cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
KOMUNIKATIF
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Pengaruh Komunikasi Positif dan Job Performance pada Organisasi Kemahasiswaan Repi, Andhika Alexander; Steven, Yeremia
KOMUNIKATIF Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.487 KB) | DOI: 10.33508/jk.v8i2.2188

Abstract

Semua bentuk organisasi termasuk organisasi mahasiswa harus menunjukkan kinerja yang optimal. Namun, komunikasi menjadi masalah yang dapat menghambat pencapaiannya. Komunikasi perlu dibangun tidak hanya sebagai media formal untuk menyampaikan pesan, tetapi harus diperhatikan juga makna dan proses penyampainnya Hal itu disebut sebagai komunikasi positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi positif terhadap job performance pada organisasi mahasiswa di Surabaya. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan karakteristik mahasiswa aktif dan pengurus organisasi kemahasiswaan Universitas X masa jabatan 2017/2018. Metode pengumpulan data menggunakan kusioner Komunikasi Positif dan kusioner Job Performance. Metode analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kinerja pekerjaan dan komunikasi positif berada dalam kategori sedang ke rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan antara komunikasi positif pada job performance di organisasi kemahasiswaan. Pengaruh komunikasi positif membawa efek pada job performance, meski masih ada faktor lain yang dapat memengaruhinya. Pengurus organisasi mahasiswa perlu melakukan sejumlah pengembangan keberlanjutan, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi positif dalam organisasi. Universitas melalui dosen pendamping juga dapat memfasilitasi pengembangan komunikasi positif melalui program pengembangan seperti pelatihan komunikasi.
Mistisisme Dalam Program Televisi (Analisis Resepsi Pemirsa Pada Program Menembus Mata Bathin di ANTV) Ridwan, Muhamad; Vera, Nawiroh
KOMUNIKATIF Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v8i2.2198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pemirsa televisi yang tergabung di dalam Fans Group facebook Menembus Mata Bathin ANTV terhadap pesan unsur mistik dalam program Menembus Mata Bathin di ANTV Episode 15 Desember 2018. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode Analisis Resepsi. Teori yang digunakan adalah Teori Analisis Resepsi David Morley (Encoding-Decoding) yang memiliki tiga kategori yaitu Dominant Position, Negotiated Position, dan Oppositional position. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan sepuluh informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukannya pemaknaan yang berbeda-beda dalam memaknai pesan unsur mistik pada program Menembus Mata Bathin di ANTV Episode 15 Desember 2018. Hal ini terjadi karena Decoding yang dihasilkan informan bervariasi menurut faktor sosio-demografis (kelas, usia, jenis kelamin, agama, budaya) serta faktor lain seperti tingkat keyakinan individual terhadap alam ghaib yang mereka miliki.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sepuluh informan dan tujuh pertanyaan mendapatkan tiga puluh lima pemaknaan Dominant Position, dua puluh enam pemaknaan Negotiated Position dan Sembilan pemaknaan Oppositional position terhadap pesan unsur mistik dalam program Menembus Mata Bathin di ANTV Episode 15 Desember 2018, sehingga dalam penelitian ini secara keseluruhan pemaknaan yang paling banyak terdapat pada pemaknaan dominan yang artinya khalayak anggota fans group facebook dapat memaknai isi pesan unsur mistik pada program Menembus Mata Bathin Episode 15 Desember 2018 sesuai apa yang diberikan produsen teks dalam tayangan tersebut.
Perilaku Pencarian Informasi Pemilihan Umum Tahun 2019 Pemilih Pemula di Kota Pekanbaru Nasution, Belli; Rumyeni, Rumyeni; Rimayanti, Nita
KOMUNIKATIF Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.728 KB) | DOI: 10.33508/jk.v8i2.2212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi pemilu dan perilaku pencarian informasi pemilu serentak tahun 2019 di kalangan pemilih pemula di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menyebarkan angket kepada responden penelitian sebanyak 377 orang. Analisis data menggunakan nilai skor rata-rata yang dihitung dengan menggunakan SPSS 2.5. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemilih pemula di Kota Pekanbaru mayoritas (66,8 persen) mengakses informasi pemilu melalui media sosial. Informasi yang paling banyak diakases adalah berita yang berkaitan dengan calon presiden dan wakil presiden. Perilaku pencarian informasi pemilih pemula di Kota pekanbaru mencakup tahapan starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, dan ending.
Literasi Media dan Digital di Indonesia: Sebuah Tinjauan Sistematis Limilia, Putri; Aristi, Nindi
KOMUNIKATIF Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.723 KB) | DOI: 10.33508/jk.v8i2.2199

Abstract

Berbagai penelitian terakhir memperlihatkan bahwa teknologi khususnya internet menciptakan dampak negatif yang begitu besar. Oleh karena itu, peneliti-peneliti komunikasi sepakat bahwa literasi media sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak tersebut. Berbagai penelitian literasi media pun dilakukan dalam rangka menemukan model literasi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep literasi digital dan metode yang sering digunakan untuk mengukur literasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan sistematis (systematic review) dengan menggunakan analisis isi sebagai teknik analisis data. Ada beberapa kriteria yang digunakan dalam menyeleksi artikel. Diantaranya adalah artikel dipublikasikan di jurnal terakreditasi di Sinta 2,3, dan 4. Selain itu, penulis juga melakukan pembatasan kata kunci dalam pencarian artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa definisi konsep literasi digital sangat beragam. Bahkan istilah yang digunakan juga tidak seragam meskipun merujuk pada definisi yang sama. Metode penelitian yang paling banyak digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, sehingga pemetaan keterampilan literasi digital pun tidak cukup menggambarkan keterampilan informan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya menggunakan metode performance-based research. Penelitian kedepannya juga diharapkan dapat mengelaborasi literasi digital dengan konsep-konsep lainnya.
Reward VS Punisment antara Orang Tua dan Anak Yuliastuti, Maria; Gunawan, Susanty; Yuliawati, Linda
KOMUNIKATIF Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.671 KB) | DOI: 10.33508/jk.v1i1.153

Abstract

Orang tua ingin anaknya melakukan apa yang diharapkannya. Orang tua dapat melakukannya dengan banyak cara, bisa dengan memaksa, memerintah dengan ancaman, ataupun berbagai tuntutan lainnya dengan berbagai alasan protektif lainnya. Apabila tidak dituruti, maka punisment akan menunggu, tanpa peduli lagi dengan apa yang sebenarnya diharapkan oleh sang anak. Berlaku pula sebaliknya, apabila anak telah melakukan apa yang diperintahkan orang tua terkadang sang anak juga secara langsung ataupun tidak, juga membutuhkan reward dari orang tua. Remaja sering terlibat banyak kasus, mulai dari pergaulan bebas yang berujung penggunaan narkoba, miras, hingga tawuran bukan menjadi hal yang aneh lagi. Masa remaja, masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa memang sangat rentan. Dibutuhkan peran dari orang tua secara maksimal, orang tua diharapkan memiliki power untuk pembetukan karakter pribadi seorang anak yang lebih baik. Terdapat lima jenis power yang dapat dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, diantaranya The Referent Power, Legitimate Power, Expert Power, Information And Persuasion Power, kemudian Reward And Coercive Power. Guna memenuhi pelaksanaan power semaksimal mungkin, maka harus dipilih tiga strategi komunikasi mana yang efektif untuk penyampaiannya, terdapat strategi Speaking Power, NonVerbal Power, dan Listening Power. Fakta antara reward dan punisment antara orang tua dan anak sangat menarik untuk diketahui lebih dalam. Sekaligus posisi manakah yang sebenarnya telah dipilih oleh orang tua untuk membimbing anaknya akan sangat menarik untuk dianalisis lebih jauh. Sehingga di akhir tulisan dapat dibagikan hasil penelitian strategi komunikasi manakah yang memang efektif digunakan.
Strategi Komunikasi dalam Mempertahankan Hubungan Pacaran dengan Perbedaan Agama Ayu, Elysia Isti; S., Yusup Pranowo; Intan, Theresia
KOMUNIKATIF Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.086 KB) | DOI: 10.33508/jk.v1i1.276

Abstract

Strategi komunikasi dalam menjalani pacaran beda agama memang sangat diperlukan, mengingat tingkat toleransi yang diberikan kepada pasangan jauh lebih besar daripada pacaran seiman. Didukung pula oleh ‘equity theory’ atau teori keseimbangan, bahwa dalam hubungan sangat diperlukan adanya keseimbangan agar hubungan tersebut dapat bertahan. Keseimbangan disini tidak selalu berupa materi, tetapi dapat juga berupa perhatian, pengorbanan, dan pembagian tugas dalam hubungan. Jika keseimbangan tidak tercapai, maka keutuhan hubungan tersebut akan terancam (DeVito, 2007 p.244). Strategi komunikasi kemudian menjadi topik yang menarik, bagaimana mahasiswa Univeristas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam mempertahankan hubungan pacaran mereka yang beda agama. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam kepada narasumber berdasarkan pada tujuh strategi komunikasi yang disampaikan oleh DeVito dalam bukunya yang berjudul ‘The Interpersonal Communication Book,’ yaitu be nice, communicate, be open, give assurance, share joint activities, be positive, dan focus on improving yourself. Ketujuh strategi komunikasi antarpersonal tersebut akan diaplikasikan pada pola komunikasi antarpersonal mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam mempertahankan hubungan pacaran beda agama.
Komunikasi Antar-Pribadi: Strategi Manajemen Konflik Pacaran Jarak Jauh Gayle, Nira Tabitha; Nugraheni, Yuli
KOMUNIKATIF Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/jk.v1i1.277

Abstract

Strategi manajemen konflik pacaran jarak jauh sangat diperlukan dan menjadi topic yang menarik, tulisan ini memaparkan bagaimana mahasiswa Univeristas Katolik Widya Mandala Surabaya mempertahankan hubungan pacaran mereka yang longdistance. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam kepada narasumber berdasarkan pada kajian Devito tentang berbagai macam management strategi untuk dapat menyelesaikan sebuah konflik dengan pasangan seperti Strategi Menang - Kalah dan Menang – Menang, Avoidance and Active Fighting Strategies, Force and Talk Strategies, Face Detracting and Face Enhancing Strategies, Verbal Aggresiveness and Argumentativeness Strategies. Dimana strategi tersebut dapat mempengaruhi hubungan seseorang dalam menyelesaikan konflik. Dalam menjalani hubungan jarak jauh, selalu ada konsekuensi yang harus dihadapi oleh sepasang individu. Dimana konsekuensi tersebut akan menyulitkan, dan dibutuhkan komunikasi. Komunikasi sangatlah penting dalam menjalani sebuah hubungan, baik itu hubungan pacaran, persahabatan, suami-istri. Karena komunikasi merupakan satu faktor munculnya konflik selain kecemburuan. Dan jika konflik seringkali terjadi dalam sebuah hubungan, maka gunakan strategi sebaik mungkin. Dan temuan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa beberapa strategi yang lebih sering digunakan adalah strategi menang-kalah, menang-menang, avoidance and fighting strategies, Verbal Aggresiveness and Argumentativeness Force and Talk strategies.
Kiat Sukses Mahasiswa Perantauan dalam Menghadapi Cultural Shock (Strategi Komunikasi Mahasiswa Perantauan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya) Santoso, Tjiong Jessica; Adeo, Anggelinus O.; Prastowo, Ignatius Deddy
KOMUNIKATIF Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/jk.v1i1.279

Abstract

Komunikasi adalah bentuk interaksi antar manusia sebagai suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan. Komunikasi mengandung pembagian: gagasan,pikiran, fakta atau pendapat. Relasi antar pribadi yang berlangsung lama dan melembaga akan menimbulkan komunikasi antar budaya. Cultural Shock adalah kondisi psikologis negatif yang menggambarkan keadaan atau perasaan seseorang ketika menghadapi situasi sosial dan budaya yang berbeda dengan tempat asalnya. Penyebab cultural shock adalah: prilaku rasional, tradisi dan bahasa. Guna mengatasi hal tersebut dibutuhkan adaptasi diri yang bagus untuk dapat bertahan hidup pada lingkungan barunya dengan berbagai cara seperti: reduce uncertainty/mengurangi ketidak pastian, recognize differences/kenali perbedaan, dan adjust your communication/mengatur komunikasi.
Sebuah Pandangan: Titik Temu dan Sinergitas Riset Kehumasan Dalam lndustri Kerja di Indonesia Nugraheni, Yuli; Intan, Theresia
KOMUNIKATIF Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/jk.v2i1.366

Abstract

Kehadiran Humas sebagai pendukung sebuah bagian dari organisasi tidaklah bisa dihindarkan lagi dalam manajemen organiasasi. Baik dari organisasi komersil hingga organisasi non profit. Pentingnya menciptakan hubungan yang baik yang mengarah kepada terbentuknya citra organisasi yang positif mulai disadari sepenuhnya dengan menciptakan komunikasi secara dua arah. Cutlip dalam bukunya Effective Public Relations rnenjelaskan, Humas sebagai salah satu fungsi manajemen, humas bekerja atas 4 pilar utama : (1) Defining PR problems, (2) Planning and Programming, (3) Taking action and communication, (4) Evaluating program. Artinya ketika bekerja mulai dari menjabarkan masalah hingga mengevaluasi program, seorang humas atau praktisi PR haruslah berdasarkan riset yang dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan objektif. Dalam dunia akademis, sebenarnya telah banyak model-model riset public relations dikembangkan oleh para ilmuan : Model PI1 atau The PI1 Model ( Cutlip ); Model Piramida Penelitian PR, The PR Effectiveness Yardstick Model (Walter Lindenmann), Model Evaluasi Berkesinambungan (Tom Watson), Model Evaluasi Terpadu atau The Unified Evaluation Model (Paul Noble dan Tom Watson ), dan masih banyak lainnya. Tulisan ini lebih lanjut akan mengupas bagaimana sinergitas implementasi riset kehumasan yang diajarkan di pendidikan tinggi ilmu komunikasi dikembangkan dalam dunia praktis industri kehumasan Indonesia.
Studi Deskriptif Komparatif Mengenai Pemberitaan Kesejahteraan Keluarga di Jawa Pos, Surya, dan Radar Surabaya Nugraheni, Yuli; Purnama, Finsensius Yuli
KOMUNIKATIF Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/jk.v2i1.367

Abstract

Secara umum, kesejahteraan keluarga bukanlah isu yang cukup rnenarik untuk dibahas dalam pemberitaan media. Padahal, kesejahteraan keluaga merupakan salah satu bidang yang sangat penting untuk ditangani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk rnelihat bagaimana media koran memberitakan isu tentang keluarga. Untuk mendapatkan hasil yang sifatnya kuantitatif-objektif, maka penelitian ini menggunakan metode analisis isi Hasil penelitian menunjukkan profil berita mengenai kesejahteraan keluarga jika dilihat dari kornposisi narasumber lebih banyak rnenampilkan surnber berita tidak resmi. Dari total 39 berita tentang keluarga di tiga media, Surya paling banyak mengutip narasurnber resmi sementara Radar Surabaya lebih banyak rnenampilkan narasumber resmi. Berita tentang keluarga dituliskan dalarn jenis berita straight news dengan terna dorninan sosial budaya.

Page 1 of 10 | Total Record : 95