cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
PERANCANGAN ALAT UKUR GETARAN UNTUK MENDETEKSI KERUSAKAN PADA BANTALAN Abidin, Zainal; Gustini, Gustini; Cahyo Pratomo, M. Bimo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1554.505 KB)

Abstract

Perencanaan perawatan pada mesin industri harus disusun sebaik mungkin sehingga dapat meminimalisasi kerusakan yang terjadi tiba-tiba. Salah satu cara untuk mendeteksi kerusakan suatu sistem alat adalah dengan menganalisa karakteristik dari getaran yang ditimbulkan oleh sistem tersebut. Untuk mengukur getaran tersebut diperlukan sebuah alat ukur getaran. Alat ukur getaran tersebut bukan merupakan alat yang murah, dan hanya terjangkau oleh kalangan industri menengah ke atas. Oleh karena itu, dibuat lah rancang bangun prototipe alat ukur getaran yang jauh lebih murah dan dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada suatu mesin. Alat ukur getaran yang dirancang tersusun dari sensor MEMS Accelerometer ADXL 345, mikrokontroller Arduino UNO, dan di program menggunakan software MATLAB untuk hasil analisa sinyal getaran dalam bentuk grafik serta spektrum FFT. Data yang didapatkan dari ADXL345 adalah dalam bentuk percepatan vektor dari ketiga sumbu. Kemudian data tersebut di proses dengan MATLAB untuk di plot dalam bentuk grafik waktu dan dijadikan dalam bentuk domain frekuensi dengan fungsi FFT. Alat ukur ini diuji untuk mendeteksi kerusakan pada bantalan. Dari hasil analisa didapatkan bahwa getaran pada bantalan normal dan cacat menunjukkan karakteristik spektrum yang berbeda pada arah radial yaitu sumbu x dan y. Pada arah aksial yaitu sumbu z, respon sinyal getaran tidak terdeteksi. 4. Pada bantalan kondisi cacat memiliki nilai amplitudo getaran yang bervariatif pada rentang frekuensi 18 ? 35 Hz dengan nilai amplitudo getaran tertinggi yaitu 0,22g dan 0,24g.
ANALISA DISTRIBUSI TEGANGAN DAN DEFLEKSI CONNECTING ROD SEPEDA MOTOR 100 CC MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Abidin, Zainal; Rama, Berthan Ridho
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 15, No 1 (2015): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.541 KB)

Abstract

Ringkasan Kemajuan  teknologi  sekarang  ini  telah  menghasilkan  berbagai  kreasi dalam segala  hal  yang  bertujuan  memudahkan  segala  aktifitas manusia.  Ada berbagai   sarana   transportasi   tersedia,   mulai   dari   darat, udara,   dan   laut. Kendaraan yang diproduksi massal di negara kita umumnya kendaraan darat, salah satunya sepeda motor. Connecting rod merupakan komponen mesin yang berperan untuk mengubah gerakan resiprok (maju mundur/turun naik) piston menjadi gerakan berputar (rotary) pada poros engkol. Dalam tugas akhir ini, menganalisa distribusi tegangan dan defleksi connecting rod sepeda motor dengan daya 6 HP menggunakan metode elemen hingga. Connecting rod yang dianalisa adalah connecting rod sepeda motor Honda Grand 100 CC. Adapun material dari connecting rod ini ialah AISI 1045 cold drawn dengan kekuatan luluh (Ï?y)= 5,3e+008 N/m2. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk menganalisa tegangan yang terjadi pada connecting rod setelah dipengaruhi oleh tekanan statis. Setelah  itu mencari nilai tegangan Von Mises dan faktor keamanan (Factor Of Safety) untuk mengetahui connecting rod ini dalam keadaan aman atau tidak dengan bantuan dari software Solidworks 2007. Setelah dilakukan analisa didapat bahwa tegangan Von Mises maksimum yang terjadi  yaitu sebesar 4,911e+008 N/m2. Dari hasil tersebut dapat dilihat nilai tegangan Von Mises berada di bawah batas izin tegangan yield material baja AISI 1045 sehingga connecting rod ini dapat dikatakan dalam keadaan aman.
KAJI PENGARUH ANTI-ROLL BAR PADA SUSPENSI INDEPENDEN DEPAN KENDARAAN ATV Z200 TERHADAP PERILAKU BODY ROLL Abunaim, Teguh Budi S
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 1 (2009): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.588 KB)

Abstract

In order to operated at field which vary, ATV ( All Terrain Vehicle) designed to have ability to maneuver which is supported with strong and light frame construction, taft machine and also adequate suspension system. Almost similar to car, ATV have applied suspension independent. The target of this research is to know anti-roll bar appliance installation influence at front suspension system of ATV Z200 to behavioral reduction of roll body, when vehicle in a condition curve (cornering). Analysis roll body conducted by using transfer analysis method with visual MSC software of Nastran 2004Result of this analysis will give reduction graph of roll body angle to speed of vehicle (10,20 and 30 km/hour) as function of displacement vertical from appliance lever arm anti bar roll. This angle is measured from vertical line with straightening of road to a line through a center of mass (center of gravity or shortened, CG) w. Which is vertical with frame. Result of this research showing that by equipment of anti bar roll, behavioral of roll from body vehicle of ATV Z200 when curve can decrease, that is equal to 17,925 % for the speed of 10 km/hour, 13,924 % for the speed of 20 km/hour, and 9,485 % for the speed of 30 km/hour.
PENGARUH PENCAMPURAN BIOETHANOL DENGAN BENSIN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR, DAN EMISI GAS BUANG PADA HONDA CB 150 CC FUEL INJECTION Firdaus, Aneka
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 1 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.799 KB)

Abstract

Minyak bumi merupakan salah satu bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbarui. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan minyak bumi sudah semakin menipis, sedangkan berkembangnya teknologi otomotif menjadikan teknologi kendaraan juga semakin berkembang. Salah satu alternatif pengganti bahan bakar fosil adalah dengan bioenergi seperti bioethanol. Bioethanol adalah bahan bakar nabati yang tak pernah habis. Untuk itu  dilakukan penelitian tentang pengaruh campuran bioethanol pada bahan bakar bensin untuk mendapatkan bahan bakar alternatif dengan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Pada penelitian kali ini menggunakan bioethanol kadar 99,9%. Adapun  variasi campuran, yaitu E0 (100% bensin + 0% bioethanol), E10 (90% bensin + 10% bioethanol), E20 (80% bensin + 20%), E30 (70% bensin + 30% bioethanol). Pada pengujian konsumsi bahan bakar menggunakan kecepatan 20 km/jm, 40 km/jm, dan 60 km/jm, yang mana konsumsi bahan bakar paling hemat pada E20 pada kecepatan 40 km/jm sejauh 58 km/l. Sedangkan pada emisi gas buang menggunakan putaran mesin 1500 rpm, 3000 rpm, dan 4500 rpm yang menghasilkan kadar CO,HC,O2 dan CO2 dimana kadar CO terendah sebesar 0,319% menggunakan bahan bakar E30 pada putaran mesin 4500 rpm, pada kadar HC terendah sebesar 73 ppm menggunakan bahan bakar E20 pada putaran mesin 4500 rpm, pada kadar O2 terendah sebesar 2,07% menggunakan bahan bakar E10 pada putaran mesin 4500 rpm, pada kadar CO2 tertinggi sebesar 12,86% menggunakan bahan bakar E20 pada putaran mesin 4500 rpm
ANALISIS SENSITIVITAS PADA PIPA BESI COR DENGAN RETAKAN KEARAH MELINGKAR PIPA Gunawan, Gunawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 3 (2009): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.43 KB)

Abstract

RingkasanEfek tekanan dalam pipa pada laju kebocoran dari dalam pipa yang merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kebocoran masih belum dipahami secara memadai. Pada penelitian ini dilakukan pada kasus tegangan uni-axial dan bi-axial dengan metode elemen hingga pada pipa dengan arah retak melingkar. Laju aliran retakan dihitung dengan persamaan torricolli. Komponen eksponensial retakan untuk tegangan uni-axial akan menurun jika panjang retakan meningkat. Sedangkan pada tekanan bi-axial, terjadi sebaliknya. Sehingga retakan akan cenderung membuka jika panjang retakan bertambah dan retakan arah melingkar yang panjang akan memiliki luas permukaan yang lebih untuk membuka retakan.AbstractEffect of pressure in the pipe at the rate of leakage from the pipe which is one of the main factors affecting the leak still not adequately understood. In this study conducted in the case of uni-axial stress and bi-axial with finite element method to pipe with a circumferential cracks. Flow rate of crack calculated by the equation torricolli. Exponential component crack for uni-axial tension will decrease if the crack length increases. While the bi-axial pressure, the opposite occurred. So that cracks will tend to open when the crack length increases and the crack length direction of the circular will have more surface area to open the cracks. Keywords : pipe, circumferential, crack
APLIKASI PEMBUATAN PROGRAM WORKTIME SCHEDULING PADA SISTEM PENDIDIKAN DI JURUSAN TEKNIK MESIN Mohruni, Amrifan Saladin; Iskandar, Iskandar
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 2 (2013): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ringkasan Perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi sangat pesat dengan adanya globalisasi. Satu negara bersaing dengan negara lainnya seperti dalam hal kemajuan industri. Hal tersebut memicu suatu negara untuk meningkatkan sumber daya manusia agar dapat menghasilkan suatu produk yang dapat bersaing. Dalam meningkatkan sumber daya manusia maka peran perguruan tinggi sangat penting dan oleh karena itu perguruan tinggi harus dapat bersaing. Teknologi memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan berkembangnya teknologi kita dapat memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat, layanan yang dibutuhkan dan kecanggihan teknologi ini juga dapat dijadikan sebagai media komunikasi.Dalam menunjang usaha meningkatkan kulitas Teknik Mesin, salah satu cara yang dapat dan harus ditempuh adalah disiplin kerja dan disiplin waktu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
PEMBUATAN KOMPOSIT MENGGUNAKAN MATRIK RESIN POLYESTRER DIPERKUAT DENGAN LIMBAH HASIL PEMBAKARAN BATUBATA (FLY ASH) ludiro, pungkas
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 3 (2013): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fly ash merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik. Pada umumnya limbah hasil pembakaran batubara ini dibiarkan berterbangan di atmosfer dan dibuang sebagai timbunan, hal ini menimbulkan masalah lingkungan dan serta kesehatan. Fly ash ini terdapat dalam jumlah yang cukup besar sehingga menimbulkan masalah lingkungan seperti pencemaran udara atau perairan dan penurunan ekosistem. (Sri Prabandiyani, 2008). Fly ash memiliki ukuran yang sangat kecil, dan memungkinkan untuk dimanfaatkan juga sebagai bahan penguat dari komposit partikel. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash pada komposit yang matriksnya adalah resin polyester. Perbandingan fraksi volume partikel fly ash terhadap resin polyester dengan variasi 0 % penguat 100 % matrik, 10 % penguat 90 % matrik, 20 % penguat 80 % matrik, 30 % penguat dan 70 % matrik. Kata kunci : Komposit, Fly Ash, Resin Polyester, Polymer Matriks Composite, uji tarik, uji impact
DESAIN DAN KALIBRASI SENSOR TORSI SUMBU TUNGGAL UNTUK APLIKASI PENGUJIAN SOFT MATERIAL SECARA STATIS Nasution, Jimmy D; Abidin, Zainal; Ammarullah, M. I.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 1 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.34 KB)

Abstract

Sifat-sifat mekanik soft materials dapat diperoleh, baik dari pengujian statik (uji tarik, kompresi, dan uji lentur) maupun dari pengujian. Pengujian dinamis bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fatigue dan endurance dari material uji. Kompleksitas dalam sebuah pengujian dinamik disebabkan mode pembebanan yang bersifat multi-aksial dan dinamik. Untuk keperluan pengujian fatigue akibat beban torsi dinamik diperlukan sebuah sensor atau transduser gaya atau torsi yang dapat mengkonversikan sinyal elektrikal masukan menjadi sinyal elektrikal keluaran yang memiliki frekuensi atau tegangan yang sebanding besarannya dengan gaya atau torsi dinamik yang diterimanya. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan implementasi desain dan pengembangan sebuah sensor torsi (secara mekanikal dan elektrikal) yang dapat diterapkan pada universal testing machine untuk pengujian dinamik soft materials. Hasil dari penelitian adalah sebuah implementasi desain berupa prototipe sensor torsi tipe reaksi yang dapat digunakan untuk pengujian statik dan dinamik dari soft material dengan beban torsi statik maksimum ± 5 N.m dan beban torsi dinamik maksimum ± 3,5 N.m.
ANALISIS PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PADA ROTARY KILN DI PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK Ammarullah, M. I.; Prakoso, Akbar T.; Wicaksono, D.; Fadhlurrahman, I. G.; Yani, Irsyadi; Basri, Hasan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.252 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa seberapa besar laju perpindahan kalor secara konveksi pada rotary kiln khususnya pada daerah pembakaran dimana terjadinya titik kritis (red spot) dan menganalisa distribusi temperatur. Kontribusi penelitian yaitu untuk menjaga performansi rotary kiln akibat kerusakan dari beban termal agar tidak terjadinya panas berlebihan sehingga memperpanjang umur penggunaan rotary kiln. Hal ini dapat diperoleh dari perhitungan teoritis dan analisis simulasi dengan software SolidWorks. Data dari rotary kiln diolah dengan perhitungan distribusi temperatur, aliran kalor (heat flux) dengan cara simulasi. Data yang diperoleh dianalisa lebih lanjut agar meningkatkan efektifitas dan efisiensi penggunaan rotary kiln. Hasil perbandingan analisis distribusi temperatur pada perhitungan teoritis dan analisis program menunjukkan perbedaan yang tidak terlalu jauh pada meter ke 36, hasil perhitungan teoritis didapatkan Ts sebesar 1677,1oC dan dari simulasi 1677,85oC. Perbandingan selisih perhitungan teoritis maupun simulasi menunjukkan hasil yang hampir sama berarti dapat dinyatakan bahwa metode yang digunakan adalah sudah sesuai. Nilai heat flux konveksi pada daerah pembakaran berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi oleh ketebalan lapisan coating dan pada meter ke 36 di dapatkan nilai heat flux sebesar 117.864,2 Watt.
PENGARUH KETEBALAN SKIN TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN TARIK KOMPOSIT SANDWICH DENGAN HONEYCOMB POLYPROPYLENE SEBAGAI CORE Prayoga, Agung Prayoga; Eryawanto, Bimo; Hadi, Qomarul
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 1 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.129 KB)

Abstract

Komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuk yang memiliki sifat berbeda dari material pengusungnya. Komposit sandwich merupakan komposit struktur yang tersusun dari 3 atau lebih lapisan, yang terdiri dari komposit plat sebagai kulit (skin) serta material inti (core) di bagian tengahnya. Komposit sandwich dibuat untuk mendapatkan struktur yang ringan tetapi mempunyai kekuatan dan kekakuan yang tinggi. Faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam mententukan karakteristik komposit sandwich adalah jenis matrik, penguat, skin serta core yang digunakan. Perbandingan ini dapat ditunjukkan dalam bentuk ketebalan skin dengan variasi skin yang digunakan, yaitu ; 2,3 dan 4 lapis. komposit sandwich dibuat dengan metode vacuum assisted resin infusion dengan standar spesimen yang digunakan yaitu ASTM C393 untuk pengujian bending dan ASTM D638 untuk pengujian tarik. Dari hasil pengujian bending dan tarik, komposit dengan skin 4 lapis serat  memiliki nilai kekuatan 11,11% dan 36,554% lebih besar dari pada skin 2 lapis serat. Kemudian dilakukan pengamatan secara makro untuk mengamati ikatan antar lapisan maupun kegagalan yang terjadi pada komposit.