cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Serat Acitya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PIDANA TERHADAP KEJAHATAN KORPORASI DI BIDANG EKONOMI SRI WULANDARI, SRI WULANDARI, SH.MHum.MKn
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korporasi biasa digunakan oleh para ahli hukum pidana untuk menyebut badan hukum. Korporasi adalah kumpulan terorganisir dari orang dan atau kekayaan baik merupakan badan  hukum atau bukan badan hukum. Dalam hukum pidana korporasi diterima sebagai subjek tindak pidana, yang pengaturannya masih bergantung pada pengaturan – pengaturan hukum pidana di luar Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP). Kriteria pertanggungjawaban korporasi tergantung pada cara dan sistem perumusan pertanggungjawaban pidana (kesalahan) dan masalah pidana. Namun asas kesalahan tidaklah mutlak, mengingat kerugihan dan bahaya yang disebabkan korporasi sangat besar. Karena itu, dalam pemberian sanksi terhadap korporasi tidak hanya mempunyai financial impacts tetapi juga non financial impacts yang disertai dengan tindakan pencegahan sarana hukum pidana penal dan non penal, kesemuannya itu merupakan salah satu aspek politik kriminal yang merupakan bagian dari politik social.Corporations commonly used by lawyers to refer to criminal legal entity. The corporation is an organized collection of people or property and either a legal entity or legal entity. In criminal law the corporation is accepted as the subject of crime, the regulation of which is still dependent on the setting - criminal law setting out the draft - Criminal Code (Criminal Code). Criteria for corporate responsibility and depends on the way the system formulation of criminal liability (fault) and criminal matters. But the principle is not absolute error, given the harm caused kerugihan and very large corporations. Therefore, the imposition of sanctions against the corporation not only has financial but also non-financial Impacts Impacts accompanied by precautions means of criminal law and penal non-penal, kesemuannya it is one of criminal political aspects that are part of social politics.
REKONSTRUKSI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN (UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1974) TENTANG BATAS USIA PERKAWINAN Yulies Tiena Masriani, Yulies Tiena Masriani
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reconstruction of Marriage Act (Act No. 1 of 1974) About Marriage Age Limit viewed from the aspect of philosophical, juridical and sociological, returned to the provisions of 19 year old men and women 16 years (Article 7, paragraph 1), so that the rights of children are protected. While marriage without parental consent, according to the Marriage Act may be canceled, if the parties do not meet the requirements to establish a marriage. Similarly, according to Islamic law, a marriage without parental consent as guardian illegitimate, or executed by the trustee is not entitled, may be canceled. Annulment of a marriage begins after court ruling has binding legal force and effect from the time of the marriage. And this decision does not apply retroactively to children born of the marriage.
THE PERSPECTIVE OF PRAGMATICS IN THE JAVANESE DAILY CONVERSATION Kumbino Ari Soedhono, R. Kumbino Ari Soedhono, S.S., M.Pd.
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At present day, people agree that pragmatics is familiar in the field of linguistics. Pragmatic is not only studying meaning of utterances or words – as semantics does – but also exploring the interactions between two or more people in doing their communication. On the other hand, pragmatics is the study of meaning in a particular context and situation. Based on the opinion above, this study is aimed at investigating the pragmatic relationship between speech act and social conditions in Javanese society. In this case, this paper will be concerned with the influences of speech acts and social conditions to the meaning interpreting. The method of collecting data used is document/library study (secondary data). The data which have been collected are analyzed qualitatively. After analyzing the data, it is found that speech acts and social conditions influence people in their communication. At the end of the paper, conclusion drawn is that studying a language is not only studying its rules, grammar, pronunciation, and meaning, but also studying its process of thinking and its social condition (psychological and sociological process) as well.
Pemakaian Distribusi Tetesan Fasa Terdispersi untuk Evaluasi Unjuk Kerja proses Ekstraksi cair-cair menggunakan Kolom Isian Priyono Kusumo, Priyono Kusumo
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.428 KB)

Abstract

Evaluasi unjuk kerja ekstraksi cair-cair dalam kolom isian (packed column) hingga saat ini belum dapat memberikan hasil yang memuaskan karena korelasi-korelasi yang digunakan masih bersifat empiris serta daerah keberlakuannya sangat terbatas. Salah satu penyebab keterbatasan berlakunya korelasi tersebut ialah penggunaan anggapan bahwa dinamika cairan yang terdispersi dalam bentuk tetesan bersifat konstan (bentuk, ukuran serta jumlahnya), sehingga harga luas perpindahan massa dan harga koefisien perpindahan massa dalam kolom dianggap tetap. Kenyataannya dinamika tetesan dalam kolom tidak konstan akibat adanya tetesan yang bergabung dan pecah dalam jumlah yang tidak sama. Pada suatu harga diameter tetesan tertentu, ada penambahan jumlah tetesan akibat penggabungan tetesan-tetesan yang ukurannya lebih kecil serta adanya pengurangan jumlah tetesan akibat pecahnya tetesan menjadi tetesan-tetesan yang lebih kecil.  Peristiwa penggabungan dan pemecahan tetesan dapat disebabkan berbagai faktor temasuk adanya isian yang menghalangi gerakan tetesan. Kejadian tersebut akan mempengaruhi laju proses perpindahan massa dari fasa kontinyu ke fasa terdispersi atau sebaliknya, karena adanya variasi luas permukaan kontak serta koefisien perpindahan massanya. Pengamatan dinamika tetesan mulai saat pembentukan tetes hingga pergerakannya saat melewati sela-sela isian merupakan faktor penting dalam membangun model yang dapat menggambarkan unjuk kerja kolom isian. Dinamika tetesan tersebut dipengaruhi oleh berbagai variabel operasi dan variabel fisik. Eksperimen dinamika tetes yang dilakukan diarahkan untuk memperoleh distribusi ukuran tetes pada posisi ketinggian tertentu dan distribusi tersebut akan digunakan untuk pengembangan korelasi koefisien perpindahan massa di fasa dispersi dan fasa kontinyu.
Peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam Upaya Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Anggraeni Endah Kusumaningrum, Anggraeni Endah Kusumaningrum
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.776 KB)

Abstract

Hubungan hukum yang terjadi dalam masyarakat kadang dapat menimbulkan permasalahan satu sama lainnya seperti hubungan antara konsumen dan pelaku usaha. Bila diperhatikan hubungan antara pelaku usaha / penjual dengan konsumen tidak tertutup kemungkinan timbul perselisihan/ sengketa konsumen.   Saat ini sengketa konsumen diselesaikan melalui gugatan dipengadilan namun pada kenyataannya yang tidak dapat dipungkiri bahwa lembaga peradilanpun tidak akomodatif untuk menampung sengketa konsumen karena proses perkara yang terlalu lama dan sangat birokratis. Undang-undang Perlindungan Konsumen yaitu Undang-undang No. 8 Tahun 1999 membuat terobosan dengan memfasilitasi para konsumen yang merasa dirugikan dengan mengajukan gugatan kepada pelaku usaha diluar pengadilan dengan membentuk suatu lembaga dalam hukum perlindungan konsumen, yaitu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam upaya memberi perlindungan hukum bagi konsumen serta hambatan  yang dihadapi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam upaya memberi perlindungan hukum bagi konsumen dan bagaimana pula upaya penyelesaiannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu tipe penelitian  yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, metode pengumpulan data dengan data sekunder dan data primer , metode penyajian data disajikan dalam bentuk uraian yang disesuaikan dengan permasalahan, metode analisis data secara normative-kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) adalah badan yang bertugas menangani dan menyelesaikan sengketa antara pelaku usaha dan konsumen. BPSK sebenarnya dibentuk untuk menyelesaikan kasus-kasus sengketa konsumen yang berskala kecil dan bersifat sederhana. Hambatan  yang dihadapi BPSK adalah kelembagaan/institusional, pendanaan, sumberdaya manusia, peraturan,  kurang mengertinya konsumen akan haknya.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Variabel Situasi terhadap Ambiguitas Peran dan Konflik Peran dalam Organisasi di Semarang Tyoso, Jaluanto.SPT, SE, MCom
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.953 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh kepemimpinan model kontigensi (Fiedler) terhadap peran kedwiartian, dan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruhnya terhadap peran konflik. Pada satu sisi, yang menjadi dasar utama dalam efektivitas kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukannya, melainkan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan. Kemudian, efektivitas kepemimpinannya tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang. Pada sisi lainnya, sering terjadi konflik antar atasan dengan bawahan maupun bawahan dengan sesamanya, bahkan mereka konflik terhadap tugas yang dijalankannya. Untuk dapat mengatasi konflik-konflik [ambiguitas peran dan konflik peran] yang timbul,  pemimpin dapat memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk mengemukakan pendapatnya tentang kondisi - kondisi penting yang diinginkan, yang menurut persepsi masing - masing harus dipenuhi dengan pemanfaatan berbagai sumber daya dan dana yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan survei dengan sampel 205 responden dari beberapa organisasi swasta dan publik. Analisis inferensial menggunakan regresi berganda dengan sarana SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat kepemimpinan dan variable situasi mempunyai pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap ambiguitas peran. Sedangkan, sifat kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap konflik peran, sementara itu,  variable situasi mempunyai pengaruh negative terhadap konflik peran. Pada bagian akhir penelitian ini riset kepemimpinan yang akan datang dan implikasi manajerial juga disampaikan pada penelitian ini
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PERSONAL COMPUTER ( Studi Empiris di Lingkungan Industri Terboyo Semarang ) Sri Haryanti, Caecilia Sri Haryanti
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.735 KB)

Abstract

Data processing has been grown rapidly, from the manual data processing into the computer- based data processing which is know as Personal Computing. This would make all the data processing more effective and efficient. However, not all individuals can obtain the advantages and accept the existence of computer since the factors that affecting the attitude of the user also determine the computer’s usefulness. The main objective of this study is to examine empirically factors influencing the employer attitude in using the computer for data processing. Primary data gathered from the firm’s employees that were familiar with the use of computer. Data were collected and distributed by contact person, to the 106 respondents in Industrial area of Terboyo. This study found the presence of support in some hypotheses which are social factot long-term consequences and facilitating condition and their effect on computer utilization. Nevertheless, affect, complexity and job fit do not affect computer’s utilization. Stimultaneously, independent variables affect the computer’s utilization of manager.
Bank Garansi Sebagai Jaminan Bagi Pihak Ketiga Sri Retno Widyorini, Sri Retno Widyorini
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.773 KB)

Abstract

Bank adalah lembaga keuangan yang dalam usahanya memberikan pinjaman dan menerima simpanan disamping itu juga memberikan tanggungan jaminan kepada nasabah yang dikenal dengan Bank Garansi. Diberikannya Bank Garansi mempunyai tujuan untuk menjamin kelancaran usaha dari nasabah bank yang bersangkutan. Perjanjian Bank Garansi adalah merupakan perjanjian tambahan antara nasabah bank dengan bank yang bersangkutan, biasanya perjanjian bank garansi dilakukan untuk keperluan perjanjian pemborongan yang dilakukan oleh nasabah yang berkedudukan sebagai kontraktor untuk memberikan jaminan apabila nasabah yang berkedudukan sebagai kontraktor tersebut tidak dapat melanjutkan perjanjian yang ia perjanjikan dengan pihak ketiga karena pailit. Jika terjadi keadaan yang demikian Bank akan mengambil alih dengan menyediakan dana sebesar yang diperjanjikan, sehingga pihak ketiga tidak merugikan. Bank garansi hanya akan diberikan apabila nasabah memberikan jaminan kepada Bank yang disebut Kontrak Garansi.
PERILAKU AUDITOR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM AUDIT ( Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Semarang ) Frans Sudirjo, Frans Sudirjo
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.185 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji model perilaku audit dengan mengintegrasikan karakteristik individual auditor (focus of control dan komitmen profesional multi dimensi) dengan tekanan anggaran waktu yang dirasakan. Model perilaku audit yang diuji adalah perilaku Reduksi Kualitas Audit (RKA) dan perilaku Underreporting of Time (URT). Secara spesifik penelitian ini menguji, (1) pengaruh locus of control dan dimensi komitmen profesional terhadap tekanan anggaran waktu yang dirasakan, (2) pengaruh locus of control dan dimensi komitmen profesional terhadap perilaku audit (RKA dan URT), dan (3) pengaruh tekanan anggaran waktu yang dirasakan terhadap perilaku audit (RKA dan URT).         Penelitian dilakukan dengan metode survei pada auditor yang bekerja di KAP Afiliasi dan KAP Non-Afiliasi di Semarang.Unit analisis adalah individu auditor pada semua posisi yaitu yunior, senior, supervisor, manajer, dan partner. Sampel penelitian sebanyak 110 responden yang bekerja di  KAP Semarang.  Analisis data dilakukan dengan model persamaan struktural.           Hasil penelitian menunjukkan locus of control eksternal berpengaruh positif signifikan dengan tekanan anggaran waktu yang dirasakan dan perilaku audit (RKA dan URT). Komitmen profesional afektif berhubungan terbalik dengan perilaku RKA, tetapi hubungannya dengan tekanan anggaran waktu yang dirasakan dan perilaku URT tidak signifikan. Pengaruh komitmen profesional kontinu terhadap tekanan anggaran waktu yang dirasakan dan perilaku audit (RKA dan URT) tidak signifikan. Komitmen profesional normatif berhubungan terbalik dengan tekanan anggaran waktu yang dirasakan dan perilaku audit (RKA dan URT). Tekanan anggaran waktu yang dirasakan berpengaruh positif signifikan dengan perilaku audit (RKA dan URT).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA UKM (Studi Kasus UKM Di Kabupaten dan Kota Semarang) Andalan, Dra. Andalan Tri Ratnawati, SE, MSi; Hikmah, Dra. Hikmah, SE, MSi
- Vol 2, No 1 (2013): April - Aksi dan Reaksi Partikel Kehidupan di Sekitar Kita
Publisher : UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.895 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi kinerja UKM. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Manajer UKM di Kabupaten dan Kota Semarang. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan metode purposive sampling Kriteria-kriteria yang digunakan dalam pertimbangan yaitu UKM yang sudah berjalan minimal lima tahun. Sampel dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai wakil dari populasi yang akan diteliti, berjumlah 60 (enam puluh). Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi secara parsial dapat disimpulkan: Kebutuhan akan prestasi mempengaruhi kinerja secara parsial signifikan dan positif. Hal ini berarti bahwa semakin terpenuhi kebutuhan akan prestasi semakin tinggi kinernya. Kebutuhan akan otonomi mempengaruhi kinerja secara signifikan dan negatif. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kebutuhan akan otonomi semakin rendah kinerjanya. Pemasaran, teknologi, akses kepada modal, dan kesiapan berwirausaha mempengaruhi kinerja secara parsial signifikan dan positif. Hal ini berarti bahwa semakin baik pemasaran, teknologi, akses kepada modal, dan kesiapan berwirausaha semakin tinggi kinerjanya.  Sedangkan hasil pengujian analisis regresi secara berganda dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan afiliasi, dan kebutuhan akan otonomi secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja. Akhirnya, pemasaran, teknologi, akses kepada modal, pengaruh akses kepada informasi, jaringan sosial, legalitas, rencana bisnis, kesiapan berwirausaha, dukungan pemerintah secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja.

Page 1 of 20 | Total Record : 191