cover
Contact Name
Herlina Latipa Sari, M.Kom
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmi.filkom@unived.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
MEDIA INFOTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PERPUSTAKAAN BAGI MAHASISWA MELALUI E – LIBRARY Yulianti, Liza
MEDIA INFOTAMA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Teknologi Informasi (TI) saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di Perpustakaan. Misalnya, pada Perpustakaan Kampus. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Penerapan Teknologi Informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, antara lain :Penerapan Teknologi Informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Seperti : pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lainnya (Automasi Perpustakaan). Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital (Digital perpustakaan); Penerapan teknologi informasi melalui E-Library.
MENDETEKSI GANGGUAN KEJIWAAN DENGAN METODE FORWARD CHAINING M.Kom, Mesterjon
MEDIA INFOTAMA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Forward Chaining merupakan salah satu metode Sisem Pakar Pakar yang dapat digunakan untuk mendeteksi Gangguan Kejiwaan. Dengan  perangkat lunak komputer yang menggunakan penggetahuan, fakta dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan gangguan kejiwaan. Tujuan dari perancangan dan pengimplementasian Sistem Pakar Gangguan Kejiwaan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 yaitu untuk menyelesaikan suatu masalah seperti layaknya seorang pakar, melalui sebuah program komputer yang telah dibuat dengan cara mentransfer penggetahuan yang dimiliki seorang pakar kedalam komputer, yang dapat membantu orang lain (Non Expert) Tempat penelitian yang digunakan adalah Rumah Sakit Jiwa Dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Soeprapto Bengkulu, jalan Bhakti Husada Lingkar Barat Bengkulu. Dimana dalam pengumpulan datanya menggunakan tiga metode, yaitu : metode observasi, metode wawancara, dan metode studi pustaka. Dalam sistem baru yang dirancang dan diimplementasikan, terdapat beberapa rancangan, yang terdiri dari : diagram alir data, perancangan database, perancangan data struktur menu dan sub menu, perancangan menu utama, perancangan input dan output.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PETA SEBARAN LAHAN KRITIS PROVINSI BENGKULU Kanedi, Indra
MEDIA INFOTAMA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Sistem Informasi Geografis Peta sebaran Lahan Kritis Provinsi Bengkulu. Penelitian  ini bertujuan untuk membuat Sistem Informasi Geografis Peta Sebaran Lahan Kritis Provinsi Bengkulu Pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun Bengkulu Menggunakan Sistem Informasi Geografis ArcView 3.3. Penelitian melakukan penelitian pada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun Bengkulu yang beralamat Jln. Jati No. 39 Bengkulu selama Juli sampai November 2009. Metode yang digunakan untuk penelitian  ini yaitu, menggunakan metode observasi, wawancara, studi pustaka. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun Bengkulu dalam menyebarkan informasi lahan kritis masih menggunakan sistem manual sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama. Sistem Informasi Geigrafis Peta Sebaran Lahan Kritis Provinsi Bengkulu menggunakan ArcView 3.3 dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat dalam penyampaian informasi.
ALGORITMA DAVIDSON, FLETCHER, POWELL UNTUK PENCARIAN NILAI MINIMUM FUNGSI Sunarto, Andang
MEDIA INFOTAMA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Approach problem completion meminimum f completion . One of  method to finish similarity , Newton method with similarity rekursif: , computation invers Matrix Hessian F (xk )-1 in this Newton method is impractical and done in every step. Avoid computation F (xk )-1, so used method quasi bewton. Method principal idea Quasi Newton use aprocimation invers Matrix Hessian F (xk )-1, according to iterative. in method quasi bewton is used two value livelihood algorithms minimum function that is Algorithm Rank One and DFP where is form invers Matrix Hessian F (xk )-1 from second this algorithm differ. Detect which algorithm effectiveest and efesien so done testing with a few function testing that is Function Rosenbrock and Goldstein. Watchfulness result demoes that for Function Rosenbrock and Goldstein has Unimodal, efektifitas Algorithm Rank One and DFP based on convergen very base on starting points that determined. furthermore from also known that time complexity from second algorithm same but if reviewed from process time, Algorithm process time Rank One more efesien compared Algorithm DFP if tested with Function Rosenbrock and Function Goldstein. Key words: Hessian, Quasi Newton, Iteration
PRETTY GOOD PRIVACY (PGP) (ENKRIPSI INFORMASI DENGAN METODE KRIPTOGRAFI) M.Kom, Asnawati
MEDIA INFOTAMA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan dan kerahasiaan  pada jaringan komputer saat ini menjadi isu yang sangat penting dan terus berkembang. Pada garis besarnya, masalah keamanan jaringan dapat dibagi menjadi empat bidang yang saling berhubungan, yakni, kerahasiaan, keaslian, pengakuan, dan kontrol integritas. Kerahasiaan harus dilakukan dengan menjauhkan informasi dari orang-orang yang tidak berhak, Keaslian berkaitan dengan menentukan dengan siapa anda berbicara sebelum memberikan informasi yang sensitife atau memasuki perjanjian bisnis, sedangkan pengakuan berkaitan dengan tanda tangan. Selain keamanan dan kerahasiaan data dalam jaringan komputer, konsep ini juga berlaku untuk keamanan dan kerahasiaan data pada internet. Informasi yang terkandung di dalam jaringan internet tersebut juga semakin lengkap, akurat, dan penting yang perlu mendapat perlakuan yang lebih spesifik. Selain itu, kemajuan yang dicapai dalam bidang pengembangan sistem operasi komputer sendiri dan utilitasnya sudah sedemikian jauh dimana tingkat performansi, kehandalan, dan fleksibilitas software menjadi kriteria utama dalam proses pengembanagan software. Dengan semakin penting dan berharganya informasi tersebut dan ditunjang oleh kemajuan pengembangan software, tentunya menarik minat para pembobol (hacker) dan penyusup (intruder) untuk terus bereksperimen guna menemukan dan mempergunakan setiap kelemahan yang ada dari konfiguarasi sistem informasi yang telah ditetapkan. Dalam teknologi informasi, telah dan sedang dikembangkan cara-cara untuk menangkal berbagai bentuk serangan semacam itu. Salah satu cara yang ditempuh mengatasi masalah ini ialah dengan menggunakan kriptografi yang menggunakan transformasi data sehingga data yang dihasilkan tidak dapat dimengerti oleh pihak ketiga. Untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data dalam suatu jaringan komputer, diperlukan beberapa jenis enkripsi agar data tidak dapat dibaca atau dimengerti oleh sembarang orang kecuali untuk penerima yang berhak. Pretty Good Privasi (PGP) adalah suatu metode enkripsi informasi yang bersifat rahasia dengan menggunakan metode kriptografi yang disebut  “public key encryption”: yaitu suatu metode kriptografi yang sangat sophisticated.
TINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA KONSEP FISIKA Lubis, Indra Sakti
MEDIA INFOTAMA Vol 4, No 8 (2009): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman mahasiswa terhadap konsep fisika dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan pemahaman meniru dan pemahaman intuitif merupakan tingkatan pemahaman paling dasar, dimana mahasiswa baru sekedar tahu tentang suatu konsep dari pengalaman sehari-hari. Tingkatan berikutnya adalah pemahaman instruksional, dimana mahasiswa tahu suatu rumus dan dapat menggunakannya, tetapi belum/tidak tahu alasannya. Selanjutnya tingkatan pemahaman observasi, pemahaman pencerahan, dan pemahaman formal akan dilalui mahasiswa sebelum sampai pada tingkatan pemahaman tertinggi, yaitu pemahaman relasional. Pada tingkatan pemahaman yang terakhir, mahasiswa telah menguasai konsep dan dapat menerapkannya pada situasi yang relevan maupun lebih kompleks. Untuk membantu mahasiswa mencapai tingkatan pemahaman lebih tinggi, Dosen perlu menguasai pengetahuan tentang tingkatan pemahaman mahasiswa terhadap materi pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selanjutnya dosen perlu mengubah rutinitas teknik mengajar. Pendekatan pembelajaran tradisional perlu dikurangi, diganti dengan pendekatan pembelajaran lain yang lebih mengaktifkan mahasiswa secara fisik maupun mental. Cara dosen mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran juga perlu dikaji ulang
ANALISIS SHIFT VARIANCE DALAM PENGOLAHAN CITRA DIGITAL BERBASIS TRANSFORMASI WAVELET Maulidiya, Della
MEDIA INFOTAMA Vol 4, No 8 (2009): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman kebutuhan dalam pengolahan citra digital (digital image processing) mendorong pengembangan teknik-teknik pengolahan citra berbasis komputasi numerik. Salah satu teknik yang sering digunakan yaitu transformasi wavelet khususnya discrete wavelet transforms (DWT). Transformasi wavelet sebagai representasi sinyal mempunyai karakteristik berupa dilasi dan translasi serta rotasi dalam domain dimensi dua, yang merepresentasikan sifat fisik transformasi sinyal. Wavelet dapat dengan baik menjelaskan fenomena anomali, pulse yang terjadi sejak sinyal dimulai hingga berakhir dan untuk menghampiri singularitas titik pada sebuah citra. Namun transformasi wavelet masih memiliki sejumlah masalah terkait dengan shift variance, yang terjadi sebagai akibat sifat ortogonalitas transformasi wavelet dan adanya translasi sinyal masukan. Shift variance menyebabkan wavelet tidak efektif untuk singularitas garis misalnya untuk pengenalan pola, pendeteksian sisi dan analisis tekstur dalam sebuah citra. Makalah ini akan membahas tentang transformasi wavelet terutama DWT dipandang dari analisis multiresolusi dan mengkaji beberapa penelitian yang membahas tentang masalah shift variance dalam  pengolahan citra digital.
ANALISA INTERKONEKSI INTERNET PROTOCOL SECURITY (IPSEC) PADA JARINGAN BERBASIS NETWORK ADDRESS TRANSLATION (NAT) M.Kom, Asnawati
MEDIA INFOTAMA Vol 4, No 8 (2009): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini Penggunaan jaringan internet telah berkembang sangat pesat, hal ini  mengakibatkan semakin  berkurangnya alamat IP yang terdaftar di internet. Dengan metode Network Address Translation (NAT) yang telah banyak diimplementasikan pada Internet Service Provider (ISP), Small Office Home Office (SOHO) dan perusahaan-perusahan menengah ke atas, penggunaan dari alamat IP yang terdaftar di internet dapat diefisienkan. NAT berkerja dengan cara memodifikasi header IP agar jaringan pribadi yang memiliki alamat IP tidak terdaftar di jaringan internet dapat berkomunikasi dengan jaringan internet. Hal ini menjadi penghambat bagi penggunaan mekanisme keamanan pada layer IP, dalam hal ini adalah Internet security Protocol (IPsec), dimana IPsec bertujuan untuk menjaga keutuhan data dan kerahasiaan data pada layer IP. Inkompatibilitas antara mekanisme kerja IPsec dan NAT telah menjadi suatu halangan dalam pengembangan implementasi IPsec sebagai standar mekanisme keamanan di layer IP. Tulisan ini mengangkat masalah pengaruh interkoneksi IPsec pada jaringan yang mengimplementasikan NAT.
PREDIKSI CURAH HUJAN KOTA BENGKULU DENGAN MODEL FEEDFORWARD NEURAL NETWORK (FFNN) Sari, Herlina Latipa
MEDIA INFOTAMA Vol 4, No 8 (2009): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper study the rainfall prediction at Bengkulu City as time series data with feed Forward Neural Network (FFNN) model. The learning algorithm that be used are the Quasi Newton BFGS and Levenberg-Marquardts algorithm. The input unit is determined based on the best of ARIMA model. The computation is done  with use Matlab 7.1 program with 1000 epoch, five unit of  hidden layer, 100 replication and use input at lag variable 1, 12 dan 13 respectively. The result shows that the prediction is good in relatively, where Quasi Newton BFGS Algoritma result the Mean Square Error (MSE) that more accurate.
PENERAPAN EXPERT SYSTEM UNTUK TROUBLESHOOTING PADA PERANGKAT KERAS KOMPUTER BERBASIS MULTIMEDIA M.Kom, Khairil
MEDIA INFOTAMA Vol 4, No 8 (2009): JURNAL MEDIA INFOTAMA
Publisher : MEDIA INFOTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Troubleshooting pada perangkat komputer membuat pekerjaan akan menjadi terhambat. Expert System merupakan dapat mengatasi solusi pada permasalahan perangkat keras komputer. Dalam pengembangan Expert System (sistem pakar) terbatas pada proses pencarian gejala kerusakan. Penelitian ini bersifat deskriptif yang di tekan pada identifikasi masalah dengan melibatkan pakar dan buku operasional manual, untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Kedua sumber di atas dikumpulkan dan di analisa sehingga ditemukan gejala permasalahan kerusakan dengan mencari solusi yang lebih baik. Dengan diimplementasikan dalam bentuk system pakar menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0, maka hasilnya mampu mempercepat pekerjaan dalam memecahkan permasalahan kerusakan pada perangkat keras komputer yang dihadapi. Sehingga dengan pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan ini dapat menjadi pengganti keberadaan seorang pakar.

Page 1 of 39 | Total Record : 390