cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Proners" : 83 Documents clear
HUBUNGAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL PERAWAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK ., NURUL HIDAYAH
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.46 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit yang akan menyertai seumur hidup dan membutuhkanperawatan jangka panjang sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Dukungan psikososialperawat menjadi hal yang penting dalam proses perawatan. Dukungan psikososial perawat akan sangatmembantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan psikososial perawat terhadap kualitas hidup pasien diabetesmellitus tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknikpengambilan sampel yang digunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Pengumpulandata menggunakan kuesioner dukungan psikososial perawat dan kuesioner DQOL (Diabetes Quality of Life).Uji bivariat dilakukan dengan uji chi square dengan nilai p < 0,05.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden didapatkan 61,1% responden berusia 46-55 tahun, berjenis kelaminperempuan (61,1%), pendidikan terakhir SMA (47,2%), status pernikahan menikah (83,3%), status pekerjaantidak bekerja (47,2%), dan lama menderita 1-5 tahun (58,3%). Analisis bivariat dengan uji chi squaredidapatkan p = 0,031 (p < 0,05).Kesimpulan : Ada hubungan dukungan psikososial perawat terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitustipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.Kata kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2, Kualitas Hidup, Dukungan Psikososial PerawatReferensi : 36 (2006-2018)
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Safrizal
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.58 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik kuantitasmaupun kualitas. Keberhasilan kinerja sangat ditentukan adanya bimbingan darisupervisi yang baik dari atasan kepada bawahannya yang menanyakanpermasalahan serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan agar dapatdiberikan solusi dari permasalahan tersebut. Supervisi berperan dalam prosespengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dalam memastikan apakah sudahberjalan sesuai tujuan dan standar yang dibuat.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerjaperawat diruangan rawat inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode: Kuantitatif dengan jenis penelitian Korelasi, Dengan pendekatan Crosssectional.Sampel menggunakan metode Taro Yamane. Jumlah sampel 58responden. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan nilai p < 0,05.Hasil: Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan 74,1%,responden terbanyak berdasarkan tingkat pendidikan adalah lulusan S1 Nersdengan 70,7%, Usia responden paling banyak adalah 26 ? 35 tahun dengan69,0%, masa kerja responden yang terbanyak antara 1 ? 5 tahun dengan 69,0%.Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,216.Kesimpulan: tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerjaperawat di ruangan rawat inap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak.Kata Kunci: Perawat, Supervisi kepala ruangan, kinerja perawat
PENGALAMAN MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KLINIK I ., Zakiah Amar
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.444 KB)

Abstract

Latar Belakang : Praktik klinik adalah sarana pembelajaran bagi mahasiswa keperawatan untukmenerapkan teori keperawatan dan, mengintegrasikan pengetahuan teoritis dan keterampilanpraktik. Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura dalam masa pendidikannya diwajibkanmelaksanakan praktik klinik untuk belajar dan mengetahui perannya sebagai perawat dimasa akandatang.Tujuan : Mengeksplorasi pengalaman mahasiswa keperawatan Universitas Tanjungpura dalammatakuliah Praktik Klinik I.Metode : Desain penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi menggunakan teknikconvenience pada 5 informan, instrument pada penelitian ini adalah peneliti itu sendiri denganwawancara mendalam (indepth interview) menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur, alattulis, aplikasi perekam suara, dan kamera (telepon seluler).. Hasil : Penelitian ini didapatkan hasil lima tema yaitu memahami peran perawat melaluiperspektif praktik klinik, respon psikologis negatif dan positif, resiko pelanggaran standar patientsafety, aspek capaian pembelajaran praktik klinik I, dan harapan untuk praktik klinik I selanjutnyaKesimpulan : Mahasiswa telah memahami perannya sebagai perawat, yang mana melalui praktik klinik sebagai sarana pembelajaran dengan memenuhi kebutuhan pasien secara holistik, danmenerapkan komunikasi terapeutik. Mahasiswa juga merasakan ansietas sebelum praktik klinik danjuga antusias terhadap praktik. Resiko terjadinya pelanggaran patient safety berupa kesalahanmahasiswa dalam melakukan intervensi keperawatan, implementasi perawat tidak sesuai prosedurdan prinsip asuhan keperawatan, mahasiswa sulit dalam manajemen waktu. Selain itu aspek capaianpembelajaran praktik klinik dipengaruhi oleh keterlibatan pembimbing klinik dan akademik dalampraktik klinik, dan target kompetensi. Selain itu, harapan untuk praktik klinik selanjutnya berupamahasiswa harus mempersiapkan diri sebelum praktik klinik, dan adanya harapan informan untukpembimbing akademik. Kata Kunci : Mahasiswa, Praktik, Klinik, Perawat, Prosedur
VALIDITAS DAN REABILITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN PENURUNAN CURAH JANTUNG BERDASARKAN STANDAR DIAGNOSA KEPERAWATAN INDONESIA PADA PASIEN ARITMIA DI RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK ., Ersa Karolin
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penurunan curah jantung merupakan diagnosa keperawatan yangdapat diangkat pada pasien aritmia. Pada saat mengangkat suatu diagnosa harusmemperhatikan tanda dan gejala yang ditemukan pada pasien, oleh sebab itu perludilakukannya uji validasi dan reabilitas agar diagnosa penurunan curah jantungpada pasien aritmia dapat ditegakkan.Metodelogi: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional ,jumlah sample 25 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji validitasbivariate Pearson (Momen Produk Pearson) dan uji reabilitas Alpha(Cronbach?s).Hasil: Sebagian responden berusia > 65 tahun berjumlah 36% , jenis kelaminresponden sebagian besar adalah laki- laki 52%, pendidikan responden terbanyakadalah SMA 36% dan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga sebanyak48%. Analisa bivariate pearson produk moment rhitung > 0,39 (yaitu tanda dangejala subjektif mayor (rhitung= 0,654), perubahan irma jantung (rhitung= 0,410),perubahan preload (rhitung= 0,433), perubahan kontraktilitas (rhitung= 0,714),perubahan emosional dan perilaku (rhitung=0,419). Uji reabilitas r= 0,683.Diskusi:Kesimpulan: Diagnosa keperawatan curah jantung pada pasien aritmia valid danreliableKata Kunci: aritmia, diangnosa keperawatan penurunan curah jantung, validitasdan reabilitas.
HUBUNGAN PERILAKU AGRESIF PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT ., Arief Widodo
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.582 KB)

Abstract

Latar belakang: Perilaku agresif merupakan suatu respon terhadap kemarahan, kekecewaan,perasaan dendam atau sebuah ancaman yang menyebabkan amarah yang dapat membangkitkansuatu perilaku kekerasan. Perilaku agresif sering dilakukan oleh pasien dengan gangguan kejiwaandan perawat merupakan target yang sering menjadi sasaran dalam peristiwa perilaku agresif diRumah Sakit Jiwa. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan perawat dapat mengalami streskerja di Rumah sakit Jiwa.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwa dengan tingkatstres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat.Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik denganpendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan jumlah responden sebanyak 120 perawat. Pengumpulan data menggunakan dua buahkuesioner yaitu kuesioner (POPAS) dan (PNJSS) dan penelitian ini menggunakan uji analisisstatistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa semua responden pernah mendapatkan perilaku agresifdari pasien dengan intensitas jarang sebanyak 53 responden (44,2%) dan dengan intensitas seringsebanyak 67 responden (55,8%). Perawat yang mengalami stres kerja ringan sebanyak 28responden (23,3%), stres kerja sedang sebanyak 66 responden (55%) dan stres kerja beratsebanyak 26 responden (21,7). Hasil analisis statistik bivariat menggunakan uji Chi-Square padainterval kepercayaan 95% dengan nilai ? = 0,05 menunjukan p value 0,003 sehingga hipotesispenelitian diterima yang berarti terdapat hubungan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwadengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi KalimantanBarat.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku agresif pasien gangguan jiwadengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi KalimantanBarat. Kata kunci: Perilaku Agresif Pasien Gangguan Jiwa, Stres Kerja Perawat, Ruang Rawat Inap
Korelasi Kepatuhan Kewaspadaan Universal Pada Pemasangan Infus Dengan Kejadian Plebitis Di RSUD Dr. Soedarso Pontianak ., Laras Ayu NingTias
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.435 KB)

Abstract

Latar Belakang: Plebitis merupakan kejadian komplikasi akibat dari pemasanganinfus yang tidak sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP). Kejadianplebitis di RSUD dr. Soedarso pada tahun 2016 mencapai angka 5,80 perseribu.Standar kejadian plebitis dengan mutu pelayanan sebesar <1,5%. Ketidakpatuhankewaspadaan perawat dalam pelaksanaan pemasangan infus sesuai dengan SOPmasih tinggi, seperti penggunaan sarung tangan, penggunaan balutan konvensional,transparan dressing, serta pengunaan perlak. Faktor pengalaman, kebiasaanperawat, serta kecepatan tindakan menghambat pekerjaan menjadi hal yangmengurangi kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SOP. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi kepatuhan kewaspadaan universal padapemasangan infus dengan kejadian plebitis di rawat inap RSUD Dr. Soedarso.Metode: Menggunakan desain analitik korelasi observasional dengan carapendekatan kohort prospektif dan data dikumpulkan menggunakan lembarobservasi. Sampel menggunakan 50 tindakan pemasangan infus yang dilakukanoleh perawat, dianalisis dengan menggunakan uji Spearman dengan nilai p= < 0.5. Hasil: Bahwa (100%) perawat tidak patuh pada SOP pemasangan infus dan (100%)pasien tidak terjadi plebitis. Pemasangan infus yang dilakukan oleh 50 perawat danyang terjadinya bengkak merupakan risiko plebitis sebanyak 11 pasien, dilakukananalisa uji spearman didapatkan nilai p= 0,179 dengan hubungan lemah.Kesimpulan: Seluruh perawat tidak patuh pada SOP pemasangan infus dan pasientidak mengalami plebitis, tetapi hanya berisiko terjadinya plebitis. Tidak adahubungan antara kepatuhan kewaspadaan universal pada pemasangan infus dengankejadian plebitis di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Saran menerapkan danmematuhi sehingga menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan dalampenanganan, mengadakan pelatihan kewaspadaan universal untuk perawat, dan meningkatkan sosialisasi. Disarankan bagi rumah sakit dalam meningkatkan mutupelayanan.Kata Kunci: Plebitis, kewaspadaan universal, pemasangan infus, ketidakpatuhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP HYGIENE PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT ., Audina Safitri
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5828.456 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hygiene perlu dilakukan oleh ibu sebelum memberikan ASIkepada bayi usia 0-6 bulan yang terdiri dari 2 langkah penting yaitu mencucitangan menggunakan sabun dan perawatan payudara. Perilaku hygiene bertujuanuntuk menjaga kebersihan diri. Hygiene yang tidak dilakukan secara baik danbenar dapat menyebabkan bayi 0-6 bulan mudah terserang penyakit.Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Metode : Penelitian kuantitatif non eksperimen dengan desain penelitian analitik -observasional pendekatan cross sectional. Teknik sampling yaitu non probabilitysampling: convinience atau accidental sampling dengan sampel 107 orang.Instrumen menggunakan lembar kuesioner.Hasil : Adanya hubungan antara pengetahuan ibu (p 0,006 < 0,05) dengan mean5,47 dan sikap ibu (p 0,015 < 0,05) dengan mean 27,99 terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Hygiene, Cuci Tangan, Perawatan PayudaraReferensi : 113 (2009-2018)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA LUKA KAKI BERULANG PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK KITAMURA DAN RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Dony Azie Pratama
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.289 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita diabetes melitus berisiko 29 kali lebih beresikoterjadinya komplikasi luka kaki diabetes. Beberapa faktor yang dapat dicurigaimenjadi penyebab terjadinya luka kaki diabetes berulang pada pasien diabetes melitusyaitu: sirkulasi, riwayat merokok, hipertensi, riwayat penggunaan alas kaki, riwayatmedikasi, ras/etnis, interaksi sosial dan stres.Tujuan : Mengidentifikasi faktor apa yang paling dominan terhadap terjadinya lukakaki diabetes pertama dan berulang. Metode : Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian case controldengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Dengan jumlah sampel 58responden yang terbagi menjadi 29 responden menderita luka kaki diabetes pertamadan 28 responden menderita luka kaki diabetes berulang. Pengumpulan datadilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, ABI (Ankle BrachialIndeks) dan wawancara. Uji statistik univariat dan bivariat menggunakan uji chisquare dan multivariate menggunakan logistic regresi berganda.Hasil : Faktor yang memiliki hubungan terhadap terjadinya luka kaki diabetes ialahsirkulasi dengan nilai P = 0,018 dan penggunaan alas kaki dengan nilai P = 0,009.Faktor yang paling dominan terjadinya luka kaki diabetes ialah interaksi sosial dengannilai OR = 2,316. Kesimpulan : Interaksi sosial merupakan faktor resiko yang paling dominan terhadapterjadinya luka kaki diabetes. interaksi sosial yang tidak baik 2 kali lipat resikonyauntuk terjadi luka kaki diabetes dibanding dengan interaksi sosial yang baik.Kata Kunci : luka kaki diabetes, faktor resiko, faktor dominan
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PENDOKUMENTASIAN IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RSU YARSI PONTIANAK ., Annisa Nur Medinawati
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.228 KB)

Abstract

Latar Belakang: Dokumentasi keperawatan merupakan pencatatan dan pelaporanhasil kerja perawat dengan dasar data yang akurat dan lengkap secara tertulissebagai tanggung jawab perawat serta berguna dalam keuangan, hukum dan etika.Pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan saat ini masih kuranglengkap. Proses implementasi yang diberikan jika tidak lengkap dan tidak benardilakukan mengakibatkan tindakan atau pelayanan yang diberikan dari perawat kepasien tidak akan tercipta dengan baik. Motivasi perawat terhadap pekerjaandapat mempengaruhi kepatuhan perawat dalam hal melakukan dokumentasiasuhan keperawatan.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan motivasi kerja perawat terhadapkepatuhan pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan di Ruang RawatInap RSU YARSI Pontianak.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian crossectional pada35 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Instrumen padapenelitian ini menggunakan kuesioner A berisikan demografi dan kuesioner Bberisikan motivasi kerja dengan 25 pernyataan dan lembar observasi kepatuhanpendokumentasian implementasi asuhan keperawatan. Analisis univariatmenggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan uji ?Chissquare?.Hasil: Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara motivasi kerja perawatdengan kepatuhan pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan di RSUYARSI Pontianak dengan nilai signifikasi menunjukan nilai p value = 0,011 < ?0,05 yang berarti Ha diterima.Kesimpulan: Terdapat Hubungan Motivasi kerja perawat dengan kepatuhanpendokumentasian implementasi asuhan keperawatan di RSU YARSI Pontianak. Kata Kunci: Kepatuhan Pendokumentasian, Implementasi Asuhan Keperawatan, Motivasi Kerja Perawat.
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN TEHNIK SBAR (SITUATION BACKGROUND ASSESSMENT RECOMMENDATION) TERHADAP RISIKO INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ANTON SOEDJARWO PONTIANAK ., Rangga Hariyanto
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.028 KB)

Abstract

Latar belakang: Komunikasi dengan tehnik SBAR adalah satu komponenpelaksanaan standar kesalamatan pasien sehingga dapat menurunkan kejadian insidenkeselamtan pasien. Teknik SBAR membantu dalam komunikasi yang terfokus danmempermudah antara seluruh tenaga kesehatan terutama selama masa penyampaiankesehatan pasien dan berkomunikasi via-telpon untuk menyampaikan kondisi pasienkeseluruh tenaga kesehatan. Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak memilikifasilitas dan sumber daya manusia yang mendukung dalam menggunakankomunikasi efektif dengan tehnik SBAR untuk meningkatkan mutu pelayanan.Tujuan: Menganalisis komunikasi efektif dengan tehnik SBAR terhadap risikoinsiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak.Metode: Desain kualitatif teknik purposive sampling metode non probabilitysampling pendekatan fenomenologi, diambil dengan semistrucuture interview.Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil tiga tema yaitu pengetahuan perawatmemahami komunikasi efektif dengan tehnik SBAR, kemampuan berkomunikasiperawat menggunakan komunikasi efektif dengan tehnik SBAR dan dampak yangdirasakan perawat setelah tehnik komunikasi efektif dengan tehnik SBAR diterapkandi Rumah Sakit Anton Soedjarwo.Kesimpulan: Pengetahuan perawat dalam berkomunikasi efektif dengan tehnikSBAR memiliki pengetahuan yang baik dan cukup biak , kemampuan perawat dalamberkomunikasi efektif dengan tehnik SBAR perawat di Rumah Sakit AntonSoedjarwo Pontianak di katagori kan dua kelompok ada yang baik dan cukup baik disebabkan kemampuan perawat yang kurang baik, untuk peningkatan nya denganpelatihan dan seminar mengenai tehnik SBAR, dampak yang di rasakan perawatbegitu baik. Kata Kunci: Komunikasi SBAR, Keselamatan pasien & Perawat