cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmedscie@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmu Kedokteran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 02 (1995)" : 18 Documents clear
Therapy of epilepsy Harsono, Harsono
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.135 KB)

Abstract

Effective treatment of epilepsy requires accurate diagnosis. This relies heavily on proper identification of seizure type. Successful drug therapy requires a proper understanding of medication half-life and indications.Accurate diagnosis cannot be established easily since diagnosis of epilepsy relies on history taking and most of the patients do not show any clinical abnormality. Furthermore, diagnosis of epilepsy needs details of seizure type. This may be more difficult to be identified because information on the patients/their relatives are insufficient. Meanwhile, problems related to anti-epileptic drugs comprise poor understanding of the drugs, anticonvulsant interactions, development of adverse drug reactions, boring and poor compliance in taking medicine. Continuing medical education is one of the methods to solve the problems.Psychosocial conditions may interfere the treatment. In addition, any physician who cares epileptic patients should have comprehensive understanding of the patients condition including his/her family. On the other hand, the patients and/or their relatives should have proper information concerning the diagnosis, therapy, and prognosis of epilepsy.Health Centers, particularly ,in the rural areas, should have sufficient competence to manage epileptic patients. Good referral system will improve the competence and the patients will get some advantages.Key words: epilepsy - correct diagnosis - continuing medical education - psychosocial conditions - health center 
Clinical aspects of gastrointestinal lymphoma Teguh Aryandono, Teguh Aryodono
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.936 KB)

Abstract

Diagnosis sebagian besar limtoma gastrointestinal hanya dapat ditegakkan dengan laparotomi. Duapuluh empat penderita limtoma gastrointestinal primer diteliti. Penderita dikelompokkan menurut umur, jenis kelamin, keluhan, adanya simtom B (demam, penurunan berat badan, dan keringat malam), lokasi tumor, tindakan bedah, diagnosis histopatologis menurut International Working Formulation, dan terapi.Dari 16 orang penderita laki-laki, umur antara 6,5 - 76 tahun dengan rerata 44,7 tahun, lama keluhan pada 10 penderita tidak Iebih dari 6 bulan, hanya terdapat 8 penderita dengan simtom B.Lima betas penderita dengan keluhan massa pada abdomen, 5 dengan gangguan pola pencernaan, 4 dengan obstruksi, dan sakit perut pada 10 penderita. Biopsi laparotomi dikerjakan pada 16 penderita dan reseksi hanya dapat dikerjakan pada 6 penderita. Dua penderita dilakukan apendektomi karena gejala yang mirip dengan apendisitis. Menurut International Working Formulation, 17 penderita dengan derajat keganasan sedang, 5 dengan derajal keganasan tinggi dan 2 dengan derajat keganasan rendah. Hanya 9 penderita mendapat kemoterapi dengan sikiotostamid, vinkristin dan prednisolon dan hanya 3 penderita mendapatkan 3 siklus atau Iebih kemoterapi.Key Words : gastrointestinal lymphoma -- laparotomy -- chemotherapy -- working formulation.
Conservative therapy in chronic renal failure I Gde Raka Widiana, I Gde Raka Widiana
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.667 KB)

Abstract

Chronic renal failure is still a major health problem in medicine world. An adequate treatment could only retard the progress of renal failure and delay the course toward end-stage renal disease, a condition that requires maintenance dialysis or kidney transplantation.Managable factors should always be identified and promptly treated. Dietary therapy may be able to cope with uremic symptoms, perhaps retards the progress of renal failure and improves nutritional status. All above mentioned will improve morbidity and mortality of the patients. A proper antihypertensive regiment not only protect the kidneys through blood pressure reduction but also gives independent renoprotective effects by improvement of renal hffect and electrolyte balance.emodynamics without negative metabolic effect and electrolyte balance.Key Words: end-stage renal disease -- predialytic phase -- conservative treatment -- dietary management -- hypertension
Trait genetik biokimia yang berkaitan dengan malaria pada penduduk P. Alor. keuntungan lain terhadap virus hepatitis-B? Abdul Salam M. Sofro, Abdul Salam M. Sofro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.631 KB)

Abstract

Meskipun secara geografis, budaya dan antropologi ragawi orang Alor berhubungan erat dengan penduduk Nusa Tenggara Timur lainnya yang berada dalam Master Indonesia timur, tetapi dengan analisis jarak genetik mereka berada sedikit di luar. Namun demikian secara umum populasi Indonesia khususnya populasi di Nusa Tenggara telah lama terpapar.faktor seleksi alam yang kurang lebih sama yaitu malaria. Di samping itu, kawasan ini dikenal memiliki prevalensi infeksi virus hepatitis B (HBV) cukup tinggi.Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat trait genetika biokimia yang mencirikan pola klinal populasi di Indonesia Berta yang barangkali menawarkan keunggulan selektif terhadap malaria yang merupakan salah satu faktor seleksi alam utama di daerah Alor. Di samping itu juga akan dipelajari kemungkinan antaraksi trait genetik tersebut dengan hepatitis.Hasil pemeriksaan sistem golongan darah ABO menunjukkan tingginya frekuensi golongan darah 0 (49,18%), sedangkan A dan B masing-masing 24,59°.6 dan 23,77%. Hasil ini agak berbeda dengan distribusi di Yogyakarta dengan populasi yang lebih Mongolid dengan frekuensi golongan darah B agak tinggi (29,23%) sebagaimana kebanyakan populasi Asia Tenggara. Dari tiga trait yang terkail dengan malaria, lidak satupun HbE atau pengemban thalassemia-fi ditemukan dari 122 subjek yang diperiksa. Namun demikian, kekurangan glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) ditemukan pada 8 subjek (6,6%) dan ovalositosis pada 15 subjek (12.3%). Dari pemeriksaan HBsAg yang dapat dilakukan pada 109 subjek, didapatkan 13 subjek dengan HBsAg positif. Yang menarik,.dari 7 subjek dengan kekurangan G6PD hanya satu subjek menunjukkan HBsAg positif, sementara tidak satupun dari 8 subjek ovalositosis menunjukkan HbsAg positif. Meskipun secara statistik tidak bermakna, kemungkinan bahwa gena mutan khususnya untuk ovalositosis memiliki keunggulan selektif terhadap infeksi hepatitis perlu dipikirkan. Mungkin saja bahwa gena mutan diekspresikan di sel hati yang menyebabkan gangguan adsorbsi dan penetrasi virus ke dalam sel hati. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menjelaskan fenomena yang menarik ini.Key words : biochemical genetic trait - glucose-6-phosphatedehydrogenase deficiency - ovalositosis--p. thalassemia
Hepatitis C seoconversion and risk factors in hemodialyzed patients: a follow-up study
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.248 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi follow-up untuk menentukan serokonversi (SK) anti hepatitis C dan taktor risiko potensial pada penderita gagal ginjal terminal dengan hemodialisis (HD) rutin di Unit Renal RSUP DR. Sardjito antara Oktober 1992 sampai April 1993.Penderita yang diikutsertakan dalam penelitian adalah penderita dengan gagal ginjal terminal yang menjalani HD rutin 2 kali seminggu dengan dialisat asetat. Tidak seorangpun dari penderita yang mempunyai riwayat penyalahgunaan obat intravena. Lama HD dan riwayat transtusi darah juga dicatat. Pada awal penelitian dan 6 bulan sesudahnya dilakukan pemeriksaan darah serial, meliputi anti-HCV, titer AST, ALT dan ALP. Penderita yang meninggal dalam 6 bulan follow-up dikeluarkan dari penelitian.Selama penelitian dijumpai 26 penderita dengan anti-HCV negatif (18 laki-laki dan 8 perempuan dengan umur rerata 48,84± 11,34 tahun, lama HD rerata 14.63± 12,98 bulan dan trekuensi transtusi darah rerata 2,30 ± 1,37 kali) dan 32 dengan anti-HCV positit (24 laki-laki dan 8 perempuan dengan umur rerata 48,40 ± 15,30 tahun, lama HD rerata 13,38 ± 16,62 bulan dan trekuensi transtusi darah rerata 3,86 ± 3,36 kali). Penderita dengan anti-HCV positit memiliki trekuensi titer AST abnormal (Iebih dari 1,5 nilai normal) tidak berbeda bermakna (15,6% vs 11,5%, p>0.05), trekuensi titer ALT abnormal (lebih dari 1,5 nilai normal) tak berbeda bermakna (40,6% vs 50,0%, p>0,05) dibandingkan penderita dengan anti-HCV negatif pada awal penelitian. Sebelas penderita dengan anti-HCV negatit drop-out selama 6 bulan follow-up. Di antara 21 penderita dengan anti-HCV negatit yang dianalisis dijumpai SK hepatitis C sebanyak 12 (57,1%) kasus. Penderita dengan SK menunjukkan trekuensi titer AST abnormal Iebih tinggi (75% vs 22,22%, p0,05) dibandingkan dengan penderita tanpa mengalami SK.Disimpulkan bahwa penderita dengan SK memiliki trekuensi titer AST dan ALT abnormal yang Iebih tinggi dibandingkan dengan penderita tanpa mengalami SK.Key words: hepatitis C -- seroconversion -- hemodialysis -- liver function -- risk factor
The effect of Zingiber officinales active compounds against microfilariae Brugia malayi in Fells catus, L. Budi Mulyaningsih, Budi Mulyaningsih
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.925 KB)

Abstract

Zingiber officinale, Rosa is a well known plant which can be used for the treatment of various diseases, and has been reported as an effective medicinal plant against Dirofilaria immitis in animal. The volatile oil and the pungent of Zingiber officinale, Rosa have been effectively used against larvae stage 3 (L3) B. malayi in vitro study.This study was designed to investigate the effect of the volatile oil and the pungent of Zingiber officinale, Rosc. against microfilariae B. malayi in Fells catus, L..Antifilarial activity of the pungent compound (isolate 1) and the volatile oil were assayed in vivo.The results showed that the volatile oil had the most quantity (rendement 0,5 %) and its activity against microfilariae B. malayi was higher than that of isolate 1, but lower than that of the dietylacarbamasine drug.Key words: microfilariae - volatile oil - the pungent of medicinal plant - B. malayi - Felis caws L
Pengaruh pemakaian pil kontrasepsi oral pada frekuensi servisitis karena chlamydia trachomatis pada para wanita tuna susila di resosialisasi Sanggarahan Yogyakarta Soedarmadi, Soedarmadi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diagnosis sebagian besar limtoma gastrointestinal hanya dapat ditegakkan dengan laparotomi. Duapuluh empat penderita limtoma gastrointestinal primer diteliti. Penderita dikelompokkan menurut umur, jenis kelamin, keluhan, adanya simtom B (demam, penurunan berat badan, dan keringat malam), lokasi tumor, tindakan bedah, diagnosis histopatologis menurut International Working Formulation, dan terapi.Dari 16 orang penderita laki-laki, umur antara 6,5 - 76 tahun dengan rerata 44,7 tahun, lama keluhan pada 10 penderita tidak Iebih dari 6 bulan, hanya terdapat 8 penderita dengan simtom B.Lima betas penderita dengan keluhan massa pada abdomen, 5 dengan gangguan pola pencernaan, 4 dengan obstruksi, dan sakit perut pada 10 penderita. Biopsi laparotomi dikerjakan pada 16 penderita dan reseksi hanya dapat dikerjakan pada 6 penderita. Dua penderita dilakukan apendektomi karena gejala yang mirip dengan apendisitis. Menurut International Working Formulation, 17 penderita dengan derajat keganasan sedang, 5 dengan derajal keganasan tinggi dan 2 dengan derajat keganasan rendah. Hanya 9 penderita mendapat kemoterapi dengan sikiotostamid, vinkristin dan prednisolon dan hanya 3 penderita mendapatkan 3 siklus atau Iebih kemoterapi.Key Words : gastrointestinal lymphoma - laparotomy - chemotherapy - working formulation.
Correlation between plasma zinc (Zn) level and nutritional status of children under five years Dedy Koesnadi, Dedy Koesnadi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.476 KB)

Abstract

The aim of this study is to determine Zn plasma level of under five year old children (age 12-48 months) in various nutritional status according to NCEIS - WHO (1983).There were 130 under-five-year old children involved in this study. The subjects were recruited from 10 Posyandu. Clinical data such as general health, weight/age (W/A), height/age (H/A), and clinical history as well as food behaviour were collected from Posyandu. Blood sampling for determination of Zn plasma level, total protein, albumin, hemoglobin, leucocyte count, hematocrit, IgM and IgG level were collected at Puskesmas.The food consumption consisted of 16 different kind of vegetables, 10 from animals, and 3 from fruits. The interviews were done by nutritionists from Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Zn plasma level determination was done by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), Hitachi polarized. Blood examination was done at the Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University/Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta.The results of the study showed that the nutritional status of the children, age 12-48 months was as follows: According to W/A nutrient index 60.3% good, 35.6% moderate, 4.1% poor, and none was bad. According to H/A nutrient index 73.0% good, 19.1% moderate, 6.4% poor, and 1.5% bad. By w/h nutrient index 71.9% good, and 28,1% poor. According to Percentile Index those were lower than Percentile 3 are W/A 41.3%, H/A 57.7%, and W/H 15% between (3-5) percentile W/A 14.2%, H/A 7.1%, and W/H 12.9%, between (5-10) percentile W/A 19.0%, H/A 7.1%, and W/H 12.9%.The mean Zn plasma level was 43.4 (SD=30.4) mcg/dL, mean Zn consumption per day was 5.2 mg. According to the health indicator 1989 under-five-year old children with good nutrient status were 53.9%. By this study according to W/A index, 60.3% was good, H/A index, 73.0%, and by W/H index, 71.9% was good.There was an increasing correlation of coefficient, r in fail nutritional status categories (r=0.134) according to W/A, r = 0.197, according to H/A, and r = 1.000 according to H/W index in the poor category, but no correlation at all between good and moderate nutritional status categories.Key words : plasma zinc level - nutritional status category - children under five year - Zn dietary consumption.
Microplate assay analysis of potential for organophosphate insecticide resistanse in Aedes aegypti in the Yogyakarta Municipality, Indonesia. Sugeng Juwono Mardihusodo, Sugeng Juwono Mardihusodo
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.169 KB)

Abstract

Sejak tahun 1970-an insektisida organofosfat (OP), temefos dan malathion, digunakan dalam program nasional pengendalian wabah demam berdarah Dengue di Indonesia, yang vektor utamanya adalah nyamuk Aedes aegypti. Dalam kurun waktu yang sama kedua senyawa OP itu diketahui menimbulkan resistensi pada Ae. aegypti stadium dewasa dan larva di Malaysia. Timbul dugaan bahwa Ae. aegypti stadium larva dan dewasa di Kodya Yogyakarta juga telah resisten terhadap kedua senyawa OP tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan status kerentanan Ae. aegypti stadium larva di Kodya Yogyakarta terhadap temefos dan malathion, dan mengetahui potensinya untuk menjadi resisten terhadap insektisida OP dibandingkan dengan populasi Ae. aegypti hasil kolonisasi di insektarium. Cara penelitian meliputi penggunaan uji mikroplat untuk peningkatan aktivitas enzim esterase non-spesifik pada Ae. aegypti stadium larva, diperkuat dengan uji hayati terhadap malathion dan temefos. Dari analisis data hasil penelitian tersebut disimpulkan, bahwa Ae. aegypti di Kodya Yogyakarta, stadium larvanya berkesan mulai resisten terhadap malathion dan temefos. Hal ini berbeda nyata dari Ae. aegypti stadium larva hasil kolonisasi insektarium yang masih sangat rentan terhadap kedua insektisida OP tersebut. Ae. aegypti di Kodya Yogyakarta berpotensi untuk menjadi resisten terhadap insektisida OP.Key Words : biochemical test -- malathion -- temephos -- insecticide resistance -- Aedes aegypti
Microplate assay analysis of potential for organophosphate insecticide resistanse in Aedes aegypti in the Yogyakarta Municipality, Indonesia. Sugeng Juwono Mardihusodo, Sugeng Juwono Mardihusodo
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.169 KB)

Abstract

Sejak tahun 1970-an insektisida organofosfat (OP), temefos dan malathion, digunakan dalam program nasional pengendalian wabah demam berdarah Dengue di Indonesia, yang vektor utamanya adalah nyamuk Aedes aegypti. Dalam kurun waktu yang sama kedua senyawa OP itu diketahui menimbulkan resistensi pada Ae. aegypti stadium dewasa dan larva di Malaysia. Timbul dugaan bahwa Ae. aegypti stadium larva dan dewasa di Kodya Yogyakarta juga telah resisten terhadap kedua senyawa OP tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan status kerentanan Ae. aegypti stadium larva di Kodya Yogyakarta terhadap temefos dan malathion, dan mengetahui potensinya untuk menjadi resisten terhadap insektisida OP dibandingkan dengan populasi Ae. aegypti hasil kolonisasi di insektarium. Cara penelitian meliputi penggunaan uji mikroplat untuk peningkatan aktivitas enzim esterase non-spesifik pada Ae. aegypti stadium larva, diperkuat dengan uji hayati terhadap malathion dan temefos. Dari analisis data hasil penelitian tersebut disimpulkan, bahwa Ae. aegypti di Kodya Yogyakarta, stadium larvanya berkesan mulai resisten terhadap malathion dan temefos. Hal ini berbeda nyata dari Ae. aegypti stadium larva hasil kolonisasi insektarium yang masih sangat rentan terhadap kedua insektisida OP tersebut. Ae. aegypti di Kodya Yogyakarta berpotensi untuk menjadi resisten terhadap insektisida OP.Key Words : biochemical test -- malathion -- temephos -- insecticide resistance -- Aedes aegypti

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

1995 1995


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 3 (2020): Special Issue: COVID-19 Vol 52, No 3 (2020) Vol 52, No 2 (2020) Vol 52, No 1 (2020) Vol 51, No 4 (2019) Vol 51, No 3 (2019) Vol 51, No 2 (2019) Vol 51, No 1 (2019) Vol 50, No 4 (2018) Vol 50, No 3 (2018) Vol 50, No 2 (2018) Vol 50, No 1 (2018): SUPPLEMENT Vol 50, No 1 (2018) Vol 49, No 4 (2017) Vol 49, No 3 (2017) Vol 49, No 2 (2017) Vol 49, No 1 (2017) Vol 48, No 4 (2016): SUPPLEMENT Vol 48, No 4 (2016) Vol 48, No 3 (2016) Vol 48, No 2 (2016) Vol 48, No 1 (2016) Vol 47, No 4 (2015) Vol 47, No 3 (2015) Vol 47, No 2 (2015) Vol 47, No 01 (2015) Vol 46, No 04 (2014) Vol 46, No 03 (2014) Vol 46, No 02 (2014) Vol 46, No 01 (2014) Vol 46, No 04 (2014) Vol 46, No 03 (2014) Vol 46, No 02 (2014) Vol 46, No 01 (2014) Vol 45, No 04 (2013) Vol 45, No 03 (2013) Vol 45, No 02 (2013) Vol 45, No 01 (2013) Vol 45, No 04 (2013) Vol 45, No 03 (2013) Vol 45, No 02 (2013) Vol 45, No 01 (2013) Vol 44, No 02 (2012) Vol 44, No 01 (2012) Vol 44, No 02 (2012) Vol 44, No 01 (2012) Vol 43, No 02 (2011) Vol 43, No 01 (2011) Vol 43, No 02 (2011) Vol 43, No 01 (2011) Vol 42, No 01 (2010) Vol 42, No 01 (2010) Vol 41, No 04 (2009) Vol 41, No 03 (2009) Vol 41, No 02 (2009) Vol 41, No 01 (2009) Vol 41, No 04 (2009) Vol 41, No 03 (2009) Vol 41, No 02 (2009) Vol 41, No 01 (2009) Vol 40, No 04 (2008) Vol 40, No 03 (2008) Vol 40, No 02 (2008) Vol 40, No 01 (2008) Vol 40, No 04 (2008) Vol 40, No 03 (2008) Vol 40, No 02 (2008) Vol 40, No 01 (2008) Vol 39, No 04 (2007) Vol 39, No 03 (2007) Vol 39, No 02 (2007) Vol 39, No 01 (2007) Vol 39, No 04 (2007) Vol 39, No 03 (2007) Vol 39, No 02 (2007) Vol 39, No 01 (2007) Vol 38, No 04 (2006) Vol 38, No 01 (2006) Vol 37, No 04 (2005) Vol 37, No 03 (2005) Vol 37, No 02 (2005) Vol 37, No 01 (2005) Vol 37, No 04 (2005) Vol 37, No 03 (2005) Vol 37, No 02 (2005) Vol 37, No 01 (2005) Vol 36, No 4 (2004) Vol 36, No 3 (2004) Vol 36, No 2 (2004) Vol 36, No 1 (2004) Vol 36, No 4 (2004) Vol 36, No 3 (2004) Vol 36, No 2 (2004) Vol 36, No 1 (2004) Vol 35, No 4 (2003) Vol 35, No 3 (2003) Vol 35, No 2 (2003) Vol 35, No 4 (2003) Vol 35, No 3 (2003) Vol 35, No 2 (2003) Vol 34, No 04 (2002) Vol 34, No 03 (2002) Vol 34, No 02 (2002) Vol 34, No 01 (2002) Vol 34, No 04 (2002) Vol 34, No 03 (2002) Vol 34, No 02 (2002) Vol 34, No 01 (2002) Vol 33, No 04 (2001) Vol 33, No 03 (2001) Vol 33, No 02 (2001) Vol 33, No 04 (2001) Vol 33, No 03 (2001) Vol 33, No 02 (2001) Vol 31, No 04 (1999) Vol 31, No 03 (1999) Vol 31, No 02 (1999) Vol 31, No 01 (1999) Vol 31, No 04 (1999) Vol 31, No 03 (1999) Vol 31, No 02 (1999) Vol 31, No 01 (1999) Vol 30, No 03 (1998) Vol 30, No 02 (1998) Vol 30, No 01 (1998) Vol 30, No 03 (1998) Vol 30, No 02 (1998) Vol 30, No 01 (1998) Vol 29, No 04 (1997) Vol 29, No 03 (1997) Vol 29, No 02 (1997) Vol 29, No 01 (1997) Vol 29, No 04 (1997) Vol 29, No 03 (1997) Vol 29, No 02 (1997) Vol 29, No 01 (1997) Vol 28, No 04 (1996) Vol 28, No 03 (1996) Vol 28, No 02 (1996) Vol 28, No 01 (1996) Vol 28, No 04 (1996) Vol 28, No 03 (1996) Vol 28, No 02 (1996) Vol 28, No 01 (1996) Vol 27, No 04 (1995) Vol 27, No 03 (1995) Vol 27, No 02 (1995) Vol 27, No 01 (1995) Vol 27, No 04 (1995) Vol 27, No 03 (1995) Vol 27, No 02 (1995) Vol 27, No 01 (1995) Vol 26, No 03 (1994) Vol 26, No 02 (1994) Vol 26, No 01 (1994) Vol 26, No 03 (1994) Vol 26, No 02 (1994) Vol 26, No 01 (1994) Vol 25, No 04 (1993) Vol 25, No 03 (1993) Vol 25, No 02 (1993) Vol 25, No 01 (1993) Vol 25, No 04 (1993) Vol 25, No 03 (1993) Vol 25, No 02 (1993) Vol 25, No 01 (1993) Vol 24, No 04 (1992) Vol 24, No 03 (1992) Vol 24, No 02 (1992) Vol 24, No 01 (1992) Vol 24, No 04 (1992) Vol 24, No 03 (1992) Vol 24, No 02 (1992) Vol 24, No 01 (1992) Vol 23, No 04 (1991) Vol 23, No 03 (1991) Vol 23, No 02 (1991) Vol 23, No 01 (1991) Vol 23, No 04 (1991) Vol 23, No 03 (1991) Vol 23, No 02 (1991) Vol 23, No 01 (1991) Vol 22, No 04 (1990) Vol 22, No 03 (1990) Vol 22, No 02 (1990) Vol 22, No 01 (1990) Vol 22, No 04 (1990) Vol 22, No 03 (1990) Vol 22, No 02 (1990) Vol 22, No 01 (1990) Vol 21, No 04 (1989) Vol 21, No 03 (1989) Vol 21, No 02 (1989) Vol 21, No 01 (1989) Vol 21, No 04 (1989) Vol 21, No 03 (1989) Vol 21, No 02 (1989) Vol 21, No 01 (1989) Vol 20, No 04 (1988) Vol 20, No 03 (1988) Vol 20, No 02 (1988) Vol 20, No 01 (1988) Vol 20, No 04 (1988) Vol 20, No 03 (1988) Vol 20, No 02 (1988) Vol 20, No 01 (1988) Vol 19, No 04 (1987) Vol 19, No 03 (1987) Vol 19, No 02 (1987) Vol 19, No 01 (1987) Vol 19, No 04 (1987) Vol 19, No 03 (1987) Vol 19, No 02 (1987) Vol 19, No 01 (1987) Vol 18, No 04 (1986) Vol 18, No 03 (1986) Vol 18, No 02 (1986) Vol 18, No 01 (1986) Vol 18, No 04 (1986) Vol 18, No 03 (1986) Vol 18, No 02 (1986) Vol 18, No 01 (1986) Vol 17, No 03 (1985) Vol 17, No 02 (1985) Vol 17, No 01 (1985) Vol 17, No 03 (1985) Vol 17, No 02 (1985) Vol 17, No 01 (1985) Vol 16, No 04 (1984) Vol 16, No 02 (1984) Vol 16, No 01 (1984) Vol 16, No 04 (1984) Vol 16, No 02 (1984) Vol 16, No 01 (1984) Vol 15, No 03 (1983) Vol 15, No 02 (1983) Vol 15, No 03 (1983) Vol 15, No 02 (1983) Vol 13, No 04 (1981) Vol 13, No 03 (1981) Vol 13, No 02 (1981) Vol 13, No 01 (1981) Vol 13, No 04 (1981) Vol 13, No 03 (1981) Vol 13, No 02 (1981) Vol 13, No 01 (1981) Vol 12, No 04 (1980) Vol 12, No 03 (1980) Vol 12, No 02 (1980) Vol 12, No 01 (1980) Vol 12, No 04 (1980) Vol 12, No 03 (1980) Vol 12, No 02 (1980) Vol 12, No 01 (1980) Vol 10, No 04 (1978) Vol 10, No 03 (1978) Vol 10, No 02 (1978) Vol 10, No 01 (1978) Vol 10, No 04 (1978) Vol 10, No 03 (1978) Vol 10, No 02 (1978) Vol 10, No 01 (1978) Vol 9, No 04 (1977) Vol 9, No 03 (1977) Vol 9, No 02 (1977) Vol 9, No 01 (1977) Vol 9, No 04 (1977) Vol 9, No 03 (1977) Vol 9, No 02 (1977) Vol 9, No 01 (1977) Vol 8, No 04 (1976) Vol 8, No 03 (1976) Vol 8, No 02 (1976) Vol 8, No 01 (1976) Vol 8, No 04 (1976) Vol 8, No 03 (1976) Vol 8, No 02 (1976) Vol 8, No 01 (1976) Vol 7, No 04 (1975) Vol 7, No 03 (1975) Vol 7, No 02 (1975) Vol 7, No 01 (1975) Vol 7, No 04 (1975) Vol 7, No 03 (1975) Vol 7, No 02 (1975) Vol 7, No 01 (1975) Vol 6, No 04 (1974) Vol 6, No 03 (1974) Vol 6, No 02 (1974) Vol 6, No 01 (1974) Vol 6, No 04 (1974) Vol 6, No 03 (1974) Vol 6, No 02 (1974) Vol 6, No 01 (1974) Vol 5, No 04 (1973) Vol 5, No 03 (1973) Vol 5, No 02 (1973) Vol 5, No 01 (1973) Vol 5, No 04 (1973) Vol 5, No 03 (1973) Vol 5, No 02 (1973) Vol 5, No 01 (1973) More Issue