cover
Contact Name
Zahrah Nur Zakiyah
Contact Email
181005122@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijcr@uii.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH
ISSN : 23549610     EISSN : 26145081     DOI : -
Indonesian Journal of Chemistry Research (IJCR) merupakan jurnal ilmiah nasional yang sudah terindex oleh Portal Garuda. IJCR menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang bersifat riset orisinal, review singkat (mini-review), review lengkap (full-review) di bidang Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Analitik, Kimia Fisik, Biokimia, Kimia Material, dan Kimia Lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
EKSTRAKSI DISPORSIUM (DY) PADA KONSENTRAT ITRIUM DALAM KEASAMAN KLORIDA MENGGUNAKAN CYANEX 572 Dilla, Auliya Ayu Farah; Pusparini, Wahyu Rachmi; Kurniawan, M. Arsyik
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 3, ISSUE 2, 2018
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol3.iss2.art4

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi disporsium (Dy) pada konsemtrat itrium dalam keasaman klorida menggunakan cyanex 572 dari logam tanah jarang hasil olah pasir senotim menggunakan ekstraktan campuran cyanex 572 dengan kerosen serta campuran cyanex 572 dengan dodekan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kondisi optimum proses dengan variasi konsentrasi keasaman umpan (HCl), variasi konsentrasi ekstraktan, variasi konsentrasi umpan dan variasi konsentrasi penambahan garam (NaCl) menggunakan spektrometer X-ray fluorescence. Kondisi optimum dari proses ekstrasi konsentrat itrium mengandung disporsium (Dy) dengan ekstraktan campuran cyanex 572 dengan kerosen yaitu keasaman umpan 4 M, konsentrasi ekstraktan Cyanex 50%, konsentrasi massa umpan 0.015 g/mL dan konsetrasi penambahan garam NaCl 3.5 M. Dan dengan ekstraktan campuran Cyanex 572 dengan dodekan kondisi optimum dicaai pada keasaman umpan 4 M, konsentrasi ekstraktan Cyanex 60%, konsentrasi massa umpan 0.015 g/mL dan konsetrasi penambahan garam NaCl 3.5 M.
PENGARUH VARIASI HA-TCP (HYDROXY APATIT-TRICALCIUM POSPAT) TERHADAP BIOKOMPOSIT (HA:TCP)-GELATIN-CMC SEBAGAI INJECTABLE BONE SUBTITUTE (IBS) Purwiandono, Gani; Julita, Hera; Saputra, Dita Adi
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 3, ISSUE 1, 2018
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol3.iss1.art4

Abstract

FORMULASI SABUN CAIR BERBAHAN AKTIF MINYAK KEMANGI SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN PENGUJIAN TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Muthmainnah, Rahmi; Rubiyanto, Dwiarso; Julianto, Tatang Shabur
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art6

Abstract

Penyakit kulit saat ini masih menjadi salah satu masalah bagi masyarakat Indonesia. Salah satu penyakit kulit yang meresahkan yaitu penyakit bisul. Penyakit ini disebabkan karena infeksi dari bakteri gram positif Staphylococcus Aureus. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang paling banyak menyerang manusia yang hidup sebagai saprofit dalam membran pencernaan dan kulit manusia. Salah satu antibakteri yang saat ini telah banyak diteliti yaitu sifat antibakteri dari minyak atsiri daun kemangi. Minyak atsiri daun kemangi memiliki daya aktivitas antibakteri yang cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan minyak kemangi dalam sabun mandi cair dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Penambahan minyak kemangi sebesar 0,25 mL kedalam sabun mandi cair 10 mL menunjukkan aktivitas yang baik yaitu dengan rata-rata diameter hambat 7,8 mm. Aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh minyak kemangi 0,75 mL dalam sabun mandi cair 10 mL, yaitu dengan rata-rata diameter hambat 9,8 mm. Namun, formulasi sabun cair yang paling diminati oleh responden adalah sabun minyak kemangi 5%, yaitu 0,5 mL minyak kemangi ditambahkan kedalam 10 mL sabun cair dengan diameter hambat 8,3 mm.
PENGARUH KALSINASI HIDROTALSIT TERHADAP AKTIVITAS KATALITIK PADA REAKSI TRANSESTERIFIKASI ETIL ASETAT MENJADI METIL ASETAT Januar, Imam
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss1.art4

Abstract

This research is aim to study the optimum of time and calcination ffict on hydrotalcite in transesterification reaction in obtaining metyl ester. The reagen has been used in this reaclion were etyl acetat, methanol and hydrotalcite as catalyst. In the reaction was used various of times; 0,5, 1, 2, 3 hours and various catalysts; calcinated catalyst and non-calcinated catalyst. The caracterization of hydrotalcite has used XRD, BET and FTIR instrument.The result of GC intrepetation showed the decreasing of methanol concentration. The result caracterization hydrotalcite using XRD showed difractogram d= 7,60882; 3,79933 and 8,42876?. These peaks have similiarity to the d of Mg/Al standar of hydrocalcite. BET intrepetation showed the specific surface area is 12,337 m2/g, averages of pores are 15,352 ?, volume of pores is 3,9 x 10-2 cm3/g. The result of FTIR showed the appearance of hydroxil group with the wavelength; 3450,40 cm-1 and 1635,38 cm-1, CO32- was 1366,66 cm-1  and 660,20 cm-1, MgO was 553,23 cm-1, Zn-O is 447,04 cm-1, these wavelengths showed the characteristic of hydrocalcite. Infrared intrepretation showed that the compound Mg-Zn-AlCO3.4H2O was hydrocalcite
PREPARATION OF TIO2¬ BAMBOO LEAVES ASH COMPOSITE AS PHOTOCATALYST FOR DYE PHOTODEGRADATION Prihatiningsih, Prihatiningsih; Pertiwi, Lita Dewi; Fatimah, Is
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 2, ISSUE 1-2, 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol2.iss1.art1

Abstract

Textile waste containing dye can generate environmental problems especially for human. Therefore some techniques are developed to overcome the impact of toxic contaminant from dyes residue, one of these is the photocatalysis technique. The photocatalysis mechanism TiO2 is a popular photocatalyst and in order to improve its activity the composite formation with a some solid support are attempted. The development of TiO2 composite with a sustainable support source; bamboo leaves was conducted. The composite was prepared by dispersing titanium isopropoxide into bamboo leaves ash (BLA) followed by calcination process. Hysicochemical characterization of the photocatalyst was performed by using XRD, gas sorption analyzer and SEM-EDX analysis. By the characterization it is found that BLA contains silica in highest percentage and furthermore TiO2 in the mixed anatase and rutile phases were formed the composite.
PREPARASI FE(III)-MONTMORILLONIT SEBAGAI KATALIS PADA FOTOOKSIDASI METILEN BIRU Yunani, Yuyun; Fatimah, Is; Riyanto, Riyanto
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 1, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss1.art11

Abstract

Preparasi Fe(III)-montmorilloit dan aplikasinya pada fotodegradasi metilen biru dengan sinar UV telah dilakukan. Preparasi Fe(III)-montmorillonit dilakukan dengan tahapan pembuatan larutan agen pemilar, interkalasi, dan kalsinasi. Karakterisasi material dilakukan menggunakan XRD, dan SAA melalui persamaan BET. Degradasi metilen biru dilakukan menggunakan beberapa metode yaitu adsorpsi, fotokatalis, fotolisis, fotooksidasi dan oksidasi. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan Fe(III)-montmorillonit mempunyai basal spacing 12,23 �, luas permukaan spesifik 110,513 m2g-1, volume total pori 158,8x10-3 cm3g-1 dan rerata jejari pori 28,74075 �. Hasil degradasi metien biru dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Metode degradasi yang paling optimal adalah uji fotooksidasi pada pH 10, selama 180 menit, penyinaran di bawah sinar UVB (λ .. nm) dengan menggunakan 0,1 g Fe(III)-montmorillonit untuk setiap 500 mL MB 10-4 M dan peroksida (H2O2 50%) sebanyak 0,025 mL dapat menurunkan kadar metilen biru sebesar 92,564 %.
ADSORPTION ISOTHERM STUDIES OF RHODAMINE B ON CITRUS SINESIS PEEL Purwiandono, Gani; Lestari, Puji; Widodo, Wahyu; Marlina, Marlina; Aprilia, Nadia
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 2, ISSUE 1-2, 2017
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol2.iss1.art6

Abstract

Adsorption of Rhodamine B on Citrus sinesis peel biosorbent has been conducted. The adsorption process was carried out in neutral pH for 90 min. The active surface of the Citrus sinesis peel biosorbent was 15 m2/g and the density was 0.52 g/cm3. The adsorption mechanism of Rhodamine B on Citrus sinesis peel biosorbent was studied using 4 adsorption model; Langmuir, Freundlich, Temkin, and Dubinin-Radushkevich. The adsorption fitted the Freundlich model with the regression value of 0.906. This indicates that the adsorption of Rhodamine B on the surface of Citrus sinesis peel biosorbent was a multilayer interaction.
PENENTUAN KADAR LOGAM B3 DALAM PUPUK CAIR DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON (AAN) Mulwandari, Meike; Supriadi, Harry; Fajarwati, Febi Indah
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 3, ISSUE 2, 2018
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol3.iss2.art3

Abstract

Telah dilakukan penentuan kadar logam B3 dalam sampel pupuk cair dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN). Metode ini dilakukan dengan proses penembakan sinar gamma pada selongsong-selongsong yang sudah dipersiapkan. Selongsong yang terdiri dari sampel, standar dan blanko dimasukkan dalam Reaktor Kartini untuk diiradiasi dengan menggunakan sumber neutron (fluks neutron 5,85 . 1010 n cm-2 s-1) pada fasilitasi radiasi Lazy Susan selama 2 x 6 jam dengan daya 100 kW. Setelah itu dilakukan pendinginan sesuai dengan waktu paruh suatu unsur. Kemudian dilakukan pencacahan dengan menggunakan detektor HPGe pada umur menengah dan umur panjang. Berdasarkan hasil analisis secara kualitatif pada umur menengah mengandung unsur-unsur logam B3 seperti Sm, Ce, La, U, Th, Cd, K, As, Br dan Na untuk standar sedangkan unsur-unsur logam B3 yang terkandung didalam sampel 1, sampel 2 dan blanko yaitu Sm, Ce, La, Th, As, Br, K dan Na. Berdasarkan hasil analisis kualitatif pada umur panjang terdapat unsur-unsur logam B3 seperti Cr, Cs, Fe, Zn dan Co pada standar. Pada sampel 1 terdapat unsur-unsur logam Cr, Fe, Zn dan Co. Pada sampel 2 terdapat unsur-unsur logam Fe, Zn dan Co sedangkan pada blanko hanya terdapat unsur logam Cr. Hasil analisis kuantitatif pada umur menengah diperoleh unsur yang paling banyak yaitu unsur K  dengan kadar  sebesar 44121,6370 ± 948,966 dan presisi 2,1508%. Sedangkan unsur yang paling sedikit yaitu unsur Sm diperoleh nilai kadar sebesar 0,0190 ± 0,003 dan presisi 14,3074%. Adapun hasil analisis kuantitatif pada umur panjang diperoleh unsur yang paling banyak yaitu unsur Zn  dengan kadar  sebesar 267,1754 ± 7,384 dan presisi 2,7638%. Sedangkan unsur yang paling sedikit yaitu unsur Cr diperoleh nilai kadar sebesar 0,2250 ± 0,270 dan presisi 0,1215%.
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP ISOMERISASI SENYAWA 3-CARENE MENJADI 4-CARENE DENGAN KATALIS NATRIUM-O-KLOROTOLUEN Anisa, Nurul; Julianto, Tatang Shabur; Rubiyanto, Dwiarso
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 1, ISSUE 2, 2014
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol1.iss2.art5

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur reaksi pada konversi 3 carene menjadi 4-carene menggunakan katalis basa organik yaitu natrium-o klorotoluen. Proses konversi ini dilakukan dengan metode isomerisasi dengan variasi temperatur reaksi 149 oC, 160 oC , dan 178 oC. Campuran yang digunakan adalah 3-carene dan xylene, natrium dan o-klorotoluen dengan perbandingan 1:1 yang direfluks pada temperatur 149 oC, 160 oC , dan 178 oC selama 12 jam. Produk reaksi selanjutnya dianalisis menggunakan instrumen GC-MS. Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur optimum konversi 3-carene menjadi 4 carene pada temperatur reaksi 178oC dengan jumlah 4-carene sebesar 49,8%
ANALYSIS OF HYDROGEN SULFIDE (H2S) AND HYDROCARBON COMPOSITION OF NATURAL GAS FROM GMS (GAS METERING STATION) IN PT. PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG Rostyanesia, Rostyanesia; Salmahaminati, Salmahaminati; Vidya, Putri Dwinanda
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH VOLUME 3, ISSUE 1, 2018
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcr.vol3.iss1.art3

Abstract

Natural gas of GMS (Gas Metering Station) is an important component that must be analyzed routinely in PT. Fertilizer Sriwidjaja because it is the main material used in addition to Carbon dioxide (CO2) and water vapor in the manufacture of ammonia. The quality of natural gas will affect the ammonia and urea fertilizer product. The purpose of this research is to know the composition of hydrocarbons and to know the level of H2S gas in natural gas which is contained in GMS pipes. Determination of H2S levels was performed to find out the many catalysts used in the manufacture of ammonia gas.In determining the hydrocarbon composition, the first gas sample is taken using Stainless Steel Cylinder Tube. After the gas filled tube it was analyzed using GC (Gas Chromatography) and  it will know the hydrocarbon composition of GMS. As for the determination of H2S level, the gas sample taken as much as 30 L through gas spreader and inserted into erlenmeyer with 10% Cd Acetate and NaOH. Subsequently, 1% PADAS (N, N-Dimethyl-p-phenylendiamine sulphate) and FeCl3 were added. After the solution changed to blue color then analyzed using UV-Vis Spectrophotometer in 660 nm wavelength.The results obtained are nitrogen-containing natural gas and various hydrocarbon components: methane, hexane, carbon dioxide, ethane, propane, i-butane, n-butane, i-pentane, and n-pentane with H2S 2,954 ppm with the largest composition of methane 85.89%. The results have been in accordance with the standards used in the Pusri Industry which apply the provision that the natural gas used should contain methane with concentrations greater than 70% 

Page 1 of 4 | Total Record : 39