cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekologikesehatan@gmail.com
Editorial Address
Badan LItbangkes, Jalan Percetakan Negara no.29 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekologi Kesehatan
ISSN : 14124025     EISSN : 23548754     DOI : https://doi.org/10.22435/jek
Core Subject : Health,
The scope of this journal covers the ecological health that emphasizes mutual interaction between human and enviromental aspects such as in physical chemical biological and sociocultural that affect peoples healts status
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.1 TAHUN 2020 Purnama, Rianto
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.3417

Abstract

FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.1 TAHUN 2020
BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.1 TAHUN 2020 Purnama, Rianto
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.3418

Abstract

BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 19 NO.1 TAHUN 2020
PELAKSANAAN DISINFEKSI DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DAN POTENSI RISIKO TERHADAP KESEHATAN DI INDONESIA Athena, Athena; Laelasari, Eva; Puspita, Tities
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.3146

Abstract

ABSTRACT When the Covid-19 pandemic was established, various countries made efforts to prevent the transmission of the disease; Indonesia is no exception. One way to break the chain of transmission is to disinfect. This article is a scoping review with the aim of getting an overview of the implementation of disinfection in preventing Covid-19 transmission in public areas and possible health risks posed in several regions in Indonesia. The data/information were collected by searching websites of various ministries/institutions and online media within 3 (three) months, starting from March 2020 (establishment of the Covid-19 pandemic) until May 2020. Data and information collected includes location, procedures, and targets of disinfection, as well as disinfectants used, and their effects on health. Data analysis was performed descriptively. The results showed that disinfection in public areas were conducted in offices, health facilities (hospitals and health centers), housing, shopping centers/malls/market, transportation areas (highways, terminals, bus stops, and vehicles). Disinfection has been carried out by spraying directly on surfaces/objects that are often touched and by spraying in the disinfection booth using irritant disinfectants. It can be concluded that the implementation of disinfection in public areas has the potential to cause health risks. It needs supervision in the implementation of disinfection, socialization and education about potential health risks to the community. Keywords: Disinfection, spraying, disinfection booths, public areas, disinfectants, health risks   ABSTRAK Saat ditetapkannya status pandemi Covid-19, berbagai negara melakukan upaya pencegahan penularan penyakit tersebut; tidak terkecuali Indonesia. Salah satu cara untuk memutus rantai penularan  adalah dengan melakukan disinfeksi. Artikel ini merupakan scoping review dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan disinfeksi dalam pencegahan penularan Covid-19 di area publik dan kemungkinan risiko kesehatan yang ditimbulkan. Cara pengumpulan data/informasi adalah dengan penelusuran website berbagai kementerian/lembaga dan media online dalam kurun 3 (tiga) bulan, yaitu mulai Maret 2020 (penetapan pandemi Covid-19) sampai dengan Mei 2020. Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi acuan, lokasi, cara, sasaran disinfeksi, serta disinfektan yang digunakan, dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa disinfeksi di area publik, di perkantoran, fasilitas kesehatan (rumah sakit dan puskesmas), perumahan, pusat perbelanjaan/mall/pasar, dan area transportasi (jalan raya, terminal, halte, dan kendaraan) dilakukan dengan cara penyemprotan langsung terhadap permukaan/benda yang sering disentuh dan di dalam bilik disinfeksi, menggunakan disinfektan yang bersifat iritatif. Pelaksanaannya disinfeksi di beberapa area publik masih belum sesuai dengan Protokol/Pedoman Disinfeksi dalam Pencegahan Penularan Covid-19 sehingga berportensi menimbulkan risiko kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan disinfeksi di area publik berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Perlu adanya pengawasan dalam pelaksanaan disinfeksi dan sosialisasi serta edukasi tentang potensi risiko kesehatan terhadap masyarakat. Kata kunci: Disinfeksi, penyemprotan, bilik disinfeksi, area publik, disinfektan, risiko kesehatan
FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v18i3.3042

Abstract

FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v18i3.3043

Abstract

BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
PELAKSANAAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (TANTANGAN DAN PELUANG) SEBAGAI UPAYA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN BOGOR UTARA KOTA BOGOR Friskarini, Kenti; Sundari, Totih Ratna
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.3058

Abstract

ABSTRACT Awareness of running Clean and Healthy Behavior (PHBS) in elementary school in general is still lacking. One part of PHBS is Handwashing with Soap (CTPS) which has an important impact on health. This paper explores the challenges and opportunities for implementing this program in elementary schools in Bogor from officers at  schools, puskesmas, and health offices in 2018. Data were obtained by in-depth interviews with informants who was chosen by purposive sampling from the health office, education office, school principals and teachers from 5 selected schools. The results showed this activity was not yet a priority in the program, marking that health promotion was not yet maximally carried out at the policy holder level. Even though the elementary school which was the location of the study did not have a problem in providing facilities for washing hands, but not all could provide soap to get the maximum effect. This shows that the cooperation of various parties has not been optimal to support the success of this activity. As a suggestion, besides requiring support from various parties,it should be complemented by health promotions for students and the whole school environment so healthy behavior can be achieved. Keywords: Handwashing, healthy behavior, health promotion   ABSTRAK Kesadaran menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar (SD) pada umumnya masih kurang. Salah satu bagian dari PHBS adalah Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang memiliki dampak penting untuk kesehatan. Tulisan ini mengangkat tantangan dan peluang pelaksanaan CTPS pada SD di kota Bogor dari pihak sekolah, puskesmas dan dinas kesehatan pada tahun 2018. Desain penelitian adalah survey potong lintang dengan pemilihan sampel secara purposive. Data kualitatif didapatkan dengan wawancara mendalam kepada informan dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, kepala sekolah dan guru dari 5 sekolah yang terpilih di Kecamatan Bogor Utara. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan ini belum menjadi prioritas dalam program, menandai belum maksimalnya promosi kesehatan dilakukan di tingkat pemegang kebijakan. Walau secara keseluruhan SD yang menjadi lokasi penelitian tidak memiliki masalah dalam penyediaan sarana mencuci tangan, namun tidak semua dapat menyediakan sabun sehingga mempengaruhi hasil maksimal CTPS. Hal tersebut menunjukkan belum maksimalnya kerjasama berbagai pihak untuk mendukung keberhasilan kegiatan ini. Sebagai saran, CTPS selain memerlukan dukungan dari berbagai pihak, seharusnya dilengkapi dengan promosi kesehatan  kepada para siswa, dan seluruh lingkungan sekolah sehingga terwujud perilaku yang baik dan sehat. Kata kunci: CTPS, perilaku kesehatan, promosi kesehatan
PERILAKU SEDENTARI SISWA SMP DI KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT TAHUN 2018 Arihandayani, Yunita; Martha, Evi
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.2685

Abstract

ABSTRACT  The proportion of sedentary behavior is increasing in all age groups, both in adults and children, from year to year. Various adverse health effects in children and adolescents can occur due to sedentary behavior carried out continuously over a long period of time. Several factors are associated with the practice of sedentary behavior in children and adolescents. This study aims to determine factors associated with sedentary behavior in junior high school students in Cibinong sub-district, Bogor regency, West Java province. The research used cross sectional study design with 312 junior high school students of 7th and 8th grade. Data were collected using questionnaires that had been pre-tested for validity and reliability and were analyzed using chi-square test and multiple logistic regression in SPSS. The results showed 50.6% of respondents performed sedentary behavior more than 6 hours. Age (OR= 1.9), peer support (OR=1.8) and school facilities (OR=0.2)  were associated with sedentary behavior. Students who are older, do not have peer support, and attend school with insufficient facilities are more likely to conduct sedentary behavior. For that reason, in order to prevent sedentary behavior among students, it is important to consider the age of the student, the fulfillment of adequate school facilities and the presence of peer support among students. Keywords: Sedentary behavior, student, parenting patterns, school regulations and facilities   ABSTRAK Proporsi perilaku sedentari semakin meningkat pada semua kelompok umur, baik pada orang dewasa dan anak-anak, dari tahun ke tahun. Pada anak-anak dan remaja, berbagai dampak kesehatan merugikan dapat terjadi akibat perilaku sedentari yang dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Beberapa faktor berhubungan dengan terjadinya perilaku sedentari pada anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku sedentari pada siswa SMP di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 312 siswa SMP kelas 7 dan kelas 8. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan regresi logistik ganda. Sebanyak 50,6% responden melakukan perilaku sedentari lebih dari 6 jam. Hasil analisis membuktikan faktor umur (OR=1,9), dukungan teman sebaya (OR=1,8), dan fasilitas  sekolah (OR= 0,2) berhubungan dengan perilaku sedentari. Ini artinya bahwa siswa dengan usia lebih tua, yang tidak memiliki dukungan teman sebaya, dan yang bersekolah di sekolah dengan fasilitas kurang memadai kemungkinan lebih besar untuk berperilaku sedentari. Untuk itu, dalam upaya pencegahan perilaku sedentari pada siswa, perlu diperhatikan umur siswa, pemenuhan fasilitas sekolah yang memadai serta adanya dukungan teman sebaya dalam pergaulan siswa. Kata kunci: Perilaku sedentari, siswa, pola asuh, fasilitas sekolah, peraturan sekolah
FRONT MATTER VOL 18 NO. 2 SEPTEMBER 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.2.2508.%p

Abstract

Front Matter Vol 18 No. 2 September 2019
BACK MATTER VOL 18 NO. 2 SEPTEMBER 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.2.2510.%p

Abstract

Back Matter Vol 18 No. 2 September 2019
EVALUASI PELAKSANAAN PIS-PK DI PUSKESMAS KABUPATEN LABUAN BATU, PROVINSI SUMATERA UTARA DAN KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Novianti, Novianti; Sulistiyowati, Ning; Simarmata, Oster Suriani; Prasodjo, Rachmalina S; Anwar, Athena; Laelasari, Eva; Irianto, Joko
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.2633

Abstract

ABSTRACT The Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK) is an effort to strengthen basic health that began in 2015. To get more comprehensive data and information on the implementation of PIS-PK, in 2017 the Center for Public Health Efforts to carry out a PIS-PK evaluation study in several districts/cities in Indonesia. This study uses a quantitative and qualitative approach, in one puskesmas in Labuan Bajo Regency, North Sumatra Province and Semarang City, Central Java Province. Data collection was carried out by means of in-depth interviews about the implementation of PIS-PK including input indicators (personnel, funds, tools and methods), processes (planning, implementation, supervision), and output. The results of the study show that the implementation of input indicators, such as the limited number of Puskesmas human resources in data collection and data entry, also not yet clear about the sources of funding for implementing PIS-PK. On output (results of family visits), there are differences in the results of the calculation of indicators between the results of data collection conducted by PIS-PK puskesmas officers and study results. When compared between the two puskesmas, Puskesmas H Semarang is more ready for PIS-PK than Puskesmas P in Labuan Batu Regency. It can be concluded that in the implementation of PIS-PK in both puskesmas still encountered problems, both in terms of inputs (personnel, funds, tools and methods), processes (planning, implementation, supervision), and output. As a suggestion, there needs to be more comprehensive planning in implementing PIS-PK. Keywords: PIS-PK, evaluation research, input, process, and output indicator   ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program upaya penguatan kesehatan dasar yang mulai dilaksanakan pada  tahun 2015. Untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif tentang pelaksanaan PIS-PK, pada tahun 2017 Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat melakukan studi evaluasi PIS-PK di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, di salah satu puskesmas di Kabupaten Labuan Bajo, Provinsi Sumatera Utara dan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam mengenai pelaksanaan PIS PK meliputi indikator input (tenaga, dana, alat dan metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), dan output. Hasil studi menunjukkan bahwa pelaksanaan untuk indikator input, seperti masih terbatasnya SDM puskesmas dalam melakukan pendataan maupun entri data, juga belum jelasnya sumber pembiayaan pelaksanaan PIS-PK. Pada output (hasil kunjungan keluarga) terdapat perbedaan hasil perhitungan indikator antara hasil pendataan yang dilakukan oleh petugas PIS-PK puskesmas dengan hasil studi.  Jika dibandingkan diantara ke dua puskesmas, Puskesmas H Kota Semarang lebih siap PIS-PK daripada Puskesmas P Kabupaten Labuan Batu. Dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan PIS-PK di kedua puskesmas masih menemui permasalahan, baik dalam hal input (tenaga, dana, alat dan metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), maupun output.  Sebagai saran, perlu adanya perencanaan yang lebih komprehensif dalam implementasi PIS-PK. Kata kunci: PIS PK, riset evaluasi, Indikator input, proses, dan output