cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
PERAN STRATEGIS ZAKAT DALAM FUNGSI KEBIJAKAN POLITIK EKONOMI DI INDONESIA Hayati, Mardhiyah
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 5, No 10 (2009): Jurnal TAPIS (Teropong Aspirasi Politik Islam)
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dilihat dari sudut pandang ekonomi Islam, zakat mempunyai peranan sebagai pendorong kaum muslim untuk senantiasa mendayagunakan asset yang dimilikinya. Zakat mencegah kecenderungan untuk menimbun sumberdaya dan uang tunai sehingga akan memberikan dorongan yang kuat untuk menginvestasikan persediaan asset yang tidak terpakai.Pendayagunaan asset yang dimiliki dapat dilakukan dengan  berbagai teknik dan metode investasi  seperti kontrak mudharabah, murabahah, musyarakah dan sebagainya, sehingga diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja yang akan berpengaruh positif terhadap stabilitas politik ekonomi di Indonesia.  Kata Kunci: Zakat, Investasi Islami, Politik Ekonomi
PERANAN HUKUM DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PERBUATAN PEMERINTAHAN Hidayat, Eko
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 5, No 10 (2009): Jurnal TAPIS (Teropong Aspirasi Politik Islam)
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                                           Pemerintah telah nya kewenangan untuk mengatur, memungut pajak, menegakkan hukum, menerapkan sanksi, dan jadi benteng, yaitu berbagai "otoritas" dalam proses pencapaian negara tujuan. Sementara itu, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum terhadap tindakan pemerintah yang dapat menyebabkan kerugian. Prinsip ini menyediakan ruang yang cukup bagi partisipasi masyarakat yang diperlukan dalam pemerintahan demokratis. Konsisten dan konsekuen pelaksanaan tanggung jawab pemerintah, pada gilirannya dapat meningkatkan prestise pemerintah dan pengakuan dari orang-orang untuk mereka pemerintahKata Kunci:  Hukum, Perbuatan Pemerintahan
Demokrasi Yang Menindas Ritaudin, M Sidi
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Tapis
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia kini disebut-sebut sebagai salah satu Negara the third largest democracy in the world, setelah India dan Amerika Serikat. Di sisi lain, Indonesia juga sebagai Negara terbesar yang berpenduduk Muslim, yang sangat akomoda-tif terhadap ideologi demokrasi tersebut, dengan harapan niali-nilai ajaran Islam dapat teraplikasi dalam kehidupan politik dan pemerintahan. Ironisnya, dengan atas nama rakyat, justru dijadikan alat elit politik dan elit pemerintah “menindas” rakyatnya, sehingga Indonesia baru lepas dari penjajah asing, tetapi masih dijajah oleh kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan di segala bidang dibanding dengan Negara-negara lain. Benarkah sistem demokrasi sesuai dengan karakter bangsa, atau malah menjadi monster yang siap memporak potandakan tatanan kehidupan NKRI.Kata Kunci : Demokrasi, Rakyat, Politik, Pemerintah, Negara
KONSEPSI DAN IMPLEMENTASI DEMOKRASI PANCASILA DALAM SISTEM PERPOLITIKAN DI INDOENSIA Agustam, Agustam
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Tapis
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDemokrasi Barat yang dilahirkan oleh Revolusi Prancis tiada membawa kemerdekaan rakyat yang sebenarnya, melainkan menimbulkan kekuasaan kapitalisme, sebab itu demokrasi politik saja tidaklah cukup untuk mencapai demokrasi yang sebenarnya yaitu kedaulatan rakyat. Haruslah ada pula kedaulatan ekonomi, yang memakai dasar, bahwa segala penghasilan yang mengenal penghidupan orang banyak harus berlaku dibawah tanggungan orang banyak juga. Mengapa demokrasi selalu menjadi tema dan pilihan moral dalam perjuangan politik? Karena manusia menyadari dirinya memiliki kelemahan moral berupa kecenderungan untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Jika kecenderungan ini melekat pada seseorang yang kebetulan tengah menggenggam kekuasaan dan disitu tidak ada mekanisme kontrol yang bisa memperingatkan dan mengendalikannya, maka biasanya rakyat yang akan menjadi korban.Kata Kunci: Konsepsi, Implementasi, Demokrasi, Politik Indonesia
KONSEP AL-IMAMAH DALAM PERSPEKTIF SYI’AH Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 7, No 2 (2011): Jurnal Tapis
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAl-Imamah ( kepemimpinan ) mempunyai bentuk satu arti dengan amirul mukminin dan khalifah yaitu suatu jabatan tertinggi dalam suatu negara. Mendirikan sebuah negara adalah suatu hal yang wajib dilakukan menurut logika akal manusia. Hal ini dikarenakan setiap manusia adalah makhluk sosial yang sangat membutuhkan antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu dalam membentuk sebuah komunitas masyarakat haruslah ada seorang pemimpin yang mengatur kehidupan mereka. Kaum syi’ah memandang persoalan imamah sebagai sesuatu yang sangat penting. Hal ini tercermin dalam prinsip-prinsip pokok agama menurut syi’ah, yaitu : tauhid, kenabian, kenabian ilahi, imamah dan akherat. Akan tetapi konsep imamah perspektif syi’ah berbeda dengan konsep imamah kaum sunni yang memandang imamah bukan merupakan prinsip pokok agama tetapi sebagai masalah tambahan saja.Kata kunci : Imamah, Syi’ah
EKSISTENSI KONSEP BIROKRASI MAX WEBER DALAM REFORMASI BIROKRASI DI INDONESIA Wakhid, Ali Abdul
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 7, No 2 (2011): Jurnal Tapis
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSejak bergulirnya era reformasi, berbagai isu ataupun pemikiran dilontarkan para pakar berkaitan dengan bagaimana mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance), di antaranya dilakukan melalui reformasi birokrasi. Upaya tersebut secara bertahap dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/ Kota). Secara empiris birokrasi identik dengan aparatur pemerintah yang mempunyai tiga dimensi yaitu organisasi, sumber daya manusia, dan manajemen. Dalam pemerintahan, dimensi itu dikenal kelembagaan, kepegawaian dan ketatalaksanaan, yang merupakan unsur-unsur administrasi negara; kiranya dimensi tersebut dapat ditambah dengan kultur mind set.Konsep birokrasi Max Weber yang legal rasional, diaktualisasikan di Indonesia dengan berbagai kekurangan dan kelebihan seperti terlihat dari perilaku birokrasi. Perilaku birokrasi timbul manakala terjadi interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik birokrasi; apalagi dengan berbagai isu yang berkembang dan penegakan hukum saat ini yang berkaitan dengan patologi birokrasi.Kata Kunci: Eksistensi, Birokrasi, Max Weber
EKSISTENSI PSIKOLOGI AGAMA DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Hamali, Syaiful
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 8, No 1 (2012): Jurnal TAPIs Januari-Juni 2012
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam psikologi agama, kesadaran agama (religious counsciosness) dan pengalaman agama (religious experience) sangat penting bagi manusia. Psikologi agama mempelajari dan meneliti pengaruh kepercayaan terhadap sikap dan tingkah laku atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang. Sedangkan kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikophisik dalam diri individu yang turut menentukan cara-caranya yang khas dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan pisik maupun psikis, yang akhirnya membentuk kelompok atau masyarakat. Dalam Islam, kelompok keagamaan itu dikenal dengan masyarakat Islam yaitu; kelompok-kelompok manusia yang hidup berdasarkan keimanan, sebab iman kepada Allah Swt akan membentuk akhlak yang mulia dan kesadaran sosial yang tinggi. Selanjutnya akan melahirkan perilaku budaya dan kontrol sosial yang baik terhadap kehidupan masyarakat.Kata Kunci : Eksistensi, Psikologi, Pengembangan Masyarakat
Lokusi dan Ilokusi dalam terjemahan Al-Quran surah Ar-Rahman TAPIS, EDITOR JURNAL
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Tapis
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi dan ilokusi yang menyatakan kesedihan dalam lirik lagu ciptaan Goro Matsui. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data berupa lirik lagu ciptaan Goro Matsui yang dinyanyikan oleh Anzenchitai Band yaitu Friend, Hohoemi Ni Kanpai, Ikanaide, I Love You Kara Hajimeyou, dan Aoi Hitomi No Eris. Untuk mengkaji tindak tutur lokusi dan ilokusi maka penelitian skripsi ini menggunakan kajian pragmatik dengan metode deskriptif. Dalam mendeskripsikan tindak tutur lokusi yang menyatakan kesedihan, penulis mengkaji secara kontekstual dengan mengklasifikasikan ke dalam makna implisit dan eksplisit, kemudian diperoleh jenis tindak tutur ilokusi, yaitu representatif yang meliputi menyatakan, melaporkan, mengakui, menyebutkan, menunjukkan; direktif meliputi meminta, menyuruh, memohon; komisif meliputi menyatakan kesanggupan, berjanji; deklaratif meliputi memutuskan, melarang; dan ekspresif menyalahkan.
PERGUMULAN PEMIKIRAN POLITIK KONTEMPORER Menjelajah Urgensi Politik Islam Pada Era Global Yusuf, Himyari
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 8, No 2 (2012): Jurnal TAPIs 2 (2012)
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPergumulan politik kontemporer telah melahirkan berbagai bencana kemanusiaan. Dunia politik menampakkan wajah yang terlalu mementingkan kekuasaan pribadi, kelompok dan golongan.Universalitas kepentingan masyarakat menjadi tercabik-cabik dan terabaikan, dan masyarakat menjadi terkotak-kotak. Berbeda halnya dengan politik Islam yang secara ontologis memandang manusia secara holistik dan universal kemudian secara epistemologis bersumber pada Wahyu Tuhan Kuasa dan Sunnah Rasul-Nya.Namun secara historis politik Islam terbilang timbul tenggelam akibat terpaan badai politik Barat sekuler yang haus kekuasaan. Berdasarkan kedua paradigma politik tersebut di atas, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimanakah pergumulan politik pada era kontemporer dan adakah urgensi politik Islam dalam era globalisasi dewasa ini. Tulisan ini menggunakan analisis kefilsafatan, sehingga diharapkan dapat menunjukkan politik Islam merupakan model politik yang paling relevan dalam menjawab berbagai problem kemanusiaan yang timbul sebagai ekses dari perpolitikan kontemporer yang tidak berpihak kepada kemanusiaan.Kata Kunnci: Politik, Kemanusiaan, Keadilan dan Kesejahteraan
PERANAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN ILMIAH Malay, M Nursalim
Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam) Vol 5, No 10 (2009): Jurnal TAPIS (Teropong Aspirasi Politik Islam)
Publisher : Jurnal TAPIs (Teropong Aspirasi Politik Islam)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ilmiah adalah penelitan terhadap sampel (percontoh), tetapi kesimpulannya hendak digeneralisasikan pada populasi dari mana sampel itu diambil. Hasil penelitian yang tidak bisa digeneralisasikan tidak termasuk dalam kategori ilmiah, karena sifatnya yang einmalig. Dengan kata lain, hanya kesimpulan yang bisa digeneralisasikan yang menjadi bagian dari teori ilmu pengetahuan.Penelitian modern tidak pernah percaya  bahwa amanat pada sampel tidak mengalami kesalahan sekecil apa pun. Jika digeneralisasikan untuk Populasi. Kerena itu ia harus mengembangkan model‑model tertentu yang dapat dijadikan preposisi dalam memperhitungkan kesalahan‑kesalahan generalisasinya. Tingkat keandalan generalisasi ltu dinyatakan dalam bahasa taraf signifikansi suatu hasil uji statistik pada sampel. Kata kunci: penelitian ilmiah, statistika, hipotesis, generalisasi, signifikansi

Page 1 of 33 | Total Record : 326


Filter by Year

2009 2019