cover
Contact Name
Muhammad Firdaus
Contact Email
dayax2302@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalharpodonborneo@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Harpodon Borneo
ISSN : 2087121X     EISSN : 25416294     DOI : -
Jurnal Harpodon Borneo merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
PERANAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK MENGINDENTIFIKASI WILAYAH PESISIR DAN KELAUTAN Nawir, Daud
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.753 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.53

Abstract

Sebagai kepulauan bahari yang dimana  mempunyai  potensi  sumberdaya  alam  pesisir  dan lautan yang sangat besar. Potensi sumberdaya alam ini perlu dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan bangsa Indonesia dengan tetap memperhatikan dan melakukan usaha untuk menjaga  kelestariannya.  Adapun Pengelolaan  sumberdaya  alam  pesisir  dan  lautan  yang  baik  diperlukan  metode dengan pendekatan multidisplin ilmu yang meliputi berbagai aspek, seperti aspek pemanfaatan sumberdaya, kelestarian lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat. Teknologi Remote Sensing atau penginderaan jauh mempunyai kemampuan untuk mengindentifikasi  serta melakukan monitoring terhadap perubahan sumberdaya alam dan lingkungan wilayah pesisir dan laut.
KERAGAMAN KELAS BIVALVIA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGIS DAN HABITAT DI PANTAI BINALATUNG DAN SELAYUNG KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Zainuddin, Zainuddin; Soesilo, Nyoman Puniawati; Trijoko, Trijoko
Jurnal Harpodon Borneo Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.602 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v11i1.531

Abstract

Sebagian besar Bivalvia di Kota Tarakan memiliki nilai ekonomis sehingga terus dieksploitasi untuk dijadikan bahan makanan maupun bahan baku cendramata. Akan tetapi belum ada catatan tentang kekayaan Bivalvia di perairan pantai Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini mengetahui keanekaragaman Kelas Bivalvia di Pantai Binalatung dan Selayung Kota Tarakan berdasarkan karakter morfologis dan habitat. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode transek dengan ukuran 10 m x 10 m. Spesimen dikumpulkan dari zona subtidal dan intertidal Pantai Binalatung dan Selayung. Bivalvia yang didapatkan diidentifikasi karakter morfologi, fisikokimia air, substrat, dan tekstur subtrat diambil dan diukur pada semua stasiun. Data morfologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga spesies yang ditemukan dan dikelompokkan menjadi tiga Famili, tiga Ordo dan dua Subkelas. Karakter morfologi yang ditemukan yaitu, Bentuk cangkang, Warna cangkang, Keadaan cangkang, Pahatan cangkang, Periostrakum, Umbo, Bekas Otot, Garis Pallial. Spesies Meretrix meretrix di ditemukan pada masing-masing stasiun di zona intertidal maupun subtidal. Sedangkan spesies Saccostrea cucculata di ditemukan pada masing-masing stasiun di zona intertidal.
PERBEDAAN SUBSTRAT DAN DISTRIBUSI JENIS MANGROVE (STUDI KASUS : HUTAN MANGROVE DI KOTA TARAKAN) Indah, Rosaria; Jabarsyah, Abdul; Laga, Asbar
Jurnal Harpodon Borneo Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.539 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v3i1.440

Abstract

The purpose of this research are to know tpe of soil pursuant to type of mangrove, to know correlation of soil to species composition distribution of mangrove.  Benefit of this research are to give information regarding how far plant of mangrove in region coastal area of Tarakan city can grow at certain substrat.  To government of Tarakan city as supporter information regarding readyly seed stok of mangrove needed to area of mangrove matching with place growing.  Equiping researchs which have there and as reference to researchers here in after to do research concerning mangrove.  The result of this research are distribution type of mangrove for Sonneratia sp in area of forest mangrove in Old Amal Beach 100% known to have type of soil dominant sand with its mean proportion of its, sandy 96,00%, silt 2,37%, clay 0,31%. Distribution of Rhizopora sp in area of forest mangrove Gusher 90,16% known to have type of soil dominant sandy clay with its mean proportion of its, sandy 87,03%, silt 10,8%, clay 2,09%.  Distribution of Bruguiera sp in area of forest mangrove Gusher 47,77% known to have type of soil dominant sand with its mean proportion of its, sandy 93,73%, silt 5,19%, clay 0,46%. Its correlation for the type of Avicennia sp, Sonneratia sp, and Bruguiera sp show happened relation but donot so sliver. While Rhizopora sp show happened relation so sliver. Keywords : Soil, distribution type of mangrove, Correlation.
POTENSI RUMPUT LAUT YANG MENGANDUNG POTENSI FARMAKOLOGI DI SEPANJANG PANTAI UTARA PULAU JAWA Winarya, Sofyan; Dewi, Rose
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.766 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v7i1.8

Abstract

Studi potensi senyawa farmakologis di rumput laut dilakukan di Pantai Utara Jawa dari Cirebon, Brebes, Tegal dan Kabupaten. Letak geografi pantai ini terletak pada 060° 44' 14" SL, 108° 34' 53" LE dimana di setiap lokasi atau stasiun memiliki aktivitas antropogenik yang berbeda. Aktivitas antropogenik berpengaruh pada keberadaaan dan kandungan senyawa farmakologis di rumput laut. Metode transek digunakan di setiap lokasi dengan 3 ulangan di setiap pengambilan sampel pada lokasi Cirebon, Brebes, dan kabupaten Tegal. Setiap stasiun mewakili kode ( Cirebon ( A ) , Brebes ( B ) , Tegal ( C )). Selanjutnya, untuk mengevaluasi potensi senyawa farmakologis dalam rumput laut adalah dengan menggunakan referensi. Hasil pengamatan menunjukan bahwa ditemukan 3 genus rumput laut yaitu Eucheuma, Gracillaria  dan Turbinaria di sepanjang pesisir . Berdasarkan data menunjukkan dominasi tertinggi rumput laut adalah di Kabupaten Tegal atau stasiun C. Sementara potensi sebagian besar senyawa farmakologis ditemukan dalam genus Gracillaria.Key words : Pharmacological of macroalga; Abundance ; northen coast Java Island
VARIASI MORFOLOGI LIMA POPULASI Meretrix spp. (Bivalvia:Veneridae) DI INDONES Akhmadi, Mohammad Fadnan; Trijoko, Trijoko
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.381 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v9i2.173

Abstract

Information on morphological characters is very important to know because it became the basis for the conventional cross-breeding to obtain superior quality seeds. Sampling was done by using Purposive Random Sampling at five stations namely Kota Tarakan, Ketapang, Takalar, Trenggalek and Demak. Based on the results Meretrix spp. as many as 84 individuals were grouped into 12 variations of hues. Specimens obtained grouped into three species, namely M. meretrix has the characteristics of a thick shell structure, strong and shiny. The size of the inner shells posterior margin is longer than the anterior margin. Margin dorsoposterior flat and angle ventroposterior form a triangle. Dorsoanterior margin slightly concave and ventroanterior corner in a half ellipse; Meretrix lusoria have characteristics size inner shells posterior margin is longer than the anterior margin. Margin dorsoposterior flat and angle ventroposterior form a triangle. Dorsoanterior margin slightly concave and ventroanterior corner in a half ellipse; Meretrix sp. has characteristics similar to M. meretrix overall but there are differences that have color variations on the internal shell (black-purple), it is different with the character of the Genus Meretrix Keywords : Meretrix meretrix, Meretrix lusoria, Clams Morphological.
TEKNOLOGI EFISIENSI EKONOMI USAHA TAMBAK UDANG DI KECAMATAN MUARA JAWA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Boa, Handayani; Oktawati, Nurul Ovia; Randika, Zul Asman
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.708 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.139

Abstract

Delta Mahakam is one of the central representative aquaculture activities for Muara Jawa people that when this condition tend to be less technically efficient for production activities. The importances of this study through research objectives are (1) to analyze locative and economic efficiency achieved in the operations of farmers, (2) Measuring the use of production factors in optimal conditions to achieve a high economic efficiency level. The data in the second phase will be collected and then tabulated and analyzed, and to identify conditions and problems of shrimp farms by descriptive analysis.  The results show on average the shrimp farmers in the study area have been technically efficient, but not locative and economically efficient. This is due to the excessive use of inputs that are less efficient. Increased production can increase the cost of production, so it is necessary to do the expansion of business scale in accordance with the recommendations allocative and economic efficiency. The shrimp fry price factor, the use of fertilizers and land depreciation expense does not significantly affect the cost of production so that if there is an increase in prices to a certain extent can be tolerated. The frontier analysis results showed most levels of price and economic efficiency of farms in the study area is relatively small or not efficient respectively 0.464 and 0.247, and the conditions of production factors are not the optimal conditions for below-average economic efficiency 0.664.  Keywords : Economic Efficiency, Shrimp Farms, Muara Jawa
STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Septiani, Fanny; Wiharyanto, Dhimas
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.962 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.122

Abstract

Gastropods are mollusk  animals, generally live on the surface of the substrate of mud and there is attached to the leaves and roots of mangrove which are also in the Mangrove Conservation Area and Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. These organisms contribute greatly to the organic detritus that is very important as a food source for organisms that live in the surrounding waters. The purpose of this study to determine the structure of gastropods community include diversity index, dominance index, and the index of uniformity in the Mangrove Conservation Area and Bekantan (KKMB).The method used in this research is the method dekskriptif with survey techniques to determine the research station on the terms of the condition of mangrove.From theresearch, was found 25 species of gastropods associated mangrove forest KKMB Tarakan City. At the first station, the species gastrophod withthe highest abundanceis Neritina violaceaand the lowestisNeritalineta. At station 2, the type gastrophoda with the highest abundance is Shaerassiminea miniata and the lowest is Nerita lineta.The index valueof diversity at each station ranged between 2.72 and 2.92. With this value range indicates that the abundance gastrophoda in KKMB is medium category. Uniformity index value at each station of 0.91 and 0.92, which means the number of individuals spread evenly or no dominatingre inforced with dominance index value at each station 0.07 and 0.08 (close to zero).Key Words : Mangrove, Gastropod dan Community Structure.
KELIMPAHAN DAN SEBARAN HORIZONTAL PHYTOPLANKTON BAGI PERUNTUKAN BUDIDAYA IKAN (STUDI KASUS WADUK BILIBILI ZONA I SULAWESI SELATAN) Burhanuddin, -
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.791 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i1.107

Abstract

Kelimpahan  dan Sebaran Phytoplankton berdasarkan dimensi ruang dapat dibagi menjadi sebaran horizontal dan sebaran vertikal.  Pada sebaran horizontal plankton umumnya tidak tersebar merata melainkan hidup secara berkelompok, terutama lebih sering dijumpai di perairan neritik (terutama perairan yang dipengaruhi oleh estuari) dari pada oseanik. Pengelompokkan fitoplankton secara garis besar dibedakan atas pengaruh fisik dan pengaruh biologi. Pengaruh fisik dapat disebabkan oleh turbulensi atau adveksi (pergerakan massa air yang besar yang mengandung plankton di dalamnya). Sedangkan pengaruh biologi terjadi apabila terdapat perbedaan pertumbuhan antara laju pertumbuhan fitoplankton dan kecepatan difusi untuk menjauhi kelompoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelimpahan dan sebaran horizontal Phytoplankton bagi peruntukan budidaya keramba jaring apung. Sedangkan kegunaannya sebagai bahan informasi bagi masyarakat dan rujukan terhadap peneliti-peneliti berikutnya.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2014 dan bertempat di Desa Bilibili Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air danau atau waduk, kelimpahan dan sebaran horizontal fitoplankton dan selanjutnya di analisis atau di identifikasi lebih lanjut di laboratorium Kualitas Air Universitas Hasanuddin Makassar.Nilai kelimpahan phytoplankton secara horinzontal yang didapatkan di Waduk Bilibili dari ke III stasiun dikategorikan dengan kesuburan rendah dan jenis phytoplankton yang melimpah pada setiap stasiun yaitu kelas Bacillariophyceae dari genus navicula. Nilai indeks keanekaragaman dari III dikategorikan dalam stabilitas komunitas biota sedang atau kualitas air tercemar sedang. hal ini sangat cocok untuk pertumbuhn phytoplankton.  Indeks keseragaman yang didapatkan dari hasil rata-rata setiap stasiun yaitu stasiun (0,64), stasiun II (0,57), dan stasiun III (0,48) dikategorikan keseragamannya relatif merata atau relatif sama atau dengan kata lain dikategorikan dengan indeks keseragaman sedang.  Berarti tidak ada jenis phytoplankton yang menguasai daerah tersebut dikarenakan kestabilan perairan ada pada nilai optimal.  Indeks Dominansi dari nilai rata-rata dari stasiun pertama sampai ketiga yaitu stasiun I (0,42), stasiun II (0,52), dan stasiun III  (0,51) yang artinya tidak ada spesies yang mendominasi perairan tersebut dan dapat dikategorikan bahwa Waduk Bilibili keadaan kualitas airnya baik untuk pertumbuhan phytoplankton.Kata Kunci : Fitoplankton, Keanekaragaman, Kelimpahan, Keseragaman, Dominansi.
PENGUKURAN MORFOMETRI KERANG KAPAH (Meretrix lyrata) DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN ., Herliantos; Brian Bonte, Stenly; ., Rosmianto; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.321 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i2.86

Abstract

Kerang Kapah memiliki potensi yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan tingginya tingkat eksploitasi kerang kapah serta komersialisasi kerang kapah hingga keluar daerah. Hal ini dapat berdampak terhadap kelestarian habitat dari kerang kapah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui morfometri dari kerang kapah (meretrix lyrata). dan untuk mengetahui habitat dari kerang kepah (meretrix lyrata) dilihat dari segi kualitas perairan (fisik dan kimia). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel kerang kapah menggunakan cara sampling daerah dengan metode purposive sampling dengan pengambilan di tiga stasiun yaitu pantai Amal Lama, pantai Binalatung dan Pantai Amal Baru. Variabel penunjang yang diukur adalah kondisi habitat / lingkungan dari kerang kapah (suhu, salinitas, derajat keasaman, oksigen terlarut, kedalaman kerang kapah). Dari hasil penelitian didapatkan di 3 stasiun pantai amal lama Kota Tarakan, untuk hubungan antara panjang cangkang dan berat kering daging kerang kapah rata-rata bersifat allometri positif, untuk hubungan antara tinggi cangkang dan berat kering daging kerang kapah rata-rata bersifat allometri positif sedangkan untuk hubungan antara tebal cangkang dan berat kering daging kerang kapah rata-rata bersifat allometri positif   Kata kunci : Kerang kapah (Meretrix lyrata) ; Morfometri ; Allometri ; Pantai di Kota Tarakan
STUDI KANDUNGAN KITOSAN PADA KEONG BAKAU (Telescopium sp) DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN ., Hendrawan; Rachmawani, Dori
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.104 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v4i2.75

Abstract

The purpose of this research is to know the chitosan content on telescope snail  (Telescopium sp) in mangrove conservation area of Tarakan city. Sample was determined and been measured in the location (in situ), and the chitosan content test was done in Water Quality Laboratory of Marine and fisheries faculty of Borneo Tarakan University. The result was conducted in mangrove conservation area of Tarakan city from December 2010 to May 2011 include preparation, implementation research (data collection, processing and data analysis and report). Result shows that the length of the shell effect on the chitosan content in telescope snail shell and contribution of length shells based on the overall test as much 385,1856 grams of shell powder produced 33,0863 grams chitosan. Keywords : Shell length, Chitosan content, Mangrove conservation of Tarakan city.

Page 1 of 17 | Total Record : 167