cover
Contact Name
Aswir Premadi
Contact Email
aswir.premadi@itp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aswir.premadi@itp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 22523472     EISSN : 25988255     DOI : -
Redaksi Jurnal Teknik Elektro Institut Teknologi Padang mengundang para Peneliti, Akademisi, Praktisi dan Profesional untuk menyumbangkan karya tulisnya, di bidang Teknik Elektro, baik berupa hasil penelitian dan kajian pustaka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PERANCANGAN PENGONTROLAN PEMANAS AIR MENGGUNAKAN PLC SIEMENS S7-1200 DAN SENSOR ARUS ACS712 Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.476 KB)

Abstract

Pengontrolan Suhu Pemanas Air Menggunakan PLC SIEMENS S7-1200 yang bekerja secara otomatis dan proses yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Alat ini mempunyai kemampuan akuisisi data secara baik, seperti melakukan perekaman data dan me-restore database . Adapun secara garis besar kerja alat ini adalah saat pemakai memasukkan nilai suhu yang diinginkan, secara otomatis pemanas akan hidup dan jika suhu telah mencapai nilai yang diinginkan pemanas air akan mati serta pompa air akan bekerja dengan cara mensirkulasikan air dingin. Dengan begitu suhu akan tetap stabil berada pada nilai yang diinginkan. Penggunaan sensor arus ACS712-20A pada rangkaian ini adalah untuk mendeteksi pemakaian arus yang digunakan pada pemanasan air.. Berdasarkan hasil pengukuran terakhir menunjukkan untuk pemanasan air yang dimulai dari suhu 32℃ hingga 70℃ dibutuhkan waktu pemanasan sebanyak 492 detik dengan daya pemanas sebesar 300.40 watt serta pembacaan arus sebesar 1,36 A.
PEMANFAATAN ENERGI SURYA SEBAGAI SUPLAI CADANGAN PADA LABORATORIUM ELEKTRO DASAR DI INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Dewi, Arfita Yuana
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.147 KB)

Abstract

Energi surya merupakan energi terbesar di bumi yang dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Energi ini dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan yang sangat diperlukan pada masa sekarang dan mendatang. Sasaran pemanfaatan listrik surya adalah elektrifikasi untuk daerah terpencil sebagai pemerataan hasil pembangunan, pemanfaatan energi lokal sebagai pelaksana kebijaksanaan pemerintah tentang penggunaan energi terutama non BBM, dan sebagai energi alternatif untuk keperluan cadangan energi pada konsumen listrik. Selain itu energi surya dapat juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik sebagai cadangan pada penggunaan laboratorium apabila aliran listrik tidak menyala. Penelitian terlebih dahulu melihat karakterisrtik energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Karakteristik ini dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya kondisi cuaca dan lamanya penyinaran pada suatu daerah yang berpengaruh terhadap nilai intensitas cahaya, tegangan (V), arus (I) dan daya yang dapat ditimbulkan. Dari penelitian didapatkan Panel surya yang terpasang dapat menghasilkan daya 431.55 Watt selama 9 jam penyinaran matahari selama satu hari.
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MINIHIDRO DI DESA GUGUAK AMPEK KANDANG KECAMATAN 2X11 KAYU TANAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN Erhaneli, Erhaneli; Rutaf, Ferdinal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.956 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro adalah proses pengkonversian energi potensial air menjadi energi listrik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama di daerah – daerah yang memiliki aliran air yang cukup besar. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini di mulai dari studi literature yang berhubungan dengan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kemudian melakukan survei ke lokasi yaitu di desa Guguak Kandang Ampek, untuk dapat menentukan luas penampang sungai, pengukuran debit air dan pengukuran tinggi jatuh air. Kemudian pengolahan data yang meliputi perhitungan daya, perhitungan untuk menentukan jenis atau spesifikasi peralatan mekanikal, spesifkasi peralatan elektrikal, instalasi sipil dan estimasi biaya yang akan dipakai pada perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini. Pada perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini menggunakan debit air sebesar 5,67 m3 /s, tinggi jatuh air yang dipakai ialah 65 m, menggunakan jenis turbin Francis dan daya yang dapat dihasilkan sebesar 2.672,37 kVA. Generator yang digunakan adalah generator sinkron 4 kutup, dengan frekuensi 50 Hz. Desain sipilnya menggunakan tipe dam batu bronjong dengan diperkuat beton. Rumah penduduk yang dapat dialiri listrik sebanyak 2.969 unit rumah dengan setiap unit rumah mendapatkan daya listrik sebesar 900 VA. Dan estimasi biaya yang diperlukan untuk pembuatan PLTM ini sebesar Rp. 28.968.908.100.
Analisa Perhitungan Titik Gangguan pada Saluran Transmisi Menggunakan Metode Takagi Aplikasi PT.CHEVRON PACIFIC Indonesia Syofian, Andi
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.065 KB)

Abstract

Dalam menentukan titik lokasi gangguan dibutuhkan beberapa metode, dan metode yang sering digunakan dalam menganalisa titik lokasi gangguan ialah dengan menggunakan metode google earth, metode berbasis impedansi dan perambatan gelombang sinyal arus balik, dan metode mapping laporan gangguan menggunakan algoritma genetika. Namun berdasarkan dari semua metode yang sering digunakan dalam menganalisa titik lokasi gangguan yang ada, penulis lebih tertarik menggunakan metode Takagi untuk menganalisa titik lokasi gangguan dimana, metode ini memperbaiki pengembangan dari metode simple reactance dengan mengurangi efek dari aliran beban dan meminimalkan efek tahanan gangguan. Sehingga, dengan menggunakan metode Takagi dalam menganalisa titik lokasi gangguan ini penulis dapat melakukan analisa perhitungan titik gangguan dan keakuratan pada saluran transmisi sistem kelistrikan PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada saluran 115 KV dari bus Bangko ke bus BK-NL 90% (11,7 km), bus North Duri ke bus 17 (4,4 km), dan bus Duri ke bus 17 (17,6 km). Setelah melakukan analisa, maka penulis menyimpulkan bahwa dalam menganalisa metode Takagi ini, didapat nilai error rata-rata sebesar 2,5% dan keakuratan rata-rata sebesar 97,5% dalam hal penentuan titik lokasi gangguan pada sistem jaringan kelistrikan, memiliki keuntungan sebagai berikut: dapat menghubungkan antara rumus dan software, dan dapat menentukan titik lokasi gangguan secara cepat, tepat, dan akurat, sehingga dari hasil analisa terdapat nilai keakuratan dan ketepatan titik lokasi gangguan sebesar 100% sebanyak tujuh dari dua belas skenario titik gangguan dengan tiga lokasi. Metode ini juga memiliki kelemahan sebagai berikut: masih membutuhkan data arus sebelum gangguan, masih membutuhkan arus superposisi, membutuhkan data yang beraturan, membutuhkan pemilihan jenis gangguan.
SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL DAN EKTERNAL Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.463 KB)

Abstract

Sistem proteksi petir merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan pada saat ini, mengingat peralatan listrik semakin berkembang dengan pesat. Sistem ini melindungi kita baik dan peralatan listrik kita dari sambaran langsung maupun sambaran tidak langsung (lightning electromagnetic pulse). Di Indonesia sendiri sebagai kawasan dengan intensitas petir yang tinggi, sistem ini mutlak diperlukan. Secara umum, sistem proteksi petir terdiri dari dua yaitu sistem proteksi eksternal dan sistem proteksi internal. Dalam tulisan ini dibahas mengenai jenis-jenis proteksi terhadap petir baik internal maupun eksternal yang umumnya banyak digunakan manusia.
APLIKASI TEKNOLOGI ZIGBEE PADA SISTEM DETEKTOR KEBAKARAN PADA RUMAH SUSUN Arkan, Fardhan; zaini, zaini
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.208 KB)

Abstract

Api merupakan salah satu bencana yang sering mengarah pada sejumlah besar kerugian material dan korban jiwa . Hal ini sebagian disebabkan oleh kurangnya alat dukungan yang diberikan oleh bangunan tempat tinggal . Adadua jenis sistem proteksi kebakaran bangunan terhadap bencana yaitu aktif dan sistem proteksi pasif . Salah satucontoh sistem proteksi pasif adalah sistem deteksi dini gejala api . Keberadaan sistem deteksi ini sangat pentingkarena dapat menghindari kebakaran yang membahayakan penghuni rumah lagi. Desain sistem detektor apimenggunakan teknologi Wireless Sensor Network ( WSN ) . Teknologi Wireless Sensor Jaringan yang digunakan dengan memanfaatkan jaringan nirkabel ZigBee sebagai komunikasi data. Di mana setiap bangunan perumahan dipasang detektor api yang terdiri dari 1 sensor asap , sensor suhu dan 1 , 1 sensor hotspot . Salah satu keuntungan dari jaringan ZigBee juga selain operasi bebaslisensi sangat mudah , itu kecil dan membutuhkan daya yang sangat rendah . Selain itu, juga penerapan teknologiZigBee dalam penelitian ini digunakan untuk menetapkan protokol komunikasi dan sistem membuat sistemkeamanan dan keandalan data. Teknologi ini terdiri dari standar tujuh lapisan model OSI.
ANALISIS KINERJA JARINGAN WPAN ZegBee DENGAN TOPOLOGI CLUSTER TREE Thamrin, Thamrin
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.808 KB)

Abstract

WPAN Zegbee adalah salah satu jaringan personal area pada data rate rendah maksimal 250 Kbps. Pada implementasinya dapat digunakan topologi mesh, star dan cluster tree. Topologi cluster tree memiliki kelebihan karena dapat menambah covered area jaringan, akan tetapi pada sisi lain menambah latency waktupengiriman data. Penelitian ini dibuat dengan simulasi software Network Simulator 2 (NS2) untuk menganalisis kinerja jaringan WPAN zegbee dengan topologi cluster tree. Indikator kinerja yang diuji adalah throughput, delay dan packet delivery ratio (PDR). Kinerja jaringan dimati melalui lima scenario dengan memvariasikan jumlah node. Skenario node yaitu 4 , 13, 28, 49 dan 76. Masing-masing scenario dikirimkan paket data 50. Jarak masing-masing node adalah 10 meter. Routing protocol yang digunakan AODV, model antenna omni, tipe antrian first in first out (FIFO), model propagasi two way ground dan tipe trafi FTP. Analisis kinerja jaringan WPAN skenario pertama didapatkan nilai throughput 8,037 Kbps, delay 0,007342 detik dan PDR 97,37 %. Skenario kedua didapatkan hasil throughput 6,562 Kbps, delay 0,007774 detik dan PDR 90,37 %.. Skenario ketiga didapatkan hasil throughput 7,663 Kbps, delay 0,009809 detik dan PDR 77,15 %. Skenario keempat didapatkan hasil throughput 7,954 Kbps, delay 0,015264 detik dan PDR 74,93 %. Skenario kelima didapatkan hasil throughput 2,899 Kbps, delay 0,020772detik dan PDR 63,11 %.
ANALISA SIMULASI MOBILE IPv6 (MIPv6) PADA JARINGAN WLAN Novid, Igor; zaini, Zaini; Rimra, Ihsan Lumasa
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.079 KB)

Abstract

Mobile IP (MIP) adalah mekanisme adelivery untuk mengirim alamat IP yang sebelumnya digunakan sehinggaketika perangkat terhubung Local Area Networks Wireless (WLAN) tidak perlu melakukan konfigurasi ulang saatbergerak. MIPv6 simulasi dilakukan dalam tiga kondisi menggunakan Network Simulator 2 (NS-2). Kondisipertama adalah mensimulasikan 4 (empat) node nirkabel dan gerakan berurutan dari node nirkabel 1 (W1) ke W4.Kondisi kedua menggunakan jumlah yang sama node nirkabel tetapi berbeda dalam gerakan. Kondisi ketigamemiliki 2 (dua) node nirkabel sebagai standart waktu handoff. Analisis hasil simulasi dari setiap kondisi menunjukkan parameter yang mempengaruhi waktu handoff.
STUDI ANALISA PERHITUNGAN BIAYA TOTAL TAHUNAN PENYULANG (FEEDER) DISTRIBUSI 20 KV TAHUN 2013 (Aplikasi GI PIP ke Feeder II Air Pacah) Zulkarnaini, Zulkarnaini; Rahmad, Donny
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.811 KB)

Abstract

Saluran distribusi 20 KV merupakan bagian terpenting dari sistem tenaga listrik terutama dalam penyaluran energi lsitrik ke konsumen. Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini maka penambahanjaringan distribusi juga meningkat. Sebagai pedoman untuk penambahan jaringan distribusi dimasa datang,maka diperlukan suatu kajian tentang analisa biaya penyulang (feeder). Untuk menghitung biaya feeder salurandistribusi 20 KV, dilakukan perhitungan Biaya Ekivalen Investasi Penyulang Tahunan (BTI), Biaya EnergiEkivalen Tahunan (BTE), Biaya Ekivalen Demand Tahunan (BTD). Hasil penjumlahan biaya-biaya diatas makadiperoleh Biaya Total Tahunan dari Penyulang (TBT) yang berbeda sesuai dengan panjang dan besarnya beban masing-masing saluran. Hasil penelitian ini memperlihatkan beban paling tinggi terjadi pada bulan Mei yaitu75,53 ampere menyebabkan Biaya Total Tahunan Penyulang (TBT) sebesar Rp. 417.154.453,3. Beban palingrendah terjadi pada bulan Januari yaitu 35,46 ampere menyebabkan Biaya Total Tahuan Penyulang (TBT) sebesar Rp. 416.983.422,9.
PENGARUH HILANGNYA KAWAT NETRAL SEBAGAI PELINDUNGAN PADA SISTEM 3 FASA 4 KAWAT TERHADAP TEGANGAN LINE TO LANE (VL-L) Bachtiar, Antonov
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.521 KB)

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagian ruas jaringan tegangan menengah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta telah kehilangan beberapa kawat netralnya. Hilangnya kawat netral pada jaringan tegangan menengah dapat menyebabkan perubahan karakteristik jaringan, meskipun belum dirasakan dampak yang berarti. Apabila semakin banyak kawat netral yang hilang bukan tidak mungkin akan mempengaruhi kualitas pelayanan.Penelitian ini mengenai kehilangan kawat netral pada sistem 3 fase 4 kawat pada sistem saluran distribusi 20kV, aplikasi data di PLN APJ Yogyakarta yang mengkaji pengaruh kawat netral yang hilang atau putus terhadaparus V line to line (V L-L) pada sistem distribusi 20 kV secara simulasi menggunakan EMTP ( Electromagnetic Transients Program ) Dari hasil simulasi dan pembahasan, pada saat kehilangan / putus kawat netral secara keseluruhan ( SWER ) arus netral ( In ) mengalami penurunan hingga harga 0 tegangan Line to Line (VL-L) tidak berubah

Page 4 of 18 | Total Record : 174