cover
Contact Name
Dr. Eng. Irfan Prasetia
Contact Email
jtb@ulm.ac.id
Phone
+628115017165
Journal Mail Official
jtb@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Alamat: Jl. Brigjend H. Hasan Basri Banjarmasin, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Berkelanjutan
ISSN : 23028394     EISSN : 26209276     DOI : -
Indonesia, khususnya Kalimantan, dengan segenap karakteristiknya yang didominasi oleh daerah rawa, lahan basah dan tanah lunak, mensyaratkan tersedianya bidang kepakaran dan teknologi yang spesifik. Oleh kearena itu, sharing tentang perkembangan teknologi dan riset khususnya di bidang teknik menjadi suatu kebutuhan. Keunggulan dan kompetensi yang demikian merupakan hal yang fundamental dalam penyediaan solusi bagi masalah-masalah yang ada. Dilatar belakangi oleh hal tersebut, Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Lambung mangkurat (PSMTS ULM) bersama alumni Fakultas Teknik tergerak untuk membuat jurnal ilmiah PSMTS ULM. Jurnal Teknologi Berkelanjutan (JTB) pertama kali diterbitkan pada tanggal 04 April 2012 dengan ISSN 2302-8394. Hasil penelitian ilmiah, sumbangan ide, tambahan wawasan dan pengetahuan serta solusi yang ditawarkan atas permasalahan yang timbul dapat dipublikasikan dan disebarkan secara luas melalui jurnal ini.
Articles 114 Documents
MANAJEMEN TATA RUANG YANG OPTIMAL DENGAN MEMPERHATIKAN KINERJA JALAN A. YANI KM. 33 S.D. KM. 41 Dauly, Mohammad Riza
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4687.872 KB)

Abstract

Kota Martapura dan Kota Banjarbaru merupakan dua kutub pertumbuhan yang sedang mengalami perkembangan pesat di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Kedua kota ini juga merupakan bagian dari Kawasan Metropolitan Banjar Bakula. Perkembangan yang cepat, mengakibatkan sektor transportasi memiliki posisi yang penting dan strategis. Perkembangan ini menyebabkan turunnya tingkat pelayanan jalan. Turunnya tingkat pelayanan jaringan jalan antara lain diindikasikan dengan penurunan kecepatan operasi kendaraan, kemacetan di kawasan-kawasan tarikan perjalanan. Permasalahan tersebut menyebabkan banyak ruas jalan yang beroperasi dengan kapasitas jauh lebih rendah di bandingkan dengan kapasitas seharusnya, sehingga perlu mencari solusi yang optimal dalam pembangunan infrastruktur transportasi dengan menganalisis komponen ekonomi pembangunan infrastruktur jalan dan memperhatikan fungsi zona di sepanjang Koridor Jalan Jend. A. Yani Km.33 s/d.  Km 41. Penelitian dilakukan dengan menganalisis rencana tata ruang, kondisi eksisting kinerja lalulintas pada jaringan Jalan A. Yani Kota Martapura dan Kota Banjarbaru. Selanjutnya dilakukan analisis pembobotan (scoring) terhadap alternatif pembangunan infrastruktur transportasi yang dapat meningkatkan kinerja Jalan A. Yani. Tahap berikutnya dilakukan analisis ekonomi dengan memperhatikan komponen-komponen seperti Nilai Waktu, BOK, estimasi komponen biaya konstruksi, NPV dan BCR sehingga didapat solusi pembangunan infrastruktur transportasi yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian, untuk meningkatkan kinerja jaringan jalan pada Jalan A. Yani terpilih sebuah solusi berupa pembangunan infrastruktur jalan tol ruas Banjarmasin (Sungai Lulut) - Martapura. Adapun hasil analisa ekonomi yang ditemukan masing-masing adalah NPV sebesar - Rp.3.406.043.000.000,00; BCR sebesar 0,001.
SISTEM KELAYAKAN INVESTASI REAL ESTATE PADA PERUMAHAN CITRA GARDEN Nirwana, Hanifah Dwi
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.176 KB)

Abstract

real estate. Tinjauan terhadap aspek pasar, legal, teknis dan lingkungan serta finansial merupakan bagian penting dalam menetukan kelayakan investasi. Urut-urutan proses dalam melakukan kajian terhadap aspek-aspek tersebut kebanyakan tidak dilakukan oleh pengembang secara sistematis, sehingga memerlukan waktu yang relatif lama. Untuk memudahkan pengembang dalam melakukan kajian terhadap kelayakan investasi real estate perlu dibuat suatu rangkaian prosedur yang sistematis dan terintegrasi ke dalam suatu sistem. Sistem Kelayakan Investasi Real estate (SKIR) yang disusun pada penelitian ini dibatasi pada perumahan skala menengah ke atas yang berlokasi di Kota Banjarmasin dan sekitarnya. Sistem ini diwujudkan ke dalam lingkungan berkomputer, dengan harapan proses dalam melakukan kajian kelayakan menjadi lebih efektif.  Hasil dari penelitian ini berupa Program Aplikasi Sistem Investasi Real estate. Sistem ini menggunakan sistem operasi Windaw XP dengan bahasa pemrograman Microsoft Visual Foxpro 9.0 dimana dalam program aplikasi dapat langsung terkoneksi ke database. Validasi program SKIR ini diujikan dengan obyek studi Perumahan Citra Garden dengan hasil sistem dapat berjalan dengan baik.  
PENGOPTIMALAN PENANGANAN SIMPANG EMPAT DI KAWASAN BUNDARAN KECIL: STUDI KASUS BUNDARAN KECIL KOTA PALANGKA RAYA Yuliyesty, Cheria
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.728 KB)

Abstract

Kawasan Bundaran Kecil di Palangka Raya merupakan area yang sangat strategis dan bersejarah pada jaringan jalan di Kota Palangka Raya. Simpang empat di kawasan Bundaran Kecil merupakan simpang sebidang yang memiliki sumbu tidak simetris dan dilengkapi lampu lalu lintas. Banyak persimpangan yang berada di daerah perkotaan sering kali tidak direncanakan dengan baik khususnya menyangkut lampu lalu lintas dan geometriknya yang membuat kontrol terhadap kendaraan menjadi sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimasi kinerja dan memberikan solusi alternatif untuk penanganan simpang empat di kawasan Bundaran Kecil ini dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) untuk masa sekarang dan 5 tahun ke depan.  Hasil penelitian kondisi eksisting untuk masa sekarang menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan di atas nilai 1 dengan tingkat pelayanan F. Hal ini menunjukkan bahwa simpang empat di Kawasan Bundaran Kecil memerlukan suatu manajemen lalu lintas dan modifikasi siklus sinyal. Hasil analisis beberapa modifikasi didapat solusi terbaik untuk masa sekarang adalah siklus sinyal dua fase dengan nilai derajat kejenuhan 0,4493. Dan setelah dilakukan modifikasi siklus sinyal didapat solusi terbaik untuk 5 tahun ke depan adalah siklus sinyal 2 fase dengan nilai derajat kejenuhan 0,7523.
KAJIAN PENGEMBANGAN RUMAH TIPE 36 SEBAGAI DASAR PENERAPAN KONSEP RENOVABLE PADA PERUMAHAN DI BANJARMASIN Rafik, Aunur
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.248 KB)

Abstract

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor: 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat menyatakan bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Oleh sebab itu perlu diciptakan kondisi yang dapat mendorong pembangunan rumah yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, dapat dibangun secara bertahap (rumah tumbuh) dan mampu memenuhi kebutuhan penghuni. Kebutuhan penghuni dapat dikaji dari pengembangan rumah yang dilakukan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep desain renovable pada rumah tipe 36 dengan menganalisis kebutuhan dasar penghuni rumah, luasan ruang dan pengembangannya serta komponen?komponen bangunan. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dari populasi perumahan di Kota Banjarmasin. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling dan proportional sampling. Pengambilan sampel responden di setiap perumahan dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Data dari 241 penghuni kemudian diuji dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas kemudian dianalisis dengan metode deskriptif dan hasilnya dipergunakan sebagai dasar untuk penerapan konsep desain renovable. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan dasar penghuni yang tidak terpenuhi adalah ukuran luas ruang, luas perlengkapan rumah (aksesoris rumah), pola hubungan antara ruang, tingkat kesempurnaan ventilasi/angin-angin, bentuk dan tampilan (estetika) serta warna rumah. Ruang yang dominan dirombak adalah ruang keluarga, kamar mandi/wc dan ruang tamu. Ruang yang dominan ditambah adalah dapur dan ruang makan. Komponen bangunan yang dominan dikembangkan adalah dinding. Pola dasar pengembangan yang dijadikan dasar denah konsep renovable adalah pola tipe 3 (letak asal kamar mandi/wc berada didalam rumah bagian tengah antara dua kamar) karena memiliki efisiensi ruang, biaya dan waktu pelaksanaan.
PROSEDUR PENENTUAN PRIORITAS PEMELIHARAAN GEDUNG SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KABUPATEN BALANGAN Mulyadi, Bambang
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.896 KB)

Abstract

Bangunan gedung sekolah mempunyai fungsi yang sangat penting dalam pengembangan dan pertumbuhan pendidikan suatu wilayah dalam upaya mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan, dimana bangunan gedung sekolah digunakan sebagai prasarana pendidikan yang perlu dikelola pemeliharaannya dengan baik, agar bangunan gedung tersebut berfungsi sebagaimana mestinya. Namun sesuai dengan karakteristiknya bangunan gedung sekolah selalu cenderung mengalami penurunan yang diindikasikan terjadinya kerusakan pada fisik bangunan.  Sehubungan kendala keterbatasan dana yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Balangan, serta banyaknya permintaan pembangunan atau rehabilitasi gedung sekolah menengah atas negeri dari setiap satu tahun anggaran, maka diperlukan metoda penelitian adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Obyek penelitian dilakukan semua bangunan gedung sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Balangan yang sumber dari Dana APBD Kabupaten Balangan.  Data sekunder didapat dari Dinas Pendidikan dan kepala sekolah menengah atas/kejuruan negeri Kab. Balangan, Data primer didapat dari penyebaran kuesioner kepada 22 responden yaitu Tim Penyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (TAPD) 19 responden dan Instansi terkait 3 responden.  Hasil penelitian telah dibuatnya Prosedur Prioritas Bangunan Gedung Sekolah terdiri dari tahapan yaitu Pengumpulan Data Primer, Penyebaran Kuesioner Tahap I, Penentuan Kriteria, Penyusunan Prosedur PBS Hirarki, Penyebaran Kuesioner Tahap II dan Pembobotan Tingkat Kepentingan Kriteria.
MODEL TRANSPORT DEMAND BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN Priadikusumah, Ginanjar
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.84 KB)

Abstract

Bandar Udara Syamsudin Noor, yang fungsinya telah berubah menjadi Bandar Udara Pusat Penyebaran sejak tahun 2007, pasti akan mengalami pertambahan pergerakan pesawat, pergerakan penumpang dan barang. Sehingga untuk menyediakan prasarana dan sarana yang sesuai dengan kebutuhan tersebut, perlu diadakannya prediksi tentang kebutuhan yang akan terjadi.  Kebutuhan penumpang angkutan udara adalah fungsi dari peubah bebas, dimana pada umumnya kandidat peubah bebas tersebut adalah karakteristik pada kegiatan penduduk yang tercermin dalam bentuk penggunaan lahan dan karakteristik demografi dan sosio-ekonomi penduduk.  Dengan menggunakan dasar daerah pelayanan disekitar bandar udara serta menggunakan faktor demografi dan sosio-ekonomi di daerah pelayanan dibuat suatu model bangkitan perjalanan dari bandar udara Syamsudin Noor. Rumus pemodelan berdasarkan formulasi terbaik untuk keberangkatan penumpang adalah: Y = 28626,596+5,861.X1+215,232.X2  dengan nilai R2 = 0,890, variabel yang menentukan Wisatawan Mancanegara (X1) dan Tenaga Kerja Industri (X2). Formulasi untuk kedatangan penumpang: Y=29371,093+6,346.X1 +201,443.X2  dengan nilai R2 = 0,891, variabel yang menentukan Wisatawan Mancanegara (X1) dan Tenaga Kerja Industri (X2). Dari model transport demand yang diperoleh tersebut digunakan sebagai dasar prediksi jumlah penumpang udara domestik di Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin.  
PERBANDINGAN BIAYA ANTARA PERKERASAN ASPAL DAN KONSTRUKSI INTERBLOK Laurent, Rano
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 01 (2019): Vol 08 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.448 KB)

Abstract

Mengingat tingginya biaya pemeliharaan perkerasan aspal maka diperlukan suatu alternatif lain selain perkerasan aspal yang mampu memberikan hasil yang optimal dan biaya ekonomis, dalam hal ini memakai perkerasan konstruksi interblok. Perkerasan konstruksi interblok memiliki beberapa kelebihan dari perkerasan aspal diantaranya dapat dikerjakan secara manual sehingga biaya konstruksi dan pemeliharaan jalan dapat ditekan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan kajian perancangan tebal perkerasan aspal dan konstruksi interblok menggunakan metode AASHTO?93. Menghitung biaya konstruksi masing-masing perkerasan dan menyusun skenario biaya pemeliharaan serta melakukan analisa ekonomi selama umur rencana untuk menentukan jenis perkerasan yang ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ruas jalan penelitian dengan panjang 285 m dan lebar 20 m dengan nilai W18 adalah 12.714.787,73 SS didapat tebal perkerasan aspal yang digunakan adalah 10 cm untuk lapis permukaan, 15 cm untuk lapis pondasi dan tanpa menggunakan lapis pondasi bawah, sedangkan pada perkerasan konstruksi interblok, tebal yang digunakan adalah 10 cm untuk paving dan 5 cm untuk pasir alas (lapis permukaan), 15 cm untuk lapis pondasi dan tanpa menggunakan lapis pondasi bawah. Biaya konstruksi dan pemeliharaan selama 20 tahun untuk kedua jenis perkerasan adalah sebesar Rp. 691.580.145,00 untuk perkerasan aspal dan Rp. 567.160.545,00 untuk perkerasan konstruksi interblok, hal ini menunjukan bahwa perkerasan aspal lebih mahal 18% dibandingkan dengan perkerasan interblok sehingga perkerasan interblok lebih ekonomis digunakan untuk perkerasan jalan yang digunakan sebagai jalan lalu lintas petikemas.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DI RUAS SIMPANG BERENG BENGKEL TUMBANG NUSA Feriko, Ahmad Gama
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 02 (2019): Vol 08 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.712 KB)

Abstract

Volume lalu lintas di Ruas Jalan Simpang Bereng Bengkel ? Tumbang Nusa relatif cukup padat dengan beban yang relatif cukup berat. Seiring dengan waktu dimana terjadi penurunan nilai konstruksi perkerasan, sehingga mengakibatkan timbul kerusakan pada perkerasan jalan. Di ruas jalan tersebut, sudah diadakan pelebaran jalur lalu lintas, lapis tambah perkerasan (overlay).  Pada daerah perkerasan jalan yang rusak, sering diadakan perbaikan dengan cara tambal sulam (patching), tetapi tetap saja terjadi kerusakan perkerasan jalan di ruas tersebut. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian terhadap penghematan bahan dan bagaimana cara melakukan perbaikan sesuai dengan peraturan atau standar yang berlaku, dengan penambahan biaya pelaksanaan yang sesuai. Tujuan penelitian untuk menetapakan jenis kerusakan, mengevaluasi kerusakan jalan. Hasil evaluasi dan analisis nilai kondisi perkerasan dengan metode asphalt institute MS-17 (Pavement Condition Rating/PCR), penanggulangan kerusakan segmen/sta. 28+850 s/d 30+050 penanganan dengan lapis tambah (overlay), segmen/sta. 31+150 s/d 31+650 penanganan dengan lapis tambah (overlay), dan segmen/sta. 33+500 s/d 33+700 penanganan dengan pemeliharan rutin. Hasil analisisis dan evaluasi tebal perkerasan dengan metode PtT-01-2002-B, penanggulangan kerusakan segmen/sta. 28+850 s/d 30+050 penanganan dengan lapis tambah (overlay), segmen/sta. 31+150 s/d 31+650 penanganan dengan lapis tambah (overlay), dan segmen/sta. 33+500 s/d 33+700 penanganan dengan lapis tambah (overlay). Tebal perkerasan segmen/sta. 28+850 s/d 30+050 overlay dengan aspal beton tebal 23 cm, overlay dengan kombinasi aspal beton 7 cm dan LPA 46 cm. Segmen/sta. 31+150 s/d 31+650 overlay dengan aspal beton tebal 24 cm, overlay dengan kombinasi aspal beton 7 cm dan LPA 49 cm. Segmen/sta. 33+500 s/d 33+700 overlay dengan aspal beton tebal 28 cm, overlay dengan kombinasi aspal beton 7 cm dan LPA 61cm.
ANALISIS VARIASI BIAYA KONSTRUKSI ATAS DASAR PERBEDAAN KONSTRUKSI PONDASI DAN LANTAI Muhammad, Muhammad
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 02 (2019): Vol 08 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.384 KB)

Abstract

Jenis konstruksi pembangunan ruko di kota Banjarmasin ada bermacam-macam. Ada yang menggunakan pondasi terpusat pada kolom dan ada pula pondasi menerus pada sloof. Konstruksi lantai ada yang menggunakan sistem panggung dan ada pula yang menggunakan sistem urug, sehingga biaya per meter persegi biaya pembuatan ruko juga bervariasi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui/menemukan variasi biaya konstruksi per-m2 berdasarkan jenis konstruksi pondasi dan lantai dan bagaimanakah biaya konstruksi per-m2 yang paling minimum dalam pembangunan ruko di kota Banjarmasin jika dikaitkan dengan jenis-jenis konstruksi pondasi dan lantai. Penelitian ini berusaha menggali dan memanfaatkan data yang diperoleh dari pembangunan ruko yang dibangun di sekitar wilayah kota Banjarmasin, baik yang sudah selesai maupun dalam yang masih dalam tahap pelaksanaan konstruksi. Studi ini meliputi perhitungan analisa biaya pembangunan ruko pada 4 jenis konstruksi yang dikombinasikan, yaitu 2 jenis konstruksi pondasi dan 2 jenis kontruksi lantai, sehingga dapat diketahui biaya minimum dari kombinasi kedua jenis konstruksi pembangunan ruko di kota Banjarmasin.
KAJIAN EROSI DAN POTENSI SEDIMENTASI DI DAS KAHAYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Saputra, Raden Haryo
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 8 No 02 (2019): Vol 08 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.936 KB)

Abstract

Pengelolaan daerah rawa tidak terlepas dari pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Erosi dan sedimentasi pada DAS mempengaruhi kualitas maupun kuantitas air sungai yang masuk ke daerah rawa. Salah satu indikator adanya erosi terlihat dari keruhnya air Sungai Kahayan sedangkan sampai saat ini belum diketahui berapa besar erosi dan potensi sedimentasi yang terjadi pada DAS Kahayan sehingga kajiannya sangat diperlukan bagi pengelolaan DAS Kahayan yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki besarnya erosi, menganalisis tingkat bahaya erosi (TBE) dan besarnya hasil sedimen yang terjadi pada DAS Kahayan. Analisis luasan lahan dan unit lahan berbasis Sistim Informasi Geografis. Perhitungan perkiraan besarnya erosi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), dan hasil sedimen menggunakan metode Soil Conservation Service-United States Department of Agriculture (SCS-USDA) dengan mempertimbangkan bobot luasan unit lahan terhadap luas totalnya.  Perkiraan besarnya erosi yang terjadi pada DAS Kahayan sebesar 13,19 ton/ha/tahun dengan TBE terdiri dari kategori sangat ringan 47,65%, ringan 50,99%; sedang 0,25%; berat 1,12% dan sangat berat 0%. Khusus areal dengan TBE kategori berat, skor total ketiga faktor karakter fisik DAS (kemiringan lereng, jenis tanah menurut kepekaannya terhadap erosi, dan intensitas curah hujan) diperoleh sebesar 184 dengan arahan penggunaan lahan adalah kawasan lindung. Berdasarkan nilai Sediment Delivery Ratio (SDR), hasil sedimen pada DAS Kahayan adalah sebesar 169.115 ton/tahun dan menurut Peraturan Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, hasil sedimen pada DAS Kahayan termasuk dalam kategori baik.

Page 1 of 12 | Total Record : 114