cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmedscie@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Ilmu Kedokteran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 04 (1976)" : 10 Documents clear
Sejarah Pendidikan Dokter di Indonesia Radiopoetro, Radiopoetro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.035 KB)

Abstract

i dalam tahun 1811 di Jawa sudah ada juru cacar (vaccinateur) Jawi Di dalam tahun 1820. diadakan pengajaran untuk rnenghasilkan juru cacar oleh pegawai pengawas.(opzicuers) vaksinasi. Di dalam tahun .1847, oleh karena berjangkitnya berbagai penyakit di daerah Banyumas, pemerintah Hindia Belanda ine-liyaran6n kepada Kepala Jawatan Kesehatan (Chef Geneeskundige BienSt) Dr. W. Bosch untuk menibagi-bagi kepada Kepala-Kepala Desa suatupp:Icrian singkat di dalam bahasa jawa dan Melayu:.rnengenai cara mempertahankan kesehatan dan cara mernakai jamu pribumi ,dan obat-obat yang mahal.Saran ini dipakai oleh Bosch untuk mengusulkan membentuk·suatu korps dokter, yang berasal dari penduduk pribumi, yang dapat, mernenuhi kebutuhan akan periolongan dokter yang memadai.Pada -tanggal 9711 ..Qktober 1847 Bosch mengusulkan pada. pemerintah untuk mendidik pernuda-pemuda berasal penduduk jawa yang dapat rnembaca dan menulis bahasa jawa dan Melayu dan mempunyai bakat dan bersedia menjadi dokter-dokter praktek (practische geneesheren) pada rumah-rumah sakit militer , di jawa sesuai Idengan. suatu keputusan pemerintah (gouvernementsriesfuli): tanggal2 Januari 1899, no 22,. Di Jakarta (pada waktu itu disebut Weltevreden), pada bulan Januari 1851. di rumah sakit . mititer dibuka sekolah yang dimaksudkan di dalam keputusan pemerintah itu
DEVELOPING COURSES IN THE BEHAVIOURAL AND SOCIAL SCIENCES FOR MEDICAL STUDENTS: NEW PROSPECTS FOR AN OLD PROBLEM Peter J.Blizard, Peter J.Blizard
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.745 KB)

Abstract

This paper described methods which can be used to construct "behavioural objectives" at the level of a Department of Social and Behavioural Sciences within a Faculty of Medicine, and also in the choice of Specific curricular content. An attempt is then made to(i) Identify the basic skills that studies in the social and behavioural science might seek to develop in medical students ;(ii) Develop a set of Departmental Objectives which arise out of these basic skills, so that courses in these areas are as realistic and as practical as possible ;(iii) Extend this approach and show how it might be used as a method for developing a specific and measurable curriculum in the social and behavioural sciences ;. (iv), Identify some basic practical problems arising from a decision, by a Faculty of Medicine, to incorporate aspects of the social and behavioural sciences into the curriculum.For illustrative purposes each of the above tasks has been applied to the Indonesian context. It may thus be expected to have direct practical application to nther, similar developing countries ; but, of course, the approach to curriculum design will have more widespread application.
CERUMEN I.B. Agung, I.B. Agung
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.54 KB)

Abstract

kata kunci: cerumen
Leptospirosis Triwibowo, Triwibowo
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.53 KB)

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit vector-borne dan water-borne yang mernpunyai prevalensi tinggi terutama di daerah pertanian dan perkebunan di mana para pekerja banyak berhubungan dengan air dan lumpur. Gejala klinis sangat bervariasi mulai dari yang asimtomatik sampai penderita dengan gejala-gejala yang berat.Dilaporkan 2 buah kasus leptospirosis dari Rumah. Sakit Umum Tegalyoso, Klaten, seorang dengan gejala-gejala ringan, seorang lagi meninggal dunia sebelum mendapat pengobatan yang adekuat. Dibicarakan pula perjalanan klinik dan cara pemeriksaannya.
Pendidikan Kedokteran dan Pelayanan Kesehatan T. Jacob, T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.394 KB)

Abstract

Pendidikan kedokteran• bertujuan • inencipta ahli-ahli kesehatan yang dapat rriernecahkan rnasaalah &darn •berbagai situasi. Yang; terutarna bertugas dalam hal ini adalah fakultas kedokteran," yang merupakan bagian dari universitas ; dengan dernikian. Keperluan akan tenaga medis yang beraneka ragam akan bertambah, misal- I nya teknisi perawatan ,intensif, jururawat epidemiologi, jururawat tugas luar, insinyur kedokteran, ahli hygiena rumah sakit dsb. Kerja sama dalam regu akan menjadi lebih penting.8. Kedudukan apotheker juga ,akan berubah; farmasi akan lebihdekat ke kedokteran. . .9. Rumah-rumah sakit yang ada sekarang. akan menjadi "kolot" dengan perubahan-perubahan tersehut di atm. • •`10. Exploii informasi akan terjadi terus, sehingga peranan pusat-pusat informasi akan sangat penting. Perkembangan ilrnu pengetahuan alarn. dan filsafat pasti akan mempengaruhi pulaunia kedokteran.Semua hal yang tersehut tadi man tak matt harus dihadapi oleh lembagaIembaga• pendidikan kesehatan. Taritangan itu menjadi lebih besar, oleh karena tenaga-tenaga clan fasilitas-fasilitas pendidikan kedokteran sangat terbatas di negeri kita. - • - • •• • •Tiga hal penting inerupakan fokus dalam pembinaan fakultas kedokteran, yaitu kedokteran korninunitas, moderniiasi klinik d.an pendewasaan ilnau-iImu kedokteran dasar, untuk menghadapi tantangan-tantangan tadi. Membangun salah satu tiang saja dariketiga tiang itu; pasti akan menimbulkan kepincangan.Fakultas Kedokteran UniVersitas Gadjah Mada telah berusaha niem- , Â·bangun jawaban terhadap tantangan tadi, tetapi karni cukup sadar bahwajalan masih sangat jauh. Distribusi alumni kami di seluruh tanah air agak .•menggembirakan, clemikian pula vertikalnya. Program kedokterankommunitas sudah beberapa Winn ditaksanakan dan terus mencoba mencari bentuknya yang tepat. Pengan fasilitas laberatoria dan rumah sakit yang terbatas, jumlah .dosen yang belum memadai dan biaya per mahasiswa per tahun yang rendah kami ter-us berusaha meningkatkan effisiensi dan. produktivitas. Pada akhirnya berhasilnya suatu .fakultas• kedokteran harus diukur pada perbandingan modal yang dituangkan Ice dalam proses pendidikan dan manfaat yang .diberikan oleh produknya-bagi kesehatan massa rakyat di seluruh tanah air meialtii . masa. - •tugas ini terletak dalain •lingkurtgan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai bagiari suatu perguruan tinggi, maka Tridarma berlaku pula bagi fakultas kedokteran : Periama, mengajar para mahasiswa untuk pada suatu waktti dapat berdiri sendiri memecahkan masaalahmasaalah kesehatart.• Oleh- karena, perulidikari Mernpersiapkan mahasiswa untuk masa depan, maka perididikari haruS berorientasi ke depan, harns diSeSuaikart dengan keadaan yang diharapkan akan terdapat di masa depan. Oleh karena masa , depan yang jauh sukar dirarnalkan dengan. , tepat seluruhuya, maka mahasiswa dipersiapkan untuk dapat memecahkan soal-soal baru, menghadapi situasi baru.:„Karena pendiciikan difakultas kedokteran /amanya 6-7 tahun dan seseorang diharapkan meneapai, puncak produktivitasnya 10-15. ,tahun sesudah .tammat, maka mahasiswa -barns dipersiapkan .:untuk :16722 tahunyang, akaa datang ( Jacob,, 1. .Kedua, fakultas-kedokteran bertugas Melaltukan penelitian, Mengebbang kan ilmu-ilmu ,kedokteran jadi mencoba memecahkan Masalah masa depan yang, lebih jauh daripada mendidik. Seperti. dalam mengajar, masa depan ini juga relatif. Dalam mengajar makin tinggi tingkatsi mahasiswa, makin dekat dengan,keadaan, sekarang dia dididik. Pada tahapan koassisterisi dia dilatih merawat pasien•pasien ,,sekarang. -Dalam penelitian dalam klinik persoalan-persoalan yang lebih dekat dengan sekarang terutarna mendapat perhatian. HMO-HMO dasirkedaterari penelitian lebih mengarah ke masa depan yang jauh,. sehingga; bagi mereka yang melihat dekat, relevansinya tidak kelihatan. Bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat, rendah kadang juga tidak kelihatan relevansi pelajaran yang diperolehnya dengan persoalan kesehatan atau praktek kedokteran sekarang. Demikian puba jika, penelitian makin dekat ke pengembangan dalam spektrum penelitian, Makin dekat pulakita dengan keadaan sekarang ; sebaliknya ke penelitian murni, makin jauh kita ke masa depan., Ketika dalam pelayanan umum (public service) fakUltas kedokteran terntaa berftinksi di tingkat klinik; meikipuri pada tingkat pre dan paraklinik pelayanan umum juga dilakukan.
Pendidikan Kedokteran dan Pelayanan Kesehatan T. Jacob, T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.394 KB)

Abstract

Pendidikan kedokteran• bertujuan • inencipta ahli-ahli kesehatan yang dapat rriernecahkan rnasaalah &darn •berbagai 'situasi. Yang; terutarna bertugas dalam hal ini adalah fakultas kedokteran," yang merupakan bagian 'dari universitas ; dengan dernikian. Keperluan akan tenaga medis yang beraneka ragam akan bertambah, misal- I nya teknisi perawatan ,intensif, jururawat epidemiologi, jururawat tugas luar, insinyur kedokteran, ahli hygiena rumah sakit dsb. Kerja sama dalam regu akan menjadi lebih penting.8. Kedudukan apotheker juga ,akan berubah; farmasi akan lebihdekat ke kedokteran. . .9. Rumah-rumah sakit yang ada sekarang. akan menjadi "kolot" dengan perubahan-perubahan tersehut di atm.' ' • •`10. Exploii informasi akan terjadi terus, sehingga peranan pusat-pusat informasi akan sangat penting. Perkembangan ilrnu pengetahuan alarn. dan filsafat pasti akan mempengaruhi pulaunia kedokteran.Semua hal yang tersehut tadi man tak matt harus dihadapi oleh lembagaIembaga• pendidikan kesehatan. Taritangan itu menjadi lebih besar, oleh karena tenaga-tenaga clan' fasilitas-fasilitas pendidikan kedokteran sangat terbatas di negeri kita. - • - • •• • •Tiga hal penting inerupakan fokus dalam pembinaan fakultas kedokteran, yaitu kedokteran korninunitas, moderniiasi klinik d.an pendewasaan ilnau-iImu kedokteran dasar, untuk menghadapi 'tantangan-tantangan tadi. Membangun salah satu tiang saja dariketiga tiang itu; pasti akan menimbulkan kepincangan.Fakultas Kedokteran UniVersitas Gadjah Mada telah berusaha niem- , Â·bangun jawaban terhadap tantangan tadi, tetapi karni cukup sadar bahwajalan masih sangat jauh. Distribusi alumni kami di seluruh tanah air agak .•menggembirakan, clemikian pula vertikalnya. Program kedokterankommunitas sudah beberapa Winn ditaksanakan dan terus mencoba mencari bentuknya yang tepat. Pengan fasilitas laberatoria dan rumah sakit yang terbatas, jumlah .dosen yang belum memadai dan biaya per mahasiswa per tahun yang rendah kami ter-us berusaha meningkatkan effisiensi dan. produktivitas. Pada akhirnya berhasilnya suatu .fakultas• kedokteran harus diukur pada perbandingan modal yang dituangkan Ice dalam proses pendidikan dan manfaat yang .diberikan oleh produknya-bagi kesehatan massa rakyat di seluruh tanah air meialtii . masa. - •tugas ini terletak dalain •lingkurtgan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai bagiari suatu perguruan tinggi, maka Tridarma berlaku pula bagi fakultas kedokteran : Periama, mengajar para mahasiswa untuk pada suatu waktti dapat berdiri sendiri memecahkan masaalahmasaalah kesehatart.• Oleh- karena, perulidikari Mernpersiapkan mahasiswa untuk masa depan, maka 'perididikari haruS berorientasi ke depan, harns diSeSuaikart dengan keadaan yang diharapkan akan terdapat di masa depan. Oleh karena masa , depan yang jauh sukar dirarnalkan dengan. , tepat seluruhuya, maka mahasiswa dipersiapkan untuk dapat 'memecahkan soal-soal baru, menghadapi situasi baru.:„Karena pendiciikan difakultas kedokteran /amanya 6-7 tahun dan seseorang diharapkan meneapai, puncak' produktivitasnya 10-15. ,tahun sesudah .tammat, maka mahasiswa -barns dipersiapkan .:untuk :16722 tahunyang, akaa datang ( Jacob,, 1. .Kedua,' fakultas-kedokteran bertugas Melaltukan penelitian, Mengebbang kan ilmu-ilmu ,kedokteran jadi mencoba memecahkan Masalah masa depan yang, lebih jauh daripada mendidik. Seperti. dalam mengajar, masa depan ini juga relatif. Dalam mengajar makin tinggi tingkatsi mahasiswa, makin dekat dengan,keadaan, sekarang dia dididik. Pada tahapan koassisterisi dia dilatih merawat pasien•pasien ,,sekarang. -Dalam penelitian dalam klinik persoalan-persoalan yang lebih dekat dengan sekarang terutarna mendapat perhatian. HMO-HMO dasir'kedaterari penelitian lebih mengarah ke masa depan yang jauh,. sehingga; bagi mereka yang melihat dekat, relevansinya tidak kelihatan. Bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat, rendah kadang juga tidak kelihatan relevansi pelajaran yang diperolehnya dengan persoalan kesehatan atau praktek kedokteran sekarang. Demikian puba jika, penelitian makin dekat ke pengembangan dalam spektrum penelitian, Makin dekat pulakita dengan keadaan sekarang ; sebaliknya ke penelitian murni, makin jauh kita ke masa depan., Ketika dalam pelayanan umum (public service) fakUltas kedokteran terntaa berftinksi' di tingkat klinik; meikipuri pada tingkat pre dan paraklinik pelayanan umum juga dilakukan.
DEVELOPING COURSES IN THE BEHAVIOURAL AND SOCIAL SCIENCES FOR MEDICAL STUDENTS: NEW PROSPECTS FOR AN OLD PROBLEM Peter J.Blizard, Peter J.Blizard
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.745 KB)

Abstract

This paper described methods which can be used to construct "behavioural objectives" at the level of a Department of Social and Behavioural Sciences within a Faculty of Medicine, and also in the choice of Specific curricular content. An attempt is then made to(i) Identify the basic skills that studies in the social and behavioural science might seek to develop in medical students ;(ii) Develop a set of Departmental Objectives which arise out of these basic skills, so that courses in these areas are as realistic and as practical as possible ;(iii) Extend this approach and show how it might be used as a method for developing a specific and measurable curriculum in the social and behavioural sciences ;. (iv), Identify some basic practical problems arising from a decision, by a Faculty of Medicine, to incorporate aspects of the social and behavioural sciences into the curriculum.For illustrative purposes each of the above tasks has been applied to the Indonesian context. It may thus be expected to have direct practical application to nther, similar developing countries ; but, of course, the approach to curriculum design will have more widespread application.
CERUMEN I.B. Agung, I.B. Agung
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.54 KB)

Abstract

kata kunci: cerumen
Leptospirosis Triwibowo, Triwibowo
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.53 KB)

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit vector-borne dan water-borne yang mernpunyai prevalensi tinggi terutama di daerah pertanian dan perkebunan di mana para pekerja banyak berhubungan dengan air dan lumpur. Gejala klinis sangat bervariasi mulai dari yang asimtomatik sampai penderita dengan gejala-gejala yang berat.Dilaporkan 2 buah kasus leptospirosis dari Rumah. Sakit Umum Tegalyoso, Klaten, seorang dengan gejala-gejala ringan, seorang lagi meninggal dunia sebelum mendapat pengobatan yang adekuat. Dibicarakan pula perjalanan klinik dan cara pemeriksaannya.
Sejarah Pendidikan Dokter di Indonesia Radiopoetro, Radiopoetro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 8, No 04 (1976)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.035 KB)

Abstract

i dalam tahun 1811 di Jawa sudah ada juru cacar (vaccinateur) Jawi Di dalam tahun 1820. diadakan pengajaran untuk rnenghasilkan juru cacar oleh pegawai pengawas.(opzicuers) vaksinasi. Di dalam tahun .1847, oleh karena berjangkitnya berbagai penyakit di daerah Banyumas, pemerintah Hindia Belanda ine-liyaran6n kepada Kepala Jawatan Kesehatan (Chef Geneeskundige BienSt) Dr. W. Bosch untuk menibagi-bagi kepada Kepala-Kepala Desa 'suatupp:Icrian singkat di dalam bahasa jawa dan Melayu:.rnengenai cara mempertahankan kesehatan dan cara mernakai jamu pribumi ,dan obat-obat yang mahal.Saran ini dipakai oleh Bosch untuk mengusulkan membentuk·suatu korps dokter, yang berasal dari penduduk pribumi, yang dapat, mernenuhi kebutuhan akan periolongan dokter yang memadai.Pada -tanggal 9711 ..Qktober 1847 Bosch mengusulkan pada. pemerintah untuk mendidik pernuda-pemuda berasal penduduk jawa yang dapat rnembaca dan menulis bahasa jawa dan Melayu dan mempunyai bakat dan bersedia menjadi dokter-dokter praktek (practische geneesheren) pada rumah-rumah sakit militer , di jawa sesuai Idengan. suatu keputusan pemerintah (gouvernementsriesfuli): tanggal2 Januari 1899, no 22,. Di Jakarta (pada waktu itu disebut Weltevreden), pada bulan Januari 1851. di rumah sakit . mititer dibuka sekolah yang dimaksudkan di dalam keputusan pemerintah itu

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

1976 1976


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 3 (2020): Special Issue: COVID-19 Vol 52, No 3 (2020) Vol 52, No 2 (2020) Vol 52, No 1 (2020) Vol 51, No 4 (2019) Vol 51, No 3 (2019) Vol 51, No 2 (2019) Vol 51, No 1 (2019) Vol 50, No 4 (2018) Vol 50, No 3 (2018) Vol 50, No 2 (2018) Vol 50, No 1 (2018): SUPPLEMENT Vol 50, No 1 (2018) Vol 49, No 4 (2017) Vol 49, No 3 (2017) Vol 49, No 2 (2017) Vol 49, No 1 (2017) Vol 48, No 4 (2016): SUPPLEMENT Vol 48, No 4 (2016) Vol 48, No 3 (2016) Vol 48, No 2 (2016) Vol 48, No 1 (2016) Vol 47, No 4 (2015) Vol 47, No 3 (2015) Vol 47, No 2 (2015) Vol 47, No 01 (2015) Vol 46, No 04 (2014) Vol 46, No 03 (2014) Vol 46, No 02 (2014) Vol 46, No 01 (2014) Vol 46, No 04 (2014) Vol 46, No 03 (2014) Vol 46, No 02 (2014) Vol 46, No 01 (2014) Vol 45, No 04 (2013) Vol 45, No 03 (2013) Vol 45, No 02 (2013) Vol 45, No 01 (2013) Vol 45, No 04 (2013) Vol 45, No 03 (2013) Vol 45, No 02 (2013) Vol 45, No 01 (2013) Vol 44, No 02 (2012) Vol 44, No 01 (2012) Vol 44, No 02 (2012) Vol 44, No 01 (2012) Vol 43, No 02 (2011) Vol 43, No 01 (2011) Vol 43, No 02 (2011) Vol 43, No 01 (2011) Vol 42, No 01 (2010) Vol 42, No 01 (2010) Vol 41, No 04 (2009) Vol 41, No 03 (2009) Vol 41, No 02 (2009) Vol 41, No 01 (2009) Vol 41, No 04 (2009) Vol 41, No 03 (2009) Vol 41, No 02 (2009) Vol 41, No 01 (2009) Vol 40, No 04 (2008) Vol 40, No 03 (2008) Vol 40, No 02 (2008) Vol 40, No 01 (2008) Vol 40, No 04 (2008) Vol 40, No 03 (2008) Vol 40, No 02 (2008) Vol 40, No 01 (2008) Vol 39, No 04 (2007) Vol 39, No 03 (2007) Vol 39, No 02 (2007) Vol 39, No 01 (2007) Vol 39, No 04 (2007) Vol 39, No 03 (2007) Vol 39, No 02 (2007) Vol 39, No 01 (2007) Vol 38, No 04 (2006) Vol 38, No 01 (2006) Vol 37, No 04 (2005) Vol 37, No 03 (2005) Vol 37, No 02 (2005) Vol 37, No 01 (2005) Vol 37, No 04 (2005) Vol 37, No 03 (2005) Vol 37, No 02 (2005) Vol 37, No 01 (2005) Vol 36, No 4 (2004) Vol 36, No 3 (2004) Vol 36, No 2 (2004) Vol 36, No 1 (2004) Vol 36, No 4 (2004) Vol 36, No 3 (2004) Vol 36, No 2 (2004) Vol 36, No 1 (2004) Vol 35, No 4 (2003) Vol 35, No 3 (2003) Vol 35, No 2 (2003) Vol 35, No 4 (2003) Vol 35, No 3 (2003) Vol 35, No 2 (2003) Vol 34, No 04 (2002) Vol 34, No 03 (2002) Vol 34, No 02 (2002) Vol 34, No 01 (2002) Vol 34, No 04 (2002) Vol 34, No 03 (2002) Vol 34, No 02 (2002) Vol 34, No 01 (2002) Vol 33, No 04 (2001) Vol 33, No 03 (2001) Vol 33, No 02 (2001) Vol 33, No 04 (2001) Vol 33, No 03 (2001) Vol 33, No 02 (2001) Vol 31, No 04 (1999) Vol 31, No 03 (1999) Vol 31, No 02 (1999) Vol 31, No 01 (1999) Vol 31, No 04 (1999) Vol 31, No 03 (1999) Vol 31, No 02 (1999) Vol 31, No 01 (1999) Vol 30, No 03 (1998) Vol 30, No 02 (1998) Vol 30, No 01 (1998) Vol 30, No 03 (1998) Vol 30, No 02 (1998) Vol 30, No 01 (1998) Vol 29, No 04 (1997) Vol 29, No 03 (1997) Vol 29, No 02 (1997) Vol 29, No 01 (1997) Vol 29, No 04 (1997) Vol 29, No 03 (1997) Vol 29, No 02 (1997) Vol 29, No 01 (1997) Vol 28, No 04 (1996) Vol 28, No 03 (1996) Vol 28, No 02 (1996) Vol 28, No 01 (1996) Vol 28, No 04 (1996) Vol 28, No 03 (1996) Vol 28, No 02 (1996) Vol 28, No 01 (1996) Vol 27, No 04 (1995) Vol 27, No 03 (1995) Vol 27, No 02 (1995) Vol 27, No 01 (1995) Vol 27, No 04 (1995) Vol 27, No 03 (1995) Vol 27, No 02 (1995) Vol 27, No 01 (1995) Vol 26, No 03 (1994) Vol 26, No 02 (1994) Vol 26, No 01 (1994) Vol 26, No 03 (1994) Vol 26, No 02 (1994) Vol 26, No 01 (1994) Vol 25, No 04 (1993) Vol 25, No 03 (1993) Vol 25, No 02 (1993) Vol 25, No 01 (1993) Vol 25, No 04 (1993) Vol 25, No 03 (1993) Vol 25, No 02 (1993) Vol 25, No 01 (1993) Vol 24, No 04 (1992) Vol 24, No 03 (1992) Vol 24, No 02 (1992) Vol 24, No 01 (1992) Vol 24, No 04 (1992) Vol 24, No 03 (1992) Vol 24, No 02 (1992) Vol 24, No 01 (1992) Vol 23, No 04 (1991) Vol 23, No 03 (1991) Vol 23, No 02 (1991) Vol 23, No 01 (1991) Vol 23, No 04 (1991) Vol 23, No 03 (1991) Vol 23, No 02 (1991) Vol 23, No 01 (1991) Vol 22, No 04 (1990) Vol 22, No 03 (1990) Vol 22, No 02 (1990) Vol 22, No 01 (1990) Vol 22, No 04 (1990) Vol 22, No 03 (1990) Vol 22, No 02 (1990) Vol 22, No 01 (1990) Vol 21, No 04 (1989) Vol 21, No 03 (1989) Vol 21, No 02 (1989) Vol 21, No 01 (1989) Vol 21, No 04 (1989) Vol 21, No 03 (1989) Vol 21, No 02 (1989) Vol 21, No 01 (1989) Vol 20, No 04 (1988) Vol 20, No 03 (1988) Vol 20, No 02 (1988) Vol 20, No 01 (1988) Vol 20, No 04 (1988) Vol 20, No 03 (1988) Vol 20, No 02 (1988) Vol 20, No 01 (1988) Vol 19, No 04 (1987) Vol 19, No 03 (1987) Vol 19, No 02 (1987) Vol 19, No 01 (1987) Vol 19, No 04 (1987) Vol 19, No 03 (1987) Vol 19, No 02 (1987) Vol 19, No 01 (1987) Vol 18, No 04 (1986) Vol 18, No 03 (1986) Vol 18, No 02 (1986) Vol 18, No 01 (1986) Vol 18, No 04 (1986) Vol 18, No 03 (1986) Vol 18, No 02 (1986) Vol 18, No 01 (1986) Vol 17, No 03 (1985) Vol 17, No 02 (1985) Vol 17, No 01 (1985) Vol 17, No 03 (1985) Vol 17, No 02 (1985) Vol 17, No 01 (1985) Vol 16, No 04 (1984) Vol 16, No 02 (1984) Vol 16, No 01 (1984) Vol 16, No 04 (1984) Vol 16, No 02 (1984) Vol 16, No 01 (1984) Vol 15, No 03 (1983) Vol 15, No 02 (1983) Vol 15, No 03 (1983) Vol 15, No 02 (1983) Vol 13, No 04 (1981) Vol 13, No 03 (1981) Vol 13, No 02 (1981) Vol 13, No 01 (1981) Vol 13, No 04 (1981) Vol 13, No 03 (1981) Vol 13, No 02 (1981) Vol 13, No 01 (1981) Vol 12, No 04 (1980) Vol 12, No 03 (1980) Vol 12, No 02 (1980) Vol 12, No 01 (1980) Vol 12, No 04 (1980) Vol 12, No 03 (1980) Vol 12, No 02 (1980) Vol 12, No 01 (1980) Vol 10, No 04 (1978) Vol 10, No 03 (1978) Vol 10, No 02 (1978) Vol 10, No 01 (1978) Vol 10, No 04 (1978) Vol 10, No 03 (1978) Vol 10, No 02 (1978) Vol 10, No 01 (1978) Vol 9, No 04 (1977) Vol 9, No 03 (1977) Vol 9, No 02 (1977) Vol 9, No 01 (1977) Vol 9, No 04 (1977) Vol 9, No 03 (1977) Vol 9, No 02 (1977) Vol 9, No 01 (1977) Vol 8, No 04 (1976) Vol 8, No 03 (1976) Vol 8, No 02 (1976) Vol 8, No 01 (1976) Vol 8, No 04 (1976) Vol 8, No 03 (1976) Vol 8, No 02 (1976) Vol 8, No 01 (1976) Vol 7, No 04 (1975) Vol 7, No 03 (1975) Vol 7, No 02 (1975) Vol 7, No 01 (1975) Vol 7, No 04 (1975) Vol 7, No 03 (1975) Vol 7, No 02 (1975) Vol 7, No 01 (1975) Vol 6, No 04 (1974) Vol 6, No 03 (1974) Vol 6, No 02 (1974) Vol 6, No 01 (1974) Vol 6, No 04 (1974) Vol 6, No 03 (1974) Vol 6, No 02 (1974) Vol 6, No 01 (1974) Vol 5, No 04 (1973) Vol 5, No 03 (1973) Vol 5, No 02 (1973) Vol 5, No 01 (1973) Vol 5, No 04 (1973) Vol 5, No 03 (1973) Vol 5, No 02 (1973) Vol 5, No 01 (1973) More Issue