cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Penelitian Kesehatan
ISSN : 01259695     EISSN : 23383453     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) merupakan salah satu jurnal yang dipublikasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan diterbitkan 4 kali dalam setahun dan telah terakreditasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Indonesian Institute of Sciences) dengan SK No. 387/AU/P2MI/04/2012.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
STUDI KASUS DIFTERI DI KABUPATEN BANGKALAN DAN KOTA PROBOLINGGO, PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 sugiharto, Mugeni
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.522 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.903

Abstract

Pendahuluan:  Difteri merupakan penyakit menular yang mematikan dan menyerang saluran pernafasan bagian atas. Kejadian diphtheria ini dikarenakan masih ada bayi yang tidak diimunisasi DPT. Tujuan adalah mengetahui kasus difteri dan strategi penanggulangan di Kabupaten Bangkalan dan Kota Probolinggo, Tahun 2012-2014. Metode: Deskriptif menggunakan data sekunder yang didukung dengan data indepth interview. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bangkalan dan Kota Probolinggo, karena banyaknya bayi yang tidak diimunisasi dan adanya kasus difteri. Informan adalah penanggung jawab imunisasi kabupaten. Hasil: Kasus difteri masih tinggi di Kabupaten Bangkalan, kematian terbanyak 4 orang dari 76 kasus tahun 2013. Kota Probolinggo 8 kasus, 8 sembuh tahun 2012. Terdapat bayi belum mendapat imunisasi DPT 1-3 lengkap pada usia 4 bulan dikarenakan rendahnya pengetahuan masyarakat, penolakan imunisasi, takut bayi panas dan rewel, bidan kurang fokus terhadap program imunisasi, kurang melibatkan tokoh agama. Kebijakan supervisi supportif sebagai strategi penanggulangan rendahnya cakupan DPT memberikan solusi positif. Kesimpulan: Kabupaten Bangkalan dan Kota Probolinggo berpotensi difteri, karena banyak sasaran yang tidak diimunisasi DPT lengkap, bidan tidak fokus, catatan kohort tidak akurat, tidak melibatkan tokoh agama, kurang sosialisasi, masyarakat tidak memahami imunisasi secara benar. Kebijakan penanggulangan rendahnya cakupan DPT menggunakan strategi supervisi suportif. Saran: Permenkes 42/2013, petugas diwajibkan untuk mengimunisasi semua sasaran imunisasi untuk mencegah terjadinya difteri.   ABSTRACT Background: Diphtheria is a deadly infectious disease and attacks the upper respiratory tract. The incidence of diphtheria is because there are still many babies who are not immunized DPT. The objective of study is to identify cases and coping strategies of diphtheria. Method: This was a descriptive study used secondary data which was supported by indepth interview. The study was conducted due to the large number of unimmunized infants and diphtheria cases in Bangkalan District and Probolinggo City, in 2012 to 2014. The informants were the people who responsible for the district immunization. Result: The case of diphtheria is still high in Bangkalan regency, with the most 4 deaths from 76 cases in 2013. Probolinggo city reported 8 cases which were all have recovered in 2012. There were infants have not received a completed of DPT 1-3 immunization at the age of 4 months due to low of public knowledge, immunizations rejection, fear of hot and fussy babies, midwives were less focused on immunization programs, and religious leaders less involved. A supportive supervision policy as a coping strategy for low DPT coverage provides a positive solution. Conclussion: Bangkalan and Probolinggo have potency of diphtheria, because many targets are uncompleted  immunized DPT, less focus of midwife, unaccurated cohort record, uninvolved religious leaders, lack of socialization, and people do not understand immunization correctly. Policy for overcoming the low coverage of DPT using a supportive supervision strategy. Suggestion: Permenkes 42/2013, officers are required to immunize all targets to prevent diphtheria.
GAMBARAN KASUS MUTASI TERKAIT RESISTENSI ANTIRETROVIRAL PADA ORANG DENGAN HIV-AIDS (ODHA) DI TIGA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI PAPUA Hutapea, Hotma
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.692 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.902

Abstract

Antiretroviral (ARV) therapy has been found effective to decrease HIV-1 infected cases, however increase the resistances due to nucleotide mutation. The mutation causes virus to be resistant to ARV, making the therapy is no longer effective. The ARV therapy District Nabire, Jayapura, and Jayawijaya was Reverse Transcriptase Inhibitor (RTI). The goal of this study was to obtain the data of mutation associated to viral resistance to ARV RTI and protease inhibitor group. Plasma samples were obtained from 252 subjects purposively in HIV/AIDS population from corresponding Care, Support, and Therapy clinic. The genotyping, measurement of CD4 and viral load were performed to all samples. DNA analysis was performed by genotyping method. Among 252 samples, 89 samples (35.32%) had CD4 count <350 sel/ul. Twenty three samples (8.73%) had viral load >10.000 copies/mL. There were 15 (5,95%) samples were identified as mutant related to RTI resistance, and none for protease. The most frequent mutation motive was M184V/I, 12 samples (80,00%). This data provided important information about the continuous need of ARV therapy monitoring to suppress transmission drug resistance.     Abstrak   Penemuan antiretroviral (ARV) secara signifikan telah menjadi bagian penting dalam penanggulangan HIV/AIDS. Terapi ARV dilakukan untuk menurunkan kasus HIV-1, namun dapat menyebabkan resistensi virus terhadap ARV tersebut. Data prevalensi HIV-1 resisten ARV pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Papua, khususnya Kabupaten Nabire, Kab./Kota Jayapura, dan Kab. Jayawijaya belum tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data prevalensi mutasi terkait resistensi virus terhadap ARV golongan penghambat rtase dan protease. Sebanyak 84 responden yang sudah diterapi minimal 6 bulan diambil secara purposive dari setiap lokasi penelitian. Genotyping, pemeriksaan nilai CD4 dan viral load dilakukan terhadap semua sampel. Analisis DNA dilakukan dengan metode genotyping. Dari 252 sampel, sebanyak 89 responden (35,32%) memiliki nilai CD4 <350 sel/ul darah. Sebanyak 23 responden (8,73%) memiliki nilai viral load >10.000 salinan/mL. Sebanyak 15 sampel (5,95%) teridentifikasi mengalami mutasi pada DNA target ARV golongan penghambat rtase, dan tidak ditemukan mutasi terkait resistensi pada gen protease. Motif mutasi yang paling banyak adalah M184V/I, yaitu sebanyak 12 sampel (80,00%). Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemantauan terapi ARV secara berkesinambungan tetap diperlukan untuk menekan penulan HIV resisten ARV.  
PENGETAHUAN IBU MENGENAI BBLR DAN CARA MENGHANGATKAN BAYI BBLR DENGAN PERAWATAN METODE KONVENSIONAL, SKIN TO SKIN, DAN TRADISIONAL DI KOTA BOGOR Rosha, Bunga Ch
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.052 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.901

Abstract

Kematian neonatal dapat disebabkan oleh hipotermia. Bayi BBLR lebih rentan terhadap masalah hipotermia. Tujuan analisis ini adalah memberikan informasi mengenai pengetahuan ibu terkait BBLR dan cara menghangatkan anak BBLR yang dilakukan ibu untuk mencegah hipotermia dan membantu mencapai  pertumbuhan normal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  bagian dari penelitian kohor tumbuh kembang anak (TKA) tahun 2017 di Kota Bogor. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap 12 informan ibu yang memiliki anak dengan riwayat BBLR yang pada saat ini berusia baduta dan telah memiliki status gizi normal berdasarkan indikator BB/U dan BB/TB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mengetahui cut of point BBLR dan menganggap ukuran anak lebih kecil dibandingkan anak kandung lainnya ataupun anak lain yang sebaya. Untuk mencegah terjadinya hipotermia, terdapat beberapa perawatan yang dilakukan informan baik yang dilakukan di rumah sakit dengan menggunakan perawatan metode konvensional, perawatan metode skin to skin (perawatan metode kangguru  dan  IMD)  dan  perawatan metode tradisional. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan ibu mengenai metode menghangatkan suhu tubuh anak BBLR melalui sosialisasi oleh petugas kesehatan, agar ibu dapat melakukan perawatan dan pencegahan hipotermia pada anak yang baru dilahirkan secara mandiri.   ABSTRACT Neonatal death can be caused by hypothermia. Premature and LBW babies are more susceptible to hypothermia problems. This analysis aims to provide information about the mothers? knowledge related to LBW and hypothermia prevention on LBW babies in oreder to achieve normal growth. This is a qualitative research part of cohort studies of child development in 2017 in Bogor City. The study was conducted by in-depth interviews to 12 mothers of low birth weight babies and had achieved normal nutritional status at 2 years old (WAZ and HAZ). The results show that most mothers know the cut of point of LBW and assume their child's birth size was smaller than other children. In order to prevent the occurrence of hypothermia, some treatments was done by mothers either through a conventional method (incubator in hospital), skin to skin method (kangaroo method and early breastfeeding initiation), or traditional methods. Increasing knowledge of mother about methods to prevent hypothermia in low birth weight babies through socialization by health officer is important so that mother can do the care independently.
PENGARUH JAMU OBESITAS TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PERUT, DAN LINGKAR LENGAN DIBANDINGKAN DENGAN ORLISTAT DAN EVALUASI KEAMANANNYA Ardiyanto, Danang
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.811 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.900

Abstract

Obesity could be a risk factor for other diseases, especially degenerative diseases. The prevalence of obesity is beginning to elevate at developing countries. Indonesia has some traditional ingredients that can be used for alternatives in obesity problems. But there isnot valid evidence for the efficacy and safety of traditional herbs. This study was conducted to evaluate efficacy of Jamu formulation in comparison with orlistat and evaluate its safety. Jamu formula contains Guazuma ulmifolia dried leaves, Murraya paniculata dried leaves, Rheum officinale dried roots, and Sonchus arvensis dried leaves. The present study was an randomized clinical trial open label undertaken in 242 subjects of obesity for 56 days. The Jamu group received a glass twice daily and orlistat group received a capsule twice daily. Efficacy was assessed by the changes in body mass index, waist and mid-upper arm circumference. Safety was evaluated by SGOT, SGPT, ureum, dan creatinine. There was a significant decrease (p<0,05) in body mass index, waist and mid-upper arm circumference after intervention in both group. Changes of those parameters were not significantly different (p>0,05) between both groups. No significant alteration was seen in most of the SGOT, SGPT, ureum, dan creatinine in Jamu formula groups. This study showed Jamu formula was an equally effective, but safe alternative for obesity management.   Abstrak   Obesitas dapat menjadi faktor resiko penyakit lain khususnya penyakit degeneratif. Prevalensi obesitas mulai mengalamai peningkatan di negara berkembang. Indonesia memiliki beberapa ramuan tradisional yang dapat digunakan untuk alternatif dalam masalah obesitas. Namun belum ada bukti yang kuat mengenai khasiat dan keamanan dari ramuan tradisional yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat dan keamanan ramuan jamu yang terdiri dari simplisia daun jati belanda, daun kemuning, akar kelembak, dan daun tempuyung dibandingkan orlistat. Penelitian ini menggunakan randomized clinical trial (RCT) open label dengan 242 subyek selama 56 hari.. Kelompok jamu diberikan segelas jamu 2 kali sehari, sedangkan kelompok orlistat diberikan satu kapsul sehari dua kali. Parameter yang digunakan untuk mengevaluasi khasiat formula jamu dan orlistat adalah indeks masa tubuh (IMT), lingkar perut (LP), lingkar lengan atas (LLA). Sedangkan penilaian keamanan digunakan parameter SGOT, SGPT, BUN, dan kreatinin. Pemberian jamu dan orlistat dapat menurunkan IMT, LP, LLA secara bermakna (p<0,05) jika dibandingkan dengan hari ke-0. Penurunan IMT, LP, LLA kelompok jamu dibandingkan orlistat dapat dikatakan setara (p>0,05). Kelompok jamu menujukkan nilai SGOT, SGPT, ureum, dan kreatinin dalam rentang normal. Penelitian ini menunjukkan bahwa ramuan jamu obesitas secara klinis, khasiatnya sebanding dengan orlistat dan aman setelah intervensi selama 56 hari.
MEKANISME KATEKIN SEBAGAI OBAT ANTIDISLIPIDEMIA (UJI IN SILICO) Adelina, Rosa
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.024 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.899

Abstract

Indonesia has a large biodiversity that can be used as a medicinal plant, one of that is Gambir. The high content of catechin in gambir has the potential to be an antidyslipidemic drug. The mechanism of catechin as antidyslipidemic drug can be traced using a molecular docking study which is one of the studies of the in silico study model used to filter compounds based on their mechanism of action against target proteins. In this study, the molecular docking of catechin was done using Molecular on Environment Software (MOE) to identify the affinity and interaction with HMG-CoA reductase and LDL enzymes that contribute to fat/cholesterol metabolism. The results of molecular docking showed that catechin interaction against HMG-CoA reductase and LDL receptor enzymes had Gibbs value of -6,5758 kcal/mol and -16,1709 kcal/mol, respectively. Potential catechin action mechanisms as antidyslipidemic use two pathways, inhibition of HMG-CoA reductase enzyme and increased LDL receptor.   Abstrak  Indonesia memiliki kekayaan hayati yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat, salah satunya gambir. Kandungan senyawa katekin yang tinggi dalam gambir berpotensi sebagai antidislipidemia. Mekanisme katekin sebagai antidislipidemia dapat ditelusuri menggunakan studi docking molekuler yang merupakan salah satu studi model studi in silico yang digunakan untuk menapis senyawa berdasarkan mekanisme kerjanya terhadap protein target. Pada penelitian ini senyawa katekin dilakukan docking secara molekuler dengan menggunakan Software Moleculer on Environtment (MOE) dengan tujuan untuk mengetahui daya afinitas dan interaksinya terhadap enzim HMG-CoA reduktase dan reseptor LDL yang berperan terhadap metabolisme kolesterol. Hasil docking molekuler menunjukkan bahwa interaksi katekin terhadap enzim HMG-CoA reduktase dan reseptor LDL memiliki nilai Gibbs  masing-masing sebesar -6,5758 kacl/mol dan -16,1709 kcal/mol. Potensi mekanisme aksi katekin sebagai antidislipidemia menggunakan dua jalur yaitu penghambatan enzim HMG-CoA reduktase dan peningkatan reseptor LDL.  
PEMAKAIAN APLIKASI MOBILE "BALITA SEHAT" MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM MEMANTAU PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA Amaliah, Nurillah
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.937 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.880

Abstract

The rapid development of information technology provides new opportunities for the integration the practice ofhealth into mobile device (m-Health) which currently still limited its development in Indonesia. ?Balita Sehat? application can be an alternative for growth, development, and consumption monitoring. The objectives of this research are to measure the level of knowledge and attitude of the under-five mother, test the effectiveness, and identify the dominant factors that influence the change of mothers knowledge and attitude toward child growth and development monitoring. The design of this study is quasi experiment. Samples were mother of child aged 0-59 months, 100 mothers each from control and intervention group. Data were obtained through interviews by using structured questionnaires. Data were analyzed by Mann Whitney Test and logistic regression. The pretest results showed no differences in knowledge and attitude scores between the two groups (pvalue 0.348 and 0.347). Meanwhile, there were significant differences (pvalue <0.01 and 0.001) after the intervention. There were also a significant differences of the changes in knowledge and attitude scores between the two groups (pvalue 0.001 and 0.013). The use of Balita Sehat mobile application significantly improves mother's knowledge and attitude. Frequency of utilization and mother's age (>25 years) are the dominant factors that influence the changes in knowledge. In addition, the frequency of utilization and father's education are the factors influencing the changes in attitude. Balita Sehat mobile app can be an effective tools to increase mother's practice in monitoring the growth and development of her child. Abstrak Pergerakan teknologi informasi yang pesat berpeluang untuk mengintegrasikan berbagai praktik di bidang kesehatan ke layanan perangkat bergerak (m-Health) yang saat ini masih terbatas pengembangannya di Indonesia. Pemanfaatan aplikasi Balita Sehat dapat menjadi salah satu alternatif untuk memantau pertumbuhan, perkembangan dan konsumsi balita. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita, menguji efektivitas, dan mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi perubahan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Disain penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Sampel adalah ibu dari anak berusia 0-59 bulan yang  masing-masing berjumlah 100 ibu baik di kelompok kontrol maupun intervensi. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney dan regresi logistik. Hasil pretest menunjukkan tidak ada perbedaan skor pengetahuan dan sikap diantara dua kelompok (pvalue 0,348 dan 0,347) dan setelah intervensi terdapat perbedaan signifikan (pvalue <0,01 dan 0,001). Perubahan skor pengetahuan dan sikap juga menunjukkan perbedaan signifikan antara dua kelompok (pvalue 0,001 dan 0,013). Pemakaian aplikasi mobile Balita Sehat secara bermakna meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu. Pemanfaatan aplikasi dan umur ibu (>25 tahun) merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perubahan pengetahuan. Pemanfaatan aplikasi juga merupakan faktor yang mempengaruhi perubahan sikap selain pendidikan ayah. Aplikasi Balita Sehat dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kepedulian ibu dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya.  
EFEK SINERGIS KOMBINASI EKSTRAK AIR AKAR BATU (GERRARDANTHUS MACRORHIZUS) DENGAN DOXORUBICIN PADA SEL KANKER PAYUDARA T47D Haryanti, Sari
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 3 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.767 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v46i3.878

Abstract

Doxorubicin is one of the most widely used chemotherapy agents in cancer therapy. The clinical results of doxorubicin are limited by cardiotoxic side effects which correlates with dose. Combination of doxorubicin with natural agents is a promising strategy for reducing its therapeutic doses as well as decreasing cardiotoxic effects. This study was conducted to investigate cytotoxic activity of caudex Gerrardanthus macrorhizus aqueous extract and its combination with doxorubicin on T47D cells. Dried caudex powder was extracted by infusion method, evaporated in oven 400C to get dried extract (GM). The MTT assay was performed to determine cytotoxic effect, either alone or in combination. Flow cytometry is used to observe cell cycle profile and apoptotic induction. GM alone did not exhibit cytotoxic effects but caused morphological alteration in T47D cells. Nevertheless, GM 40 ?g/mL was able to improve cytotoxic effect of doxorubicin to 51%. Combination of doxorubicin 3 nM and 40 ?g/mL GMA inhibited cell cycle in G2/M phase. This combination also resulted apoptotic induction, compared to untreated cell and each single treatment. Based on the results, caudex G. macrorhizus is potential to be further investigated as a co-chemotherapy agent with doxorubicin. Abstrak Doxorubicin adalah salah satu agen kemoterapi yang digunakan secara luas dalam terapi kanker. Hasil klinis doxorubicin dibatasi oleh kardiotoksisitas yang berkorelasi dengan besaran dosis. Kombinasi doxorubicin dengan bahan alam merupakan strategi yang menjanjikan untuk mengurangi dosis terapetik doxorubicin sehingga dapat menurunkan efek samping kardiotoksik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji aktivitas sitotoksik ekstrak air  caudex Gerrardanthus macrorhizus dan kombinasinya dengan doxorubicin pada sel T47D. Serbuk caudex G. macrorhizus (GM) kering diekstraksi dengan metode infusa, kemudian diuapkan dalam oven 400C. Uji MTT dilakukan untuk menguji efek sitotoksik ekstrak, baik tunggal maupun kombinasi dengan doxorubicin. Flow cytometry digunakan untuk mengetahui profil siklus sel dan induksi apoptosis. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak tunggal tidak memberikan efek sitotoksik namun mengakibatkan perubahan morfologi pada sel T47D. Ekstrak GM 40 ?g/mL mampu meningkatkan efek sitotoksik doxorubicin 3 nM hingga 51%. Kombinasi doxorubicin 3 nM dan ekstrak 40 ?g/mL menghambat siklus sel pada fase G2/M dan meningkatkan induksi apoptosis, dibandingkan kontrol sel dan masing-masing perlakuan tunggalnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, caudex G. macrorhizus berpotensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai agen ko-kemoterapi dengan doxorubicin.  
BACK MATTER VOL 46 NO. 2 MARET 2018 Kesehatan, Buletin Penelitian
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FRONT MATTER VOL 46 NO. 2 MARET 2018 Kesehatan, Buletin Penelitian
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 46 No 2 (2018)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.247 KB)

Abstract

IMPLEMENTASI SELFCARE ACTIVITY PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG Luthfa, Iskim
Buletin Penelitian Kesehatan Vol 47 No 1 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.032 KB) | DOI: 10.22435/bpk.v47i1.779

Abstract

Self-care activity (SCA) is an important activity which is practised by people with diabetes mellitus toprevent complications of their diseases. SCA must be done every day including diet settings, physicalexercise, monitoring blood sugar, regular treatment, and prevention of complications. However, DMsufferers in rural areas have not performed the SCA optimally. The purpose of this study was to describethe implementation of self-care activity for DM patients in rural areas involving 112 DM sufferers using adescriptive methods. Self-care activity was measured using the Summary of Diabetes SelfCare Activities(SDSCA) instrument. Data analysis used frequency distribution. The result showed that most of therespondents had good self-care abilities (62.5%). More than half of the respondents were able to arrangethe right diet (64.3%), able to control blood glucose levels (77.7%), and able to prevent complications(71.4%). However, the ability to manage physical activity (sports) was only 43.8% and took medicationwas laso ony 20.5%.. The study suggested that health workers need to involve the family of DM sufferersto carry out sports assistance as well as regular treatment as to achive better SCA. Key words: selfcare activity, diabetes mellitus, rural Area Abstrak Selfcare activity (SCA) merupakan aktivitas perawatan diri yang penting dilakukan oleh penderita diabetesmellitus (DM) untuk mencegah komplikasi. Selfcare activity dilakukan setiap hari meliputi pengaturandiet, latihan jasmani, pemantauan gula darah, pengobatan, dan pencegahan komplikasi. Namun penderitaDM di wilayah perdesaan masih belum optimal melakukan SCA dan faktor penyebabnya antara laintidak paham terhadap perawatan DM karena kurangnya interaksi dengan tenaga kesehatan, rendahnyakeyakinan dan sikap karena kurangnya dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian ini mengetahuibagaimana implementasi self care activity penderita DM di wilayah Puskesmas Bangetayu Semarang secaradeskriptif dengan total sampel sebanyak 112 orang penderita DM. Self care activity diukur menggunakaninstrumen Summary of Diabetes SelfCare Activities (SDSCA), analisis data menggunakan uji distribusifrekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah memiliki kemampuanself care baik (62,5%), mampu melakukan pengaturan diit yang tepat (64,3%), mampu mengontrol kadarglukosa darah (77,7%) dan mampu melakukan pencegahan komplikasi (71,4%). Namun pada komponenpengaturan aktivitas fisik (olah raga) hanya 43,8% dan perilaku pengobatan hanya 20,5%. Penelitian inimenyarankan agar petugas kesehatan melibatkan peran keluarga untuk melakukan pendampingan olahraga dan pengobatan rutin. Kata kunci : Selfcare Activity, Diabetes Mellitus, perdesaan