cover
Contact Name
I Wayan Widiana
Contact Email
wayanwidiana85@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN TINGKAT MOTOR EDUCABILITY (ME) TERHADAP KETERAMPILAN DASAR SMASH KEDENG DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW DI SMPN 4 KUBUTAMBAHAN Semarayasa, I Ketut
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.151 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan informasi tentang guru-guru SD di kota Singaraja  memilih atau menggunakan materi pelajaran sesuai dengan konteks, lingkungan, setting siswa, atau materi pelajaran yang berbasis local content; 2) mendapatkan informasi pada bidang studi apa saja guru-guru SD di kota Singaraja telah memilih atau menggunakan materi pelajaran sesuai dengan konteks, lingkungan,  setting siswa, atau materi pelajaran yang berbasis local content; 3) mengetahui bagaimana tingkat kemampuan guru-guru SD di kota Singaraja dalam memilih, atau menggunakan materi pelajaran sesuai dengan konteks, lingkungan,  setting siswa atau materi pelajaran yang berbasis local content. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex post facto, yang bersifat kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik koleksi dokumen dan dengan cara multistage stratified random sampling. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) RPP guru-guru SD di Kota Singaraja yang mengandung materi pelajaran berbasis local content berjumlah 302 buah (76,46%). RPP guru-guru SD di Kota Singaraja yang tidak mengandung materi yang berbasis local content adalah 93 buah (23,54%); 2) bidang studi Bahasa Bali secara keseluruhan menggunakan materi pelajaran yang berbasis local content. Bidang studi Bahasa Indonesia hanya menggunakan:77,57%, Pendidikan Kewarganegaraan: 72,55%, Ilmu Pengetahuan Alam: 65,79%, Matematika: 84,09%, Ilmu Pengetahuan Sosial: 77,27%, Seni Budaya dan Keterampilan: 90%, dan Agama Hindu: 83,33%.; 3) Jumlah RPP yang berada pada kategri sangat cocok adalah 163 buah (53,44%). Jumlah RPP yang berada pada kategori cukup cocok adalah 142 buah (46,56%). Tak satu pun RPP ada pada tingkat kategori tidak cocok. Disarankan agar, para guru SD di kota Singaraja memilih dan menggunakan materi pelajaran berbasis local content untuk mendukung pembelajaran bermakna.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU FISIOLOGI OLAHRAGA Budiawan, Made
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.138 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1410

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw terhadap prestasi belajar Ilmu Fisiologi Olahraga. 2) Pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar Ilmu Fisiologi Olahraga. 3) Interaksi antara model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dan motivasi terhadap prestasi belajar Ilmu Fisiologi Olahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Desember 2012. Populasi adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha. Sampel adalah mahasiswa semester III yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas A sebagai perlakuan dan kelas B sebagai kontrol. Karena populasinya kecil, maka tidak dilakukan sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi dan tes prestasi belajar. Teknik analisis data menggunakan Analisis Varian Dua Jalur. Hasil analisis data pada taraf signifikansi α=0,05 sebagai berikut: (1) Prestasi belajar mahasiswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw (mean=60,81) lebih baik dari pada mahasiswa yang diajarkan dengan model konvensional (mean=60,21) diperoleh nilai statistik 7,234 dengan signifikansi 0,002. (2) Prestasi belajar mahasiswa dengan motivasi tinggi (mean=71,05) lebih baik daripada mahasiswa yang belajar dengan motivasi rendah (mean= 50,00)  diperoleh nilai statistik 146,905 dengan signifikansi 0,000. (3) Terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata kuliah Ilmu Fisiologi Olahraga  diperoleh nilai statistik 12,342 dengan signifikansi 0,001. Simpulannya adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik daripada model konvensional, dan motivasi belajar yang tinggi lebih baik daripada motivasi belajar yang rendah. Dengan demikian motivasi tinggi sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar, dan pembelajaran dengan model Kooperatif tipe Jigsaw lebih tepat dilaksanakan.
HUBUNGAN PERSEPSI DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA TB DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DI KECAMATAN BULELENG Suadnyani Pasek, Made
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.226 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tingkat pengetahuan penderita TB dengan kepatuhan pengobatan yang dapat memberikan kontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan program TB di Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional bersifat retrospektif. Populasi penelitian 216 orang, sampel sebanyak 40 orang yang didapatkan dengan mengunakan teknik random sampling. Data didapatkan dengan memberikan kuisioner kepada responden yang kemudian dianalisis dengan  uji analisis regresi logistik ganda. Pada taraf signifikansi p = 0,05 diperoleh nilai persepsi (p = 0,022, OR= 11.930, CI 95% = 1.42 9 hingga 99.603) dan tingkat pengetahuan (p = 0,017; OR = 19.714; CI 95% = 1.696 hingga 229.173). Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dan tingkat pengetahuan penderita TB dengan kepatuhan pengobatan, dimana penderita dengan persepsi dan tingkat pengetahuan baik memiliki kepatuhan pengobatan.
ONLINE PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI MATERI BERBAHASA INGGRIS PADA PERKULIAHAN BILINGUAL MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA RKBI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Sri Mertasari, Ni Made
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.161 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1412

Abstract

Portal web dengan fasilitas online problem posing telah dicoba dikembangkan dan dipasang pada situs web Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.  Proses ini memberikan beberapa pengalaman kepada para mahasiswa. Pertama, program memberikan pengalaman menjelajahi internet kepada mahasiswa. Kedua program memberi pengalaman mendesain informasi berbasis hiperteks kepada mahasiswa. Ketiga, program memberikan keuntungan yang dimiliki pembelajaran berbasis komputer, seperti bebas konteks, bebas konvensi sosial, tidak terlalu terikat waktu, dan mampu beradaptasi dengan kemampuan mahasiswa secara individu. Media tersebut telah diujicoba untuk diterapkan secara terbatas pada perkuliahan bilingual mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika RKBI. Ditemukan sementara bahwa, mahasiswa memberikan respon positif terhadap perkuliahan melalui portal web dengan online problem posing. Mahasiswa lebih termotivasi untuk melakukan problem posing dengan lugas tanpa takut salah dan berupaya memberikan tanggapan terhadap pendapat temannya dengan pengetahuan dan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki.
PENGARUH PENGGUNAAN SIMULASI BINARY TREE BERBASIS CAI TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DISKRIT MAHASISWA JURUSAN PTI UNDIKSHA Agustini, Ketut
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.625 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan produk yang dihasilkan melalui pengujian secara eksperimen, untuk mengetahui efektifitas produk terhadap tingkat penguasaan konsep mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika Undiksha. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen menggunakan desain post test dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang tidak diacak. Hasil penelitian diperoleh bahwa respon mahasiswa terhadap penggunaan sistem simulasi binary tree berbasis CAI dalam perkuliahan matematika diskrit adalah positif dan Motivasi belajar mahasiswa masuk dalam kategori tinggi. Pengujian rumusan hipotesis yang dilakukan dengan uji t (student) diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan Media Simulasi binary tree berbasis CAI dengan mahasiswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan Media Simulasi binary tree berbasis CAI. Hal ini menunjukkan bahwa simulasi binary tree berbasis CAI merupakan media yang efektif digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa dalam perkuliahan matematika diskrit di jurusan Pendidikan Teknik Informatika Undiksha Singaraja.
STUDI ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN KESELAMATAN DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMA DAN SMK KABUPATEN BULELENG Agus Dharmadi, Made
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.145 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penggunaan aspek keselamatan dalam pembelajaran penjasorkes, merumuskan dimensi-dimensi panduan keselamatan dan merumuskan draft panduan keselamatan pembelajaran. Penelitian ini adalah merupakan tahap awal penelitian pengembangan berdasarkan analisis kebutuhan melalui studi pustaka, daftar isian dan kuesioner menggali persepsi dan pemahaman guru. Sampel penelitian adalah guru penjasorkes SMA yang ada di kabupaten Buleleng yang berjumlah 15 (12 SMA dan 3 SMK), pengolahan datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Gambaran aspek keselamatan dalam pembelajaran penjasorkes telah tercermin tercermin pada perencanaan pembelajaran, teknik bantuan, pengelolaan  kelas dan peralatan olahraga, 2) Dimensi- dimensi yang dibutuhkan dalam pembuatan buku panduan keselamatan pembelajaran penjasorkes; lingkungan tempat berolahraga, fasilitas dan peralatan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, teknik bantuan, 3) Draft formar isi panduan keselamatan dalam pembelajaran penjasorkes dipandang sebagai hal baru yang harus dipenuhi oleh seluruh sekolah sehingga menjadi acuan/petunjuk praktis dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes yang aman.
CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI LISAN PASANGAN PERKAWINAN BEDA BANGSA JEPANG-INDONESIA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Merlyna Y.P, Putu Dewi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.129 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1415

Abstract

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat dwibahasawan yang mampu berkomunikasi dengan lebih dari satu bahasa. Hubungan sosial di daerah pariwisata mengakibatkan akulturasi budaya dan bahasa yang melahirkan hubungan personal antar individu. Hubungan personal seperti perkawinan beda bahasa antara warga Jepang dan warga Indonesia memunculkan campur kode dalam kegiatan komunikasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis campur kode yang digunakan, jenis campur kode yang paling dominan dipakai, dan alasan terjadinya campur kode dalam berkomunikasi. Metode yang dipakai adalah metode observasi dan wawancara,kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ada tiga jenis campur kode yang muncul. Jenis campur kode yang paling dominan adalah campur kode keluar. Faktor yang mengakibatkan fenomena campur kode adalag faktor kesantaian, kebiasaan, dan karena kurangnya padanan kata yang dapat digunakan berkomunikasi dengan bahasa yang sama.
PENGEMBANGAN MODEL KONSELING LOGO UNTUK MENCEGAH PEYALAHGUNAAN NARKOBA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA PADA PARA SISWA DI BALI Suranata, Kadek
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.516 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseling logo untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) pada para siswa di Provinsi Bali. Secara lebih rinci, untuk: (1) mendeskripsikan kecenderungan penyalahgunaan napza para siswa di Bali, (2) mendeskripsikan persepsi siswa terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan napza yang dilakukan di sekolah, (3) mengetahui validitas teoretik rancangan model konseling logo, (4) mengetahui pengaruh model konseling logo terhadap kecenderungan penyalahgunaan napza siswa. Penelitian pengembangan ini dilakukan melalui tujuh langkah pokok, yaitu: (1) research and information collecting, (2) planning, (3) developing preliminary form of product, (4) preliminary field testing and product revision, (5) main field test and product revision, (6) operational field test and product revision dan (7) dessemination implementation and institutionalization. Populasi penelitian terdiri dari pakar dan praktisi bimbingan konseling di sekolah serta para siswa pada SMP,SMA,SMK di Provinsi Bali. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik multistage random sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 64,15%  dari 332 responden memiliki kecenderungan penyalahgunaan napza pada kategori sedang, 25,10% pada kategori tinggi, dan 10,25% pada kategori rendah, (2) sebanyak 81% siswa mempersepsikan telah dilakukan upaya pencegahan penyelahgunaan napza di sekolah dan 61% diantaranya mempersepsikan upaya pencegahan dilakukan oleh konselor sekolah, (3) uji validitas teoretik menunjukkan model konseling logo memiliki indek validitas yang baik (R sebesar 0,90); (4) terdapat perbedaan penurunan signifikan kecenderungan penyalahgunaan napza siswa yang mengikuti konseling logo dengan yang mengikuti konseling secara konvensional (t sebesar -19,654 p<0,05, dan pada amatan lanjut t sebesar  -14,443 p<0,05). Penelitian akan dilanjutkan pada tahap II dengan fokus pada uji coba efektifitas model pada populasi yang lebih luas.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SAINS Sadia, Wayan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.111 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i2.2165

Abstract

Abstract This research was conducted with the main objective to develop a model of character education integrated with science learning in elementary, junior, and senior high schools. The research was focused on the needs analysis study involving 36 elementary school science teachers, 34 junior high school science teachers and 27 senior high school science teachers to collect information on science learning in relation to character education. Data were collected by questionnaires, observation and interviewing techniques. Data were analyzed by descriptive and qualitative meaning. The results showed that: 1) character education can be developed through selection of science learning model, assessment model, and teaching materials, 2) science learning models that contribute significantly to the development of the character of students are inquiry learning, problem-based learning, cooperative learning , science-technology-society, problem solving, and contextual learning models, 3) science teacher’s responses to the character education are generally very positive and seek to develop good character through a learning process, 4) some (55.3%) science teachers include indicators of character values that to be target of learning in the syllabus and lesson plans, and some (44.7%) do not explicitly specify its, but implicitly implied in the syllabus and lesson plans. Keywords: character education, integrated science learning
MODEL PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS BERPIKIR DAN KARAKTER BANGSA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BALI Suastra, Wayan
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.922 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v2i2.2166

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis kebutuhan untuk menghasilkan model pembelajaran fisika yang adaptable dan efektif bagi pengembangan kreativitas berpikir dan karakter bangsa yang berbasis kearifan  lokal Bali. Subjek penelitian ini guru-guru fisika SMA yang telah berpengalaman minimal 10 tahun mengajar fisika di  SMA Negeri dan Swasta di Singaraja Bali yang berjumlah 12 orang.  Alat pengumpul data berupa kuesioner, pedoman observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai adalah analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1) Terdapat empat aspek berpikir kreatif yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran fisika SMA yaitu berpikir lancar (6 indikator), berpikir luwes (6 indikator), berpikir orisinil (7 indikator), dan berpikir elaboratif (5 indikator). 2) Terdapat 18 karakter bangsa yang berbasis kearifan lokal yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran fisika SMA yang meliputi: religius (tri hita karana), berbuat jujur dan berkata benar (satyam), toleransi (tat twam asi), disiplin, tanggung jawab (sesana), kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai (santhi), gemar membaca, refleksi diri (mulat sarira), peduli dan bersahabat, jengah, tidak sombong, suka bekerja keras dan dermawan). 3) Tahapan pembelajaran meliputi: (1) eksplorasi, (2) pemusatan, (3) inkuiri/penyelidikan, (4) elaborasi, dan (5) konfirmasi.

Page 1 of 20 | Total Record : 195