cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Pertanian Tropik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
SISTEM PERTANIAN TERPADU DI LAHAN PEKARANGAN MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Rauf, Abdul; Rahmawaty, Rahmawaty; Said, Dewi Budiati T.J.
Pertanian Tropik Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.9 KB)

Abstract

Pembangunan sistem pertanian terpadu telah dilakukan di salah satu lahan pekarangan warga Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Di lahan seluas ± 1022 m2 terdapat pohon hutan berupa kombinasi mahoni, dan jati (berumur 11 tahun), serta trembesi, damar, jelutung dan ketapang (berumur 3 tahun), di lahan selanya dipelihara ternak kambing, ikan (kolam tanah untuk ikan lele, nila, patin, dan gurami), unggas (itik dan ayam), serta sebagian lahan ditanami tanaman pertanian (sayuran terong, cabai, rimbang, ubi kayu, dan lain-lain) dengan sistem surjan dan pot yang secara intensif dilakukan sejak Januari 2012 hingga kini. Dari pohon hutan telah dipanen 3 batang pohon mahoni untuk pembuatan kusen pintu dan jendela. Dari kolam telah dipanen ikan lele dumbo dan dari 10 ekor ternak kambing telah berkembang menjadi 14 ekor dalam 1 tahun. Dari 15 ekor induk itik dan ayam dapat dipanen rata-rata 5 butir telur per hari. Dengan demikian, sistem ini telah memberi manfaat tambahan kesejahteraan ekonomi keluarga dan perbaikan ekologi (kesejukan dan peningkatan biodiversitas) di lahan pekarangan. Pengelola sistem pertanian terpadu ini adalah Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan (KOPPLING) Pondok Miri Desa Sei Semayang.Kata kunci: lahan pekarangan, sistem pertanian terpadu, variasi produksi, perbaikan ekologi,
PERAN EDU-TAINMENT DALAM MEMBANGUN KOMITMEN DAN PERAN NYATA PADA GERAKAN JIHAD KEDAULATAN PANGAN Agus, Cahyono; Suhartanto, Bambang; Sunarminto, Bambang Hendro; Agus, Agus
Pertanian Tropik Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.636 KB)

Abstract

Paradigma baru pertanian terpadu harus memberdayakan segenap multi-fungsi pertanian terpadu sebagai pemasok utama sandang, pangan, dan papan bagi kehidupan seluruh makluk hidup; juga sebagai gatra lingkungan hidup yang berkelanjutan, penyedia keindahan lingkungan (wisata-agro), penghasil bio-farmaka dan penghasil bio-energi.Gerakan “Jihad Kedaulatan Pangan” (JKP) dalam menumbuh kembangkan kecintaan dalam memproduksi sendiri dan menggunakan produk pangan unggulan lokal secara sungguh-sungguh, tanpa bergantung pada pangan impor lagi. Gerakan ini harus didukung secara sinergi, utuh, terpadu dann yata oleh seluruh pemangku kepentingan agar membentuk jaringan antar ABCG (Academic / akademisi, Business / pedagang swasta, Community / masyarakat, Government / pemerintah) yang erat dan nyata. Kedaulatan Pangan dapat digapai dengan mengaplikasikan konsep Pertanian Terpadu melalui strategi 5A (Agro-produksi, Agri-bisnis, Agro-industry, Agro-teknologi, Agro-wisata) yang memberdayakan seluruh potensi sumber daya alam, air, hayati, lingkungan, SDM dan manajemen secara menyeluruh, terpadu, utuh dan saling sinergis.Konsep ini harus terpadu dari hulu ke hilir untuk masing-masing komoditas unggulan utama sehingga mempunyai nilai tambah di bidang ekonomi, pelestarian lingkungan, sosial dan budaya secara sinergis.Indonesia mempunyai kemampuan, kemauan dan kesempatan untuk mencapai Kedaulatan Pangan, namun komitmen politik dan ekonomi harus dirorong lagi. Dengan perbaikan peraturan, kepemimpinan, pelaksanaan, SDM, teknologi, sinergisme, dan manajemen di seluruh lini 5A ini, maka diharapkan dapat memperbaiki kelemahan utama komoditas pertanian agar mampu memenuhi standart 3K (kuantitas, kualitas dan kontinyuitas) serta bersertifikat halalal thoyiban.Peran pers dan edu-tainment sangat penting untuk meningkatkan image building, kepercayaan, komitmen dan peran nyata seluruh stake holder untuk mendukung program unggulan mendukung Jihad Kedaulatan Pangan.
PROFIL PERTANIAN TERPADU LAHAN PEKARANGAN DI KOTA PADANG: TINJAUAN BUDIDAYA PERTANIAN Winardi, Winardi
Pertanian Tropik Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.005 KB)

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan termasuk di Kota Padang relatif masih terbatas, sehingga pengembangan berbagai inovasi yang terkait dengan lahan pekarangan belum banyak berkembang. Untuk menentukan profil pertanian lahan pekarangan ditinjau dari aspek budidaya di Kota Padang maka selama bulan Januari 2013 telah dilakukan studi Pemahaman Pedesaan dalam Waktu Singkat (Rapid Rural Appraisal/RRA). Hasil studi menunjukan bahwa ibu rumah tangga yang melaksanakan usahatani lahan pekarangan terdiri dari berbagai golongan umur dan tingkat pendidikan. Di wilayah berpenduduk cukup padat latar belakang pekerjaan mereka adalah PNS, pegawai swasta dan buruh sedangkan di wilayah berpenduduk agak jarang adalah petani. Lahan pekarangan di wilayah berpenduduk cukup padat berkisar dari 20 m2 (sangat sempit) hingga 100 m2 (sedang). Selanjutnya pada wilayah berpenduduk agak jarang > 170 m2 (luas). Komoditas pertanian yang banyak dijumpai pada wilayah berpenduduk cukup padat antara lain: Cabe Merah, Cabe Rawit, Saledri, Keladi, Mangga, Jeruk Nipis, Jambu, Pepaya, Kunyit, Pandan, Ruku-ruku, dan ayam buras. Sedangkan di wilayah berpenduduk agak jarang dijumpai komoditas, seperti Ubi Kayu, Ubi Jalar, Talas, Rimbang, Cabe Merah, Cabe Rawit, Keladi, Mangga, Jeruk, Jambu Biji, Pepaya, Pisang, Kunyit, Sereh, Ruku-ruku, Kelapa, Pinang, Kakao dan ayam buras. Budidaya pada lahan pekarangan umumnya masih dilakukan secara tradisional sehingga hasilnya belum optimal.Kata kunci: Tanaman pekarangan, Budidaya pertanian dan Kota Padang.
ANALISIS SISTEM DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT AGROFORESTRY DI HULU DAS CITANDUY: KASUS DI DESA SUKAMAJU, CIAMIS Sanudin, Sanudin; Priambodo, Devi
Pertanian Tropik Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.61 KB)

Abstract

Menurut Hutapea (2005), agroforestry di DAS merupakan salah satu upaya menjanjikan bagi konservasi lingkungan sekaligus sumber pendapatan serta untuk mencegah banjir, erosi dan kekeringan. DAS Citanduy dengan luas 352.080 ha merupakan salah satu DAS di Jawa Barat yang kondisinya kritis, kondisi kekritisan ini ditunjukkan oleh kondisi penutupan lahan yang semakin menyusut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan hutan rakyat agroforestry di hulu DAS Citanduy. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis pada bulan Juni – November 2012. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui pengamatan secara langsung dan wawancara terhadap responden petani hutan rakyat. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling terhadap responden yang memiliki hutan rakyat dengan pola agroforestry sebanyak 20 orang. Analisis data yang digunakan diantaranya adalah analisis pendapatan dan analisis sistem menggunakan software Stella 9.02. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan yang dimilikinya yang berkisar antara 0-0,5 ha, petani hutan rakyat menerapkan pola agrofrestry dengan tanaman kehutanan yang dominan adalah sengon dan sebagian besar petani belum menerapkan silvikultur intensif dalam pengelolaan hutan rakyatnya seperti penggunaan jarak tanam, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit, b) model simulasi skenario pengelolaan hutan rakyat di desa sekitar hulu DAS Citanduy Hulu agar dapat memberikan hasil yang wajar dalam evaluasi model pembuatannya membutuhkan 3 sub model yaitu sub model dinamika tegakan, sub model tenaga kerja, dan sub model pengelolaan hutan rakyat.Kata kunci: analisis sistem, agroforestry, pemanfaatan lahan, Daerah Aliran Sungai
KAJIAN ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH BERBASIS PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI DATARAN TINGGI TAPANULI UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA Chairuman, Novia
Pertanian Tropik Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.648 KB)

Abstract

Uji Adaptasi Varietas Unggul Baru Padi Sawah Berbasis Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Dataran Tinggi Tapanuli Utara Sumatera Utara telah dilaksanakan di Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara dengan ketinggian 943-950 m dpl pada bulan Juni sampai Oktober 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan dan produktivitas VUB padi sawah, sehingga diperoleh 1-2 varietas unggul baru produksi tinggi (≥ 7 t/ha) dan adaptif pada lingkungan spesifik untuk dikembangkan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Perlakuan menggunakan enam varietas padi sawah, yang terdiri dari Inpari 3, Inpari 10, Inpari 13, Sarinah, Aek Sibundong dan varietas eksisting Ciherang. Teknologi yang diterapkan adalah komponen dasar dan pilihan yang terdapat dalam model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Inpari 3, Inpari 10, Inpari 13, Sarinah, dan Aek Sibundong merupakan varietas unggul baru padi sawah yang adaptif pada lingkungan spesifik dan memberikan hasil berturut-turut 8,4; 8,0; 7,9; 7,5; dan 7 t GKP/ha atau meningkat 37,7; 31,1; 29,5; 22,9 dan 14,7% di atas varietas eksisting Ciherang (6,1 t GKP/ha) sehingga dapat dikembangkan di sekitar wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.Kata kunci: adaptasi, varietas unggul baru, padi sawah, pengelolaan tanaman terpadu.
ANALISIS KEBERHASILAN PROGRAM PERTANIAN TERPADU DI KECAMATAN PULAU SEBUKU, KABUPATEN KOTA BARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Hermanawati, Erni; Choesin, Devi N
Pertanian Tropik Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.853 KB)

Abstract

  Abstrak: Evaluasi program pertanian diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program pertanian. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program pertanian terpadu yang diterapkan di lima desa Kecamatan Pulau Sebuku dan membuat model alternatif penerapan pertanian terpadu yang lebih baik dan berkelanjutan . Evaluasi menggunakan metode analisis multikriteria dengan membuat kriteria dan indikator dari prinsip pertanian terpadu. Dapat disimpulkan  belum seluruh kriteria dapat dicapai/diterima. Dari 10 kriteria, satu kriteria  yaitu  tujuan lingkungan dapat diterima (skor ≥ 3) seluruh desa (5 desa). Dua kriteria yakni tujuan ekonomi dan manajemen tanah diterima empat desa. Dua kriteria selanjutnya  yaitu tujuan sosial dan daya dukung pemasaran diterima dua desa. Dua kriteria lainnya yaitu manajemen limbah dan kriteria manajemen iklim/cuaca hanya dapat diterima oleh satu desa. Tiga kriteria belum dapat diterima semua desa yakni manajemen tanaman, manajemen hewan dan kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan kurangnya peran kelembagaan, pengetahuan dan teknologi warga terhadap pertanian terpadu.  Upaya perbaikan program dengan membentuk kelembagaan pertanian, peningkatan SDM serta kemudahan fasilitas saprodi dan pemasaran. Keterlibatan semua pihak yaitu warga, pemerintah, swasta dan LSM diperlukan untuk mencapai keberhasilan pertanian terpadu yang diharapkan.   Kata Kunci: Analisis Multi Kriteria, pertanian terpadu, Pulau Sebuku
PENGARUH KEDALAMAN MUKA AIR TANAH TERHADAP LILIT BATANG KARET CLON PB260 DAN SIFAT KIMIA TANAH GAMBUT DI KEBUN MERANTI RAPP RIAU Sukariawan, Aries; Rauf, Abdul; Setiawan Sutanto, Arief; Santoso, Bolot
Pertanian Tropik Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.88 KB)

Abstract

Study to evaluate the effect of the depth of water table in peatlands of the PB260 rubber girthimmature plants (age 2-3 years) and chemical properties of peat soil has been carried out inMeranti Estate RAPP Kampar Estuary Pangkalan Kerinci District of Riau in December 2013.Research used descriptive method with measuring water table depth in selected plots with girthmeasurements of planting rubber trees planted in 2010 and 2011. At two sample plots (representingthe shallowest water level and water level deep) dug each soil profile to the investigation anddecision soil samples. Soil samples were analyzed at the Laboratory of BPTP North Sumatra. Theresults showed that the water table in peatlands deeper, reaching 88.6 cm girth will decrease thegrowth of young rubber trees. Rubber immature plants age 2 years who has the best girth growth inground water at a depth of 29.6 cm deep and 3 years old trunk circumference rubber girth bestgrowth at 65.3 cm water table. Water table is within reach mean 88.6 cm cause fasterdecomposition of peat soil is characterized by C/N ratio of lower and lower quality (fertility) peatsoils with lower ash content, K-exchangeable, Mg-exchangeable, P-available and P-total.Keywords: peat soil water table, trunk circumference rubber, chemical properties of soil.
PENGARUH ENDAPAN PASIR BONO TERHADAP KUALITAS GAMBUT DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KARET MUDA DI KEBUN MERANTI RAPP RIAU rauf, Abdul; Sutanto, Arief Setiawan; Sukariawan, Aries; Santoso, Bolot
Pertanian Tropik Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.228 KB)

Abstract

Study to evaluate the effect of the Bono Sand Sediment to peatlands qualities and growth ofthe PB260 young rubber plants (age 1 years) had been carried out in Meranti Estate RAPPKampar Estuary Pangkalan Kerinci District of Riau in December 2013. Research useddescriptive method with measuring water table depth in selected plots whose enrich withBono Sand Sediment and soil profil to take the soil samples. Also girth measurements ofplanting young rubber trees planted in 2012. The soil samples were analyzed at theLaboratory of BPTP North Sumatra. The results showed that Bono Sand Sediment were siltfraction, coused a good effect to growing young rubber plant with seedling just the same withgrowing plant rubber with oculation age 1 year. To peatland proferties teh Bono SandSediment increas the pH and exchengable bases, but decrease the total nitrogene, availablephosphaet, and total phosphate.Keywords: Bono Sand Sediment, trunk circumference rubber, chemical properties ofpeatlend.
ANALISIS FINANSIAL PEMANENAN KAYU TEKNIK REDUCED IMPACT LOGGING MELALUI SKEMA REDD+, KALIMANTAN UTARA syed, muhdi; Elias, Elias; Matangaran, Juang Rata
Pertanian Tropik Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.295 KB)

Abstract

The research was done at natural tropical forest of PT Inhutani II, East Kalimantan. The objectivesof the research were to study the carbon (C) stock in the natural tropical forest after conventional andreduced impact logging (RIL) and to get the effectivity of RIL based on carbon stock, financial andenvironmental aspects. The effect of conventional and RIL to environment and carbon stock in theplots were studied using the data of three plots with each size 100 m x 100 m. The plots are placedbased on purposive sampling at landing, main skiddtrail and branch skiddtrail, respectively. Cstocks are counted by allometric equation and C economics by the economic acceptance of REDD.Economic value of RIL was IDR 1,604,518,900,- ha-1. Based on financial analysis showed that RILwas feasible and profitable at rate of interesst 16 %.Key Word : RIL, carbon, finansial analysis, tropical natural forest, east Kalimantan
KUANTIFIKASI BIOMASSA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI LANGKAT, SUMATERA UTARA syed, Muhdi; Risnasari, Iwan; Bayu, Eva Sartini; Hanafiah, Diana Sofia; Hutasoit, Andreas; Sitanggang, Guswinda N; Silaban, Dedy S
Pertanian Tropik Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.67 KB)

Abstract

Quantifying oil palm plantation contribution to global carbon budgets is needed. Biomass variation of oilpalm plantation practices through allolmetric models that can be used to asses oil palm plantation. Theobjectives of this research were to find the biomass variation of oil palm plantation in Langkat, NorthSumatera. The research was done by two steps. Firstly, data collecting was at oil palm plantation. Secondsteps was analys biomass in laboratorium. Measurement of parameters is done by 9 (nine) permanentsample plots (PCP) with line block methode in 5 year, 10 year and 15 year. The size of plots was 20 m x 20m (400 m2) that distanches to another plot was 10 m x 10 m (100 m2) used random sampling. This researchfound that the models of biomass in oil palm plantation was W = 0.00597D1.000Hbp1.142.Key words : quantifying, destructive sampling, model of biomass, oil palm plantation

Page 1 of 19 | Total Record : 186