cover
Contact Name
yosa fiandra
Contact Email
pichaq@telkomuniversity.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrekam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta Tlp. (62) 0274 384107, HP (62) 089649387947 Email: jurnalrekam@gmail.com
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi
ISSN : 18583997     EISSN : 27453901     DOI : 10.24821
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi is a scientific journal published by the Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia in collaboration with the Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas (results of thought), creation, and the results of community service in the fields of photography, television, and animation.
Articles 118 Documents
Fotografi Potret Wanita Penambang Pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta Wulandari, Arti; Maryani, Zulisih
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 13, No 1 (2017): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v13i1.1578

Abstract

Ketegaran dan kesabaran yang luar biasa, sebagai sesama wanita, dari para wanita penambang pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi inspirasi bagi penulis untuk diungkapkan dalam karya fotografi dengan bentuk potret hitam putih karena potret bisa mewakili keadaan sebenarnya dari objek. Penciptaan ini bertujuan mengungkapkan kehidupan wanita penambang pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam fotografi potret hitam putih dikaitkan dengan aspek teknis kreatif dan fungsi nilai sosialnya.Proses perwujudan mencakup tahap-tahap penciptaan dan media yang digunakan untuk mewujudkan karya seni fotografi potret yang tentunya membutuhkan bahan, alat, dan teknik. Prosedur pelaksanaan meliputi persiapan, pemotretan, proses editing, penentuan lay out, dan pencetakan hasil akhir. Karya penciptaan ini menampilkan karya-karya yang merupakan serangkaian fotografi potret wanita penambang pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui foto-foto yang ditampilkan diharapkan dapat memberikan sudut pandang bagi masyarakat dalam mengapresiasi sosok wanita penambang pasir, melalui ketegaran dan kesabarannya yang luar biasa. Keunggulan karya ini adalah menampilkan foto potret wanita penambang pasir dengan hitam putih sehingga tampak lebih dramatis. Obstinacy and remarkable patience, as a fellow woman, from the women sand miners in South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta became the inspiration for the author to be expressed in the form of photographic works with black and white portrait because a portrait can represent the actual state of the object. The aim of this creation reveals a woman's life sand miners in South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta in black and white portrait photography associated with the creative and technical aspects of the function of social value.               The embodiment process includes the stages of creation and media that are used to create works of art portrait photography that will require materials, equipment, and techniques. Implementation procedures covering the preparation, shooting, editing, determination lay out, and print the final results.            This creative work featuring the works is a series of photographic portraits of women sand miners in South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta. Through the photographs displayed are expected to provide viewpoints for society to appreciate the female figure sand miners, through fortitude and patience were outstanding. The advantages of this work is to show a portrait photo woman sand miners with black and white so that it looks more dramatic.
Peranan Pemilihan Strategi dan Stilistika dalam Iklan di Televisi Sari, Mezia Kemala
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1290

Abstract

Televisi adalah salah satu media terbaik saat ini yang dapat menghubungkan tujuan-tujuan dari para produsernya dengan kebutuhan konsumen. Tayangan televisi sangat penting sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkan hal-hal baru melalui tayangan televisi seperti iklan. Iklan menjadi sangat penting ketika produser ingin menawarkan produk atau jasa. Hal ini dapat dengan mudah dicapai dengan membuat iklan di televisi untuk mendapatkan perhatian pembeli yang potensial. Tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan pesan iklan tersebut dengan menarik yang dikemas untuk menjaring konsumen. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih strategi adalah relevansi akan produk itu sendiri, pesaing dan target pasar juga harus jelas. Iklan harus memerhatikan aspek iklan, yaitu stilistika. Dalam mendapatkan keunikan gaya, produsen dapat menggunakan penggunaan strategi bahasa seperti slogan, pemilihan karakter yang menarik, pemilihan strategi yang tepat dan juga menggunakan elemen iklan lainnya. Pemilihan strategi iklan akan menentukan penyampaian gaya bahasa pesan melalui bentuk kreativitas untuk mendapatkan respons konsumen yang lebih baik.The Role of Selection and Stylistics Strategies in Advertising on Television. Television is one of the best medium today that can connect producers’goals with consumers' needs. The televisions’ impressions are crucial so that consumers can easily get new things through the television’s impressions like advertisment. Advertisment becomes very important when producer wants to offer product or service. It can be easily achieved by making advertisment on television to get potential buyers’attention.The main goal is to deliver advertising messages by using attractive packaged to stimulate consumers. The things that should be considerated in choosing strategies are the relevancies to product itself, competitors and also clear target market. Advertisement should pay attention to the Stylistics’ advertising aspects. In getting the uniqueness of style, producers can  use language strategies usage like slogans, selection of interesting characters, selection of appropriate strategies and also using other advertising elements. The selection advertisements’ strategies  will determine conveying stylistics’ messages through form of creativity to get the better consumer response.
Efektivitas Program Talk Show “Mama dan Aa” (Studi Kasus di Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta) Maemunah, Siti
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Rekam 6
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v0i0.369

Abstract

This research is reasonable to be done, in order to trace about the effectivity of a talk show program “Mama dan Aa” in Indosiar television station, that has been running through more than 3 years, with national scale broadcasting. This talk show contents of Islamic speech, consist of Qur’an way of thinking, even consists of legacy regulation in Islamic perspective, marriage problem, and society problem as well.Although this research relates to a content of a program in mass media with Islamic perspective, as a teaching staff in the faculty of Recorded Media Art which based on artistic, the researcher decreases some indicators in making questions that relate to the artistic aspect. A reality talk show that used television media, think about interior with all aspects, along with color composition with its harmony.Indeed lyrict and music are the important aspects of Talk Show program. That could be analized.From this research, 90 respondents confess that the material in Talk Swowprogram “Mama dan Aa”, influence them in their daily life, and they intend to apply those materials to their lives, 85 % feel regret when they do not apply them in their real lives. 95 % are found, get their knowledges about religion through listening to the speech on television or directly accept it from the mosque, in this research locates at the mosque in Prancak dukuh which give them peasful for their souls.
Unsur-Unsur Budaya Lokal dalam Karya Animasi Indonesia Periode Tahun 2014-2018 Wikayanto, Andrian; Grahita, Banung; Darmawan, Ruly
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 15, No 2 (2019): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v15i2.3003

Abstract

Identitas budaya lokal pada suatu negara mempengaruhi bagaimana bentuk dari karya animasi di negara tersebut. Jepang sendiri memiliki 14 kategori budaya dan Malaysia memiliki 13 kategori pada karya animasi mereka. Hal tersebut membuat karya animasi mereka memiliki ciri khas dimata penonton animasi. Di Indonesia sendiri hal tersebut masih belum terpetakan secara mendetail hingga saat ini. Oleh karena itu pada penelitian ini meneliti seperti apa unsur-unsur budaya lokal yang ada pada karya animasi Indonesia. Metode yang digunakan adalah menggunakan analisis isi dengan pendekatan budaya sebagai landasan teorinya. Hasil yang didapatkan adalah 17 katagori budaya termasuk 5 kategori yang tidak ada pada kategori budaya pada animasi Jepang dan Malaysia. 17 kategori tersebut tersebar kedalam 375 bentuk-bentuk identitas budaya yang merepresentasikan ciri khas budaya Indonesia.
“Wonder If I Gave an Oreo” : Analisis Etnolinguistik Terhadap Iklan Televisi Sari, Nanik Rianandita
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 13, No 2 (2017): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v13i2.1938

Abstract

Iklan merupakan salah satu alat promosi yang digunakan untuk komunikasi dengan penonton yang yang dapat dilakukan melalui surat kabar, majalah, internet, radio dan atau  televisi. Menggunakan iklan, sebuah produk mencoba untuk membuat tanda kepada penonton untuk meyakinkan mereka benar-benar memahami pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana bahasa yang terdapat dalam lirik yang ada pada iklan Oreo: “Wonder if I gave an Oreo”  di televisi. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis Etnolinguistik. Pendekatan Etnolinguistik Humboldt digunakan oleh peneliti untuk mengungkap bahasa terhadap pandangan iklan tersebut. Data sekunder yang digunakan, juga didukung oleh studi literatur, untuk melakukan analisis mendalam dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan makna dari iklan yang digunakan berdasarkan cara pandang Oreo. Advertisement is one of promotional tools used to communicate with its audience which can be done through newspaper, magazine, internet, radio, and/or television. Using advertisement, the product tries to create signs in the message to the audience to make sure they really understand the message. The objective of the study is to analyze how the languages are created in the lyrics on Oreo: “Wonder if I gave an Oreo” TV advertisement. The metodology is qualitative research using Ethnolinguistic analysis. Humboldt Ethnolinguistic approach is applied to explore the language based on the advertisement’s view. Secondary data were used, also supported by study literature, to conduct a deep analysis of this study. The research finding shows meaning were used to deliver the message of Oreo.
Auto Lip-Sync Pada Karakter Virtual 3 Dimensi Menggunakan Blendshape Nendya, Matahari Bhakti; Mu’min, Syahri
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 2 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i2.1299

Abstract

Proses pembuatan karakter virtual 3D yang dapat berbicara seperti manusia merupakan tantangan tersendiri bagi animator. Problematika yang muncul adalah dibutuhkan waktu lama dalam proses pengerjaan serta kompleksitas dari berbagai macam fonem penyusun kalimat. Teknik auto lip-sync digunakan untuk melakukan pembentukan karakter virtual 3D yang dapat berbicara seperti manusia pada umumnya. Preston blair phoneme series dijadikan acuan sebagai pembentukan viseme dalam karakter. Proses pemecahan fonem dan sinkronisasi audio dalam software 3D menjadi tahapan akhir dalam proses pembentukan auto lip-sync dalam karakter virtual 3D. Auto Lip-Sync on 3D Virtual Character Using Blendshape. Process of making a 3D virtual character who can speak like humans is a challenge for the animators. The problem that arise is that it takes a long time in the process as well as the complexity of the various phonemes making up sentences. Auto lip-sync technique is used to make the formation of a 3D virtual character who can speak like humans in general. Preston Blair phoneme series used as the reference in forming viseme in character. The phonemes solving process and audio synchronization in 3D software becomes the final stage in the process of auto lip-sync in a 3D virtual character.
Visualisasi Simbol Iklan di Media Televisi (Suatu Kajian Teori Semiotik dan Hermeneutik) Maemunah, Siti
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Rekam 7
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v0i0.378

Abstract

Observing about advertisement and the language used in advertisement in mass communication media needs deeply understanding and knowledge. Thephenomenon of advertisement in mass media sometimes used as tools in order to satisfy human’s needs, whether is primary, secondly and so on. In a higher level, there could be a multilevel advertisement which is used as a “vehicle “ to persuasively invite the audiens to concern about the matters they recite such as political, enonomical, social, and cultural as well.
Sejarah dan Makna Fotografi Karya Pelukis Istana, Dullah Susanto, Mikke; Irwandi, Irwandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 16, No 1 (2020): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v16i1.3847

Abstract

History and Meaning of Photography of a Palace Painter, Dullah. The existence of Dullah the painter is equal with other famous painters, such as Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjojono and Hendra Gunawan. In 1950 to 1960, he was appointed by President Sukarno as a palace painter. Apart from painting, he also liked to take pictures. His object was around his work as a palace painter and President Sukarno's figure. Reviewed from the historical approach and the meaning explored in it, the photos have an interesting connection. Those photos hold important narratives, especially in the field of history for the Indonesian people. Dullah's photography was able to record the life of President Sukarno while at the palace and outside the presidential palace. The photos clearly illustrate the human side of Sukarno, as a father, a leader, and an art lover. By knowing the connection,, photographs of Dullah's work need to be socialized to the public and can be used as a means of national education for Indonesia, especially for prospective leaders.  ABSTRAKEksistensi pelukis Dullah sejajar dengan pelukis ternama lain, seperti Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjojono, dan Hendra Gunawan. Pada tahun 1950 hingga 1960, ia ditunjuk Presiden Sukarno sebagai pelukis istana. Selain melukis, ia juga hobi memotret dengan objek sekitar pekerjaannya sebagai pelukis istana dan figur Presiden Sukarno. Setelah dikaji dari pendekatan sejarah dan digali makna di dalamnya, foto-foto tersebut memiliki simpul menarik. Foto-foto tersebut menyimpan narasi penting, khususnya dalam bidang sejarah bagi bangsa Indonesia. Fotografi Dullah mampu merekam kehidupan Presiden Sukarno pada saat di istana dan di luar istana presiden. Sisi kemanusiaan Sukarno digambarkan dalam foto-foto tersebut, baik sebagai ayah, pemimpin, maupun penyuka seni. Dengan mengetahui simpul tersebut, foto-foto karya Dullah ini perlu disosialisasikan kepada publik dan dapat digunakan sebagai sarana pendidikan kebangsaan bagi Indonesia, terutama bagi para calon pemimpin. 
Trend Kamera Analog Instan di Kalangan Remaja Darmawan, Yurif Setya; Wikayanto, Andrian
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 14, No 2 (2018): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v14i2.1930

Abstract

Maraknya penggunaan kamera analog instan baru-baru ini merupakan sebuah fenomena menarik. Fotografi menjadi ajang berekspresi penggunanya, untuk menunjukkan eksistensi mereka di media online. Caption menjadi salah satu hal yang penting di sini, seperti caption berbentuk tagar “#35mm” dan “#indo35mm” di Instagram menjadi salah satu pertanda bahwa postingan foto tersebut diambil menggunakan kamera analog. Munculnya komunitas fotografi virtual seperti KLASTIC, menandai awal mula tumbuhnya komunitas fotografi analog di Indonesia. Kemunculan kembali brand fotografi analog khususnya Instant Camera (kamera instan) Polaroid merupakan sebuah fenomena unik. Dalam fokus penelitian ini penulis berusaha menganalisa bagian-bagian terpenting pada keberlangsungan tumbuhnya industri fotografi analog yang mulai tergeser oleh digitalisasi. Secara umum terdapat pertumbuhan tren global terhadap eksistensi kamera analog dan kamera instan. Ada beberapa faktor yang dapat diteliti lebih dalam, dari segi teknologi, saluran komunikasi, kepuasan pengguna (kepuasan emosional dan kesamaan hobi ‘homophily’), waktu dan sistem sosial (agen perubahan sosial dan pemimpin opini), (Rogers, 1983). Penelitian ini hanya sebatas kajian analisa deskriptif kualitatif metode observasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan teori difusi inovasi dengan perkembangan trend penggunaan kamera analog instan. Inovasi produk berupa kebaruan bentuk dari kamera instan ternyata diminati di kalangan remaja. Ada sebuah fenomena disruptif, dengan munculnya aplikasi media sosial Instagram, foto hasil dari kamera instan difoto ulang dan diposting di Instagram. Terangkatnya trend penggunaan kamera analog instan juga merupakan dampak dari perkembangan komunitas pehobi kamera analog. 
Analisis Aisas Model Terhadap Product Placement dalam Film Indonesia Studi Kasus: Brand Kuliner di Film Ada Apa Dengan Cinta 2 Wirawan, FA. Wisnu; Hapsari, Prima Dona
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 12, No 2 (2016): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v12i2.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis AISAS Model atas product placement dari brand(tempat) kuliner pada film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Film ini menjadi objek penelitiankarena tingginya minat menonton dari masyarakat hingga membuatnya menjadi salah satufilm terlaris di Indonesia pada tahun 2016. Penelitian ini mengambil dua teori utama dalambidang komunikasi pemasaran, yaitu teori AISAS dan product placement. Jenis penelitian iniadalah kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara mendalam kepada 12orang informan yang telah menonton film tersebut minimal 1 kali dan berdomisili di JakartaTimur. Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa berdasarkan analisis AISAS, productplacement atas brand (tempat) kuliner dalam film membantu promosi brand kuliner tersebut.Poin Search, Action, dan Share memberikan peluang besar dan sangat baik dalam keberhasilanpromosi sehingga konsumen dapat dekat, mengalami, dan merasakan brand.The Analysis of AISAS Model towards Product Placement of Indonesia Movie: A CaseStudy on the Culinary Brand of Ada Apa Dengan Cinta 2 Movie. This study aims to analyzeAISAS Model on product placement of culinary brand on Ada Apa Dengan Cinta (AADCWhat’sup with Cinta) 2 movie. The movie becomes the object of research because of the highinterest from the public to watch, making it one of the best-selling movies in 2016 in Indonesia.This study takes two main theories in the field of marketing communications, namely AISASand product placement. The research is a qualitative descriptive by observation and in-depthinterviewtechnique to 12 informants staying in East Jakarta who have seen the film at leastonce. The result of study mentions that based on the AISAS analysis, product placement ofculinary brand (places) on the film helped the promotion of the culinary brands. Some pointssuch as Search, Action, and Share provide great opportunities to the success of the campaignso consumers can be close, experience and feel the brand.

Page 1 of 12 | Total Record : 118