cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
UJI KARAKTERISTIK TURBIN DARRIEUS PADA HYDROFOIL NACA 0021 DENGAN MEMANFAATKAN ARUS AIR DI COKRO TULUNG Adiarso, Achmad; Sudargana, Sudargana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.383 KB)

Abstract

Melihat potensi air yang besar dan termasuk energy yang terbaharukan maka penulis mencoba mengembangkan potensi yang ada di sungai-sungai yang ada di Indonesia. Karena semakin berkembangnya turbin-turbin air yang dalam penginstalasian-nya tidak memerlukan bendungan. Selain tidak memerlukan bendungan turbin-turbin tersebut mempunyai efisiensi yang tinggi dibandingkan turbin-turbin yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal ini salah satu energi yang  digunakan adalah energi arus air. Dengan potensi air yang cukup deras, sumber mata air Cokro Tulung memiliki potensi untuk pembangkit listrik. Tugas Akhir ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Turbin Darrieus 3 sudu dengan profil sudu NACA 0021 untuk mengetahui  nilai torsi, daya, dan efisiensi turbin. Karakteristik dari Turbin Darrieus ini adalah diameter 0,72 m, dan tinggi 1,35 m. Hasil perancangan akan menunjukkan hasil perhitungan berupa nilai torsi, daya, dan efisiensi turbin dari 5 variasi kecepatan aliran. Dimana nilai tertinggi didapat pada Torsi   Nm, Daya , dan Efisiensi terbaik pada .
ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SERAT GELAS PADA TABUNG CNG TIPE 2 Santoso, Egastya Fazal; Tauviqirrahman, Muhammad; Ismail, Rifky
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.26 KB)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, jumlah kendaraan terutama roda 4 atau lebih maka dibutuhkan pasokan BBM yang mencukupi. Sedangkan saat ini ketersediaan BBM jenis premium maupun solar jumlahnya terus menurun dan harganya semakin melonjak tinggi. Pemerintah telah melakukan uji coba bahan bakar alternatif yaitu BBG. Pada tahun 2012 jumlah total pengguna BBG adalah 16.733.098 dan jumlah SPBBG adalah 21.292 buah. Peringkat pertama adalah Iran dengan 3 juta kendaraan bermotor yang menggunakan BBG dan SPBBG sejumlah 1960 buah. Indonesia sangat tertinggal yaitu dengan peringkat 62 dengan 300 kendaraan bermotor yang memakai BBG dan jumlah SPBBG yang hanya 14 buah. Kesulitan yang dihadapi pemerintah dan para operator angkutan umum adalah harga converter kit yang harganya cukup mahal berkisar antara 18-23 juta rupiah karena harus impor dari luar negeri, beberapa Negara produsen antara lain Jerman, Korea maupun Tiongkok. Begitu juga tabung CNG pun harus impor dari Negara lain, terutama untuk tipe 2 yang terdapat lapisan komposit serat gelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stuktur mikrografi untuk menentukan jumlah lapisan komposit,  mendapatkan nilai kekerasan dan nilai kekuatan tekan serat gelas pada tabung CNG tipe 2. Metodologi yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah studi pustaka, persiapan alat dan bahan, membuat spesimen, uji microhardness, uji mikrografi, uji tekan, membuat analisa serta pembahasan,dan membuat kesimpulan. Dari hasil pengujian kemudian didapatkan bahwa terdapat 4 lapisan utama pada serat gelas, nilai kekerasan dengan skala Vickers untuk sisi permukaan adalah 33,1 VHN dan nilai kekerasan pada sisi tebal adalah 35,5 VHN, nilai kekuatan tekan pada serat gelas adalah 65,276 MPa.
PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PERPIPAAN PROCESS PLANT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Firdaus, Hendri Hafid; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.007 KB)

Abstract

Perancangan dan analisa tegangan sistem perpipaan Process Plant dilakukan dengan menggunakan standar ASME B 31.3 Process Piping  pada Natural Gas Plant sub bagian Condensate Recovery Plant yang memiliki fungsi memisahkan condensate dari gas alam yang akan diproses. Perancangan menghasilkan empat jalur pipa utama, yaitu pipa jalur 1 feed gas – three phase separator dengan suhu operasi 102oF dan tekanan operasi 60 Psi, pipa jalur 2 three phase separator – compressor dengan suhu operasi 87oF dan tekanan operasi 52 Psi,  pipa jalur 3 compressor – gas cooler dengan suhu operasi 175oF dan tekanan operasi 440 Psi, dan pipa jalur 4 gas cooler – scrubber dengan suhu operasi 95oF dan tekanan operasi 150 Psi. Masing-masing jalur pipa dianalisa dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan software analisa tegangan pipa AUTOPIPE. Hasil analisa pipa jalur 1 memperlihatkan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 4514 psi. Pada pipa jalur 2 didapatkan tegangan sustained maksimal sebesar 3841 Psi. Pada pipa jalur 3 didapatkan tegangan hoop maksimal sebesar 11106 Psi. Pada jalur 4 didapatkan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 4198 Psi. Selanjutnya dilakukan perbaikan rancangan span support dan pengurangan ketebalan pipa pada keempat jalur pipa. Hasil yang diperoleh adalah : pipa perbaikan jalur 1 dengan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 6303 Psi, pipa perbaikan jalur 2 dengan tegangan sustained maksimal sebesar 4699 Psi, pipa perbaikan jalur 3 dengan tegangan hoop maksimal sebesar 13888 Psi dan pipa perbaikan jalur 4 dengan tegangan sustained + angin maksimal sebesar 4936 Psi. Dapat disimpulkan bahwa penambahan panjang span pada sistem perpipaan dapat menaikkan tegangan sustained dan menurunkan tegangan ekspansi termal pada pipa
RANCANG BANGUN ALAT GERMICIDAL UDARA MENGGUNAKAN SINAR ULTRAVIOLET Siswanto, Freditya; Suryo, Sumar Hadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.591 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan rancang bangun desain alat germicidal udara menggunakan sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet dengan panjang gelombang kurang dari 265 nm mempunyai kemampuan dalam menonaktifkan bakteri, virus dan protozoa tanpa mempengaruhi komposisi kimia fluida. Absorpsi terhadap radiasi ultraviolet oleh protein, RNA dan DNA dapat menyebabkan kematian dan mutasi sel. Oleh karena itu, sinar ultraviolet dapat digunakan sebagai germicidal untuk mengendalikan kontaminasi bakteri di udara sehingga akan menghasilkan udara yang steril untuk sistem saluran udara. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian laboratorium terhadap kemampuan alat dalam menonaktifkan bakteri. Pada pengujian laboratorium dilakukan penghitungan koloni bakteri pada media kultur NA dan PDA. Penghitungan dilakukan setelah melakukan isolasi pada media kultur selama 48 jam. Alat germicidal udara yang dibuat mampu menghasilkan udara yang steril. Setelah di treatment menggunakan alat germicidal selama (0, 15 , 30, 45) menit, jumlah koloni mikroorganisme fungi menjadi 102, 31, 11, 6. Sedangkan mikroorganisme bakteri jumlah koloni menjadi 207, 48, 25, 15. Kemampuan untuk mereduksi jumlah bakteri sangat signifikan yang mencapai  92.7% untuk mikroorganisme berjenis bakteri dan 94.1% fungi. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran terhadap konsumsi daya alat dalam menonaktifkan bakteri. Pengukuran dilakukan terhadap tegangan AC dan tegangan  DC pada alat. Tegangan AC yang diukur merupakan tegangan input dari modul power supply yang dipakai. Sedangkan tegangan DC merupakan tegangan input dari lampu dan fan yang menjadi komponen alat. Konsumsi daya alat total sebesar 14.08 watt. Sedangkan daya yang dikonsumsi fan sebesar 1.736 watt dan lampu ultraviolet sebesar 7.884 watt. Besarnya nilai losses daya pada modul pengubah tegangan 4.46 watt
ANALISIS KEGAGALAN PIPA ELBOW 180° PADA FURNACE Sasongko, Gregorius; Nugroho, Sri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.051 KB)

Abstract

Pipa dalam industri minyak dan gas berfungsi sebagai pendistribusi aliran minyak melalui proses pengolahan hingga menjadi minyak siap jual. Namun jika terjadi kegagalan pada komponen ini akan berakibat fatal pada perusahaan migas itu sendiri. Penelitian ini akan menjelaskan tentang analisis kegagalan pipa elbow 180o pada penggunaannya pada furnace yang baru beroperasi selama 2 tahun. Kegagalan ini menimbulkan adanya retakan pada bagian samping pipa elbow yang berhubungan langsung dengan api dari burner. Untuk mengetahui penyebab kegagalan tersebut dilakukan penelitian serta dilakukan investigasi dalam bentuk pengujian laboratorium yaitu pengukuran ketebalan dinding pipa, pengamatan visual, pengujian makrografi dan mikrografi. Dilakukan juga uji komposisi kimia, pengujian kekerasan dengan Rockwell dan Vickers, terakhir untuk menunjang hasil pengujian laboratorium dilakukan pengujian pada permukaan patahan dengan SEM (Scanning Electron Microscope) dan EDS (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy). Terjadinya kegagalan karena fenomena decarburization pada permukaan pipa akibat suhu tinggi mengakibatkan nilai kekerasan yang rendah pada bagian permukaan material. Material tersebut memenuhi standar ASTM A234 WPB dari hasil uji komposisi kimia dan mikrografi. Patahan yang terjadi adalah patah lelah (fatigue fracture) berdasarkan hasil pengujian makrografi dan SEM karena terlihat ratchet marks dan microcrack yang diduga sebagai awal terjadi patahan (crack initiation). Patah lelah material disebabkan oleh thermal fatigue atau karena beban termal secara fluktuatif. Hasil pengukuran dinding pipa mengindikasikan umur pipa masih layak dan hasil uji EDS menunjukkan adanya korosi pada permukaan patahan dengan Oksigen (O) dan Besi Oksida (FeO) sebagai produk korosi.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALI IRIGASI BERBASIS ANALISIS EVAPOTRANSPIRASI DENGAN KONTROLER PI Suwoko, Suwoko; Widyanto, Susilo Adi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.133 KB)

Abstract

Food is a basic requirement for life so that the availability is absolutely necessary of all time, while the source of the water decreases and becomes scarce during the dry season. One way to meet the water needs of plants properly is to calculate the crop evapotranspiration with Penman-Monteith equation. While the tools to realize the results of these calculations is to create an irrigation controllers system. Irrigation control system that is made has inputs from weather environment obtained with the sensor and has an output valve to drain the water. The type of valve used is linear and also installed on/off valve for comparison that performance. The main parameters are used as input air temperature, wind speed, relative humidity, and solar radiation. All parameters acquired digitally except solar radiation, solar radiation are acquired from correlation shaping using artificial neural networks algorithm with input temperature and light intensity. Artificial neural networks are used feedforward structure with neurons numbered 15. The controller used for each valve is on/off valve is controlled by the controller on/off and linear valves are controlled by a PI controller with constant Kp = 1.15 and Ki = 0.95.The test results are established neural network showed good results, where the error is 1.13%. The simulation results of the control system on/off produces an error of 0.68% and PI control system generates an error of 0.02%, while the application of control system on/off produces an error of 2.20%, and the PI control system generates an error of 1.74%
ANALISIS STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIS HASIL LAS TITIK DAN BRAZING UNTUK INDUSTRI RUMAHAN Bhakti, Deivandra Ginanjar; Haryadi, Gunawan Dwi; Umardani, Yusuf
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.063 KB)

Abstract

In the welding process there are several factors that determine the success of welding. The alteration of microstructure of joined metals are expected to change the structure of the material into more dense to make connections become stronger. In this study, the material used is ferrous steel plate with a maximum thickness of 1mm. In order to know the results, It required to use some variation of a parameter such as pressing time and plate thickness used for metal welding process. The process used home brazing welding machine, the connections are welded and welding receive local heat and during the process the temperature is constantly changing so that the temperature distribution is uneven. As a result of this stretch then analyzed the results of the micro structure of the welding process using brazing home welding machine. After analysis of the microstructure was done then analyze the mechanical properties of the weld joint, all this analysis needs to be done in order to ascertain the connection is really strong welds and brazing machine can be used for home-scale cottage industry.  The results of this study indicate that nugget on hardness Vickers test has a value higher than of the base metal which is 172.78 for 8.6 A current and welding time 20 second 191.58 for 6 A current and welding time of 10 second, and the value of base metals 165.7 so percentage obtained with increasing force to the current value of 8.6 A is 7.1 % and for the current 6 A 25.8 %
ANALISIS KEGAGALAN BAUT PENGIKAT GEARBOX PADA LOKOMOTIF KERETA REL DIESEL ELEKTRIK (KRDE) Aji, Wahyu Setia; Nugroho, Sri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.789 KB)

Abstract

Analisa kegagalan merupakan metode investigasi secara sistematis untuk mencari penyebab mekanisme kegagalan suatu komponen atau peralatan. Penelitian ini menjelaskan tentang analisa kegagalan baut pengikat gearbox pada lokomotif kereta rel diesel elektrik (KRDE). Baut mengalami patah pada pengoperasian selama 8 bulan. Baut berstandar SAE J429 Medium Carbon Grade 5 dengan dimensi panjang 6 inch, diameter luar (d) 25,4 mm, diameter efektif (d2) 23,34 mm, jarak bagi (p) 3,175 mm dan jumlah ulir 8/inch. Metode yang digunakan antara lain studi literatur, pengamatan visual dan pengumpulan data, analisa tegangan, uji komposisi, uji metalografi, uji kekerasan serta pengolahan data dan analisa hasil pengujian. Dari hasil pengamatan visual terlihat adanya tanda beachmark yang sering dijumpai di kasus patah lelah dan kehadirannya pertanda positif bahwa material uji mengalami patah lelah. Tegangan geser yang terjadi sebesar 96,71 MPa dan safety factor (Sf) sebesar 3,5. Dari uji komposisi terlihat bahwa baut sesuai dengan standar SAE J429. Namun uji kekerasan menunjukkan nilai kekerasan yang tidak sesuai yaitu antara 23,5 – 28,88 HRC. Diperkuat dengan uji metalografi yang memperlihatkan ukuran butir tidak merata dan fasa yang  berupa ferrite dan perlite. Disimpulkan bahwa baut mengalami kegagalan akibat patah lelah yang dipercepat dengan proses quench and temper yang tidak sempurna pada saat baut diproduksi.
PEMODELAN SINYAL GETARAN YANG DISEBABKAN OLEH CACAT PADA RING LUAR DARI BANTALAN SILINDER Ramadhan, Cahaya; Widodo, Achmad; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.397 KB)

Abstract

Roller bearing is a very important component for almost all forms of machinery. Because of the widespread use and importance, their failure is most often the cause harm and breakdown. Diagnosis of damage to rolling element bearing usually done using vibration analysis with the detect the characteristic frequency of bearing defect generated due to interaction with the rolling elements. This study was conducted to model and diagnose cylindrical bearing damage. An analysis of vibration signals from a rolling element defect through a single point on the outer ring bearing cylinder using ANSYS FEA software has been done. Bearing is modeled and compared with bearing without defect with the bearing who have a variety of different defect sizes. Defects makes the vibration signal that occurs in the outer ring cylindrical bearing without defect and with defect produce differences in peak amplitude.
PENGUJIAN DIRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI VERTIKAL DENGAN ALIRAN SEARAH Sitopu, Feliks Lou Meno; Yunianto, Bambang
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.397 KB)

Abstract

Evaporative cooling adalah pendingin yang ramah lingkungan dan hemat energi untuk pendinginan gedung di daerah yang memiliki iklim panas dan kering. Secara sederhana Evaporative cooling bekerja dengan menguapkan air ke udara, selama penguapan berlangsung sistem tersebut harus menyerap panas yang berasal dari udara masuk yang bersentuhan dengan air. Sebagian panas diserap oleh air dan udara menjadi lebih dingin. Air tidak mengalami kenaikan suhu selama proses ini, tetapi hanya berubah dari fase cairan menjadi uap. Pengujian ini menggunakan Direct Evaporative Cooing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui temperatur, kelembaban udara dan efektifitas yang dapat dicapai oleh mesin direct evaporative cooling. Adapun penelitian ini dilakukan dengan mengontrol suhu dan kelembaban udara masuk. Direct evaporative cooling, dapat menurunkan temperature sebesar 3-4OC, untuk Tin 30OC, untuk Tin 35OC dapat menurunkan temperatur sebesar 6-7OC, sedangkan untuk Tin 40OC dapat menurunkan temperatur sebesar 8-11OC. Efektifitas tertinggi terjadi ketika temperatur masuk 40OC, dimana efektitasnya bisa mencapai 94 %, sehingga penggunaan evaporative cooler paling optimal pada temperatur masuk 40OC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi temperatur masukan dan variasi kelembaban relatif masuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efesiensi direct evaporative cooling.

Page 1 of 21 | Total Record : 207