cover
Contact Name
Zainur Rofiq
Contact Email
zainurrfq@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallingua@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra
ISSN : 16934725     EISSN : 24423823     DOI : -
Core Subject : Education,
LiNGUA Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra (ISSN Print: 1693-4725 and E-ISSN: 2442-3823) is a journal of Linguistics and Literature which is published twice a year in June and December by Laboratory of Information and Publication, Faculty of Humanities, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. The journal covers language issues researched in the branches of applied linguistics, such as sociolinguistics, discourse analysis, critical discourse analysis, pragmatics, stylistics, corpus linguistics, and others. In the area of literature, it covers literary history, literary theory, literary criticism, and others, which may include written texts, movies, and other media.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA" : 6 Documents clear
PSEUDO-BEAUTY: SEXUALITY IN INDAH HANACO’S THE CURSE OF BEAUTY (A STUDY OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS) Farokhah, Fiqih Aisyatul; Habsari, Sri Kusumo; Mugijatna, Mugijatna
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4877

Abstract

This article uses critical discourse analysis to uncover the discourse of pseudo beauty included the shape of the discourse and the reaction of sales promotion girl (SPG) which is represented in Indah Hanaco’s novel The Curse of Beauty. The design of the research is descriptive qualitative. Women wear thick makeup and attractive dress to cover their weakness, and they can be considered as beautiful women. Makeup makes the face more real than the reality thus it is mentioned as pseudo beauty. It makes SPG tries hard to become beautiful and sexy as a way of attracting the consumers. Most of them are trapped in the world of prostitution as the facilitator of sex tourism. SPG and prostitution seemingly become a stereotype that cannot be separated. They are tormented by a falseness and loneliness life in the halfway of hedonism. Capitalism makes them do not have a choice except being SPG which is a side job in sex tourism. These situations are caused by the pseudo beauty which gives them the curse as like represented by Indah Hanaco in her novel The Curse of Beauty.
PERSEPSI SUFISTIK LIRIK LAGU ‘SUCI DALAM DEBU’ MELALUI ANALISIS STRATA NORMA Rahman, Fauzi
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4756

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan persepsi tentang nilai-nilai sufistik yang terkandung dalam lirik lagu ‘Suci Dalam Debu’ karangan S. Amin Shahab, yang dipopulerkan oleh grup musik Iklim. Penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan kajian strata norma puisi dengan metode analisis isi. Strata norma puisi adalah suatu kajian yang menganalisis isi puisi dengan beberapa lapis norma antara lain lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis tokoh, lapis latar, dunia pengarang, lapis dunia, dan lapis metafisis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya makna lain dari lirik lagu ‘Suci Dalam Debu’, bahwa telah terjadi munajat atau renungan yang dilakukan oleh tokoh Aku Lirik sebagai manusia kepada Allah swt. Pada bagian ini, tokoh Aku menyadari bahwa dirinya hanyalah manusia yang penuh dosa dan membutuhkan pertolongan serta petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia, agar dia bisa selamat di akhirat.
HEGEMONIC DISCRIMINATION AS SEEN IN ERNEST J. GAINES’ A LESSON BEFORE DYING Irsyadi, Achmad Naufal; Dinurriyah, Itsna Syahadatud
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4735

Abstract

The progress history of Black Africans in America remains a slice of the history of minority struggle in the world of inferiority. Racism becomes a brand topic in every sector of Blacks live in America. War and act of reformation as ways against racism are almost routinely done by Black Americans to reach their civil rights as Americans. Although the war against racism has ended, but racism atmosphere can still be felt, and it seems to have been felt by Ernest J. Gaines in his novel entitled A Lesson Before Dying. Therefore, this writing would like to analyze and describe hegemonic discrimination by White Americans. Hegemonic discrimination is a new phenomenon for Black Americans in the Southern. This theoretical foundation refers to the theory of Hegemony by Antonio Gramsci that is applied to see how discriminative hegemony is implemented smoothly and comfortably.
PENYIMPANGAN MAKNA DENGAN HOMONIMI DALAM WACANA MEME (KAJIAN SEMANTIK) Sukardi, Mochamad Ighfir; Sumarlam, Sumarlam; Marmanto, Sri
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4513

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bagaimana penggunaan homonimi untuk penyimpangan makna sebagai upaya membangun humor dalam meme. (2) Mendeskripsikan pola penyimpangan makna yang memanfaatkan homonimi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik hubung banding untuk mendukung kodifikasi, reduksi, penyajian, dan intepretasi sesuai dengan kerangka kerja penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan relasi makna homonimi meliputi kata dasar, bentukan, asing, dan slang. Ditemukan juga penyimpangan makna dengan memanfaatkan homonimi yang terjadi karena eufemisme, penamaan, dan pemberian jeda. Selain homonimi, ditemukan juga pemanfaatan homofoni dan homografi singkatan kata. Ada tiga pola yang digunakan untuk melakukan penyimpangan makna dengan memanfaatkan homonimi. 1) Kata yang disimpangkan didampingi dengan teks sebagai penjelas. 2) Kata yang disimpangkan didampingi dengan gambar sebagai penjelas. 3) Kata yang disimpangkan tidak muncul dalam simbol bahasa melainkan gambar dengan teks sebagai penjelas. Pemegang peran penting penyimpangan makna dalam meme adalah gambar dan penggunaan kolokasi. Kolokasi yang tepat mampu mengelabuhi pembaca sebelum akhirnya dikejutkan oleh makna kedua.
TANDA PEIRCEAN DAN MAKNANYA DALAM UNSUR INTRINSIK CERPEN ‘INDAMA YA’TI AL-MASA’ KARYA NAGUIB MAHFOUZ (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES S. PEIRCE) Mushodiq, Muhamad Agus
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4672

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang cerita pendek yang ditulis oleh Naguib Mahfouz dengan judul ‘Indama Ya’ti al-Masa. Cerpen tersebut menceritakan tentang kehidupan sepasang sumai istri di masa tua. Mahfouz, menurut hemat peneliti berhasil menampilkan gambaran kehidupan suami istri di masa tua yang dipenuhi dengan konflik keluarga yang kompleks. Peneliti memandang bahwa cerpen tersebut mengandung banyak sekali tanda yang harus dikaji maknanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan judul yang disajikan Mahfouz yang tidak bisa dimaknai dengan makna leksikal. Dengan demikian, peneliti menggunakan teori tanda yang dirumuskan oleh Charles Sanders Peirce. Peirce memandang bahwa tanda dibangun atas unsur triadik, yaitu representamen, objek, dan interpretan. Sedangkan fokus kajian pada penelitian ini ada pada kajian objek yang terdiri dari tanda ikon, indeks, dan simbol. Adapun tanda-tanda peircean yang ditemukan adalah berupa indeks, simbol, dan ikon metafora. Salah satu tanda indeks ditemukan pada kalimat /nazratan fatirah/ ‘pandangan yang lemas dan tidak bersemangat’, bermakna bahwa orang yang memberikan respon tersebut tidak setuju dengan ajakan lawan bicara. Salah satu tanda simbol terdapat pada kata /al-qabri/ ‘kuburan’ tersimpan makna kematian. Tanda ikon metafora pada kata /al-masa’/ ‘sore’ yang merujuk pada makna masa tua, mengingat terdapat kesamaan antara keduanya.
“AL” AL-DAKHILIYAH ‘ALA AL-ASMA’: DIRASAH TAHLILIYAH NAHWIYAH FI SURAH YASIN Ubaidillah, Ubaidillah
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 13, No 1 (2018): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v13i1.4434

Abstract

This research discusses Nahwu that can help improve the understanding of the Quran, especially the surah Yaasin in which the type of "Al" is studied and its functions, because most people assume “Al” that entered onto Ism has no other types and function except for definition only. The researcher uses interpretive approach to recognize the types of "Al" and its functions. The study concludes that "Al" entering onto Ism consists of two types and the functions vary according to the different types, but the most predominant appears from the meaning of speech is not referring to the literal meaning.

Page 1 of 1 | Total Record : 6