cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin SINERGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Analisis Prestasi Kerja Motor Bensin Toyota Type 7k Sebagai Pengganti Perkins Ford Type 2271 E Rahman, Abdul; , Jamal
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik motor bensin Toyota type 7 K tersebut di atas dan kesesuainnya dengan peralatan ukur yang ada, serta diharapkan menjadi referensi dalam pengambilan data praktikum dan penelitian yang berkaitan dengan motor bensin. Metode penelitian diarahkan pada perbaikan alat ukur dan pengujian karakteristik dengan bukaan katup konstan dan putaran yang bervariasi. Hasil analisis memaparkan efisiensi tertinggi motor bakar Toyota type 7 K sebesar 29,2237% (24,369 kW) pada bukaan katup gas (throttle) 40%, putaran 2800 rpm, sedangkan nilai efisiensi tertinggi Perkins Ford 2271 E sebesar 24,329% (14,8189 kW) pada pembukaan katup gas (throttle) 80%, putaran 2800 rpm.
Evaluasi Unjuk Kerja Isolator 6 kV pada Gardu Distribusi Biringkassi PT. Semen Tonasa II Pangkep Yunus, A. M. Shiddiq; Nauwir, Herman
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed to determine the chemical compounds and to measure the electrical characteristics of pollutant of polymer 6 KV isolator in distribution station of PT. Semen Tonasa Biringkassi. Research methodology that applied in this study is laboratory experimental which follow several procedural stages: determination of distribution station for taking sample of pollutant then examination of chemical compounds and electrical characteristics of pollutant. The chemical compounds that will be examined are composition of compounds and conductivity of pollutant. Besides, the electrical examination is to measure the surface conductivity of isolator. The result of this study shows that the composition of compounds consists of Zn, Na, Fe and Calcium (Ca). For measurement of pollutant conductivity it is concluded that the higher pollutant’s concentration, the higher value of conductivity. Another result shows that polymer isolator is much more conductive while polluted by pollutant than by kaolin.
Penentuan Bilangan Reynolds Dan Jarak Melintang Dua Penghalang Segitiga Terhadap Pola Dan Osilasi Aliran Dengan Menggunakan Aliran Laminar Tekad, Muh.
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bilangan Reynolds dan perubahan jarak melintang antar penghalang segitiga terhadap pola dan osilasi aliran yang terjadi di belakang penghalang. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen pada saluran tertutup berpenampang segiempat, diberi dua penghalang berbentuk segitiga yang ditempatkan melintang terhadap aliran laminar. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur fluktuasi tegangan vortex yang diolah dengan menggunakan program VFFT dan secara visual dengan menggunakan kamera digital. Pengukuran dilakukan dengan variasi bilangan Reynolds 60, 120, 180, 240, 300, dan variasi jarak penghalang (Y/d) = 0,5; 1; 1,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar bilangan Reynolds, bilangan Strouhal (Str) semakin meningkat. Bilangan Str mencapai nilai maksimum untuk jarak penghalang Y/d = 0,5 pada posisi sensor 10 mm dan 5 mm dari sumbu channel, untuk jarak Y/d = 1 pada posisi sensor 15 mm dan 5 mm, dan untuk jarak Y/d = 1,5 pada posisi sensor 20 mm dan 5 mm. Perubahan jarak antarpenghalang segitiga akan mempengaruhi pola dan osilasi aliran di belakang penghalang. Pada jarak Y/d = 1,5 terbentuk pola aliran yang berlawanan dan pada jarak Y/d = 1 terbentuk pola aliran transisi, sedangkan pada jarak Y/d = 0,5 terbentuk pola aliran yang searah.
Pengaruh Getaran Permesinan Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Mesin VMC-200 M., Muas
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yakni mengetahui pengaruh getaran permesinan terhadap kekasaran permukaan hasil permesinan pada mesin VMC-200, serta hubungan parameter potong utama terhadap kekasaran permukaan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium CNC, Mekanik, dan Bengkel Mekanik Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Ujung Pandang selama enam bulan. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap, yakni: tahap persiapan, pemotongan, pengujian, dan tahap analisis. Spesimen yang telah disiapkan (AlMgSi) dipotong-potong menjadi ukuran 18x18x70 mm. Selanjutnya dilakukan proses permesinan untuk menguji amplitudo getaran dan kekasaran permukaan spesimen. Pengujian amplitudo getaran mengunakan vibrocord sedangkan pengujian kekasaran permukaan menggunakan surface tester. Hasil penting yang diperoleh dalam penelitian ini, yakni semakin meningkatnya amplitudo getaran semakin meningkat pula nilai kekasaran permukaan hasil permesinan, peningkatan putaran pahat potong dan gerak insut mengakibatkan penurunan kekasaran permukaan. Jika kedalaman potong dan amplitudo getaran meningkat maka akan mengakibatkan kekasaran permukaan meningkat.
Analisis Kekasaran Permukaan Benda Kerja Menggunakan Pahat Konvensional HSS Pada Mesin CNC TU-2A Salam, Abdul
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan pahat bubut konvensional HSS sebagai tools alternatif pada mesin CNC TU-2A. Kekasaran permukaan dijadikan sebagai indikator untuk menentukan kualitas hasil pemakanan pada benda kerja untuk berbagai kondisi variabel permesinan. Selain itu, tingkat ketahanan pahat HSS diuji sampai pada batas keausan maksimum yang diizinkan. Metoda yang digunakan yaitu melakukan proses permesinan pada benda kerja aluminium dan kuningan dengan variasi kecepatan makan (F), tebal pemakanan (H), dan putaran mesin (S) untuk 3 macam merek Bohler, Krisbow, dan Kobe yang dibentuk menjadi 3 jenis, yaitu pahat kanan, pahat kiri, dan pahat netral. Selanjutnya dibandingkan dengan pahat carbide tool tip sebagai pahat standar mesin CNC TU-2A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pahat konvensional HSS dapat digunakan pada mesin CNC TU-2A. Pada benda kerja aluminium nilai kekasaran yang paling kecil menggunakan pahat carbide sebesar 1,21 µm (H 0,3), sedangkan nilai kekasaran yang paling besar adalah pahat HSS netral sebesar 3,14 µm (H 0,9). Untuk benda kerja kuningan, nilai kekasaran yang paling kecil menggunakan pahat HSS netral Krisbow sebesar 1,11 µm (H 0,3), sedangkan nilai kekasaran yang paling besar adalah pahat HSS netral Kobe sebesar 9,8 µm (H 0,3). Pahat konvensional HSS akan mengalami keausan sebesar 0,245 mm bila digunakan secara terus menerus pada panjang pemakanan 500 mm dengan tebal pemakanan maksimum (H) 0.9 mm, asutan (F) 50 mm/min dan putaran spindel (n) 900 rpm. Bila dibandingkan pada kondisi yang sama, pahat carbide tool tip sebagai pahat standar belum mengalami keausan yang berarti.
Analisis Posisi Dan Kecepatan Mekanisme Engkol Peluncur Dengan Program Komputer , Mustafa
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa posisi dan kecepatan seluruh kondisi batang sesuai dengan perubahan posisi batang 2 secara cepat pada suatu mekanisme engkol peluncur. Metode yang digunakan adalah metode bilangan kompleks dengan bantuan program komputer (Program Fortran 77). Hasil analisis yang diperoleh memperlihatkan bahwa metode ini dapat menghitung dan mengevaluasi seluruh kondisi batang seiring dengan perubahan posisi sudut batang 2 secara tepat dan cepat.
Pengaruh Ketahanan Aus Baja SA 516-70 Setelah Mengalami Pelapisan Elektroda Sandvik 29 8 2 Lr Dan 25 10 4 Lr Ruswanto, Sidiq
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SA 516-70 is a low carbon steel which is used for marking of boiler, high pressure tank and heat exchanger. Steel of SA 516-70 is applied for corrosion and wear resistance equipment. Weld surfacing can be used to overlay new components to their original dimensions. All are welding processes can be used for overlay as well joining applications. In this research two types of electrodes used are Sandvik 25 10 4 LR and Sandvik 29 8 2 LR. Weld surfacing process was used GTAW process using DCEP. The welding parameter used are as follow: welding current between 110 A to 112 A, welding voltage between 12 to 13 volt and travel speed between 173 to 191 mm/ minute. The weldments was then conducted hardness testing, metallographic examination, EDAX and X-Ray Diffraction ( XRD ). Samples for hardness testing were taken from base metal and to the filler metal layer. EDAX testing was taken from metal to the outer layer layers, while XRD testing was conducted on the base metal, layer 1 and layers 3. The results that the high hardness value of 356 Hv was Found on at layer 1 using sandvik electrode 29 8 2 LR. The base metal microstructure was reveled some ferrite and pearlite structure.The cromium dilution using sandvik electrode 29 8 2 LR was higher than that of sandvik electrode 25 10 4 LR. From all data investigations was concluded that the usage of sandvik electrode 29 8 2 LR is better performance than use of sandvik electrode 25 10 4 LR.
Pengembangan Desain Sepeda Untuk Mahasiswa Dan Pelajar Dengan Metoda Quality Function Deployment (QFD) Sultan, Ahmad Zubair
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan bagaimana menterjemahkan actual quality characteristic yang diharapkan oleh konsumen menjadi substitute quality characteristic yang mampu diproduksi oleh produsen melalui metode Quality Function Deployment. Dalam studi yang akan dilakukan, dikaji pengembangan spesifikasi disain sepeda. Metoda QFD merupakan suatu alat yang berguna untuk pengembangan produk. Alat utama dari proses QFD adalah matriks dimana hasil-hasilnya dicapai melalui penggunaan tim dengan mengumpulkan, menginterpretasikan, mendokumentasikan dan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Untuk dapat digunakan, QFD memerlukan input dari pelanggan, baik pelanggan produk sendiri maupun produk pesaing. Dari House of Quality (HOQ) dengan mendapat input dari pelanggan akan dihasilkan output berupa faktor-faktor kritis dari technical requirement. Selanjutnya output dari HOQ merupakan input dari product design matrix. Output yang dihasilkan diurut berdasarkan prosentasenya. Dengan metode QFD ini dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen yang memiliki prosentase terbesar untuk pengembangan desain sepeda untuk mahasiswa dan pelajar adalah yaitu fork depan dengan bobot absolut 4288, frame dengan bobot absolut 3952, setang dan pedal dengan bobot absolute 3778, velg dengan bobot 3556 dan sistem pengereman dengan bobot 2602.
Analisis Pengamanan Sinyal Informasi Dengan Frequency Hopping Spread Spectrum Zain, Abdul
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-6, No. 1 (2008)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spread Spectrum merupakan sinyal band lebar (wide band), mirip noise sehingga sulit untuk dideteksi, ditangkap, didemodulasi ataupun diinterferensi. Fitur Low Probability of Intercept (LPI) dan anti jam (AJ) inilah yang menyebabkan penggunaan Spread Spectrum digunakan oleh pihak militer. Sinyal spread spectrum adalah suatu jenis modulasi dimana lebar bidang transmisi yang digunakan jauh lebih besar dari pada lebar bidang minimum yang dibutuhkan untuk mentransmisikan informasi, sementara tidak ada kaitan langsung antara lebar pita sinyal keluaran dengan modulasi oleh sinyal informasinya. Dengan adanya pemodulasian, sinyal informasi akan ditebarkan pada daerah frekuensi yang cukup lebar. Frekuensi hopping adalah salah satu teknik spread spectrum dimana proses penebaran dilakukan dengan mengubah-ubah frekuensi gelombang pembawa secara periodik. Daerah sinyal informasi ditebarkan tergantung pada sinyal penebar, dimana sinyal penebar ini dihasilkan oleh suatu pensintesis frekuensi yang dikendalikan oleh suatu urutan kode penebar.
Perencanaan Sistem Teknologi Informasi untuk Mendeteksi dan Mencegah Fraud pada Sistem Inventori Hidayat, Imam
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-7, No. 1 (2009)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini coba dikembangkan dan diterapkan suatu sistem informasi untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya fraud pada suatu sistem inventori, yang dalam hal ini terdapat pada suatu industri pengepakan. Dalam pembentukan sistem informasi ini diterapkan langkah-langkah strategi untuk pendeteksian fraud yang terdiri atas pemahaman terhadap sistem atau unit, pengidentifikasian terhadap fraud yang mungkin terjadi, mengumpulkan gejala-gejala dari fraud dalam suatu daftar, pengumpulan data-data yang yang terkait dengan gejala fraud tersebut, dan pembuatan suatu program komputer yang merupakan hasil akhir, yang dapat menganalisis secara otomatis untuk mendeteksi terjadinya fraud tersebut. Dari penerapan program yang dibuat (secara simulasi) kepada sistem yang ada pada industri yang diuji, maka didapat beberapa gejala fraud yang terdeteksi yang dapat dianggap sebagai fraud yang berupa: (a) Perencanaan pembelian atas material yang jarang digunakan, sehingga nantinya material tersebut akan menjadi deadstock dan dijual dengan harga yang rendah, (b) Penghapusan material yang bernilai dan masih berguna, akibat adanya kesalahan pencatatan material yang sudah rusak (deadstock), (c) kesalahan pengambilan stok material, dan tidak melakukan penyesuaian terhadap arsip dari material tersebut, dan (d) Pemberian insentif yang tidak seharusnya, karena adanya kesalahan perhitungan waste. Sistem ini nantinya dapat digunakan secara periodik yang berfungsi untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan yang merupakan gejala sebelum fraud yang dapat menimbulkan kerugian yang besar terjadi.

Page 1 of 17 | Total Record : 161