cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 16938666     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIF merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia, dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini dirancang sebagai sarana publikasi penelitian yang mencakup secara rinci sejumlah topik dalam bidang farmasi yang berkaitan dengan farmasi sains dan teknologi serta klinik dan komunitas. Jurnal ini menyediakan sebuah forum sebagai sarana pertukaran gagasan dan dan informasi antar peneliti, akademisi dan praktisi sehingga diharapkan mampu mendukung dan menginisiasi berbagai penelitian terkini yang terkait dengan ilmu kefarmasian. Hasil penelitian yang disajikan dalam jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu di bidang farmasi dan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
EVALUASI PELAYANAN KEFARMASIAN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SWASTA Saiful, Achmad; Nugraheni, Diesty Anita; Medisa, Dian
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss1.art3

Abstract

IntisariLatar belakang : Data WHO menyatakan bahwa masih banyak terjadi penggunaan obat yang tidak tepat oleh pasien. Upaya peningkatan penggunaan obat yang tepat dapat dilakukan dengan evaluasi pelayanan kefarmasian secara rutin.Tujuan : Mengetahui gambaran pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Swasta berdasarkan indikator pelayanan pasien WHO dan mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan pengetahuan pasien tentang penggunaan obatMetode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan cross-sectional pada 211 pasien rawat jalan umum atau non-asuransi di Rumah Sakit Swasta di Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode disproportionate stratified random sampling. Data diperoleh dari observasi dan wawancara kepada pasien kemudian data dianalisis secara deskriptif menggunakan rumus sesuai indikator pelayanan pasien WHO. Analisis hubungan sosiodemografi dengan pengetahuan pasien tentang penggunaan obat dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dan spearmen test.Hasil : Rata-rata waktu penyerahan obat yaitu 47,52 detik dengan persentase obat terlayani 99,4%. Persentase etiket obat yang memadai 91,7% dan pasien yang mengetahui cara penggunaan obat yang diterima 36,5%. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (p=0,218) dan  jenis kelamin (p=0,209) dengan tingkat pengetahuan, serta terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,005) dengan pengetahuan pasien.Kesimpulan : Faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan pasien tentang penggunaan obat adalah tingkat pendidikan. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan pasien dengan pemberian informasi obat yang memadai.AbstractBackground : The inappropriate use of medicine still become a big problem in the world. Pharmacy services evaluation can be used to improve the appropriate use of medicine.Objective : To know the pharmacy services based on WHO patient-care indicators and to determine the correlations between socio-demographic characteristics and patient knowledge about medicine use.Method : An observational cross-sectional study was conducted by using the WHO patient-care indicator to 211 outpatients or non-insurance in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. This study used disproportionate stratified random sampling method. Data were collected by observation and interview the patient, and analyzed by using WHO patient-care indicator. The relation between socio-demographic characteristics and patient knowledge was analyzed using the chi-square and spearmen test.Result : The average dispensing time was 47.52 second and  99.4% medicines actually dispensed.  The percentage of medicine actually labeled was 92.26% and only 36,5% of patients know about the medicines use. Based on statistic analysis, there was no correlation between the level of patient knowledge with age (p=0.218) and gender (p=0.209). Otherwise, education (p=0.005) was correlated with the level of patient knowledge.Conclusion : Socio-demographic characteristic which had a relationship with patient-level knowledge was patient education. 
HUBUNGAN SIKAP DAN HAMBATAN TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA FARMASI TENTANG COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM) Rubiyanti, Rani
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss1.art4

Abstract

Intisari Latar Belakang: Memasuki era globalisasi, pola penyakit di negara berkembang telah berubah dari penyakit infeksi menjadi penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, hipertensi, depresi, dan lainnya. Gaya hidup, diet, kegemukan, kurang olah raga, dan stres merupakan faktor penyebab penyakit tidak menular ini. Pendekatan dengan menggunakan CAM dan TM ini secara khusus penting dalam pengembangan strategi perawatan kesehatan untuk negara berkembang yang telah banyak digunakan di negara maju.Tujuan: Pendidikan kesehatan yang sedang dilakukan oleh mahasiswa farmasi menjadi hal yang sangat penting dalam mensosialisasikan mengenai pengobatan CAM atau TM Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif desain potong lintang dengan 67 responden. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan U man-Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil positif terhadap rekomendasi CAM, namun masih kurang untuk penggunaan CAM sendiri. Kesimpulan: Metode CAM yang masuk dalam materi perkuliahan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain yang tidak masuk dalam materi baik untuk angkatan 2016 dan angkatan 2017.Kata Kunci : CAM, TM, sikap, pengetahuan, metode pengobatan, kesehatan The Relationship between behavior and barrier on pharmacy students perceptions of Complementary and Alternative Medicine (CAM)AbstractBackground: In globalization, disease in developing countries have changed from infectious diseases to degenerative diseases such as cardiovascular disease, diabetes, hypertension, depression, and others. Lifestyle, diet, obesity, lack of exercise, and stress are factors that cause degenerative diseases. CAM and TM is especially important in the development of health care strategies for developing countries that have been widely used in developed countries.Objective: Institutions is being carried out by students is very important in socializing CAM or TM, including pharmacy students.Method: The research method used was a quantitative cross-sectional design with 67 respondents. The analysis was done quantitatively using U man-Whitney. Results: The result indicate a possitive attitude toward CAM recommendations, but still less for the use of CAM. compared to other methods not included in the material for both the students group of 2016 and 2017Conclusion: The CAM method included in the lecture material has a higher value. Keywords: CAM, TM, attitudes, knowledge, treatment methods, health
STUDI PELEPASAN SENYAWA POLIFENOL EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L. ) MATRIK PATCH MUKOADESIF METHOCEL® A15 Setyawan, Eka Indra; Samirana, Putu Oka; Masmita U.D., Putu Eka; Agung D.P., I Gusti Ngurah
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract Mucoadhesive patch is systemic circulation drug delivery system. The drug is placed on gingival or buccal. The drug release is controlled by the polymer. This research was aimed to determine the effect of PEG 400 as a plasticizer and Menthol as a permeation enhancer to release of polyphenol compound. Simplex Lattice Design (SLD) was used to determine the effect of PEG 400 and Menthol by placed the Efficiency Dissolution percent (%DE) as a response. The result showed a special cubic equation, y=4,40674(A) +5,05156(B)+4,92658(AB)+4,01144AB(A-B). PEG 400 and Menthol component both synergistic gave a positive effect to the polyphenol release of the mucoadhesive patch. ANOVA test showed the probability value of its equation of 0,0223 (p<0,05). It means the response of each formula is significantly different. The formula was generated by composition of PEG 400 and Menthol (1,5:0,5) exhibit the higest %DE of 15,23%. The coefficient correlation value (R) of formula that generated from Korsmeyer-Peppas equation is 0.985 and the flux of 0.997 mg/jam.cm2. The release mechanism is following Fickian, which the diffusion is slower than relaxation. Keyword : PEG, menthol, drug release, polyphenol Intisari Patch mukoadesif adalah sistem penghantaran zat aktif menuju sirkulasi sistemik dengan cara peletakkan obat pada mukosa gusi atau membran pipi bagian dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pemakaian PEG 400 sebagai plasticizer dan mentol sebagai permeation enhancher terhadap pelepasan senyawa polifenol ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) yang terkandung dalam patch mukoadesif berbahan Methocel® A15. Pengaruh tersebut dapat digambarkan melalui persamaan special cubic yang dihasilkan dari Simplex Lattice Design (SLD) dengan cara memasukkan persen disolusi efisiensi (% DE) sebagai respon. Persamaan yang dihasilkan yaitu y= 4,40674(A) +5,05156(B) +4,92658(AB) +4,01144AB(A-B) yang bermakna bahwa komponen PEG 400 dan mentol bekerja sinergis memberikan pengaruh yang positif terhadap pelepasan senyawa polifenol dari patch mukoadesif. Hasil perhitungan ANOVA menyatakan bahwa masing-masing formula berbeda secara signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0223 (p<0,05). Formula dengan perbandingan PEG 400 dan mentol (1,5:0,5) memperlihatkan hasil pelepasan senyawa polifenol yang paling besar dengan nilai %DE sebesar 15,23% dan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.985 yang dihasilkan oleh persamaan Korsmeyer-Peppas dengan kecepatan pelepasan (fluks) sebesar 0.997 mg/jam.cm2. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pelepasan zat mengikuti Fickian, dimana laju difusi lebih kecil dari relaksasi. Kata kunci : PEG, mentol, pelepasan obat, polifenol 
STUDI UJI DAYA ANTIINFLAMASI DAN ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN LENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN LOUR) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) GALUR WISTAR Anggraeny, Ebta Narasukma; Pramitaningastuti, Anastasia Setyopuspito
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Inflammation and fever are a normal protective response of tissue injury. Inflammation and fever usually treated with nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). This drug has analgesic and antipyretic effect. At higher doses this drug can act as anti-inflammatory agent. Longan leaves (Dimocarpus longan Lour) contains flavonoid which assumed has anti-inflammatory and antipyretic effects. This study aims to determine the effect of anti-inflammatory and antipyretic effects of ethanol extract of Longan leaves (Dimocarpus longan Lour) in male white rats (Rattus norvegicus). Longan leaves were extracted using ethanol 96% with ratio 1:10. The effect of anti-inflammatory and antipyretic of this extract was tested in each group of rats : the negative control, the positive control and the test group which was given with extract  (200 mg/kg and 400 mg/kg). Carrageenan and DPT-Hb vaccine used as induction of inflammatory and pyretic reaction in this experiment. The results showed that ethanol extract of Longan leaves (Dimocarpus longan Lour)  has antipyretic effects at dose 200mg/kgBW, and antipyretic effect at dose  400mg/kgBW. Keywords: Longan leaves (Dimocarpus longan Lour), anti-inflammatory, antipyretic, carregeenan, DPT-Hb vaccine Intisari Peradangan (inflamasi) dan demam adalah respon protektif normal pada cedera jaringan. Penanganan inflamasi dan demam biasanya dapat dilakukan dengan diberikan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini memiliki efek analgesik, antipiretik, dan pada dosis tinggi dapat berefek sebagai anti-inflamasi. Daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) mengandung flavonoid yang diduga memiliki efek anti-inflamasi dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek anti-inflamasi dan antipiretik ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Ekstrak daun lengkeng didapatkan dengan cara ekstraksi menggunakan etanol 96% dengan rasio 1:10. Pengujian efek antiinflamasi dan antipiretik masing-masing dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif dan kelompok uji ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Induksi pada uji antiinflamasi dan antipiretik menggunakan karegenan 1% dan vaksin DPT-Hb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) dosis 200mg/kgBB menghasilkan efek antipiretik, sedangkan ekstrak etanol daun lengkeng (Dimocarpus longan Lour) dosis 400mg/kgBB menghasilkan efek anti-inflamasi. Kata kunci: Daun Lengkeng (Dimocarpus longan Lour), antiinflamasi, antipiretik, karegenan, vaksin DPT-Hb 
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIV/AIDS TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTI RETROVIRAL (ARV) DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Hidayati, Nur Rahmi; Setyaningsih, Indah; Pandanwangi, Siti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol14.iss2.art1

Abstract

IntisariLatar belakang: Acquired Immune Deficiency syndrome (AIDS) merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik defisiensi imun yang berat, yang merupakan manifestasi stadium akhir. Anti retroviral (ARV) adalah obat yang dapat menekan perkembangan HIV dalam tubuh. Beberapa ARV yang biasa digunakan di Indonesia antara lain Lamivudin dan Zidovudin. Kepatuhan pada pengobatan ARV telah diketahui sebagai komponen penting untuk mencapai keberhasilan suatu program terapi yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, karakteristik pengobatan, tingkat kepatuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien HIV AIDS (karakteristik pasien dan jenis terapi ARV) di klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Metode: Penelitian ini melibatkan 75 pasien, menggunakan kuesioner Morisky Modifikasi Scale (MMS). Hasil: Hasil yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif untuk data karakteristik pasien, karakteristik pengobatan, tingkat kepatuhan pasien, dan dilakukan uji statistik Chi square untuk mengetahui korelasi faktor individu pasien terhadap tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jenis kelamin yang terbanyak yaitu laki-laki sebesar 56%, usia yang terbanyak yaitu usia 31-40 tahun sebesar 64%, tingkat pendidikan yang terbanyak yaitu SMA sebesar 50,67%, dan pekerjaan yang terbanyak yaitu swasta sebesar 60%. Karakteristik pengobatan yang terbanyak yaitu kombinasi Tenofovir+Lamivudin+Efavirenz sebesar 45,3%. Tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon yang sedang 34,7% dan rendah 21,3%. Kesimpulan: Hasil Chi Square Tes menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara karakteristik pasien usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan jenis terapi ARV terhadap kepatuhan pasien HIV/AIDS.Kata kunci : HIV/AIDS, Anti Retroviral (ARV), Kepatuhan pasien Level of HIV/AIDS patient adherence to use of antiretroviral (ARV) drug in RSUD Gunung Jati CirebonAbstractBackground: Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a syndrome or symptoms with severe immune deficiency as a late-stage manifestation. Antiretroviral (ARV) is a drug that can suppress the development of HIV in the body. Some ARVs commonly used in Indonesia include Lamivudin and Zidovudin. Adherence to antiretroviral treatment has been recognized as an essential component for achieving an optimal therapeutic program.Objective: This study aimed to determine the characteristics of patients, treatment characteristics, adherence levels, and factors that affect the level of adherence of HIV/AIDS patients (patient characteristics and types of antiretroviral therapy) at Seroja Clinic RSUD Gunung Jati Cirebon. Method: The study involved 75 patients, using the Morisky Modified Scale (MMS) questionnaire. Result: The results obtained were descriptive analysis for patient characteristic data, treatment characteristics, patient adherence level, and Chi square statistical test to identify the correlation between patient's individual factors and adherence level. The results of the research showed that 56% of the patients were male, 64% of them aged 31-40 years, 50.67% went to SMA (high school) as their highest education attainment, and 60% took private jobs. The most treatment characteristic was the combination of Tenofovir + Lamivudin + Efavirenz at 45.3%. The adherence level of HIV/AIDS patients in Seroja Clinic of RSUD Gunung Jati Cirebon was currently 34.7% (moderate) and low (21.3%). Conclusion: The Chi Square Test results showed that there was no correlation between such patient characteristics as age, sex, education level, occupation, and types of antiretroviral therapy and HIV/AIDS patient adherence. Keywords: HIV/AIDS, Anti Retroviral (ARV), Patient adherence 
IDENTIFIKASI PH OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN DI PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT (PICU) UNTUK PENCEGAHAN INKOMPATIBILITAS INTRAVENA Hanifah, Suci
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intisari Pasien anak-anak di unit perawatan intensif sering mendapatkan banyak obat dalam satu jalur infus. Presipitasi akibat perbedaan pH obat-obat yang bertemu i jalur intravena cenderung terjadi secara cepat sehingga menimbulkan masalah di jalur infus. Oleh karena itu, data pH sangat penting bagi praktisi untuk membuat panduan dalam menentukan jenis jalur yang tepat sehingga inkompatibilitas tidak terjadi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengidentifikasi obat-obat yang sering digunakan di PICU dan mengukur pH dari obat-obat yang umum digunakan di ICU. Data obat dikumpulkan dari dokumen logistic farmasi selama tahun 2013. Keempat puluh obat injeksi yang siap diberikan, diuji nilai pHnya dengan pH meter. Berdasarkan nilai pH yang diperoleh, potensi inkompatibilitas banyak terjadi pada obat-obat pH asam seperti kardiotonik dan antikolinergik dan obat-obat yang memiliki pH tinggi (basa) misalnya misalnya Asiklovir, Ampisilin, Ampi-Sulbaktam, Fenobarbital, Fenitoin, Furosemid, dan Omeprazo. Berdasarkan hasil identifikasi pH masing-masing obat, untuk mencegah inkompatibilitas, sedikitnya diperlukan tiga jalur; jalur obat asam, jalur obat basa, dan jalur khusus. Jalur yang spesifik digunakan untuk cairan yang cenderung tidak bisa melalui jalur asam maupun basa, karena hiperosmolar atau sulit larut misalnya mannitol dan diazepam.  Kata Kunci : pH, intravena, pediatric intensive care unit, inkompatibilitas
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK NANAS (ANANAS COMOCUS (L.) MERR) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS JANTAN HIPERURISEMIA Rasyad, Ade Arinia; Erjon, Nurbaya
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss2.art2

Abstract

IntisariLatar belakang: Buah nanas secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit asam urat, untuk membuktikan secara ilmiah maka dilakukan penelitian  dengan tujuan untuk mengetahui efek antihiperurisemia ekstrak buah nanas (Ananas comocus (L) Merr) terhadap tikus putih jantan yang diinduksi kalium oksonat dan jus hati ayam.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Hewan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (tween 80 1%), kelompok positif (allopurinol 27 mg/kgBB), kelompok III, IV, V diberi ekstrak buah nanas dengan dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, 7, 14, dan 21.Hasil: Hasil perlakuan setelah diberikan ekstrak buah nanas selama 21 hari, rata-rata persentase penurunan kadar asam urat pada dosis berturut-turut yaitu 125, 250, dan 500 mg/kgBB  sebesar 18,61%, 27,49%, 34,27% serta pada kontrol positif sebesar 38,16%.Kesimpulan: Tiga dosis pemberian ekstrak tersebut dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus hiperurisemia. Dosis ekstrak buah nanas yang optimal dapat menurunkan kadar asam urat adalah dosis 500 mg/kgBB karena sebanding dengan allopurinol dengan nilai signifikansi 0,497.Kata Kunci : Ananas comocus L, antihiperurisemia, kalium oksonat.Analysis of Prednison Content in Uratic Acid Jamu Which is Circulating in Mataram CityAnalysis of Prednison Content in Uratic Acid Jamu Which is Circulating in Mataram CityAbstract Background: Pineapples are empirically used by the society to treat gout, and to scientifically prove it, the research was conducted to examine the anti-hyperuricemic effects of the extract of pineapples (Ananas comics (L) Merr) in white rats induced by potassium oxonate and chicken liver juice.Method: This research was an experimental study with a complete randomized design. Animals were divided into 5 groups: negative control group (1% tween 80), positive group (27 mg/kgBW allopurinol), and group III, IV, V given pineapple extract at doses of 125, 250, and 500 mg/kgBW, respectively. Uric acid levels were measured on days 0, 7, 14, and 21.Results: After the treatment using pineapple extract given for 21 days, the mean percentages of decrease in uric acid levels at doses of 125, 250, and 500 mg/kgBW were 18.61%, 27.49%, and 34.27%, respectively, and the positive control had an average of 38.16%.Conclusion: The findings indicated that the three doses could reduce the uric acid levels in hyperuricemic rats. The optimal dose of pineapple extract that could decrease the uric acid levels was the dose of 500 mg/kgBW because it was equal to allopurinol with a significance value of 0.497. Keywords: Ananas comocus L, antihiperuricemia, potassium oxonate.  
PENGARUH PRAPERLAKUAN PREDNISON TERHADAP BIOAVAILABILITAS TEOFILIN PADA TIKUS WISTAR JANTAN Pradhana, Dimas Adhi; Hayati, Farida; Atiqoh, Elok
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pra-perlakuan prednison terhadap profil bioavailabilitas teofilin. Hewan coba yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah tikus Wistar jantan yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan dimana setiap kelompok terdiri atas 5 ekor tikus. Kelompok kontrol diberikan teofilin dosis 45 mg/kg BB tikus sedangkan kelompok perlakuan diberikan prednison dosis 3,6mg/kg BB tikus sekali sehari selama 7 hari dan pada hari ke-8 diberikan prednisolon. Cuplikan darah diambil sebanyak 0,25 ml dari vena lateral ekor. Penetapan kadar fenitoin dilakukan dengan metode HPLC. Berdasarkan data kadar obat dalam darah lawan waktu dilakukan perhitungan parameter bioavalabilitas teofilin yang meliputi Cpmax, tmax and AUC0-â??,. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pra perlakuan prednison menurunkan secara signifikan nilai tmax dari teofilin sampai dengan 51,19% (p<0,05).
AKTIVITAS AMPISILIN TERHADAP BAKTERI MRSA SETELAH DIKOMBINASI DENGAN UAP MINYAK KAYU MANIS MENGGUNAKAN METODE KONTAK Tamhid, Hady Anshory; Nugraha, Arde Toga; Fadilah, Aditya
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol13.iss2.art4

Abstract

Intisari Latar belakang: Resistensi bakteri terhadap antibiotik telah mendorong dilakukan berbagai upaya  penelitian untuk mencari alternatif pengganti antibiotik yang lebih baik. Namun penelitian untuk mencari antibiotik yang baru menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bakteri MRSA (Methicillin ResistantStaphylococcus aureus) merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik golongan penisilin termasuk ampisilin. Kombinasi antibiotik dengan minyak atsiri dapat menjadi pilihan alternatif untuk mengatasi resistensi bakteri terhadap antibiotik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiotik ampisilin terhadap bakteri MRSA setelah dikombinasi dengan minyak atsiri kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii)Metode: Minyak atsiri kulit batang kayu manis (KKM) diisolasi menggunakan metode destilasi uap-air dan diidentifikasi komponenya menggunakan GC-MS. Metode uji untuk menentukan aktivitas antibiotik dan kombinasinya dengan KKM digunakan metode difusi dan kontak gas.Hasil: Setelah dilakukan isolasi minyak atsiri kulit batang kayu manis, diperoleh jumlah rendemen sebesar 0,24% dengan lima komponen utama yang terkandung didalamnya, yaitu cinnamaldehyde (64,84%), 1,8-cineole (6,4%), dan benzyl benzoate (6,33%). Hasil uji aktivitas menunjukkan rata-rata diameter zona hambat ampisilin tunggal terhadap bakteri MRSA adalah sebesar 10,67 mm, sedangkan antibiotik ampisilin yang telah dikombinasi dengan minyak atsiri KKM sebesar 23,67 mm. Kesimpulan: Kenaikan aktivitas antibakteri ampisilin setelah dikombinasi dengan KKM adalah 121,84%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan minyak atsiri KKM berpotensi sebagai terapi suportif bila digunakan bersama dengan ampisilin untuk mengatasi infeksi MRSA.Kata kunci: ampisilin, bakteri MRSA, minyak atsiri, kayu manis, kontak gas
SIFAT FISIK DAN DAYA IRITASI KRIM TIPE A/M MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (SYZIGIUM AROMATICUM) DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI Pranawati, Erma; Sugihartini, Nining; Yuwono, Tedjo
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract  Eugenol contained in the essential oil of clove (Syzygium aromaticum) has pharmacological effects as anti-inflammatory agent. This study aims to develop a topical dosage forms such as creams with type A / M. One important factor in the development of formulations is the determination of the concentration of the active substance. The purpose of this study was to determine the effect of the concentration of essential oil of clove preparations cream type M / A in the physical and its irritative effect. Cream type A / M contained clove essential oil is made by melting method with concentration of clove essential oil : 5%, 10%, and 15%. Evaluation cream type A / M includes the physical properties of scattered power, adhesion, and pH.  The irritation test also conducted using test animals guinea pigs with Remington method. Data obtained from the experiment were analyzed using ANOVA test continued statistical t-test with a level of 95%. Physical properties test results indicate that increased concentrations of clove essential oils in the cream type A / M led to an increase in adhesion (p <0.05), the scatter (p <0.05) and pH (p> 0.05). The experimental results showed that the irritation test of the type A / M cream with a concentration of 5%, 10% and 15% of clove essential oil does not cause irritation to the skin of guinea pigs. Keywords: Eugenol, cream, irritation index, physical properties Intisari Eugenol yang terkandung dalam minyak atsiri bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan untuk mengembangkan bentuk sediaan topikal berupa krim dengan tipe A/M. Salah satu faktor penting dalam pengembangan formulasi adalah penentuan konsentrasi zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi minyak atsiri bunga cengkeh sediaan krim tipe M/A terhadap sifat fisik dan daya iritasinya.Krim tipe A/M minyak atsiri bunga cengkeh dibuat dengan metode peleburan dengan konsentrasi minyak atsiri bunga cengkeh yaitu 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi krim tipe A/M meliputi uji sifat fisik yaitu uji daya sebar, daya lekat, dan pH. Selain itu juga dilakukan uji iritasi dilakukan menggunakan hewan uji marmut dengan metode Remington data yang diperoleh dari percobaan dianalisis dengan statistika menggunakan uji ANOVA dilanjut uji-t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri bunga cengkeh dalam krim tipe A/M menyebabkan peningkatan daya lekat (p<0,05), daya sebar (p<0,05) dan pH (p>0,05). Hasil percobaan uji iritasi menunjukkan bahwa krim tipe A/M dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% tidak menimbulkan iritasi pada kulit marmut. Kata kunci : Eugenol, Krim, Indeks iritasi, Sifat fisik