cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : http://ejo     DOI : -
Core Subject : Science,
Wahana Fisika (WaFi) is a physics journal to accommodate research articles from lecturers or researchers of physics studies which include study: Theoretical Physics, Material Physics, Instrumentation Physics, Earth Physics, Astronomy, Biophysics and Modeling Physics Simulation and other pure physics applications.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
IDENTIFIKASI KUALITAS AIR SUNGAI CITARUM HULU MELALUI ANALISA PARAMETER HIDROLOGI DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (STUDI KASUS: SUNGAI CITARUM SEKTOR 7) Kirana, Kartika Hajar; Novala, Gesti Cita; Fitriani, Dini; Agustine, Eleonora; Rahmaputri, Maghfira Dwivani; Fathurrohman, Fahmy; Rizkita, Nabila Risty; Andrianto, Nico; Juniarti, Nita; Zaenudinna, Rayna Aulia; Nawawi, Muhamad Rovie; Mentari, Vanessa Zian; Nugraha, Muhamad Gina; Mulyadi, Yudi
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.21907

Abstract

Sungai Citarum merupakan salah satu sungai yang menunjang kehidupan sebagian besar masyarakat Jawa Barat. Akan tetapi, dampak kegiatan manusia telah membuat Sungai Citarum sebagai sungai yang tercemar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi wilayah hulu Sungai Citarum dengan melakukan pengukuran multi parameter terhadap kondisi air di Sungai Citarum Hulu dan air sumur warga sekitar, terutama Sektor 7. Wilayah penelitian ini secara administratif berada di Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Sampel yang diuji pada penelitian ini adalah sampel air sungai dan sampel air sumur milik warga yang tinggal di sekitar Sungai Citarum sebanyak masing-masing enam titik lokasi pengamatan. Hasil pengukuran parameter hidrologi dan kandungan logam berat pada sampel air sungai dan air sumur menunjukan bahwa nilai pH, suhu, dan TDS masih di bawah ambang batas tercemar, sedangkan nilai EC menunjukkan bahwa air sumur dan air sungai telah tercemar. Hal ini dibuktikan dengan analisa kandungan logam berat yang dapat dilihat bahwa terdapat kandungan logam besi (Fe) yang cukup tinggi di atas ambang batas air bersih sehingga air tersebut tidak dapat di konsumsi bagi warga, baik untuk air sungai maupun air sumur. Citarum River is one of the rivers that supports the lives of most of the people of West Java. However, the impact of human activities has made the Citarum River a polluted river in the world. This research was conducted to determine the condition of the upstream area of the Citarum River by conducting multi-parameter measurements to water conditions in the Upstream Citarum River Sector 7 and the wells of the surrounding residents. This research area is administratively located in Pangauban Village, Ketapang District, Bandung Regency.  The samples tested in this study were river water samples at six observation locations and well water samples belonging to the residents living around the Citarum River as many as six observation location points. The results of measurements of hydrological parameters and heavy metal content in river and well water samples indicate that the pH, temperature, and TDS values are still below the polluted threshold, while the EC values indicate that well water and river water have been polluted. This is evidenced by the analysis of heavy metal content which can be seen that there is a high metal content of iron (Fe) above the threshold of clean water so that the water cannot be consumed by residents, both for river water and well water.Kata kunci : hidrologi, logam berat, Sungai Citarum
ANALISIS PENAMPANG RESISTIVITAS 2D METODE MAGNETOTELLURIK DAN AUDIO-MAGNETOTELLURIK UNTUK MENGETAHUI SISTEM PETROLEUM PADA CEKUNGAN SINGKAWANG Kurniawan, Rizky; Ardi, Nanang Dwi; Hidayat, Hidayat
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.21869

Abstract

Indonesia memiliki cadangan minyak bumi potensial yang cukup banyak, salah satunya terdapat pada Pulau Kalimantan. Pada bagain barat pulau ini memiliki cekungan besar, yakni Cekungan Melawi dan Cekungan Ketungau. Kedua cekungan ini diperkirakan berumur pra-tersier. Tetapi, kedua cekungan ini tidak memiliki potensi ekonomis untuk migas konvensional, dan diperkirakan ada satu cekungan lain yang beumur sama dengan kedua cekungan ini. Cekungan ini dikenal sebagai Cekungan Singkawang. Cekungan ini diperkirakan memiliki sistem petroleum yang tersusun dari formasi Batupasir Kayan, Formasi Pendawan, Formasi Brandung, Kelompok Bengkayang serta Formasi Seminis. Untuk menganalisis struktur ini, digunakan metode magnetotellurik dan audio-magnetotellurik yang memanfaatkan medan elektomagnetik alam. Data yang diperoleh dari kedua metode ini masing-masing terdiri dari 14 titik dengan 2 lintasan. Lintasan pertama terdiri dari 10 stasiun pengukuran dan lintasan kedua dengan 5 titik pengukuran. Data ini merupakan data yang didapatkan dari rentang frekuensi 320 – 0,00034 Hz  untuk metode magnetotellurik dan 3,3 – 10400 Hz untuk metode audio-magnetotellurik. Berdasarkan kedua metode ini, diperoleh lapisan dengan nilai resistivitas dengan rentang 4 – 54 Ωm yang diperkirakan sebagai Kelompok Bengakayang yang berpotensi sebagai batuan sumber (source rock). Sedangkan lapisan dengan nilai resistivitas 119 – 437 Ωm  diperkirakan sebagai Vulkanik Raya dan 1611 – 3532 Ωm sebagai Granodiorit Mensibau. Kedua formasi ini diperkirakan sebagai batuan reservoir (reservoir rock), meskipun untuk penentuan jenis batuan ini sebagai batuan reservoir harus diteliti lebih lanjut lagi.Indonesia has lot of potential of reserved crude oil, one of the region has a lot reserved is Borneo Island. In this island, there are two huge basin located in the west, there are Melawi Basin and Ketungau Basin. Both of the basin approximately pre-tertiary aged. But both of the basin has not economic potential for conventional oil and gas, and probably there is other basin that has similar age with these basin. The name of the basin is Singkawang Basin. This basin predicted has petroleum system consists of Batupasir Kayan, Formasi Pedawan, Formasi Brandung, Kelompok Bengkayang, and Formasi Seminis. Magnetotelluric and audio-magnetotelluric method use to analyze this system. These method using natural electromagnetic field. Data obtained from this measurement consists of 14 measuring station with 2 line. First line consist 10 measuring station and second one consist 5 measuring station. This data also obtained from frequency range 320 – 0,00034 Hz for magnetotelluric method and 3,3 - 10400 Hz for audio-magnetotelluric method. Based these result, show that structure with resistivity value beetwen 4 – 54 Ωm predicted as Kelompok Bengkayang potentially to be source rock, while the layer with resistivity 19 – 437 Ωm predicted as Vulkanik Raya and 1611 – 3532 Ωm predicted as Granodiorit Mensibau. Both of the formation potentially as reservoir rock, although to determine the information of this formation as reservoir rock must be researched further.Keywords:  Petroleum system; Singkawang Basin; Magnetotellurics; and Audio-magnetotellurics 
ANALISIS KINERJA LEVEL SWITCH VIBRO SEBAGAI PENGGANTI LEVEL SWITCH CONDUCTIVITY PADA SISTEM UAP DI PT INDONESIA POWER UPJP KAMOJANG UNIT PLTP KAMOJANG Hadiyani, Dini; Tayubi, Yuyu Rachmat; Kurniawan, Wawan
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.20324

Abstract

ABSTRAKSalah satu instrumen level yang terpasang di unit pembangkit adalah level switch. Pada penelitian ini, level switch digunakan sebagai sistem proteksi ketinggian level air pada kondensor agar level air tetap terjaga. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian level air adalah level switch tipe vibro yang menggunakan prinsip getaran sebagai batas pengukurannya. Metode yang digunakan dalam pengukuran level air ini yaitu dengan mendeteksi perubahan nilai arus berdasarakan perubahan frekuensi getaran yang ditimbulkan oleh fluida. Level switch vibro ini diletakkan pada ketinggian level air maksimum, dan pada ketinggian level air minimum yang bertujuan agar level air yang terdeteksi hanya ketinggian level air pada saat air kondensor penuh atau pada saat ketinggian level air kondensor surut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai frekuensi 150 Hz yang mengindikasikan tuning garpu tidak terendam fluida atau ketinggian air minimum, maka arus yang dihasilkan sebesar 16 mA. Kemudian pada saat nilai frekuensi 50 Hz yang mengindikasikan tuning garpu telah terendam fluida atau ketinggian air maksimum, arus yang dihasilkan sebesar 8 mA. Nilai arus tersebut digunakan untuk memerintah level switch agar mematikan atau mengaktifkan pasokan air pada kondensor agar tetap terjaga. Dengan menggunakan level switch tipe vibro ini, akurasi yang dihasilkan pun lebih baik dan juga kinerja yang dihasilkannya dinilai lebih handal dan akurat. Kata Kunci : Frekuensi; Ketinggian Air; Level Switch Vibro  ABSTRACT One level instrument installed in the generating unit is a level switch. In this study, the level switch is used as a water level altitude protection system in the condenser so that the water level is maintained. The sensor used to detect water level heights is a vibro type level switch that uses the principle of vibration as the measurement limit. The method used in the measurement of the water level that is by detecting changes in current value on the terms of the vibration frequency changes caused by the fluid. This vibro level switch is placed at the maximum water level height, and at the minimum water level height that aims to detect the water level only at the level of the water level when the condenser water is full or when the condenser water level recedes. Based on the research that has been done, the frequency value of 150 Hz indicates that the tuning of the fork is not submerged by fluid or the minimum water level, then the current generated is 16 mA. Then when the frequency value of 50 Hz indicates that the tuning fork has been submerged by fluid or the maximum water level, the current generated is 8 mA. The current value is used to rule the level switch to turn off or activate the water supply on the condenser to keep it awake. By using this type of Vibro switch, the resulting accuracy is better and also the performance produced is considered more reliable and accurate. Keywords: Frequency; Water Level Altitude; Vibro Level Switch
PENGARUH SUHU KARBONISASI DAN VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP LAJU PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN SEKAM PADI DAN TONGKOL JAGUNG Handayani, Riska Tri; Suryaningsih, Sri
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15582

Abstract

Biomassa dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif sebagai bahan bakar dalam bentuk briket yang mengandung unsur utama atom karbon (C) yang berasal dari kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin. Karakteristik briket dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya suhu karbonisasi dan kecepatan udara yang berpengaruh terhadap laju pembakaran briket, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu karbonisasi dan variasi kecepatan udara terhadap laju pembakaran briket   campuran sekam padi dan tongkol jagung. Tahapan pembuatan briket dengan cara pengeringan bahan, karbonisasi pada suhu 200°C, 225°C, 250°C, 275°C,       penghalusan dan penyaringan bahan dengan ukuran butir 40 mesh, pencetakan briket dengan konsentrasi pencampuran sekam padi dan tongkol jagung 50:50, dan pengeringan briket. Pengujian nyala briket dilakukan dengan variasi kecepatan udara 0,8 m/s, 1,1 m/s, 1,2 m/s, 1,3 m/s ,1,4 m/s. Hasil penelitian menunjukan briket yang dibuat dengan suhu karbonisasi yang tinggi maka laju pembakaran semakin lambat karena semakin rendahnya zat volatile matter dengan laju pembakaran 0,46 gr/menit pada suhu karbonisasi 225°C dengan v = 1,4 m/s. Dan semakin besar     kecepatan udara maka laju pembakaran akan semakin kecil karena panas temperatur akan ikut terbuang dengan semakin besarnya kecepatan udara, dengan laju        pembakaran optimum 0,42 gr/menit dengan kecepatan udara 1,4 m/s pada briket suhu karbonisasi 225°C. 
PEMODELAN 2D DAN 3D GEOLISTRIK TOMOGRAFI UNTUK INTERPRETASI BIDANG GELINCIR DAN ARAH ALIRAN AIR PADA STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN REL KERETA API DI BATURAJA, SUMATERA SELATAN Zaenudin, Ahmad; Dani, Ilham
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.20327

Abstract

Monitoring kondisi bawah permukaan rel kereta api merupakan bagian penting dalam operasional perkeretaapian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeliniasi lapisan bawah permukaan rel kereta api yang sering terjadi pergeseran dan longsoran dengan metode geolistrik dipole-dipole secara tomografi. Pemodelan 2D dan 3D geolistrik diterapkan untuk menginterpretasi bidang gelincir dan arah aliran air.  Model 2D dapat mengidentifikasi 3 lapisan utama, yaitu lapisan perkerasan tanah di bagian atas, lapisan dengan resistivitas rendah (4-60 Ohm.meter) dan lapisan badrock (100-500 Ohm.meter). Lapisan dengan reistivitas rendah diduga mengandung air sebagai penyebab tanah longsor, dimana bidang batas lapisan ini dialasi oleh bedrock yang berada pada kedalaman antara 5-17 meter yang diduga sebagai bidang gelincir. Model 3D dapat mendeliniasi arah aliran air di bawah permukaan rel kereta api, yaitu berarah Timur Laut – Barat Daya melintasi bagian bawah rel kereta api.
VERIFIKASI GEOMETRI DAN INDEKS GAMMA PADA PESAWAT LINAC TIPE CLINAC CX TERINTEGRASI EPID DI RS UNIVERSITAS ANDALAS Milvita, Dian; Hadi, Bagus Sidik Waskito
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15587

Abstract

Telah dilakukan verifikasi geometri dan indeks gamma pada pesawat Linac tipe Clinac CX yang terintegrasi Electronic Portal Imaging Device (EPID) di Rumah Sakit Universitas Andalas. Verifikasi bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat Linac. Pesawat Linac adalah alat terapi radiasi eksternal yang digunakan untuk mengobati kanker. EPID adalah perangkat tambahan yang diintegrasikan pada pesawat Linac. Verifikasi  dosis radiasi meliputi  respon linearitas, luas lapangan dan indeks gamma. Verifikasi geometri dilakukan dengan melihat status ketepatan penyinaran lapangan radiasi. Pada penelitian ini verifikasi dosis radiasi dibatasi pada verifikasi indeks gamma. Penelitian menggunakan teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan multi cube sebagai pengganti tubuh pasien. Variasi yang digunakan pada penelitian terdiri dari variasi luas lapangan radiasi dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verifikasi geometri penyinaran Linac memiliki status sangat baik dengan nilai verifikasi geometri setiap lapangan di sumbu Y dan X tidak melebihi batas toleransi yang ditetapkan yaitu £ 0,3 cm. Verifikasi nilai indeks gamma memiliki status berhasil dengan rata-rata keberhasilan di atas 99 % dengan nilai indeks gamma 0,24. Pesawat Linac tipe Clinac CX milik rumah sakit Universitas Andalas berada dalam kondisi baik sesuai ketetapan IAEA Human Health Series No.31 dan dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker pada pasien. Kata Kunci:  EPID; IMRT; Linac; verifikasi indeks gamma; verifikasi geometri
KAJIAN TENTANG ENERGI SIMETRI, DAN PENGARUHNYA TERHADAP KERAK DALAM BINTANG NEUTRON Sulistyani, Eko Tri; Putra, Yudisthira Iriana
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15598

Abstract

Telah dilakukan kajian mengenai Energi Simetri dan pengaruhnya terhadap Bintang Neutron terutama bagian Kerak Dalam. Pada penelitian kali ini bagian kerak dalam Bintang Neutron dimodelkan menggunakan Model Tetes Cairan Termampatkan (CLDM), sebuah model sederhana bersifat semiklasik yang berfokus pada efek-efek makroskopis serta mampu menggambarkan inti dalam kondisi bertekanan tinggi. Rentang nilai Energi Simetri yang digunakan diperoleh menggunakan model MSL dan menunjukkan rentang nilai 25 L 115. Kemudian parameter energi simetri J dan L dimasukkan dalam model CLDM untuk memperoleh pengaruhnya terhadap komposisi Kerak Dalam Bintang Neutron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi parameter energi simetri J dan L memiliki pengaruh terhadap komposisi Kerak Dalam Bintang Neutron yaitu fraksi neutron bebas, fraksi volume berisi inti bermuatan, fraksi proton pada inti, serta ukuran sel WS. Diketahui pula bahwa fase transisi kerak-inti dipengaruhi oleh nila energi simetri.
Aplikasi Metode Ground Penetrating Radar Terhadap Pola Retakan Di Bendungan Batu Tegi Lampung Aji, Somantri; Arya, Pulung; Iryanti, Mimin
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4529

Abstract

Munculnya retakan pada urugan bendungan Batu Tegi Lampung sangat mengganggu keselamatan diwilayah tersebut. Dalam hal ini perlunya dilakukan investivigasi terhadap retakan – retakan yang muncul dipermukaan urugan bendungan. Penelitian Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan metode geofisika sebagai alat bantu untuk penelitian geologi bawah permukaan dangkal dan terperinci. Penetrasi kedalaman metode GPR ini sangat bergantung pada sifat listrik geologi bawah permukaan dengan prinsip kerja pengirim dan penerima pulsa gelombang, sehingga akan muncul struktur lapisan bawah permukaan karena terdapatnya anomali bawah permukaan pada radargram.  Pengolahan serta interpretasi data georadar pada penelitian ini menggunakan software Reflexw. Sehingga hasil penelitian dari metode GPR ini menunjukan pola retakan yang muncul pada urugan bendungan Batu Tegi. Yang nantinya dapat dipergunakan untuk membantu perencanaan mengevaluasi desain, kontruksi pada urugan bendungan maupun perencanaan mitigasi.
Pemodelan Dan Simulasi Microring Resonator Dengan Variasi Kopling Sebagai Sensor Dan Perangkat Telekomunikasi Zakaria, Muhammad; Hasanah, Lilik; Suhendi, Endi
Wahana Fisika Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i1.7023

Abstract

Untuk memperluas dan menghasilkan kualitas sensor yang baik dari Microring Resonator salah satu objek yang dapat divariasikan ialah kopling dalam devais Microring Resonator. Variasi kopling yang gunakan 0.25, 0.3, 0.5, 0.7. untuk luas sensing dapat dilihat pada FSR (Free Spectral Range) dan kualitas sensor dapat dilihat pada FWHM (full width half maksimum) sebagai parameter sensor dan perangkat telekomunikasi. FSR tidak dipengaruhi oleh kopling hanya dipengaruhi oleh jari-jari dan panjang gelombang. Dengan panjang gelombang yang digunakan 1300 dan 1350. FSR terbesar didapat pada nilai 1350. Kualitas sensor yang kita lihat pada FWHM. FWHM terbesar didapat pada 1350 (panjang gelombang) dan 0.7 lebar koplingnya.In order to improve the performace of microring resonator, the object that can be varied is the coupler in the microring resonator device. The values of the coupler that varied is 0.25, 0.3, 0.5 and 0.7 in nanometer. For the sensing range of the device can be observed in the FSR (Free Spectral Range) and the sensor quality can be observed in FWHM (full width half maximum) as the sensor's parameter and communication device. The FSR was not affected by the coupler but by the radius and the wavelength. In this paper the wavelength that is used are 1300 and 1350. The highest FSR obtained at the 1350 wavelength. The sensor quality is at best when the coupler is 0.7 nm with 1350 wavelength.
STUDI DEPOSISI LAPISAN TIPIS ZnO MENGGUNAKAN TEKNIK DIP-COATING Kuriah, Yayah; Sugihartono, Iwan
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.11080

Abstract

Telah dilakukan studi deposisi lapisan tipis ZnO menggunakan teknik Dip-Coating (Teknik Celup) diatas material kaca yang merupakan salah satu material yang diduplikasikan sebagai kaca ITO pada sel surya. Lapisan tipis ZnO dibuat dengan cara sol-gel yang mencampurkan beberapa material kedalamnya sehingga didapatkan sol-gel ZnO. Pada penelitian ini dilakukan beberapa variasi celup yaitu dua kali dan empat kali celup. Deposisi lapisan tipis ZnO diatas kaca preparat. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan difraksi sinar-X diperoleh bahwa lapisan yang dihasilkan merupakan amorf. Pada variasi celup kedua dan keempat didapatkan bentuk amorf dari lapisan tipis ZnO tersebut. ZnO thin film deposition has been done using Dip-Coating technique on glass material which is one of the materials that is duplicated as ITO glass in solar cell. A thin layer of ZnO is made by sol-gel which mixes several materials into it to obtain ZnO sol-gel. In this research, there are several variations of dye that is twice and four times the dye. Deposition of a thin film ZnO over a glass preparation. Based on the characterization results using X-ray diffraction obtained that the resulting layer is amorphous. In the second and fourth dip variations obtained the amorphous form of the ZnO thin film.Keywords: Thin Film ZnO; Sol Gel ZnO; Dip Coating; X-Ray Diffraction; Deposition Study