cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA DUTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Sosial Budaya
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA MENINGKATKAN KEBERTAHANAN UMAT HINDU INDONESIA Sumadi, Ketut
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Komunikasi dan Kebudayaan merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Pusat perhatian komunikasi dan kebudayaan terletak pada variasi langkah dan cara manusia berkomunikasi  melintasi komunitas manusia atau kelompok sosial. Pelintasan komunikasi itu menggunakan kode-kode pesan, baik secara verbal maupun nonverbal, yang secara alamiah selalu digunakan dalam semua konteks interaksi. .  Umat Hindu Bali memiliki tatakrama khusus dalam bertegur sapa misalnya, komunikasi menyapa orang yang umurnya lebih tua penuh dengan rasa hormat, orang yang sebaya penuh rasa persahabatan, orang yang lebih kecil penuh rasa kasih sayang.  Jika saat bertemu di jalan atau di tempat-tempat tertentu, berkomunikasi dengan saling menganggukkan kepala, tersenyum kecil, atau mengucapkan panganjali Om Swastyastiastu. Umat Hindu di daerah lain juga punya tatakrama dalam kehidupan sesuai local genius yang diwarisi sampai sekarang. Bagi umat Hindu di Indonesia, komunikasi lintas budaya memiliki peran sangat penting, sebab ajaran Agama Hindu diamalkan dan berkembang seirama dengan kearifan lokal atau senafas dengan budaya lokal. Perguruan Tinggi Agama Hindu sangat perlu membekali mahasiswanya dengan studi komunikasi  lintas budaya untuk bisa merebut lapangan kerja di berbagai daerah,  mempermudah akselerasi pembinaan dan penyampaian ajaran agama kepada umat Hindu di manapun berada. Kata Kunci: Komunikasi lintas budaya, umat Hindu, kearifan lokal. 
Kapongor dalam Tinjauan Mitis Psikologis Putrawan, I Nyoman
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

AbstrakArtikel ini akan membahas Kapongor, suatu bentuk kepercayaan tentang adanya murka roh-roh tertentu maupun dewa-dewa yang menimpa umat manusia. Kapongor merupakan bentuk keyakinan khas pada kalangan masyarakat tertentu diBaliyang hingga sekarang masih mewarnai kehidupan agama mereka. Kepercayaan ini merupakan suatu bentuk fenomena psikologis, di mana manusia mengekspresikan rasa cemasnya dengan menggantungkan harapannya kepada Tuhan dan dewa-dewa. Dengan demikian, setiap saat mereka takut kalau dewa-dewa itu marah dan membuat penderitaan padanya.Kata kunci : Kapongor dan psikologis
PARIWISATA VERSUS NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT BALI Wiwin, I Wayan
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Bali sebagai sebuah destinasi wisata internasional terkenal dengan pengembangan pariwisata budaya. Pariwisata budaya merupakan jenis kepariwisataan yang dalam pengembangannya menggunakan kebudayaan daerah (Bali) yang dijiwai oleh nilai-nilai agama Hindu sebagai potensi daerah yang paling dominan, yang di dalamnya menyiratkan satu cita-cita akan adanya hubungan timbal balik antara pariwisata dengan kebudayaan sehingga keduanya dapat meningkat secara serasi, selaras, dan seimbang. Hal ini menunjukan bahwa kebudayaan sangat penting perannya bagi pariwisata. Kebudayaan tidak sekadar dinikmati, tetapi sekaligus sebagai media untuk membina sikap saling pengertian, toleransi, dan hormat menghormati antarbangsa. Dalam kehidupan masyarakat Bali dewasa ini sedang terjadi proses perubahan yang amat pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan hasil pengamatan ada dua bentuk transisi yang terjadi saat ini pada masyarakat Bali, yaitu: (1) transisi dari masyarakat dan kebudayaan agraris menuju kebudayaan industri (pariwisata) dan (2) transisi dari masyarakat dan kebudayaan yang makin terbuka dan terkomunikasi ke dalam kebudayaan global. Pada saat ini masyarakat Bali dan kebudayaannya telah mengalami proses transisi sebagai akibat dari pengaruh pariwisata.Kata kunci: Pariwisata budaya dan nilai-nilai agama Hindu
BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN WAYANG LEMAH DALAM KEHIDUPAN RELIGIUS UMAT HINDU DI BALI Supartha, Wayan
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Pertunjukan Wayang Lemah dalam kehidupan religius umat Hindu di Bali sangat penting. Semua jenis upacara yajña yang tergabung dalam Panca Yajña memerlukan pertunjukan Wayang Lemah. Pertunjukan itu, tidak hanya bisa dilihat dari dimensi budaya, tetapi juga bisa dipandang dari segi spiritual. Dilihat dari segi bentuknya, pertunjukan Wayang Lemah sangat sederhana. Pertunjukan itu tidak perlu panggung khusus, tidak mamakai kelir, dan peralatan lainnya. Meskipun penampilannya sederhana, tetapi pertunjukan Wayang Lemah memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi religius, media menyebarluaskan pesan-pesan Itihasa yang terdiri dari teologi, kepahlawanan, politik dan bela negara, pendidikan etika-moral, penyucian dan pengampunan dosa.Kata-kata kunci: Wayang Lemah, kehidupan religius, umat Hindu
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS JASA WISATA PENDAKIAN GUNUNG BATUR Arta Widana, I Ketut
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

The gap between tourists´ expectation and perceived service has made some service failure on the Mount Batur trekking attraction. Based on that reason, research on the strategy to improve quality service is very interesting to conduct. Three research problems are proposed: (1) How is the quality standards of the Mount Batur trekking attraction?, (2) How is the tourists´ satisfaction against the service perceived?, (3) What strategy is built for service improvement?. This research is to find the quality standards built, to know the satisfaction level of the tourists, and the strategy built by service provider and other stakeholders to improve service quality. The combination of qualitative and quantitative approaches known as mixed-method is used to analyze the problems.            The result found that there are 30 indicators composing the quality standards. In general, based on ServQual analysis of 150 questionnaires shared, the perceived performance score was over than the expected service meaning that it produced customers´ satisfaction. Service failure was found specifically in 7 out of 30 indicators. Roles of all key actors related to the sustainability of the attraction and the physical environment of Mount Batur need to be improved. Some strategies were proposed including environmental strategy, cultural strategy, community involvement strategy, and integrated marketing communication strategy.  Key words: Strategy, Service quality, Mount Batur trekking attraction.
IMPLEMENTASI TOLERANSI PEMUJAAN ANTARA MASYARAKAT HINDU DAN KHONGHUCU DI PURASADA KAPAL, KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG (PERSPEKTIF SOSIO RELIGIUS) Dharma Putra, Anggara Putu
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

ABSTRAK Di kelurahan kapal maupun Bendesa Adat Kapal terdapat Pura Sad Kahyangan bernama Purasada. Menurut ceritanya dalam Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul PuraSada Kapal di buat oleh prajurit Cina di bawah pimpinan Patih Demang Copong bersama masyarakat Kapal.Penelitian ini mendiskripsikan implementasi toleransi pemujaan antara masyarakat Hindu dan Khonghucu di Purasada Kapal, sekaligus mengangkat dan menyebarluaskan bahwa keberadaan Purasada Kapal adalah tempat bersembahyang untuk umat Hindu pada umumnya maupun umat Khonghucu pada khususnya (Surya Kirana). Dalam menggali data di lapangan dipergunakan metode penelitian kwalitatif dengan mengambil lokasi di kelurahan Kapal, desa adat Kapal. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan pengamatan, informan kunci yang dipilih yakni Pemangku Lingsir, keluarganya, sesepuh maupun orang lain yang dianggap dan tahu serta mengerti tentang implementasi toleransi pemujaan antara masyarakat Hindu dan Khonghucu. Pendekatanteori yang dipergunakan dalam menganalisis masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu teori fungsional structural dan teoriintegrasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut : Pertama : kesediaan melakukan pemujaan bersama-sama; kedua : menerima dengan senang hati tradisi pemujaan bersama-sama yang sudah berlangsung lama dari nenek moyang; ketiga : seorang ketua adat, kelian banjar adat mempunyai pola pikir tentang kepemimpinan yang memahamibudaya orang lain; keempat : adanyapemahamanatau dialog vertikaldan horizontal; kelima : membinakerukunandanhubunganharmonisantara agama Hindu danKhonghucu; keenam : menjaga kesucian dan keamanan pura dan lingkungan di sekitar tempat pura itu berada (Banjar Pemebetan); ketujuh : tetap menjaga hubungan harmonis dengan saling menghargai keyakinan dan kepercayaan masing-masing dalam hal tata cara mengimplementasikan toleransi pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Di dalam implementasi toleransi pemujaan antara masyarakat Hindu dan Khonghucu di Purasada Kapal, dapat diimplementasikan melalui berbagai pola yakni berupa dana punia, aturan yang bersifat tulus serta kerja bakti dan gotong royong baik laki-laki maupun perempuannya untuk membuat sarana dan prasarana upacara Dewa Yadnya di Purasada Kapal di bawah koordinator Ketua Banjar Adat Pemebetan maupun di bawah coordinator Ketua Desa Adat Desa Pekraman Adat Kapal secara keseluruhan. Kata Kunci :Toleransi, Pemujaan, Masyarakat Hindu dan Konghucu
PERANAN MEDIA MASSA DAN OPINI PUBLIK DALAM MEMBANGUN ISU-ISU KONTROVERSIAL Titah Pratyaksa, I Gede
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

ABSTRAKOpini artinya dalam bahasa Indonesia adalah pendapat. Pendapat adalah pandangan seseorang mengenai sesuatu. Jadi, pendapat adalah subjektif. Oleh karena itu, pendapat adalah evaluasi, penilaian, dan bukan fakta. Publik adalah sejumlah orang yang berminat dan merasa tertarik terhadap sesuatu masalah dan berhasrat mencari sesuatu jalan keluar dan mewujudkan tindakan yang konkret. Media massa merupakan media yang diperuntukkan untuk massa. Dalam ilmu jurnalistik, media massa yang menyiarkan berita atau informasi disebut juga dengan istilah pers. Peranan media massa dan opini publik mempunyai hubungan yang erat di dalam melahirkan isu-isu yang kontroversial. Dalam tulisan ini diangkat pidato Prisiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, tanggal 1 September 2010 di Markas TNI, Cilangkap, Jakarta Timur mengenai hubungan Indonesia dan Malaysia.  Media massa mem-blow up secara terus-menerus disertai dengan kritikan yang pedas terhadap presiden SBY. Kata Kunci: Opini public, media massa, teori komunikasi, isu controversial
EGALITERIANISME DALAM HINDU Ananda, I Nyoman
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

Religion is a social phenomenon that contains various interests. Therefore sacred texts have been interpreted continually and contextually. Any efforts to standardize the interpretation to be absolute will cause a lot of problems one of the is unegalitarianism. It has also been occurred in Hinduism both in India and in Bali causing caste problems. The role of liberation theology is essential to free mankind from the bondage of unegalitarianism and restore the position of religion as the human liberator. Key Words: Egaliterianism, Hinduism, Liberation Theology.
DINAMIKA KOMUNIKASI INTERNAL DALAM AKTIVITAS YOGA MEMBENTUK PERILAKU SUSILA DI AMBARASHRAM, BANJAR NYUH KUNING, DESA MAS, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR G Juniartha, Made
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

ABSTRACT Yoga teachings are universal. Yoga is a way to achieve harmony between the physical body, mind and soul or spirit as yoga movements can affect the physical and mental to be healthy, so that the soul is concentrated. In yoga activities, communication behavior to achieve the objectives expected by the yogic aspirant. When the communication occurred between the participants and  the instructor or yoga teacher, there is a change in each participant. Changes are not only at physical level but also have a positive impact for the moral, mental and spiritual in the dynamics of the application or yoga practices that emphasize flexibility.The dynamics of internal communication in the activity of yoga can shape moral behavior of the participants in Ambarashram because of a verbal and nonverbal communication that lead to changes in both face to face communication, strengthen faith, increase self-introspection, and apply the teaching of tri kaya parisudha.  By practicing yoga one can shape his or her  moral behavior such as establishing calmness, speech control, and be kind to all creatures.The Dynamics of internal communication in yoga activities in Ambarashram shaped moral behaviors of its participants. It also provided a self-realization to the participants, for the purpose of yoga is to reach bliss by living harmoniously with other human being, human being and nature, and human being with God. Key words: dynamics, internal communication, yoga activities, moral behavior
CARU PANCA SATA SIMBOL KEHARMONISAN MANUSIA DENGAN KOSMOS Arista, I Made
WIDYA DUTA No 1 (2012): Vidya Duta
Publisher : WIDYA DUTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.87 KB)

Abstract

ABSTRAKCaru dikelompokkan menjadi beberapa jenis menurut sarana, pemanfaatan dan fungsi, diantaranya: caru eka sata, panca sata, panca sanak, panca kelud, rsi gana, dan lain sebagainya. Hal ini diamanatkan oleh “Bhagawad Gita” sebagai perputaran Cakra Yadnya ‘berkurban secara timbal balik antara Tuhan dengan manusia’. Salah satu tindakan yang mengikuti konsep cakra yadnya ialah Caru Panca Sata. Sarana dan praktek caru ini, tertanam berbagai simbol keharmonisan manusia dengan kosmos/alam secara sekala maupun niskala. Bagi umat Hindu, hal ini tidak bisa diabaikan, karena naskah-naskah Hindu sejak lama telah menyadari dan meramalkan kerusakan alam yang akan terjadi.Kata Kunci: Caru Panca Sata, harmonis, manusia, kosmos

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2012 2012