cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rekayasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
PERANCANGAN DAN ANALISIS APLIKASI E-MARKETING UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PELANGGAN Suryanto, Agus; Pribadi, Feddy Setyo; Rahadini, Ari
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik Desain (Design Clinic) has several obstacles in marketing, such as less interactivecommunications between the company and the customer; limited, incomplete and inadequateaccessibility of information also the high cost promotion. Therefore, it is required an e-marketingapplications that suitable for Design Clinic in order to overcome these obstacles. The purpose of thisactivity are: First; Making the E-Marketing of Klinik Desain WEB, Second; Designing the WEBtogether with the owner of the Klinik Desain related to the Brand Image that desired by the owner of theKlinik Desain. There are four stages from seven stages of Internet marketing in this design method usedin this activity. First; Crafting the Customer Interface, Second; Designing the Marketing Program,Third; Leveraging Customer Information Through Technology, Fourth; Evaluating the MarketingProgram. Problem-solving method used in this activity is paradigm prototype method that is designing asoftware system in the form of implementation of e-marketing web-based. The result of the design hasbeen tested to find out how the software works, the possibility of software improvement, also contentand material changes. The results of these activities are: First, Kinik Desain has a new website so thecustomers can communicate interactively with Klinik Desain and order product online. Second, a newKlinik Desain Website provides features such as About Us, Portfolio, Client, Contact, and WorkProgress. Third; E-marketing applications support the companys growth more advanced, help KlinikDesain to expand the market not limited by distance and time and increase the competiveness ability inthe business world.Klinik Desain mempunyai beberapa hambatan dalam melakukan pemasaran, sepertikomunikasi antara perusahaan dan pelanggan kurang interaktif, informasi yang ada terbatas, kuranglengkap dan tidak dapat diperoleh kapan saja dan biaya promosi yang cukup besar. Oleh karena itu,dibutuhkan suatu aplikasi e-marketing yang sesuai untuk Klinik Desain agar dapat mengatasi hambatantersebut. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan ini adalah : Pertama; Membuat E-marketing Klinik Desainberupa WEB Klinik Desain yang On-Line setiap saat, Kedua; Membuat WEB yang di rancang bersamadengan pemilik Klinik Desain karena berkaitan dengan Brand Image yang diinginkan oleh pemilikKlinik Desain. Metode Perancangan yang digunakann dalam Kegiatan ini ada empat tahap seven stagesof internet marketing yaitu : Pertama; Crafting the Customer Interface, Kedua; Designing the MarketingProgram, Ketiga;Leveraging Customer Information Through Technology, Keempat; Evaluating theMarketing Program. Metode penyelesaian masalah yang digunakan dalam pengabdian ini adalahmetode paradigma prototipe yaitu merancang suatu sistem software berupa Implementasi E-marketingberbasis web. Hasil perancangan kemudian diuji untuk mengetahui cara kerja software dankemungkinan perbaikan software atau materi dan perubahan materi. Hasil yang di peroleh melaluikegiatan ini adalah : Pertama; Kinik Desain mempunyai Website baru sehingga pelanggan KlinikDesain dapat beerkomunikasi dengan perusahaan secara interaktif dan melakukan pemesanan produksecara online. Kedua; Website baru Klinik Desain menyediakan fitur-fitur seperti About Us, Portopolio,Client, Contact, Work Progress. Ketiga; Penerapan aplikasi e-marketing mendukung perkembanganperusahaan ke arah yang lebih maju, membantu memperluas pemasaran Klinik Desain yang tidakdibatasi oleh jarak dan waktu serta meningkatkan kemampuan bersaing di dunia bisnis.Kata Kunci: E-Marketing, Website, On Line
SOSIALISASI PEMBUATAN EKSTRAK PEWARNA ALAMI BAGI IBUIBU PKK DESA SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Alaudin, M; Widiarti, Nuni
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Color is one of the sensory elements that are essential for food. In food processing, dyes areoften added to strengthen the original color of the food. Used food dye should be natural. With regard tothe need to use natural food dye, a team of community service contributed to raising public awarenessto use natural food dye and teach the ways to prepare natural food dyes. This activity is expected inaddition to raising public awareness to use natural food dyes and also be followed up with producingthat can be sold to add family income. This activity is aimed to women in Sukorejo Village who activein PKK. The response of participants to this activity is good. Participants are generally accustomed tousing synthetic food dyes for reasons of practicality. Through this activity the participants are gettingknowledge about various things associated with food dyes. The participants become open-minded andaware of the importance of the use of natural food dye on health. Natural food dye is a healthy andenvironmentally friendly solutions that are good for development in every family.Warna merupakan salah satu unsur sensoris yang penting untuk makanan. Pada pengolahanbahan makanan, pewarna sering ditambahkan untuk memperkuat warna asli makanan. Pewarnamakanan yang digunakan sebaiknya adalah pewarna alami. Berkaitan dengan perlunya pemakaianpewarna makanan alami, tim pengabdian kepada masyarakat turut berperan meningkatkan kesadaranmasyarakat untuk menggunakan pewarna makanan alami dan mengajarkan cara-cara membuatpewarna alami. Kegiatan ini diharapkan selain meningkatkan kesadaran masyarakat untukmenggunakan pewarna alami juga dapat ditindak lanjuti dengan memproduksinya sehingga dapat dijualuntuk menambah penghasilan keluarga. Kegiatan ini ditujukan untuk ibu-ibu rumah tangga DesaSukorejo yang aktif di kegiatan PKK. Respon peserta terhadap kegiatan ini dapat dikatakan baik. Ibuibukhalayak sasaran umumnya terbiasa menggunakan pewarna makanan sintetik karena alasankepraktisan. Melalui kegiatan ini ibu-ibu menjadi bertambah pengetahuannya tentang berbagai hal yangterkait dengan pewarna makanan. Ibu-ibu menjadi terbuka pikirannya dan sadar arti pentingpenggunakan pewarna makanan alami terhadap kesehatan. Pewarna makanan alami merupakan solusisehat dan ramah lingkungan yang baik untuk dikembangkan dalam setiap keluarga.Kata Kunci: pewarna makanan alami, pewarna sintetik, makanan
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMURNIAN MINYAK CENGKEH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PENGRAJIN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT Handayani, Prima Astuti; Widiarti, Nuni
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distillation technique performed craftsmen in the District of West Ungaran not correct, so thequality of essential oil produced crude. Oil looks dark greenish metal contamination due to Fe and Cu.The presence of foreign material would damage the quality of essential oils, causing prices to fall.Specific objectives of the artisan village of essential oil to purify Kalisidi clove oil by adsorptionmethod. So as to increase family incomes through higher sales prices of clove oil. The method used isthe method of lecture and practice techniques of clove oil purification with adsorption method, Methodof frequently asked questions to determine the extent to which participants are able to accept orengaging in these activities, and evaluation to obtain the description in the context of interpretation andanalysis of the conclusion of all activities of devotion to communities that have been implemented. Theresults of these community service activities demonstrate community enthusiastically to purify theclove oil by adsorption method. Necessary purification equipment manufacturing innovation to produceproducts that meet market quality.Teknik penyulingan yang dilakukan pengrajin di Kecamatan Ungaran Barat belum benar,sehingga minyak atsiri yang dihasilkan berkualitas crude. Minyak terlihat gelap kehijauan akibatkontaminasi logam Fe dan Cu. Adanya bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri, menyebabkanharga jual turun. Tujuan spesifik kegiatan adalah pengrajin minyak atsiri Desa Kalisidi dapatmemurnikan minyak cengkeh dengan metode adsorbsi. Sehingga dapat meningkatkan pendapatankeluarga melalui peningkatan harga jual minyak cengkeh. Metode kegiatan yang digunakan adalahmetode ceramah dan praktek mengenai teknik pemurnian minyak cengkeh dengan metode adsorbsi,Metode tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana peserta mampu menerima atau terlibat dalamkegiatan ini, dan Evaluasi untuk memperoleh gambaran dalam rangka penafsiran dan analisis simpulandari semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilaksanakan. Hasil dari kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan masyarakat antusias untuk memurnikan minyakcengkeh dengan metode adsorbsi. Perlu dilakukan inovasi pembuatan alat pemurnian sehinggadihasilkan produk yang memenuhi kualitas pasar.Kata kunci : minyak atsiri, cengkeh, pemurnian, adsorbsi
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN PISANG (MUSAPARADISIACA) MENJADI DENDENG DAN ABON JANTUNG PISANG SEBAGAI PELUANG WIRAUSAHA BARU BAGI MASYARAKAT PEDESAAN Kusumaningtias, Ratna Dewi; Pita Rengga, Wara Dyah; Suyitno, Hardi
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banana’s heart not been widely used and have low economis value, but potentially to beprocessed into high value food product. Banana’s hearts a lot in the hills and countryside whichincludes economically disadvantaged areas, so that their utilization be worth selling products that can beused as alternative solutions to improve the welfare of the people in the region. Banana has proven to beprocessed into shredded and dendengKondisinya would be different if people have knowledge about abanana processing and shredded beef jerky that have high economic value. Based on these facts, thenperformed a training activity which aims to make people have the insight to develop business in thefield of production and marketing of processed banana products, so as to increase family income andeconomic potential to empower the community. The results of these community service activitiesdemonstrate community keen to exploit banana into shredded beef jerky and high economic value.Jantung pisang belum banyak dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomi rendah, padahalberpotensi untuk diolah menjadi produk makanan bernilai jual tinggi. Jantung pisang banyak di daerahperbukitan dan pedesaan yang termasuk daerah tertinggal secara ekonomi, sehingga pemanfaatannyamenjadi produk yang layak jual dapat dijadikan alternatif solusi untuk meningkatkan kesejahteraanmasyarakat di wilayah tersebut. Jantung pisang sudah terbukti dapat diolah menjadi abon dandendengKondisinya akan berbeda jika masyarakat memiliki pengetahuan tentang proses pengolahanjantung pisang menjadi abon dan dendeng yang bernilai ekonomis tinggi. Bedasarkan fakta tersebut,maka dilakukan suatu kegiatan pelatihan yang bertujuan agar masyarakat memiliki wawasan untukmengembangkan usaha di bidang produksi dan pemasaran produk olahan jantung pisang, sehinggadapat meningkatkan pendapatan keluarga dan memberdayakan potensi ekonomi masyarakat. Hasil darikegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan masyarakat antusias untuk memanfaatkanjantung pisang menjadi dendeng dan abon yang bernilai ekonomis tinggi.Kata kunci: jantung pisang, abon, dendeng, nilai ekonomi tinggi
PENERAPAN CBDP (COMMUNITY BASED DISASTER PREPARADNESS) DALAM MENGANTISIPASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Windraswara, Radatin; Widowati, Evi
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukuh Deliksari RW 6, Sukorejo, Gunungpati, Semarang City has landslide susceptiblecharacteristic. CBDP (Community Based Disaster Preparadness) is one of community based method toreduce disaster risk. Community involvement is a must to reduce vulnerabilities and to increasecommunity capacities on facing disaster risk. CBDP processes include selecting the community, rapportbuilding and understanding the community, participatory disaster risk assessment (PDRA),participatory disaster risk management planning, building and training a community disaster riskmanagement organization (CDRMO), community-managed implementation, and participatorymonitoring and evaluation. Informal meeting, focus group discussion (FGD) and participatory ruralappraisal (PRA) methods were chosen as this program approach.. As the result from CBDP processimplementation, an analysis of vulnerabilities and capacities are drawn. Some vulnerabilities arelandslide prone neighbourhood, inadequate water supply, lack of sanitation and low degree ofeducation. Community capacities include number of productive age 64.8%, high motivation to involvein teamwork, and there are some social group (religious and social group). There is need to furtherstudy to get comprehensive environment risk mapping and community planning management.Dukuh Deliksari RW 6, Sukorejo, Gunungpati Kota Semarang memiliki karakteristik daerahrawan longsor. Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) dengan metodeCBDP (Community Based Disaster Preparadness) merupakan metode alternatif mengelola resikobencana secara mandiri. Untuk mengurangi kerawanan dan untuk meningkatkan kapasitas komunitasdalam menghadapi risiko bencana diperlukan pelibatan komunitas. Proses CBDP (Community BasedDisaster Preparadness) mengikuti proses sebagai berikut: memilih komunitas, membangunkepercayaan, penilaian risiko bencana, manajemen perencanaan, membangun organisasi, implementasi,monitoring evaluasi. Instrumen yang dipilih yaitu pertemuan informal, diskusi group terfokus (FGD)dan PRA (Participatory Rural Appraisal). Dari hasil penerapan CBDP, didapatkan hasil kerawananmasyarakat yang utama meliputi kondisi lingkungan yang rawan longsor, fasilitas air bersih dan saluranpembuangan yang kurang, dan tingkat pendidikan yang rendah. Kapasitas masyarakat meliputi jumlahkelompok usia produktif sebesar 64,8%, motivasi bergotong-royong yang tinggi dan adanya kelompokkelompok(arisan/ pengajian) penggerak. Dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk melakukan pemetaandan pembuatan rencana aksi komunitas (RAK).Kata kunci: Community Based Disaster Preparadness, Deliksari, kapasitas, kerentanan
SOSIALISASI PENERAPAN PEMANFAATAN INDIKATOR BAHAN ALAM DALAM PEMBELAJARAN TITRASI ASAM-BASA BAGI GURU KIMIA DALAM MGMP KOTA SEMARANG Haryani, Sri; Prasetya, Agung Tri
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this Community Services is to develop understanding of the conceptand implementation of utilization of natural materials in the learning indicator acid-base titrationfor teachers on chemical subjects MGMP activities in Semarang. The method used in lectures,discussions, and asked and answer to provide a comprehensive insight about the acid-base indicatorfrom natural ingredients, how to do titration, and how to analyze the results of titration. In addition, theexperimental method is used to improve the skills of high school chemistry teachers / MA in the city ofSemarang in (a) made of natural materials indicators, and (b) titration using a natural indicator. Theresult of this dedication shows the increase in knowledge about indicators of natural materials, I createan indicator of natural materials, and improving skills in conducting the titration, determine the routeindicators, and the skills to determine pKa of a weak acid in high school chemistry teachers / MA inMGMP Semarang.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk meningkatkan pemahaman danpengimplementasian dalam pemanfaatan indikator alam dalam pembelajaran titrasi asam-basa bagiguru-guru mata pelajaran kimia pada kegiatan MGMP kota Semarang. Implementasi dalam pelatihanmeliputi cara mengekstrak indikator alami, praktek menentukan titik ekivalen (TE/TAT)pada titrasiasam-basa, ppraktikum cara menentukan trayek indicator alami, dan praktek cara menentukan pKasuatu asam lemah. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, tanya jawab,pemanfaatan indikator alam dalam pembelajaran titrasi asam-basa, serta praktikum titrasi asam-basauntuk menentukan TE/TAT, trayek indicator, dan Pka. Hasil praktikum para Guru dalam kelompokselanjutnya dipresentasikan dan didiskusikan secara kelompok.Temuan hasil kegiatan adalah wawasantentang indikator bahan alam, cara membuat indikator bahan alam, keterampilan dalam melakukantitrasi dengan menggunakan indikator alam, keterampilan menentukan trayek indikator, keterampilanmenentukan pKa suatu asam lemah, serta keterampilan guru-guru kimia SMA/MA dalam MGMP kotaSemarang dalam menerapkan pemanfaatan indikator bahan alam dalam pembelajaran meningkat.Kata Kunci : indicators of natural ingredients, route indicators, acid-base titration
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SLTP NEGERI LIMBANGAN KENDAL Wahyono, Bambang; Maharani, Chatila
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Youth are the future generation and we have to give attetion for their health. Based onvarious surveys, smoking behavior have been started by the next generation of school age. It requiredhealth education about the dangers of smoking at school age especially students of Junior High Schoolin SLTP Negeri I Limbangan Kendal. This activity is carried out through counseling to students ofSLTP Negeri I Limbangan Kendal was attended student at 7, 8 and 9 grade. Thun counseling usespictures and diagrams about the dangers of smoking. After that, we discussed about how to avoidsmoking and discussed interactively. There is an increase from the pretest and posttest mean from 5.6 to8.75. The result of the discussion, the way to prevent and reduce smoking comes from yourself and theenvironment. Also the students can convey about the dangers of smoking to the family and friends.Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang perlu diperhatikan kesehatannya. Berdasarkanberbagai survey, perilaku merokok sudah mulai dilakukan oleh generasi penerus bangsa mulai dari usiasekolah. Untuk itu diperlukan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya merokok pada usia sekolah yaitupada siswa sekolah lanjutan khususnya pada Siswa SLTP Negeri Limbangan Kendal. Kegiatan inidilaksanakan melalui penyuluhan kepada siswa SLTP Negeri I Limbangan Kendal yang diikuti olehsiswa kelas 7,8 dan 9. Ceramah yang dilakukan disertai dengan penggunaan gambar dan diagramtentang bahaya merokok. Setelah itu dilakukan metode diskusi mengenai cara menghindari kebiasaanmerokok dan dilanjutkan tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini, jika dilihat dari nilai pretest danposttest rata-rata terdapat peningkatan dari sebelumnya sebesar 5,6 menjadi 8,75. Hasil diskusi yaituuntuk dapat mencegah dan mengurangi kebiasaan merokok berasal dari diri sendiri dan lingkungan.Selain itu diharapkan, siswa dapat menyampaikan mengenai bahaya merokok dari hasil pengabdian inikepada lingkungan terdekatnya yaitu keluarga dan teman-temannya.Kata kunci : Bahaya rokok, pemuda, penyuluhan
PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PERON KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Sukendra, Dyah Maahendrasari; Indrawati, Fitri
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is the transition period (transition) between childhood and adulthood, and theirrelative had not reached the stage of mental maturity as well as social, so must face the emotional stress,psychological, and social conflict. Adolescent reproductive health program is an effort to help youngpeople to have knowledge, awareness, attitude and behavior of healthy and responsible reproductivelives, through advocacy, promotion, IEC, counseling and services to adolescents who have specialproblems and support the youth activities that are positive. Training programs and development ofadolescent reproductive health is followed by the cadres adolescent youth. Activities conducted in theVillage Hall Peron, District Limbangan, Kendal District. The number of participants of trainingprograms and development of reproductive health was 33 people.The result of the implementation ofdevotion to the cadre of teenagers, then 5.6 is obtained pretest and posttest results 8.8. Thus the dataobtained are known to an increase in the value of pre-test of participants (30.3%) knowledge and skillsof adolescents on reproductive healthMasa remaja adalah masa transisi (peralihan) antara kanak-kanak dan dewasa, dan merekarelatif belum mencapai tahap kematangan mental serta sosial sehingga harus menghadapi tekananemosi, psikologi, dan sosial yang saling bertentangan. Program kesehatan reproduksi remaja merupakanupaya membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku kehidupanreproduksi sehat dan bertanggungjawab, melalui advokasi, promosi, KIE, konseling dan pelayanankepada remaja yang memiliki permasalahan khusus serta dukungan pada kegiatan remaja yang bersifatpositif. Program pelatihan dan pengembangan kesehatan reproduksi remaja ini diikuti oleh para kaderremaja karang taruna. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Peron, Kecamatan Limbangan, KabupatenKendal. Jumlah peserta program pelatihan dan pengembangan kesehatan reproduksi ini adalah 33orang. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada kader remaja, maka didapatkan hasil pretest 5,6dan hasil postest 8,8. Sehingga dari data yang didapat diketahui adanya peningkatan nilai pre-test daripeserta (30,3 %,) pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang kesehatan reproduksi.Kata kunci : Remaja, Kesehatan Reproduksi
OPTIMALISASI PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU-GURU SMA DI KABUPATEN KENDAL MELALUI PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Sodiq, Ibnu; Utomo, Cahyo Budi
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon that is often experienced by teachers is the inability of teachers to makeclassroom action research proposal. These conditions cause the teacher had never done research classactions, so that the teaching-learning process there is no progress because there is no effort to fix it.From this description of teachers need special training to make classroom action research proposal.Therefore, the Community Service Team training activities classroom action research proposal. Thesetraining activities were carried out with the method of seminars and workshops. In the implementationof community service, participants were very responsive and actively participates in the activities. Fromthe responses of participants who attended indicated that research proposal writing training class actionprovides additional knowledge for teachers to improve student learning outcomes and improve teachingand learning process in their school. In addition, the more skilled teachers create classroom actionresearch proposal.Fenomena yang sering dialami oleh guru adalah ketidak mampuan guru membuat proposalpenelitian tindakan kelas. Kondisi tersebut menyebabkan guru tidak pernah melakukan penelitiantindakan kelas, sehingga proses belajar-mengajar tidak ada kemajuan karena tidak ada upayamemperbaikinya. Dari gambaran tersebut guru perlu mendapatkan pelatihan membuat proposalpenelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat melakukan kegiatanpelatihan pembuatan proposal Penelitian Tindakan kelas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan denganmetode seminar dan lokakarya. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, peserta sangatresponsive dan aktif mengikuti kegiatan. Dari respon peserta yang hadir menunjukkan bahwa pelatihanpenulisan proposal penelitian tindakan kelas memberikan tambahan pengetahuan bagi guru untukmeningkatkan hasil belajar siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar di sekolah mereka. Disamping itu, guru semakin terampil membuat proposal penelitian tindakan kelas.Kata Kunci: Proses belajar mengajar, Proposal PTK
PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK MELALUI PEMBERDAYAAN APARATUR KELURAHAN BEJI KECAMATAN UNGARAN TIMUR DALAM PENGELOLAAN ARSIP Wirasari, Nina
Rekayasa Vol 8, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the village administration, until this moment has not been a product of archivemanagement is good and right. Archives will have a strategic use value if used as a reference fordecision making. The problem, the appreciation of the archive as an important document by districtofficials still must be built. Efforts to increase knowledge of the importance of the archive is donethrough socialization, discussion and mentoring. Activity was aimed to find out how effective thetraining village that is capable of managing archives. Public service is expected and a public demandthat the government is more oriented to the provision of professional services, effective, efficient,simple, transparent, open, timely, responsive, and adaptive. A service that can meet the needs andpublic expectations. Community service activities generally went smoothly, but there are stillshortcomings, namely participant records management practice is not maximized.Pada administrasi pemerintahan kelurahan, sampai detik ini belum merupakan produkpengelolaan arsip yang baik dan benar. Arsip akan mempunyai nilai guna strategis jika dijadikanreferensi untuk pengambilan keputusan. Persoalannya, apresiasi terhadap arsip sebagai dokumenpenting oleh aparat kelurahan masih harus dibangun. Upaya menambah pengetahuan akan arti pentingarsip dilakukan melalui sosialisasi, diskusi serta pendampingan. Kegiatan itu ditujukan untukmengetahui seberapa efektifnya perangkat kelurahan yang mengikuti pelatihan ini mampu mengelolaarsip. Pelayanan publik yang diharapkan dan menjadi tuntutan publik yaitu pemerintah lebihberorientasi pada pemberian layanan profesional, efektif, efisien, sederhana, transparan, terbuka, tepatwaktu, responsif, dan adaptif. Suatu pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapan publik.Kegiatan pengabdian masyarakat secara umum berjalan lancar, namun masih terdapat kekurangan,yaitu peserta belum maksimal mempraktekkan pengelolaan arsip.Kata kunci: peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan pengelolaan arsip

Page 1 of 23 | Total Record : 221