cover
Contact Name
I Nyoman Darma Putra
Contact Email
jurnalkajianbali@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkajianbali@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 20884443     EISSN : 25800698     DOI : -
Jurnal Kajian Bali merupakan jurnal kajian area (area studies) yang mengkhususkan diri mempublikasikan artikel berbasis penelitian tentang kajian Bali (Bali studies). Topik artikel yang dimuat mulai dari politik sampai musik, sastra sampai arsitektur, sejarah sampai media massa, budaya dan budaya populer hingga pariwisata, manajemen sampai agama. Jurnal juga memuat artikel kajian Bali dengan kajian lain yang bersifat komparatif.Jurnal diterbitkan oleh Pusat Kajian Bali, Universitas Udayana. Jurnal terbit dua kali setahun, setiap April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
OF FAMILY, FUTURES AND FEAR IN A BALINESE WARD: SOME PRELIMINARY THOUGHTS TOWARD A NEW PROJECT Fox, Richard
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 7 No 1 (2017): RELASI ETNISITAS DI BALI
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2017.v07.i01.p12

Abstract

The link between family, fear and women?s bodies has a complicated history in Indonesia, tied to both international aid and economic development?as well as, in more recent years, to consumerism and transnational capital. Yet, if the ?small happy and prosperous family norm? is now the aspiration of many young Balinese, this was not always the case. Today advertisements for family planning technology encourage women to overcome fears of discomfort and physical side-effects in order to realize ?the family of their dreams?. But the fears of earlier days were not so easily allayed?incited by stories of infertility, infection and death resulting from use of the IUD. What do older Balinese remember of the early days of the KB program? How does this compare with the aspirations of younger Balinese as they pursue the pleasures of life in a ?small family? and experience its anxieties? This article presents preliminary reflections on a new project exploring how Balinese differing in gender, generation and social class talk about and act on their plans for the future. Given its importance for both state bureaucratic and commercial representations of domestic life, the ideal of the patriarchal nuclear family figures centrally in these reflections.
MENEMUKENALI LEKSIKON-LEKSIKON ARKAIS PADA BIDANG OBAT-OBATAN TRADISIONAL BALI Netra, I Made
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 9 No 2 (2019): DUNIA POLITIK DAN HOSPITALITI PEREMPUAN BALI
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2019.v09.i02.p09

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi leksikon arkais pada praktik budaya bidang obat-obatan tradisional Bali dan mengkonfigurasi maknanya. Data diperoleh dengan metode observasi partisipatif dengan teknik catat dan rekam. Daftar leksikon arkais tersebar dalam 10 bidang praktik budaya Bali diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada 80 responden yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Gianyar. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelas leksikon arkais ditemukan pada bidang obat-obatan tradisional Bali karena ketidaktahuan generasi muda akan keberadaan artefaknya dan ketidakpahaman mereka akan penggunaannya walaupun artefaknya masih ada dan masih digunakan di daerah pedesaan saja dan tidak ditemukan lagi di daerah perkotaan. Kesebelas leksikon arkais tersebut belum dikategorikan punah karena masih memiliki konsepsi dan artefaknya pun masih bisa dimanfaatkan. Konfigurasi leksikon dapat dibuat berdasarkan pendekatan cultural scripts dengan komponen ?jika ??maka? dan uraian eksponen, seperti cara, mekanisme pembuatan, hasil, dan fungsinya. Kata kunci: leksikon arkais, artefak, obat-obatan tradisional Bali, generasi muda, letak geografi
Bali is a Brand: A Critical Approach Hobart, Mark
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKajian kebudayaan Bali kebingungan oleh karena yang dimaksudkan dengan ‘kebudayaan’ sangat kurang terang. Apakah kebudayaan merupakan esensi atau jiwa orang Bali, suatu gagasan politik yang direkayasa oleh Orde Baru, atau cara menjual seni pertunjukan, barang atau pengalaman kepada wisatawan? Jarang disadari di Indonesia bahwa Bali terkenal di Eropa sebelum Pulau Bali ditemukan oleh pelaut Barat yang sedang mencari sorga di dunia ini. Sejarah Bali tidak bisa dipisahkan dari khayalan orang Barat. Dilihat dari pandangan cultural studies, dari awal Bali merupakan ‘brand’ untuk dipasarkan – dan objek yang dijual adalah kebudayaan. Untuk mengerti apa yang sedang terjadi di Bali, perlu dipahami teori konsumsi dan branding. Walaupun kelihatannya yang dijual dan dibeli adalah barang atau pengalaman, sebenarnya yang dikonsumsi adalah perbedaan. Artikel ini menawarkan pemahaman mendalam mengenai hukumhukum branding dari sudut pandang kajian budaya. Kata Kunci: Bali; Branding; Kebudayaan sebagai Komoditi; Teori Konsumsi; Discourse.
Getting the Story Straight? Some Untimely Thoughts on History, Literature and the Performing Arts in Bali Fox, Richard
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSudah cukup jelas bahwa ada hubungan mendalam antara seni pertunjukandan kesusastraan Bali. Yang mungkin masih kurang jelas adalah karakter darihubungan tersebut. Para penulis akademis maupun nonakademis seringkalimenekankan pentingnya sastra kuno India dan cerita babad untuk lakon wayangkulit, arja, topéng dan lain sebagainya. Walaupun ahli seni pertunjukan dariluar negeri kerapkali menekankan pentingnya sastra kuno, di mana sebenarnyamereka tidak mempunyai latar belakang yang kuat di bidang bahasa lokal dansastra kuno, mereka jarang sekali mengomentari masalah seni pertunjukan.Memang ada beberapa pengecualian yang penting. Akan tetapi, pada umumnya,itulah keadaan yang terjadi sekarang di bidang studi seni pertunjukan. Artikel inimenggunakan contoh dari sebuah pertunjukan topéng pajegan untuk menyarankanbahwa kita perlu memperhatikan sejarah, bahasa dan sastra lokal secara lebihbernuansa. Pendekatan seperti ini mungkin akan lebih sensitif terhadap sisipolitik—baik dari seni pertunjukan Bali maupun dari proses pengajarannya.
Understanding Fortress Bali:The Impact of Democratisation and Religious Revival in Indonesia Reuter, Thomas
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPolitik liberalisasi dan desentralisasi dari kuasa negara sejak 1998 telahmentransformasi lanskap sosial dan politik Indonesia. Pergeseran itudiilustrasikan dalam artikel ini dengan membahas Bali sebagai sebuah studi kasusyang relevan. Sebagai rumah bagi sebagian besar warga Indonesia beragamaHindu yang minoritas, Bali juga dipengaruhi oleh dampak dari meningkatnyagerakan revivalisasi Islam dan ekstremisme agama. Sebuah gerakan sosial barutelah mencuat dan memicu sebuah pergeseran ke arah identitas Hindu yang lebihtegas. Tulisan ini meninjau persimpangan antara geopolitik dan proses perubahanlokal untuk memahami lebih baik karakter dari ‘gerakan-gerakan lokalisasi’, yangmungkin merangsang penggunaan agama sebagai kekuatan dalam perjuanganuntuk meraih otonomi lokal, tetapi mungkin juga pemanfaatan wacana-wacanalingkungan, etnik, dan sejarah.
Securitization, Belonging and Politics of Belonging in Bali Suyadnya, I Wayan
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas kemunculan keamanan lokal (kelompok) dalam menanggapiotonomi daerah, dalam konteks globalisasi di Bali, Indonesia. Perkembanganotonomi daerah di Indonesia pasca reformasi telah mempengaruhi kondisisosial, politik dan budaya daerah-daerah dan kabupaten-kabupaten di Indonesia,termasuk Provinsi Bali. Otonomi daerah saat ini diidentifikasi sebagai faktoryang mendorong perubahan sosial, politik dan budaya pada masyarakat Bali.Hal tersebut mengakibatkan peningkatan isu-isu keamanan lokal dalam kontekspelestarian budaya, ketegangan antar-kelompok etnis dan keamanan pariwisata.Berangkat dari situasi tersebut, artikel ini membahas bagaimana isu-isu otonomidaerah diinterpretasikan oleh aktor-aktor lokal dalam isu-isu keamanan bersamapada masyarakat Bali; dan melihat bagaimana kesadaran politik dan politikkepemilikan yang dikembangkan oleh aktor-aktor lokal untuk merekonstruksiidentitas kebalian orang Bali. Politik kepemilikan adalah bentuk denaturalisasiperan aktor-aktor lokal untuk mengkonstruksi apa yang mereka sebut “rumah”dan rasa aman dari sudut pandang orang Bali.
Budaya Demokrasi dalam Kehidupan Masyarakat Desa di Bali Suacana, Wayan Gede
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDemocratic culture in the lives of villagers in Bali has some of the proceduralprinciples of a modern democracy. Some parameters are the rotation of power,open leadership recruitment systems, order management turnover, recognitionof appropriate manners, tolerance of differences of opinion, and accountabilityof power holders. Application of democratic culture clearly affects how desapakraman elaborates the concept of democracy as a power base andindependence. In addition, it also determines the shape and nature of relationsbetween the desa pakraman with desa dinas, this condition could be the basis ofprocedural democracy as one of the values of local wisdom in the development ofcultural tourism in Bali
Politik Identitas dalam Teks Sastrawan Bali Darma Putra, I Nyoman
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis article examines short stories and novels by Balinese writers that depictmeetings, friendships and love affairs between Balinese and Western characters.The works discussed were written either in the national or the Balinese languageand were published between the 1960s and 2000s, coinciding with the developmentof mass tourism in Bali. One distinctive feature of the works is that narrators avoidmixed marriages between Balinese and Westerners despite the love between them.This recurrent theme goes against reality in which mixed marriage is common andaccepted in the Balinese community. During the period in which these works werepublished, the discourse on Balinese cultural identity has been very important andhighly debated in the mass media against the backdrop of the tourism industryand its potential negative impacts. This article argues that Balinese writers useliterary works to articulate their opinion about the importance of Balinese peoplemaintaining their Balineseness or cultural identity. Their works are meaningfulwhen viewed as an expression of Balinese identity politics in facing what isconsidered to be the growing threat of tourism.
Teater GloBALIsme: Pariwisata, Interkoneksi Global, dan Nasib Manusia Bali di Garis Depan Suryawan, I Ngurah
JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : JURNAL KAJIAN BALI (JOURNAL OF BALI STUDIES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe development of the tourism industry in Bali has had various implications.Apart from extraordinary social change, there is the issue of how Balinese menstruggle to maintain their cultural identity in the midst of globalized tourism.Balinese men are at the frontier of a society where global powers meet to exploitnatural and human resources for the sake of tourism. Some Balinese men havelost their historical relationship to Bali because their own land has been sold toinvestors. Origin and identity maintenance are no longer directed to the land orto certain communities, but rather to a never-never land, a (global) world withoutmeaning that one is no longer able to localize (Laksono, 2009b). It is in this neverneverspace without meaning that we witness fragments and stories of Balinesemen making use of opportunities, developing tactics, and even fighting againsttourism, which Tsing (2005) has called friction. In this so-called friction, localidentity and culture are continually reproduced, the beginning and end of whichare difficult to fathom.
Menimbang Arena Teks Hardiman, Hardiman
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 1, No 1 (2011): BALI DALAM MIKRO DAN MAKRO POLITIK
Publisher : Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Page 1 of 22 | Total Record : 214