahun 2010 dan Citra WorldView-2 tahun 2014. Setelah melakukan proses digitasi kemudian didapatkan luasan daerah yang terkonversi, lalu dianalisis menggunakan metode analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola persebaran lahan sawah dan pola daerah klasifikasi penggunaan lahan lainnya. Analisis sosial ekonomi digunakan untuk mengetahui dampak konversi lahan terhadap para petani.Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis didapatkan perubahan luas lahan sawah di Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Brangsong dan Kecamatan Kota Kendal pada tahun 2010 sampai tahun 2014 sebesar 54,753 Ha. Pola persebaran luasan sawah tiap kecamatan pada tahun 2010 dan tahun 2014 adalah acak, sedangkan pola perubahan luas pada tiap kecamatan adalah mengelompok. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dengan adanya konversi lahan sawah adalah semakin berkurangnya lahan sawah berpengaruh negatif terhadap nilai pendapatan petani, dimana usaha berproduksi padi di sawah tidak memberikan masukan yang mencukupi bagi kehidupan sehari hari petani, sehingga hal tersebut mendorong petani unuk menjual lahan sawahnya untuk beralih ke usaha lain.Kata Kunci : Sawah, Perubahan Lahan, Citra Quickbird, Citra WorldView-2ABSTRACTThe depletion of landagriculture due to the land conversion is one of the factors causing the deterioration of agricultural sector in Indonesia.The constriction of paddy fields is not only affected onthe decrease of rice production but also the income of Indonesian people who are farmers.Kendal is one of regencies in Central Java being rice production centers and has a quite spacious paddy field, but the conversion of paddy field in this county is really high. It might caused by several factors, including the increase of population and construction activities.As a result, for instance the paddy field which located in the area of the District Kaliwungu, District Brangsong and District Kendal get conversion or change of land use.The method that used in this research is the technique of remote sensing and geographic information system by digitize on screen. The image used is QuickBird Satellite Images 2010 and the WorldView-2 Satellite Images in 2014.After doing digitization process then obtained the extents of converted area, afterward analyzed using the nearest neighbor analysis method to determine the distribution pattern of paddy field and other patternof land use classification area. Socio-economic analysis is used to find out the impact of land conversion against the farmers.Based on the result of analyzing and data processing, it has been found a change of paddy field area in District Kaliwungu, District Brangsong and District Kendal in 2010 untill 2014 amounted 54,753 Ha.The pattern distribution of paddy field each district in 2010 and 2014 are random, while the the pattern of changing area in each district is clustered. Social economic impacts posed by the existence of conversion of paddy fields was reduced the negative effect wetland of farmer income, where rice production in rice's efforts do not provide sufficient input for life day farmers, so it encourages farmers to sell land it to move on to other business.*) Penulis, Penanggungjawab Keywords: Field, Change of 
PEMANFAATAN TERRESTRIAL LASER SCANNER METODE CLOUD TO CLOUD UNTUK EARTHMOVING TAMBANG (STUDI KASUS : PT. PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK PT. TRUBAINDO COAL MINING) Rizky, Aulia; Sudarsono, Bambang; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerhitungan earthmoving tambang merupakan suatu kegiatan survei yang dilakukan di area penambangan untuk menghitung volume pemindahan tanah. Perhitungan earthmoving tambang harus dilakukan dengan cepat, akurat dan detail. Kebutuhan akan hal tersebut bisa diperoleh dengan menggunakan teknologi laser scanner. Kegiatan aplikatif ini untuk menghitung volume earthmoving tambang dan melakukan kajian pada tahapan akuisisi data, pengolahan dan hasil volumetriknya.Akuisisi data lapangan dilakukan pada April 2017 dan Mei 2017 menggunakan metode cloud to cloud. Perangkat lunak yang digunakan dalam registrasi data dan pengolahan point clouds ialah RiScan Pro yang merupakan perangkat lunak operasional alat TLS Riegl VZ 1000. Objek dari kegiatan aplikatif ini adalah area penambangan PT Pamapersada Nusantara distrik PT Trubaindo Coal Mining. Titik kontrol didapatkan dari pengukuran menggunakan GPS geodetik yang akan digunakan sebagai referensi titik berdiri alat TLS. Untuk perhitungan volume dilakukan dengan metode cut and fill terhadap DTM dari point clouds yang terbentuk. Hasil hitungan volume earthmoving dari software RiScan Pro dan AutoCad Civil 2015 dilakukan uji perbandingan dengan membandingkan volume earthmoving hasil hitungan ritasi alat angkut (truck count). Data truck count diasumsikan sebagai data yang benar.Rata-rata selisih perhitungan dengan RiScan Pro yaitu sebesar ± 2,25% dan dengan Autocad Civil yaitu sebesar ± 2,17%. Toleransi selisih yang disyaratkan untuk pengukuran berdasarkan dokumen ASTM adalah 2,78%, sehingga pengukuran TLS yang dilakukan masuk toleransi yang telah ditetapkan.
ANALISIS PENGARUH POLA PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN PUSAT PEMERINTAHAN TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI (STUDI KASUS : KECAMATAN MOJOSONGO, KABUPATEN BOYOLALI) Putro, Rudi Cahyono; Sudarsono, Bambang; Subiyanto, Sawitri
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBoyolali merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki pusat pemerintahan yang terletak di Kecamatan Boyolali. Namun, pada tahun 2010 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Bupati Boyolali, Pusat Pemerintahan yang semula berada di Kecamatan Boyolali, dipindahkan ke Kecamatan Mojosongo. Pengaruh dari perpindahan tersebut adalah meningkatnya aktifitas masyarakat sehingga terjadi perubahan penggunaan lahan. Dan akibat perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah di Kecamatan Mojosongo, sehingga diperlukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan untuk melakukan analisis perubahan nilai tanah.Penelitian ini menggunakan Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Boyolali tahun 2010 dan Peta Zona Nilai Tanah tahun 2008 dan 2013. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pembuatan Peta Zona Nilai Tanah dengan menggunakan Peta Zona Awal data hasil transaksi dan penawaran survei lapangan. Langkah selanjutnya peta diolah dengan software ArcGIS versi BPN sehingga diperoleh Peta ZNT tahun 2008 dan 2013. Peta tersebut Kemudian dioverlay sehingga diperoleh perubahan nilai tanah untuk tahun 2007 dan 2013 . Pada tahap akhir dilakukan analisis perubahan lahan yang terjadi antara tahun  2008 dan 2013.Dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh adalah terdapat 81 zona di Kecamatan Mojosongo, dimana perubahan lahan paling signifikan terjadi pada Zona 41 dari tegalan/pertanian menjadi bangunan .  Zona 41 adalah lokasi pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali yang baru. Kenaikan nilai terbesar pada Zona 41 sebesar Rp. 981.000,- yaitu perubahan tanah pertanian/tegalan menjadi Komplek Perkantoran di Kelurahan Kemiri. Sedangkan kenaikan terkecil pada zona 73, zona 76 dan zona 81 yang merupakan kawasan pemukiman yang terletak di Kelurahan Dlingo.Kata Kunci : Zona Nilai Tanah, Perubahan Lahan ABSTRACTBoyolali is one district in Central Java province which has a central government located in Boyolali. However, in 2010 according to the Medium Term Development Plan (RPJM) of Boyolali, Central Government which was originally located in Boyolali, was relocated to the Mojosongo sub district. The influence of the displacement is increasing activity of the society resulting in a change of land use. And impact of land use changes is changing the value / price of the land in the Mojosongo sub district, so that the necessary research on land use change to analyze changes in the value of land.This study uses the Land Use Maps of Boyolali in 2010 and the Land Value Zone Map in 2008 and first performed 2013. The next step map was processed by the ArcGIS software, BPN version, to obtain a ZNT Map of 2008 and 2013 that then be overlaid Map ZNT 2008 and 2013 in order to obtain changes in the value of land acquired for 2007 and 2013. At the final stage, analysis of land use change that occurred between 2008 and 2013.In this study, the results obtained that there are 81 zone in the district of Mojosongo, where the most significant land use changes occurred in Zone 41 of the moor / agriculture into buildings. Zone 41 is the removal of the central location of the new government of Boyolali. The increase of the largest value in Zone 41 is Rp. 981 000, - which is the change of agricultural land / moor into the Office Complex in Kemiri village. While the smallest increase is in zone 73, zone 76 and zone 81 which is a residential area located in the Dlingo village.Keywords : change of lands , land value
PEMBUATAN PETA WISATA DIGITAL 3 DIMENSI OBYEK WISATA BROWN CANYON SECARA INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) Putri, Kemala Medika; Subiyanto, Sawitri; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peta merupakan sesuatu yang penting bagi perkembangan pariwisata. Dengan adanya peta, para wisatawan akan mudah untuk mengunjungi objek wisata. Proyek bekas galian tambang pasir yang yang terletak di Desa Rowosari, Tembalang menjadi terkenal karena kesamaan penampakannya dengan Grand Canyon Arizona, United States. Kehadiran peta wisata digital 3 dimensi yang dilengkapi dengan informasi spasial dari objek sangat penting untuk membantu wisatawan ke tempat tersebut dengan mudah. Salah satu metode pemetaan yang dapat digunakan yaitu fotogrametri menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Penulis menggunakan DJI Phantom 3 Professional dalam penggambilan foto udara dan menggolah data foto udara menggunakan Agisoft Photoscan dan Drone Deploy. GPS handheld juga digunakan untuk mengambil informasi data spasial yang berupa point of interest di lapangan. Metode ini sangat efektif dalam akuisisi data dan juga efisien dari segi waktu dan biaya operasional. Pada akhir penelitian ini, hasil pengukuran dan pembuatan peta digital 3 dimensi akan diinputkan pada web GIS Brown Canyon dan beberapa atribut informasi tentang lokasi tersebut. Kata Kunci : Aerial photography, Geographic Information System, Photogrammetry, UAV  ABSTRACT Maps are essential in supporting tourism. It facilitates tourists to get to the tourist objects without difficulty. One of the arising tourist objects in Semarang that attracts many people is Brown Canyon. The old abandoned sand mine project located in Worosari, Tembalang got its popular name for its similar landscape as the Arizona Grand Canyon in the United States. Therefore, it is necessary to make an interactive three-dimensional map complete with the spatial information of the object to help people getting there effortlessly. One of the mapping methods that can be used is Photogrammetry with UAV (Unmanned Aerial Vehicle). This method is effective in data acquisition as well as efficient in terms of time and operational cost. Subsequently, a handheld GPS is utilized to include the necessary spatial information at several points of interest on site. Certainly, effectiveness and efficiency of the Photogrammetry method are not the only two concerns. Output quality must also be taken into consideration. In the end of the research, measuring results will be put into a GIS web (Geographic Information System) on the map area of Brown Canyon and some feature information about the location. Keywords: Aerial photography, Geographic Information System, Photogrammetry, UAV
ANALISA SPASIAL DINAMIKA MORFOMETRI WADUK MENGGUNAKAN DATA SATELIT MULTI TEMPORAL DI WADUK RAWA PENING PROVINSI JAWA TENGAH Hardini, Adiasti Rizqi; Helmi, Muhammad; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Rawa Pening berada di antara jalan negara Semarang ? Salatiga - Surakarta dan jalan Kabupaten antara Salatiga ? Ambarawa yang terletak diantara jalan negara Semarang ? Magelang ? Yogyakarta, 32 km ke arah selatan dari kota Semarang dan 10 km ke arah utara dari kota Salatiga. Waduk Rawa Pening mempunyai peranan yang cukup penting sebagai pembangkit listrik tenaga air, bertani eceng gondok dan beternak ikan. Pertumbuhan eceng gondok yang semakin meningkat dari tahun ke tahun mengakibatkan perubahan morfometri waduk dan perubahan tutupan lahan disekitar Waduk Rawa Pening. Penelitian ini menggunakan Peta Topografi skala 1:50.000 lembar Ambarawa no helai 47/XL-D, data citra satelit landsat TM 5 tahun 1990, landsat 7 ETM+ tahun 2000, ALOS AVNIR-2 tahun 2009 dan dilakukan dengan metode penginderaan jauh yaitu interpretasi manual untuk memperoleh peta tutupan lahan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dinamika morfometri Waduk Rawa Pening Provinsi Jawa Tengah dalam periode ±10 tahun dimulai dari tahun 1982 sampai dengan tahun 2009 dan mengkaji dinamika perubahan pola tutupan lahan di area sekitar Waduk Rawa Pening Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahun 1982-1990 perubahan luas waduk sebesar 1051,85 Ha dan pola perubahn tutupan lahan yang terjadi yaitu perubahan sawah irigasi menjadi sawah dan permukiman menjadi air, pada tahun 1990-2000 perubahan luas waduk sebesar 305,24 Ha dan pola perubahan tutupan lahan yang terjadi yaitu perubahan air waduk menjadi sawah irigasi.serta tahun 2000-2009 perubahan luas waduk sebesar 392,97 Ha dan pola perubahan tutupan lahan yang terjadi yaitu perubahan air waduk menjadi sawah irigasi.
PENENTUAN POSISI DAN PERGESERAN STASIUN CORS UNDIP BERDASARKAN PENGAMATAN CORS TERIKAT IGS PADA TAHUN 2015, 2016 DAN 2017 Ramadhan, Mohamad Rizki; Yuwono, Bambang Darmo; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan posisi dengan menggunakan CORS (Continuously Operating Reference Station) mulai banyak dimanfaatkan khususnya di Indonesia. Stasiun CORS merupakan stasiun GNSS yang aktif secara kontinu dan pada realisasinya dapat dimanfaatkan secara skala global maupun regional untuk kegiatan survei dan pemetaan, studi geodinamika serta deformasi, dll. Karena sifatnya yang kontinu, diperlukan perhitungan koordinat absolut secara berkala untuk stasiun CORS. Hal ini tidak lepas dari adanya fenomena geodinamika seperti pergerakan lempeng kerak bumi, deformasi, dll. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan koordinat definitif CORS UNDIP pada tahun 2015 hingga 2017 dengan menggunakan 12 titik ikat IGS (ALIC, BAKO, CNMR, COCO, GUAM, HYDE, LHAZ, PIMO, STR1, VACS, XMIS, dan YARR), penentuan kecepatan posisi, serta mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi jumlah DOY (Day of Year) pengamatan yang digunakan terhadap koordinat hasil perhitungan. Hasil dari penelitian ini adalah koordinat stasiun CORS UNDIP dengan ketelitian terbaik dengan nilai koordinat kartesian komponen X = -2210748.6604 m ± 0.96 mm, Y = 5931893.1964 ± 2.15 mm, dan Z = -777746.1083 ± 0.59 mm. Kemudian kecepatan posisi stasiun CORS UNDIP dengan nilai pergeseran tahun 2015 ke 2016 dengan nilai Vn -0.00115 m/tahun ± 2.45 mm, Ve 0.02975 m/tahun ± 3.21 mm, dan Vu -0.0063 m/tahun ± 12.03 mm; tahun 2016 ke 2017 dengan nilai Vn 0.01121 m/tahun ± 2.65 mm, Ve 0.04084 m/tahun ± 3.27 mm, dan Vu -0.01219 m/tahun ± 12.56 mm; tahun 2015 ke 2017 dengan nilai Vn 0.00248 m/tahun ± 0.56 mm, Ve 0.03407 m/tahun ± 0.75 mm, dan Vu 0.00072 m/tahun ± 2.71 mm, serta hasil Uji Fisher bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi DOY yang digunakan dengan hasil perhitungan koordinat.

Page 1 of 70 | Total Record : 691