cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
ISSN : 19783167     EISSN : 2580135X     DOI : -
Core Subject : Health,
Diterbitkan sebagai media informasi hasil studi penelitian dan artikel ilmiah bidang Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Rancangan Instrumen Deteksi Dini Gangguan Jiwa untuk Kader dan Masyarakat di Kabupaten Pekalongan Arifin, Mokhamad
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus gangguan jiwa masih menjadi stigma di masyarakat sehingga perlu partisipasi semua pihak dalam mengatasi masalah ini khususnya dalam mensukseskan program “Jawa Tengah Bebas Pasung Tahun 2012”. Kader kesehatan  merupakan salah satu elemen penting yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh instrument yang dapat membantu kader dalam mendeteksi secara dini kasus gangguan jiwa di masyarakat/lingkungan dimana dia tinggal.  Instument awal  yang dibuat peneliti di ujikan pada pada kelompok sampel yang berbeda  yaitu kader di wilayah Puskesmas Kedungwuni II, Talun, Bojong Kabupaten Pekalongan masing-masing 30 responden yang kemudian dilakukan uji valitas dan reliablitas. Dengan nilai r tabel (Pearson Product Momment) dengan level of significant 0,05, r tabel pada df-2 = 0,306.  Dari 30 item pertanyaan yang dibuat peneliti pada penelitian tahap I (Puskesmas Kedungwuni II) terdapat 7 item yang tidak valid yaitu item nomor 1 (0,297),  3 (0,269),  12 (0,257),   13 (0,214),  14 (O,146), 15 (0,292). Pada peneltian tahap II (Puskesmas Talun) dengan 23 item pertanyaan yang tidak valid hanya 1 nomor yaitu no. 13 (0,280) dan pada penelitian tahap III (Bojong) dengan 22 item pertanyaan dari analisis  semuanya dinyatakan valid dan reliable. Dengan adanya instrumen deteksi dini ini diharapkan kader dapat segera melaporkan kepada petugas kesehatan atau pusat pelayanan kesehatan terdekat bila diketahui ada anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa untuk kemudian dapat segera dilakukan tindak lanjut oleh pihak terkait.
Gambaran Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Kesehatan Anggota Keluarganya di Wilayah Kabupaten Pekalongan Nurlaela, Emi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dukungan keluarga dalam meningkatkan kesehatan anggota keluarganya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya dukungan keluarga terhadap anggota keluarga yang memberikan air susu ibu, keluarga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia, keluarga menghadapi anggota keluarganya yang menopause. Hasil penelitian menunjukkan keluarga yang tidak malas mendengarkan keluhan anggota keluarganya yang mengalami masalah kesehatan 34 %, sedangkan 12 % keluarga selalu tidak malas mendengarkan keluhan. Keluarga menyatakan mau selalu membantu mengatasi keluhan 20 %, sedang 16 % keluarga tidak pernah menyatakan mau membantu mengatasi keluhan. Keluarga yang selalu memperhatikan tanda gejala masalah atau penyimpangan kesehatan anggota keluarganya 22 %, sedangkan 38 % keluarga tidak pernah memperhatikan tanda gejala penyimpangan kesehatan yang dirasakan oleh anggota keluarga. Keluarga yang selalu mengingatkan untuk melakukan tindakan yang bertujuan mengurangi keluhan 18%, sedangkan 24 % keluarga tidak pernah melakukannnya. Keluarga yang selalu tidak mengingatkan untuk menghindari kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan 12%, sedangkan 26% tidak pernah tidak mengingatkan untuk menghindari kebiasaan buruk. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa dukungan keluarga masih kurang kurang dirasakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk tetap melibatkan keluarga dalam pengelolaan asuhan, keterlibatan keluarga didasarkan bukan untuk melepaskan tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan namun menitik beratkan pada dukungan emosional, penghargaan, informasional, dan instrumental dalam meningkatkan kesehatan anggota keluarganya.
Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Rawat Inap dengan Permainan Hospital Story di RSUD Kraton Pekalongan Pratiwi, Yuni Sandra
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sick and hospitalisation were stressors that could caused anxiety of child. One of treatment to reduce the anxiety of child was play therapy, especially hospital story, i.e., told story to child used pictured book about hospital schedules and its routinities, care givers, and answered child’s questions about hospital. This study was animed to know the effect of hospital story toward anxiety of the 6-8 years old child. This study experimental quasi. A questionnaire was used to collect the data. The sample taken with purposive sampling approach. Wilcoxon statistic analysis was used to know the effect of hospital story toward anxiety of the 6-8 years oldd child. The result of Wilcoxon statistic analysis got Z scores was – 4,596 and p-value was 0,000 (p<0,05); it could be concluded that hospital story  had a significant effect toward anxiety of the 6-8 years old child. Keyword: anxiety, child, hospital story Abstrak: Kondisi sakit dan hospitalisasi merupakan stressor yang dapat menyebabkan kecemasan pada anak. Salah satu tindakan untuk menurunkan kecemasan tersebut adalah terapi bermain, khususnya hospital story, yaitu bercerita kepada anak menggunakan buku bergambar tentang rutinitas dan jadwal rumah sakit, pemberi pelayanan (tim kesehatan), dan menjawab pertanyaan yang diajukan anak tentang rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hospital story terhadap kecemasan anak usia 6-8 tahun. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Pengumpulan data dengan  menggunakan kuesioner. Penentuan sampel dengan purposive sampling. Uji statistik wilcoxon digunakan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain hospital story terhadap kecemasan anak usia 6-8 tahun. Hasil uji statistik wilcoxon diperoleh skor Z = - 4,596 dan nilai p = 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara terapi bermain hospital story terhadap penurunan kecemasan anak usia 6-8 tahun. Kata kunci : kecemasan, anak, hospital story
Efektivitas Terapi Murotal dan Terapi Musik Klasik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi di Pekalongan Faradisi, Firman
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh tekanan dan kebanyakan diakibatkan kecelakaan lalulintas. Banyak pasien yang mengalami kecemasan sebelum operasi. Kini telah dikembangkan terapi untuk menangani kecemasan, diantaranya adalah terapi musik dan terapi murotal untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan efektivitas pada kedua terapi dalam menurunkan kecemasan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment,  tipe pre test and post test design. Sample penelitian adalah pasien fraktur ekstremitas di RSI Muhammadiyah Pekajangan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Tehnik pengambilan data dengan cara observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan uji t-dependent (paired sample t test). Hasil pengkajian sebelum diberikan terapi sebagian besar pasien mengalami cemas sedang. Uji beda tingkat kecemasan dengan terapi musik diperoleh nilai thitung sebesar 8,887 (p­­­ = 0,000 < 0,05) sehingga H0 ditolak. Artinya pemberian terapi musik efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien. Uji beda tingkat kecemasan dengan terapi murotal diperoleh nilai thitung sebesar 10,920 (p­­­ = 0,000 < 0,05) sehingga H0 ditolak artinya pemberian terapi murotal efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien. Uji beda tingkat kecemasan dengan terapi musik dan murotal diperoleh nilai thitung sebesar 2,946 (p­­­ = 0,000 < 0,05) sehingga H0 ditolak artinya pemberian terapi murotal lebih efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien dibandingkan dengan terapi musik.Kata Kunci: Fraktur, operasi, kecemasan, terapi musik, terapi murotal
Peningkatan Hasil Belajar dengan Metode Problem Based Learning dan Ceramah Pada Mahasiswa Kebidanan di Surakarta Ersila, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtract: Learning outcomes are changes that led to changes in human attitudes and behavior. This study aims to improve learning outcomes by methods of problem-based learning and lectures, and study the behavior of students through student feedback on problem-based learning method and lecture. Qualitative descriptive method. This study uses a model cycle. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Non-regular students study subjects DIII Midwifery polytechnic third semester Kemenkes Surakarta. Technique of taking the pre test and post test, observation and in-depth interviews. Instruments used booklet, observation sheets and interview guides. Research shows the average value of the learning materials postpartum obstetric management in the first cycle with the PBL method pre test and post test 62.50 77.20 to 74.36% (29 students who completed the study) and the second cycle with pre test and post test 65.90 by 81.70 by 87.18% (34 students who completed their study). While the average value for a lecture on the first cycle of pre test and post test 61.90 68.30 to 65.64% (25 students who completed the second cycle of learning and the pre test and post test 64.40 at 70.90 with 76.32% (29 students who completed the study. the PBL method, students assume that the method of interest, cooperation and responsibility to train, train and enhance critical thinking in the learning activity. while lecturing students lack of interest, students are less active when learning. Keywords: learning outcomes, method of problem-based learning and lecture Abstrak: Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar melalui metode problem based learning dan ceramah, serta mengetahui perilaku mahasiswa melalui tanggapan mahasiswa tentang metode problem based learning dan ceramah. Metode diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian mahasiswa Non reguler semester III DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta. Teknik pengambilan pre tes dan post tes, observasi serta wawancara mendalam. Intrumen yang digunakan lembar soal, lembar observasi dan panduan wawancara. Hasil Penelitian menunjukan rata-rata nilai hasil belajar materi manajemen kebidanan ibu nifas pada siklus I dengan metode PBL pre tes 62,50 dan post tes 77,20 dengan 74,36% (29 mahasiswa yang tuntas dalam belajarnya) dengan dan pada siklus II pre test 65,90 dan pos tes sebesar 81,70 dengan 87,18% (34 mahasiswa yang tuntas belajarnya). Sedangkan rata-rata nilai untuk metode ceramah pada siklus I pre tes 61,90 dan post tes 68,30 dengan 65,64% (25 mahasiswa yang tuntas belajarnya dan pada siklus II hasil pre tes 64,40 dan post tes sebesar 70,90 dengan 76,32% (29 mahasiswa yang tuntas dalam belajarnya. Pada metode PBL, mahasiswa mengganggap bahwa metode yang menarik, melatih kerjasama dan tanggung jawab, melatih berfikir kritis dan meningkatkan keaktifan dalam belajar. Sedangkan metode ceramah mahasiswa kurang tertarik, mahasiswanya kurang aktif saat belajar. Kata kunci : Hasil belajar, Metode problem based learning dan ceramah
Efektifitas Tindakan Oral Hygiene Antara Povidone Iodine 1% dan Air Rebusan Daun Sirih di Pekalongan Fajriyah, Nuniek Nizmah; Nurachmah, Elly; Gayatri, Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring for apathetic patients include oral cavity hygiene must be performed in order to prevent complication.The purpose of the study is to compare effectiveness of oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle on the number of bacteria in apathetic patients. This study was conducted in Rumah Sakit Islam Pekajangan Pekalongan. The design of this study was quasi experimental non equivalent control group with pre test and post test. Samples were selected through a systematic random sampling method. The number of eight respondents was divided into two interventions, the first intervention consisted of four respondents and the second intervention consisted of four respondents. Samples were taken through oral swab pre and post oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle. The analyses comprised of dependent and independent t- tests. The result of the study showed no significant difference berween age and the number of aerob bacteria and anaerob bacteria before oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,232, p=0,397, α 0,05). There is no significant difference between sex and the number of aerob bacteria and anaerob bacteria before oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,676, p=0,725, α 0,05). There is a significant difference between number of aerob bacteria and anaerob bacteria before and after oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,002, p=0,001, α 0,05) and there is no significant difference between the number of aerob bacteria and anaerob bacteria after oral hygiene nursing care using povidone iodine 1% and using boiled water of piper betle (p=0,350, p=0.575 at α 0,05). This study concluded that povidone iodine 1% and boiled water of piper betle have the same effectiveness in reducing aerob and anaerob bacterias in the apathetic patients. Keyword : effectivity, oral hygiene, povidone iodine, piper betle Abstrak Perawatan rongga mulut pada klien penurunan kesadaran harus dilakukan untuk mencegah komplikasi, karena mikroorganisme yang berasal dari rongga mulut dapat menyebabkan infeksi atau penyakit di bagian tubuh yang lain. Tujuan penelitian adalah  mengetahui perbandingan efektifitas tindakan keperawatan oral hygiene antara povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih terhadap jumlah bakteri klien penurunan kesadaran. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Pekajangan Pekalongan. Desain penelitian kuasi eksperimen non equivalent control group dengan pre dan post test. Sampel diambil dengan metode systematic  random sampling, pada delapan responden yang terbagi menjadi dua intervensi, intervensi pertama empat responden dan intervensi kedua empat responden, sampel diambil melalui swab mulut pre dan post tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih, analisis menggunakan uji t dependent dan uji t independent. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara umur dan jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,232, p=0,397, α 0,05). Tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,676, p=0,725, α 0,05). Ada perbedaan yang signifikan antara jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum dan setelah tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,002 dan p=0,001, α 0,05) serta tidak ada perbedaan signifikan selisih rata-rata jumlah bakteri aerob dan anaerob sebelum dan setelah tindakan keperawatan oral hygiene povidone iodine 1% dan air rebusan daun sirih (p=0,350, p=0.575, α 0.05). Penelitian ini menyimpulkan antara povidone iodine 1% dengan air rebusan daun sirih, sama efektifnya untuk menurunkan bakteri aerob dan anaerob klien penurunan kesadaran. Kata kunci : efektivitas, oral hygiene, povidone iodine, sirih
Pengalaman Menjalani Pengobatan TB Kategori II di Wilayah Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Rejeki, Herni; Nursasi, Astuti Yuni; Permatasari, Henny
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research explore ideas and the meaning of experience of having tuberculosis category II treatment at Pekalongan Regency. This research used qualitative approach with descriptive phenomenology design and indepth interview method. Participants in this research were tucerculosis clients who had complete TB category II treatment. There are seven participants. The data was collected in the form of tapes interview and field notes wich were analyzed by Colaizzi techniques. As the result of the research is the identification of seven themes: the understanding of TB desease; effects of treatment  on clients; efforts to achieve recovery; treatment adherence; difficulties experienced during treatment; client expectations and the support received during treatment. The conclision of this research was the treatment of TB requires a long time, so that during treatment clients experiencing, psychologycal, social and financial problems. Keywords: Category II, experience, treatment   Abstrak:Tujuan  penelitian  ini   mendapatkan gambaran  arti dan makna pengalaman dalam menjalani pengobatan TB kategori II di wilayah Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif menggunakan metode wawancara mendalam. Partisipannya adalah  klien yang sudah selesai menjalani pengobatan TB kategori II, berjumlah  tujuh  orang. Data  dikumpulkan melalui rekaman wawancara dan catatan lapangan,  dianalisis dengan teknik Colaizzi. Hasil penelitian teridentifikasi tujuh tema; pemahaman mengenai penyakit TB; dampak terhadap klien; upaya mencapai kesembuhan; kepatuhan menjalani pengobatan; kesulitan yang dialami; harapan  dan dukungan  selama  pengobatan. Selama menjalani pengobatan TB klien mengalami masalah fisik, psikologis, sosial dan finansial menjadi kesimpulan penelitian ini. Kata kunci: kategori II, pengalaman, pengobatan
Hubungan Antara Depresi Dengan Kepatuhan Melaksanakan Diit Pada Diabetisi di Pekalongan Widyastuti, Windha
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang akan semakin meningkat jumlahnya di masa yang akan datang. Peningkatan ini disebabkan karena peningkatan status sosial, yang mengakibatkan terjadinya perubahan gaya hidup. Kepatuhan diit merupakan bagian yang terpenting dalam pengendalian gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara depresi dengan kepatuhan melaksanakan diit pada diabetisi. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive corelative, mengunakan pendekatan Cross-sectional. Populasinya adalah diabetisi yang tinggal di Kelurahan Pekajangan pada tahun 2011 yang berjumlah 275 diabetisi, dengan menggunakan teknik simple random sampling, sampel berjumlah 163 diabetisi. Data diperoleh dengan menggunakan BDI dan wawancara dengan kuesioner kepatuhan diit. Hasil analisis data menggunakan uji chi-square yang menunjukkan ada hubungan antara depresi dengan kepatuhan melaksanakan diit pada diabetisi, dengan ρ= 0,001. Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar diabetisi mengalami depresi mulai dari depresi ringan hingga berat, dan adanya depresi ini mengakibatkan ketidakpatuhan diabetisi dalam melaksanakan diit DM.   Kata Kunci: Depresi, Kepatuhan, Diabetes Melitus
Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas III Ruang Kebidanan terhadap Pelayanan Postpartum di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Prafitri, Lia Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan nifas yang dilaksanakan oleh bidan merupakan salah satu indikator untuk mengukur mutu pelayanan kesehatan. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling pada tanggal 15 Oktober – 15 November 2011 di ruang kebidanan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan sebanyak 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Analisa data yang digunakan yaitu univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi.Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 23 responden (71,88%) memiliki kepuasan sedang, 6 responden (18,75%) mempunyai kepuasan tinggi, dan 3 responden (9,37%) mempunyai kepuasan sedang terhadap pelayanan postpartum yang diberikan bidan di ruang kebidanan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Kata Kunci : Kepuasan, Pelayanan Postpartum, Ruang Kebidanan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI KECAMATAN WONOPRINGGO KABUPATEN PEKALONGAN Zuhana, Nina; Izzah, Nur; Rusmariana, Aida
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk have an important effect mother and baby, it also wide effect for status nutrion and baby healthy. Education, accupation, knowledge, mother acts have correlation with her habit support from family, healthy department also influence that behaviour. This research was to analyze the factors that influence in giving eksklusif breast milk. This research have a background with the decrease tendention of giving eksklusif breast milk. The design of the research was deskriptif analytic with cross sectional approach. Hipothesis indicided to know the influence of factors education, accupation,, knowledge, attitude, health department, family with giving eksklusif breast milk. The sample that used in this research was 50 respondents which was taken by cluster sampling. The result of this research with statistic chi square have correlation between knowledge with acts giving eksklusif breast milk with p value 0,035,thought another variables education, accupation, attitude, health department and family didn’t have correlation. That means was mother awareness to breast feeding eksklusif still low and the faint of their culture more surrounding in their environment. Recommendation for health department to giving education about eksklusif breast milk using the society approach that deepest so may be they more believe and sure with health department information.

Page 1 of 22 | Total Record : 215