cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmedscie@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmu Kedokteran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 02 (1975)" : 10 Documents clear
Evolusi Otak Primates T. Jacob, T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.208 KB)

Abstract

Otak adalah rekaman evolusi yang terbaik, karena is merupakan alat pengintegrasi dalam tubuh hewan. Dari bentuk luar otak bcberapa struktur dan ciri-ciri mempunyai makna evolusioner, yang akan kita ringkaskan sebagai berikut:1. index prosencephalon. Ia memperlibatkan pertambahan yang tetap dan berangsur-angsur dari wauwau ke manusia, baik menurut isi maupun berat. Index tersebut menunjukkan derajat kernahiran tangan.2. index diametricus. Makin bertambah dari wauwau ke Pan karena merosotnya rhinencephalon, pembesaran daerah parietal dan kelambatan dalam perkembangan lobus frontalis. Kurangnya kecenderungan untuk brakykefalisasi pada gorilla dan manusia disebabkan oleh pembesaran lobus frontalis yang menyolok.3. sulci cerebri. Pola sulci semakin komplex dan jclas. Pada wauwau fissurasi yang terjelas terdapat di dacrah parietotemporal; pada mawas pola di daerah occipital dan frontal mulai bertambah rumit dan mencapai puncaknya pada manusia. Mulai dari mawas sulcus centralis lebih jelas dan sulcus lateralis cerebri lebih horizontal. Pada manusia sulcus ini hampir horizontal dan sulcus simiarum lenyap.4. lobi cerebri. Cerebrum makin lama makin lebih kuadrilobuler bentuknya dan pembesaran lobus frontalis semakin menyolok.5. pola konvolusi. Bertambah komplexitasnya karena bertambahnya sal-sal otak. Lobus frontalis mernpunyai pola terkaya pada manusia.6. concavitas orbitalis dan segi interorbital. Yang disebut pertama semakin kurang nyata, disebabkan oleh pembesaran hemispherium cerebri. Pada gorilla berkurangnya nyata sekali. Demikian pula halnya dengan segi interorbital yang kurang nyata pada Pan dan lenyap selurubnya pada manusia.7. concavitas cerebellaris dan pembesaran cerebellum. Concavitas cerebellaris, yang masih nyata pada Pongo dan Pan, mulai tak nyata pada gorilla dan hampir sama sekali lenyap pada manusia. Pada kera-kera anthropoid permukaan tentorial cerebellum mernperlihatkan kecenderungan untuk kehilangan cristanya dan vallecula menjadi lebih nyata, sedangkan verniis relatif menjadi Iebih kecil. Pada Homo sapiens permukaan tentorialnya. hampir datar, valleculanya makin dalam dan vermis inferiornya sangat tidak nyata.8. truncus cerebri. Pyramis, pons dan pedunculi cerebri mengalami pembesaran yang menyolok, terutama karena differensiasi tangan. Clava dan cuneus rnemperlihatkan pembesaran yang berangsur-angsur dan hubungan yang berubah; clava mengecil dibandingkan dengan cuneus.9. perkembangan indera. Kita saksikan mengccilnya rhinencephalon dan colliculi mesencephalon, serta pembesaran cortex cerebri, berturutturut akibat mundurnya indera pembau serta pemindahan funksi penglihatan dan pendengaran ke tingkat yang lebih tinggi.
A Single Dose of Joint in tne Treatment of Soil-ranmitted Helminthic Infections With Special Emphasis on Hookworm Infection Noerhajati S, Noerhajati S
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.773 KB)

Abstract

Phendyne-diisothiocyanate 1.4. (JONIT) or Bitoscanate in a single, doseof 150 mg was given to 34 patients infected with hookworm. Besides habit-worm, they also harboured the common species of soil-transmitted helminths, such as Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura.The result of the study .shoWed-flat the drug was effective against hookworm and less effective against A. lumbricoides and T. trichiura infections. The cure rates were 82.35%, 47.05% and 26.47 % for hookworm, A. lumbri-: coides and T. trichiura respectively.The side effects, including nausea, vomiting, diarrhoea,. giddiness orheadache and abdominal discomfort were mild and transient which did not require any treatment.
Hipertensi Pada Wanita R. Soeprono, R. Soeprono
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.8 KB)

Abstract

Perhatian yang lebih bcsar seyogyanya diberikan kepada hipertensi wanita (HW), karena berlainan dengan perkiraan yang lazim berlaku, HW merupakan pula penyebab sedemikian- banyak morbiditas• dan mortalitas pada wanita, tidak saja pada urrrur seten.gah tua dan umur tua, tetapi juga pada umur muda dalam periode mampu hamil.Sejalan dengan hipertensi pria (HP) kerusakan organis yang terjadi sebagai komplikasi hipertensi pads Oigans vital seperti pembuluh darah arteriola, jantung, otak, ginjal, mata, kelenjar endoktrin dengan segala akibatnya, prognotis sangat menentukan pada kelangsungan kesehatan dan kehidupan wanita.Dalam bentuk murni atau berlandasan penyakit hipertensip, toxaemia gravidarum dengan kesudahan terakhir eklampsia atau solutio placentae, merupakan sebab penting gangguan pertumbuhan janin, prematuritas dan kcmatian perinatal, sclain menjadi salah satu sebab utama kematian ibu di samping perdarahan dan infcksi.Hipertensi sebagai komplikasi pemakaian pil oral kontrasepsi yang mengandung oestrogen, meski klinis bukan merupakan persoalan besar dan akan surut bila pemakaiannya dihentikan, perlu mendapat perhatian seksama, tidak saja karena problema psikis pemakai dan dari segi epidemiologi penting dalam pelaksanaan program keluarga berencana, tetapi juga karena sebenarnya ini menunjuk kepada adanya faktor dasar dalam konstitusi wanita yang pada kondisi lain nanti dapat menjadi landasan terjadinya hipertensi.
Farmakologi Klinik Suatu Introduksi Samekto Wibowo, Samekto Wibowo
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.927 KB)

Abstract

Perkembangan keadaan memerlukan bidang pengetahuan Baru yakni: farmakologi klinik. Hal yang perlu diperhatikan ialah fungsi, organisasi dan keperluan-keperluannya. Hanya saja, sebelum putusan ke arah pembinaan farmakologi klinik haruslah didapat persesuaian dalam hal kebutuhannya, baik bagi rumah sakit maupun bagi fakultas kedokteran.Fungsi harus dijelaskan dulu, fungsi akademik dalam fakultas kedokteran dan fungsi service dalam rumah sakit. Adanya laboratorium farmakologi klinik dan service klinik akan banyak menghemat tenaga dan alat yang akan diperlukan oleh sebuah rumah sakit. Daripada tiap departemen rumah sakit membuat laboratorium sendiri-sendiri, akan lebih baik ada laboratorium sentral farmakologi klinik. Dan harus diingat, bahwa nanti mencakup pula status administratif, perencanaan staf tehnicus dan professionil, ruang kantor dan laboratorium serta fasilitas rumah sakit termasuk out-patient dan tentu saja dana (Wardell, 1974).Melihat kondisi kebutuhan yang sama, nampaknya Indonesia sudah harus mulai berfikir ke arah itu. Jalan awal yang paling sederhana ialah memberikan pelajaran farmakologi klinik pada mahasiswa. Dari sini perkembangan lebih lanjut farmakologi klinik akan dibina.
Ketela Pohon dan Toksisitasnya Siti Dawiesah Ismadi, Siti Dawiesah Ismadi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.594 KB)

Abstract

key words: ketela pohon
Ketela Pohon dan Toksisitasnya Siti Dawiesah Ismadi, Siti Dawiesah Ismadi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.594 KB)

Abstract

key words: ketela pohon
A Single Dose of Joint in tne Treatment of Soil-ranmitted Helminthic Infections With Special Emphasis on Hookworm Infection Noerhajati S, Noerhajati S
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.773 KB)

Abstract

Phendyne-diisothiocyanate 1.4. (JONIT) or Bitoscanate in a single, doseof 150 mg was given to 34 patients infected with hookworm. Besides habit-worm, they also harboured the common species of soil-transmitted helminths, such as Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura.The result of the study .shoWed-flat the drug was effective against hookworm and less effective against A. lumbricoides and T. trichiura' infections. The cure rates were 82.35%, 47.05% and 26.47 % for hookworm, A. lumbri-: coides and T. trichiura respectively.The side effects, including nausea, vomiting, diarrhoea,. giddiness orheadache and abdominal discomfort were mild and transient which did not require any treatment.
Hipertensi Pada Wanita R. Soeprono, R. Soeprono
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.8 KB)

Abstract

Perhatian yang lebih bcsar seyogyanya diberikan kepada hipertensi wanita (HW), karena berlainan dengan perkiraan yang lazim berlaku, HW merupakan pula penyebab sedemikian- banyak morbiditas• dan mortalitas pada wanita, tidak saja pada urrrur seten.gah tua dan umur tua, tetapi juga pada umur muda dalam periode mampu hamil.Sejalan dengan hipertensi pria (HP) kerusakan organis yang terjadi sebagai komplikasi hipertensi pads Oigans vital seperti pembuluh darah arteriola, jantung, otak, ginjal, mata, kelenjar endoktrin dengan segala akibatnya, prognotis sangat menentukan pada kelangsungan kesehatan dan kehidupan wanita.Dalam bentuk murni atau berlandasan penyakit hipertensip, toxaemia gravidarum dengan kesudahan terakhir eklampsia atau solutio placentae, merupakan sebab penting gangguan pertumbuhan janin, prematuritas dan kcmatian perinatal, sclain menjadi salah satu sebab utama kematian ibu di samping perdarahan dan infcksi.Hipertensi sebagai komplikasi pemakaian pil oral kontrasepsi yang mengandung oestrogen, meski klinis bukan merupakan persoalan besar dan akan surut bila pemakaiannya dihentikan, perlu mendapat perhatian seksama, tidak saja karena problema psikis pemakai dan dari segi epidemiologi penting dalam pelaksanaan program keluarga berencana, tetapi juga karena sebenarnya ini menunjuk kepada adanya faktor dasar dalam konstitusi wanita yang pada kondisi lain nanti dapat menjadi landasan terjadinya hipertensi.
Farmakologi Klinik Suatu Introduksi Samekto Wibowo, Samekto Wibowo
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.927 KB)

Abstract

Perkembangan keadaan memerlukan bidang pengetahuan Baru yakni: farmakologi klinik. Hal yang perlu diperhatikan ialah fungsi, organisasi dan keperluan-keperluannya. Hanya saja, sebelum putusan ke arah pembinaan farmakologi klinik haruslah didapat persesuaian dalam hal kebutuhannya, baik bagi rumah sakit maupun bagi fakultas kedokteran.Fungsi harus dijelaskan dulu, fungsi akademik dalam fakultas kedokteran dan fungsi service dalam rumah sakit. Adanya laboratorium farmakologi klinik dan service klinik akan banyak menghemat tenaga dan alat yang akan diperlukan oleh sebuah rumah sakit. Daripada tiap departemen rumah sakit membuat laboratorium sendiri-sendiri, akan lebih baik ada laboratorium sentral farmakologi klinik. Dan harus diingat, bahwa nanti mencakup pula status administratif, perencanaan staf tehnicus dan professionil, ruang kantor dan laboratorium serta fasilitas rumah sakit termasuk out-patient dan tentu saja dana (Wardell, 1974).Melihat kondisi kebutuhan yang sama, nampaknya Indonesia sudah harus mulai berfikir ke arah itu. Jalan awal yang paling sederhana ialah memberikan pelajaran farmakologi klinik pada mahasiswa. Dari sini perkembangan lebih lanjut farmakologi klinik akan dibina.
Evolusi Otak Primates T. Jacob, T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 7, No 02 (1975)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.208 KB)

Abstract

Otak adalah rekaman evolusi yang terbaik, karena is merupakan alat pengintegrasi dalam tubuh hewan. Dari bentuk luar otak bcberapa struktur dan ciri-ciri mempunyai makna evolusioner, yang akan kita ringkaskan sebagai berikut:1. index prosencephalon. Ia memperlibatkan pertambahan yang tetap dan berangsur-angsur dari wauwau ke manusia, baik menurut isi maupun berat. Index tersebut menunjukkan derajat kernahiran tangan.2. index diametricus. Makin bertambah dari wauwau ke Pan karena merosotnya rhinencephalon, pembesaran daerah parietal dan kelambatan dalam perkembangan lobus frontalis. Kurangnya kecenderungan untuk brakykefalisasi pada gorilla dan manusia disebabkan oleh pembesaran lobus frontalis yang menyolok.3. sulci cerebri. Pola sulci semakin komplex dan jclas. Pada wauwau fissurasi yang terjelas terdapat di dacrah parietotemporal; pada mawas pola di daerah occipital dan frontal mulai bertambah rumit dan mencapai puncaknya pada manusia. Mulai dari mawas sulcus centralis lebih jelas dan sulcus lateralis cerebri lebih horizontal. Pada manusia sulcus ini hampir horizontal dan sulcus simiarum lenyap.4. lobi cerebri. Cerebrum makin lama makin lebih kuadrilobuler bentuknya dan pembesaran lobus frontalis semakin menyolok.5. pola konvolusi. Bertambah komplexitasnya karena bertambahnya sal-sal otak. Lobus frontalis mernpunyai pola terkaya pada manusia.6. concavitas orbitalis dan segi interorbital. Yang disebut pertama semakin kurang nyata, disebabkan oleh pembesaran hemispherium cerebri. Pada gorilla berkurangnya nyata sekali. Demikian pula halnya dengan segi interorbital yang kurang nyata pada Pan dan lenyap selurubnya pada manusia.7. concavitas cerebellaris dan pembesaran cerebellum. Concavitas cerebellaris, yang masih nyata pada Pongo dan Pan, mulai tak nyata pada gorilla dan hampir sama sekali lenyap pada manusia. Pada kera-kera anthropoid permukaan tentorial cerebellum mernperlihatkan kecenderungan untuk kehilangan cristanya dan vallecula menjadi lebih nyata, sedangkan verniis relatif menjadi Iebih kecil. Pada Homo sapiens permukaan tentorialnya. hampir datar, valleculanya makin dalam dan vermis inferiornya sangat tidak nyata.8. truncus cerebri. Pyramis, pons dan pedunculi cerebri mengalami pembesaran yang menyolok, terutama karena differensiasi tangan. Clava dan cuneus rnemperlihatkan pembesaran yang berangsur-angsur dan hubungan yang berubah; clava mengecil dibandingkan dengan cuneus.9. perkembangan indera. Kita saksikan mengccilnya rhinencephalon dan colliculi mesencephalon, serta pembesaran cortex cerebri, berturutturut akibat mundurnya indera pembau serta pemindahan funksi penglihatan dan pendengaran ke tingkat yang lebih tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

1975 1975


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 3 (2020): Special Issue: COVID-19 Vol 52, No 3 (2020) Vol 52, No 2 (2020) Vol 52, No 1 (2020) Vol 51, No 4 (2019) Vol 51, No 3 (2019) Vol 51, No 2 (2019) Vol 51, No 1 (2019) Vol 50, No 4 (2018) Vol 50, No 3 (2018) Vol 50, No 2 (2018) Vol 50, No 1 (2018): SUPPLEMENT Vol 50, No 1 (2018) Vol 49, No 4 (2017) Vol 49, No 3 (2017) Vol 49, No 2 (2017) Vol 49, No 1 (2017) Vol 48, No 4 (2016): SUPPLEMENT Vol 48, No 4 (2016) Vol 48, No 3 (2016) Vol 48, No 2 (2016) Vol 48, No 1 (2016) Vol 47, No 4 (2015) Vol 47, No 3 (2015) Vol 47, No 2 (2015) Vol 47, No 01 (2015) Vol 46, No 04 (2014) Vol 46, No 03 (2014) Vol 46, No 02 (2014) Vol 46, No 01 (2014) Vol 46, No 04 (2014) Vol 46, No 03 (2014) Vol 46, No 02 (2014) Vol 46, No 01 (2014) Vol 45, No 04 (2013) Vol 45, No 03 (2013) Vol 45, No 02 (2013) Vol 45, No 01 (2013) Vol 45, No 04 (2013) Vol 45, No 03 (2013) Vol 45, No 02 (2013) Vol 45, No 01 (2013) Vol 44, No 02 (2012) Vol 44, No 01 (2012) Vol 44, No 02 (2012) Vol 44, No 01 (2012) Vol 43, No 02 (2011) Vol 43, No 01 (2011) Vol 43, No 02 (2011) Vol 43, No 01 (2011) Vol 42, No 01 (2010) Vol 42, No 01 (2010) Vol 41, No 04 (2009) Vol 41, No 03 (2009) Vol 41, No 02 (2009) Vol 41, No 01 (2009) Vol 41, No 04 (2009) Vol 41, No 03 (2009) Vol 41, No 02 (2009) Vol 41, No 01 (2009) Vol 40, No 04 (2008) Vol 40, No 03 (2008) Vol 40, No 02 (2008) Vol 40, No 01 (2008) Vol 40, No 04 (2008) Vol 40, No 03 (2008) Vol 40, No 02 (2008) Vol 40, No 01 (2008) Vol 39, No 04 (2007) Vol 39, No 03 (2007) Vol 39, No 02 (2007) Vol 39, No 01 (2007) Vol 39, No 04 (2007) Vol 39, No 03 (2007) Vol 39, No 02 (2007) Vol 39, No 01 (2007) Vol 38, No 04 (2006) Vol 38, No 01 (2006) Vol 37, No 04 (2005) Vol 37, No 03 (2005) Vol 37, No 02 (2005) Vol 37, No 01 (2005) Vol 37, No 04 (2005) Vol 37, No 03 (2005) Vol 37, No 02 (2005) Vol 37, No 01 (2005) Vol 36, No 4 (2004) Vol 36, No 3 (2004) Vol 36, No 2 (2004) Vol 36, No 1 (2004) Vol 36, No 4 (2004) Vol 36, No 3 (2004) Vol 36, No 2 (2004) Vol 36, No 1 (2004) Vol 35, No 4 (2003) Vol 35, No 3 (2003) Vol 35, No 2 (2003) Vol 35, No 4 (2003) Vol 35, No 3 (2003) Vol 35, No 2 (2003) Vol 34, No 04 (2002) Vol 34, No 03 (2002) Vol 34, No 02 (2002) Vol 34, No 01 (2002) Vol 34, No 04 (2002) Vol 34, No 03 (2002) Vol 34, No 02 (2002) Vol 34, No 01 (2002) Vol 33, No 04 (2001) Vol 33, No 03 (2001) Vol 33, No 02 (2001) Vol 33, No 04 (2001) Vol 33, No 03 (2001) Vol 33, No 02 (2001) Vol 31, No 04 (1999) Vol 31, No 03 (1999) Vol 31, No 02 (1999) Vol 31, No 01 (1999) Vol 31, No 04 (1999) Vol 31, No 03 (1999) Vol 31, No 02 (1999) Vol 31, No 01 (1999) Vol 30, No 03 (1998) Vol 30, No 02 (1998) Vol 30, No 01 (1998) Vol 30, No 03 (1998) Vol 30, No 02 (1998) Vol 30, No 01 (1998) Vol 29, No 04 (1997) Vol 29, No 03 (1997) Vol 29, No 02 (1997) Vol 29, No 01 (1997) Vol 29, No 04 (1997) Vol 29, No 03 (1997) Vol 29, No 02 (1997) Vol 29, No 01 (1997) Vol 28, No 04 (1996) Vol 28, No 03 (1996) Vol 28, No 02 (1996) Vol 28, No 01 (1996) Vol 28, No 04 (1996) Vol 28, No 03 (1996) Vol 28, No 02 (1996) Vol 28, No 01 (1996) Vol 27, No 04 (1995) Vol 27, No 03 (1995) Vol 27, No 02 (1995) Vol 27, No 01 (1995) Vol 27, No 04 (1995) Vol 27, No 03 (1995) Vol 27, No 02 (1995) Vol 27, No 01 (1995) Vol 26, No 03 (1994) Vol 26, No 02 (1994) Vol 26, No 01 (1994) Vol 26, No 03 (1994) Vol 26, No 02 (1994) Vol 26, No 01 (1994) Vol 25, No 04 (1993) Vol 25, No 03 (1993) Vol 25, No 02 (1993) Vol 25, No 01 (1993) Vol 25, No 04 (1993) Vol 25, No 03 (1993) Vol 25, No 02 (1993) Vol 25, No 01 (1993) Vol 24, No 04 (1992) Vol 24, No 03 (1992) Vol 24, No 02 (1992) Vol 24, No 01 (1992) Vol 24, No 04 (1992) Vol 24, No 03 (1992) Vol 24, No 02 (1992) Vol 24, No 01 (1992) Vol 23, No 04 (1991) Vol 23, No 03 (1991) Vol 23, No 02 (1991) Vol 23, No 01 (1991) Vol 23, No 04 (1991) Vol 23, No 03 (1991) Vol 23, No 02 (1991) Vol 23, No 01 (1991) Vol 22, No 04 (1990) Vol 22, No 03 (1990) Vol 22, No 02 (1990) Vol 22, No 01 (1990) Vol 22, No 04 (1990) Vol 22, No 03 (1990) Vol 22, No 02 (1990) Vol 22, No 01 (1990) Vol 21, No 04 (1989) Vol 21, No 03 (1989) Vol 21, No 02 (1989) Vol 21, No 01 (1989) Vol 21, No 04 (1989) Vol 21, No 03 (1989) Vol 21, No 02 (1989) Vol 21, No 01 (1989) Vol 20, No 04 (1988) Vol 20, No 03 (1988) Vol 20, No 02 (1988) Vol 20, No 01 (1988) Vol 20, No 04 (1988) Vol 20, No 03 (1988) Vol 20, No 02 (1988) Vol 20, No 01 (1988) Vol 19, No 04 (1987) Vol 19, No 03 (1987) Vol 19, No 02 (1987) Vol 19, No 01 (1987) Vol 19, No 04 (1987) Vol 19, No 03 (1987) Vol 19, No 02 (1987) Vol 19, No 01 (1987) Vol 18, No 04 (1986) Vol 18, No 03 (1986) Vol 18, No 02 (1986) Vol 18, No 01 (1986) Vol 18, No 04 (1986) Vol 18, No 03 (1986) Vol 18, No 02 (1986) Vol 18, No 01 (1986) Vol 17, No 03 (1985) Vol 17, No 02 (1985) Vol 17, No 01 (1985) Vol 17, No 03 (1985) Vol 17, No 02 (1985) Vol 17, No 01 (1985) Vol 16, No 04 (1984) Vol 16, No 02 (1984) Vol 16, No 01 (1984) Vol 16, No 04 (1984) Vol 16, No 02 (1984) Vol 16, No 01 (1984) Vol 15, No 03 (1983) Vol 15, No 02 (1983) Vol 15, No 03 (1983) Vol 15, No 02 (1983) Vol 13, No 04 (1981) Vol 13, No 03 (1981) Vol 13, No 02 (1981) Vol 13, No 01 (1981) Vol 13, No 04 (1981) Vol 13, No 03 (1981) Vol 13, No 02 (1981) Vol 13, No 01 (1981) Vol 12, No 04 (1980) Vol 12, No 03 (1980) Vol 12, No 02 (1980) Vol 12, No 01 (1980) Vol 12, No 04 (1980) Vol 12, No 03 (1980) Vol 12, No 02 (1980) Vol 12, No 01 (1980) Vol 10, No 04 (1978) Vol 10, No 03 (1978) Vol 10, No 02 (1978) Vol 10, No 01 (1978) Vol 10, No 04 (1978) Vol 10, No 03 (1978) Vol 10, No 02 (1978) Vol 10, No 01 (1978) Vol 9, No 04 (1977) Vol 9, No 03 (1977) Vol 9, No 02 (1977) Vol 9, No 01 (1977) Vol 9, No 04 (1977) Vol 9, No 03 (1977) Vol 9, No 02 (1977) Vol 9, No 01 (1977) Vol 8, No 04 (1976) Vol 8, No 03 (1976) Vol 8, No 02 (1976) Vol 8, No 01 (1976) Vol 8, No 04 (1976) Vol 8, No 03 (1976) Vol 8, No 02 (1976) Vol 8, No 01 (1976) Vol 7, No 04 (1975) Vol 7, No 03 (1975) Vol 7, No 02 (1975) Vol 7, No 01 (1975) Vol 7, No 04 (1975) Vol 7, No 03 (1975) Vol 7, No 02 (1975) Vol 7, No 01 (1975) Vol 6, No 04 (1974) Vol 6, No 03 (1974) Vol 6, No 02 (1974) Vol 6, No 01 (1974) Vol 6, No 04 (1974) Vol 6, No 03 (1974) Vol 6, No 02 (1974) Vol 6, No 01 (1974) Vol 5, No 04 (1973) Vol 5, No 03 (1973) Vol 5, No 02 (1973) Vol 5, No 01 (1973) Vol 5, No 04 (1973) Vol 5, No 03 (1973) Vol 5, No 02 (1973) Vol 5, No 01 (1973) More Issue