cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 979 Documents
PEMBUATAN ALAT BANTU PELEPAS PIN SWING LINK PADA BOLSTER BOGIE KERETA API Pratama, Adhitya Bagas; Rozaq, Fadli; ., Surjanto
Jurnal Transportasi Vol 19, No 3 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v19i3.3672.195-204

Abstract

Abstract Train bogie is one of the main components related to passenger safety and comfort that require maintenance. One component of bogie that must be treated is a bolster. In this bolster, there is an important component called the swing link pin that must be removed when starting disassembly. The purpose of this study is to build a swing link pin release tool more effective and more efficient compared to existing tools. The design process of this tool uses the Solidworks 2017 software. The test results show that the pin release tool produced from this study can release the pin faster than the existing tools. Keywords: bogie, train, bolster, swing link, pin release tool  Abstrak Bogie kereta api merupakan salah satu komponen utama yang terkait keselamatan dan kenyamanan penumpang sehingga membutuhkan perawatan. Salah satu komponen bogie yang harus dirawat adalah bolster. Pada bolster ini terdapat komponen penting bernama pin swing link yang harus dilepas pada saat memulai pembongkaran. Tujuan penelitian ini adalah  untuk membuat alat bantu pelepas pin swing link yang lebih efektif dan lebih efisien dibandingkan dengan alat yang sudah ada. Proses desain alat bantu ini menggunakan aplikasi Solidworks 2017. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat bantu pelepas pin yang dihasilkan dari studi ini dapat melepas pin lebih cepat dibandingkan dengan alat yang sudah ada. Kata-kata kunci: bogie, kereta api, bolster, swing link, alat bantu pelepas pin
KAJIAN PERUBAHAN MANUAL SUPERVISI JALAN DENGAN SPESIFIKASI UMUM 2018 BINA MARGA Sowolino, Bertho Orbain; Hadi, Prayoga Luthfil; Mujahid, Zakaria; Santosa, Wimpy
Jurnal Transportasi Vol 19, No 3 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v19i3.3667.151-160

Abstract

Abstract In order to support the acceleration of Indonesia's economic growth, massive infrastructure development must be carried out. The movement of goods and people must be able to run smoothly to accelerate economic growth. One type of infrastructure that can provide direct support is road infrastructure. Roads have an important role in regional development both from economic, social, cultural and environmental aspects. With its flexible nature, it can reach various regions and its development methods are relatively easy, the road being a favorite infrastructure to be developed. To achieve good quality road construction, a general specification must be met. In 2014, the Directorate General of Highways issued the 2010 General Specification (Revision 3) which was completed with the Road Supervision Manual document that referred to the specification. But with the increasing need for quality road construction and increasing awareness of the importance of maintenance activities, in 2018 the Directorate General of Highways issued a General Specification 2018. Therefore, it is necessary to understand the changes of the General Specifications and changes in the Road Supervision Manual. Keywords: infrastructure development, road construction, general spesification, supervision manual  Abstrak Untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pembangunan infrastruktur secara masif harus dilakukan. Pergerakan barang dan orang harus dapat berjalan secara lancar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sampai saat ini, salah satu jenis infrastruktur yang dapat memberikan dukungan secara langsung adalah infrastruktur jalan. Jalan memiliki peranan penting dalam pengembangan wilayah, dari aspek-aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Dengan sifatnya yang fleksibel, karena dapat menjangkau berbagai daerah dan metode pembangunannya yang relatif mudah, jalan menjadi infrastruktur favorit untuk dikembangkan. Untuk menghasilkan kualitas pembangunan jalan yang baik diperlukan suatu spesifikasi umum yang harus dipenuhi. Pada tahun 2014, Direktorat Jenderal Bina Marga mengeluarkan Spesifikasi Umum 2010 Revisi 3 yang dilengkapi dengan dokumen Manual Supervisi Jalan yang mengacu pada spesifikasi tersebut. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan akan kualitas pembangunan jalan serta meningkatnya kesadaran akan pen-tingnya kegiatan pemeliharaan, pada tahun 2018 Direktorat Jenderal Bina Marga mengeluarkan Spesifikasi Umum 2018. Untuk itu, diperlukan pemahaman terhadap perubahan Spesifikasi Umum tersebut dan perubahan Manual Supervisi Jalan. Kata-kata kunci: pembangunan infrastruktur, pembangunan jalan, spesifikasi umum, manual supervisi
PENGEMBANGAN MODEL ANDREASSEN DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORKS MULTI VARIABEL UNTUK PREDIKSI FATALITAS LALULINTAS JALAN PADA WILAYAH PERKOTAAN DI JAWA BARAT Agus, Supratman
Jurnal Transportasi Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v13i3.1344.%p

Abstract

Law Number 22 Year 2009 stated that fatality data must be completed with data from hospitals. However, the data reported by the Police of the Republic of Indonesia has not been in accordance to the law. In many countries researchers have been using population and motor vehicles numbers as variables to predict the number of fatalities. Those variables are not fit with Indonesian condition. The main purpose of this study was to develop better fatality prediction model in line with Indonesian condition. This was done by developing multivariable Andreassen and ANN models. The model was built by using population data taken from 8 cities in West Java Province. The main results from model validation test are: (1) three variables ANN with one hidden layer prediction model was the best prediction used for predicting the number of fatalities, (2) the number of fatalities was 122.8% larger than that reported by the Police, and (3) Andreassen prediction model was unfit to be used in Indonesia.
KAJIAN INDIKATOR-INDIKATOR YANG MENDASARI PENYUSUNAN PEDOMAN FASILITAS PERPINDAHAN ANTARMODA PERKOTAAN Susilo, Lilik Wachid Budi; Lutfi, Nunu; Parikesit, Danang
Jurnal Transportasi Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v6i1.1801.%p

Abstract

Abstrak Salah satu kendala pengembangan pelayanan transportasi antarmoda di wilayah perkotaan adalah belum adanya pedoman/panduan yang dapat digunakan sebagai dasar acuan untuk menyelenggarakan transportasi antarmoda di wilayah tersebut. Bagaimana menjadikan kegiatan perpindahan moda yang dilakukan oleh pengguna dapat berjalan dengan lancar (seamless) sehingga mampu mereduksi waktu perjalanan dan memberikan rasa aman serta nyaman selama melakukan kegiatan tersebut merupakan hal-hal yang perlu dijawab dalam pedoman ini. Untuk itu, tahap awal yang harus dilakukan adalah merumuskan indikator-indikator pelayanan transportasi antarmoda berdasarkan persepsi masyarakat dan sensitifitasnya terhadap karakteristik pengguna transportasi antarmoda di wilayah perkotaan.. Basis data kajian ini akan dikembangkan dari hasil wawancara terhadap pengguna moda transportasi yang menggunakan 2 (dua) jenis moda transportasi berbeda pada saat melakukan satu kali perjalanan dengan tujuan tertentu. Survei akan terbagi menjadi 2 (dua) tahap yaitu: survei penentuan indikator dan survei sensitifitas (menggunakan metode stated preference). Sebagai wilayah studi adalah wilayah Jakarta sekitarnya dan Surabaya sekitarnya. Keterpaduan moda yang dijadikan objek survei adalah keterpaduan antarmoda yang ada di wilayah perkotaan atau memiliki karakteristik perjalanan di dalam kota, antara lain: 1) Bis Reguler ? busway, 2) kereta api ? angkutan jalan, 3) angkutan jalan - angkutan udara, 4) ASDP ? angkutan jalan, 5) kereta api ? ASDP, dan 6) kereta api ? angkutan udara.Hasil kajian mengindikasikan bahwa secara umum ada 2 (dua) kelompok indikator utama yang mempengaruhi pelayanan transportasi antarmoda, yaitu: 1) kelompok indikator stimulan, terdiri dari: waktu tunggu dan biaya peron, 2) kelompok indikator respon terdiri dari: keamanan, keselamatan, kenyamanan dan informasi ditempat transit. Sedangkan dari kajian sensitifitas mengindikasikan hal sebagai berikut:1) berdasar kategori moda tidak terjadi hubungan yang konklusif antara indikator pelayanan perpindahan moda dengan agregrat dan disagregat karakteristik responden, 2) tingkatan kondisi sosial ekonomi merupakan karakteristik responden yang harus diperhatikan dalam penyusunan pedoman fasilitas perpindahan moda, 3) karakteristik pengguna dengan tingkat pendapatan rendah tidak sensitif terhadap penyediaan fasilitas perpindahan moda, 4) fasilitas perpindahan moda harus mampu melayani semua kelompok pengguna (dengan keterbatasan fisik maupun tidak), 5) ketersediaan informasi merupakan variabel yang memiliki elastisitas yang setara untuk semua kategori/karakteristik pengguna, sehingga penyusunan pedoman harus merekomendasikan penyediaan informasi tanpa melihat kelompok pengguna (cross cutting isue), 6) untuk moda-moda transportasi yang mempunyai biaya transportasi tinggi, penggunanya cenderung memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap standar fasilitas perpindahan moda, 7) pengguna yang secara rutin menggunakan moda transportasi (frequent travellers) memiliki kepekaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna yang kadangkala (occational users) sehingga pedoman harus didasarkan pada kelompok frequent travellers, dan 8) pengguna dengan biaya transportasi yang besar akan memiliki tuntutan standar pelayanan yang lebih tinggi pula (lebih aktif menuntut haknya). Kata-kata kunci: indikator, sensitifitas, pelayanan transportasi antarmoda, transit, perkotaan.
PERBANDINGAN DATA KORBAN FATAL KECELAKAAN LALULINTAS ANTAR-INSTANSI DI PROVINSI JAWA BARAT Hartanto Susilo, Budi; Santos, Wimpy; Basuki Joewono, Tri
Jurnal Transportasi Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v10i2.384.%p

Abstract

The coordination among institutions responsible for recording road accident data is weak. It is shown that thefatal accident data for specific locations and/or time periods are reported differently by police offices,insurance companies, and provincial office of health. The aim of this study is to eliminate the difference inthe reported fatal accident data by developing a uniformity method. The proposed method would be able tohandle parallel conversion for adjusting fatality data from the three institutions. The conversion factor willemploy the combination of average values of the parallel conversion factors. Based on the data available inthe Province of West Java, it is found that the value of parallel conversion factors between the police officeand the West Java Provincial Office of Health is 1.31 and between the police office and Jasa Raharjainsurance company is 3.93. The average value of these conversion factors with insurance claim considerationis 2.56 meaning that the real number of fatalities is 2.56 times the amount recorded by the police office.Keywords: road traffic accident, fatalities accident data, and parallel conversion factor
SAMPLING STRATEGY FOR SPACE MEAN SPEED SURVEY Suryo Putranto, Leksmono; Sari, Anita; Ivan Santoso, Bernadus
Jurnal Transportasi Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v12i3.501.%p

Abstract

In most traffic projects, speed survey is required. If the speed survey uses detector, all data might be obtained. Otherwise a sampling strategy needs to be introduced. To ensure the collection of representative sample of speeds there were several sampling options, e.g. collecting sample every regular interval. In this paper three regular intervals were tested, i.e. 30 seconds, 1 minute and 2 minutes 30 seconds. Travel time data was collected in morning, mid day, and afternoon periods in a two-lanes two-ways underpass in Jakarta. Travel speeds were calculated by dividing light vehicle travel times with the underpass length. Space mean speeds were calculated as a light vehicle travel mean speeds/ 5 minutes. The observation of each light vehicle travel times (to get each light vehicle travel speeds) was conducted for the first 15 minutes of three observation periods. More frequent speed sample collection provides higher accuracy.Keywords: space mean speed, sampling strategy, regular interval sampling
COVER KULIT DAN DAFTAR ISI 7-2 Isi, Cover Daftar
Jurnal Transportasi Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v7i2.2405.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 7-2
MODEL BANGKITAN PERJALANAN DARI PERUMAHAN: STUDI KASUS PERUMAHAN PUCANG GADING, MRANGGEN, DEMAK Joeni, Jessi Tri
Jurnal Transportasi Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v4i2.1776.%p

Abstract

Abstrak Pembangunan komplek perumahan Pucang Gading, pasti akan menimbulkan bangkitan lalu lintas yang baru, sehingga membebani jalur-jalur tertentu maka bangkitan lalu lintas ini harus diantisipasi, dikelola dan disalurkan dengan baik agar pembebanan pada jalur-jalur jalan tidak melampaui kapasitasnya. Bangkitan perjalanan merupakan tahap pertama dari empat tahap konsep perencanaan transportasi. Studi ini diharapkan dapat menyusun suatu bentuk model analitis yang mempresentasikan banyaknya bangkitan pergerakkan per hari dengan variabel-variabel yang mempengaruhi. Di samping itu, dapat diketahui karakteristk perjalanannya.Melalui metode survei kuesioner kepada para responden. Hasil penelitian di kawasan perumahan Pucang Gading, Mranggen, Demak dengan mengambil sampel sebanyak 110 keluarga, dengan data meliputi total trips (total perjalanan) sebagai variabel terikat sedangkan jumlah person, jumlah pekerja, tingkat pendapatan dan kepemilikan kendaraan sebagai variabel bebasnya. Sedangkan untuk karakteristik bangkitan perjalanan dibedakan menjadi dua, yaitu: karakteristik rumah tangga dan karakteristik perjalanan.Berdasarkan analisis regresi dari semua persamaan ada beberapa persamaan yang dapat dipertimbangkan sebagai persamaan akhir untuk memperkirakan jumlah bangkitan perjalanan. Dan setelah di uji dengan memasukkan nilai tiap variabel sesuai dengan data yang didapat dari hasil survei, didapatkan satu persamaan yang paling mendekati kenyataan sebenarnya yaitu: Y = 1,240 + 0,407 X2 + 4,092.10-7 X3 + 2,849.10 - 2 X4, dengan koefisien determinasi 0,546 dan standard error 0,6609 Sedangkan dari hasil survei kuesioner mengenai karakteristik bangkitan perjalanan diketahui bahwa mayoritas warga perumahan Pucang Gading, Batursari, Mranggen, Demak berusia antara 25 sampai 55 tahun (36,367%), sarana transportasi yang rata-rata dimiliki adalah sepeda motor (62,98%), pendapatan keluarga rata-rata sebesar Rp870.300,00 dengan jenis pekerjaan sebagian besar adalah pegawai swasta (34,55%), moda yang banyak digunakan untuk memuali perjalanan adalah sepeda motor (55%), sedangkan untuk frekuensi perjalanan keluarga rata-rata adalah sebanyak dua kali per hari.Kata-kata kunci: bangkitan perjalanan, karakteristik perjalanan, trips
THE RELATIONS OF THE IMAGE AND FACT OF THE SERVICE QUALITY OF BUSWAY WITH USER LOYALTY Utami Ningtyas, Dhany; Basuki Joewono, Tri
Jurnal Transportasi Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v9i1.342.%p

Abstract

The provision of bus rapid transit (busway) in Jakarta aims to provide a high service quality of publictransportation, to reduce congestion, and to improve the transportation system. In fact, the success of publictransportation depends on the acceptance and loyalty of the user. The image and experience of the userregarding the service quality also has a significant influence. Thus, the aim of this study is to explore therelations among constructs, i.e. user loyalty, image, and experience regarding the service quality of BRT.Responses from the user in the first corridor of BRT system was analyzed using structural equationmodeling. The results show that high image owned by the users regarding the service does not necessarilymean a high loyalty shown by the users. Analyses confirm the support of perceived service quality on theloyalty of the user in the future.Keywords: loyalty, image, fact, quality of service, busway
ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN BERDASARKAN DATA TELEPON SELULER: STUDI KASUS PROVINSI BALI Safitri, Revy; Santoso, Idwan; Wibowo, Sony Sulaksono
Jurnal Transportasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jt.v16i1.2155.%p

Abstract

Abstract Origin-Destination Matrix is a two-dimensional matrix that contains travel demand information between different locations (zones). Based on previous studies, it is known that using mobile phone data has great potential for estimating OD Matrix effectively. The purpose of this research to assess OD matrixestimation based on mobile phone data that recordingcontinuously Base Transceiver Station (BTS) location which connected to mobile station as long as the device is powered on, case study in Bali Province. The approach to estimate OD matrix based on mobile phone datais by generating individual trajectory based the temporal sequence of location BTS data for each mobile phone users. Results of OD matrix estimation based on mobile phone data show the hourly and daily trip patterns of mobile phone users from cellular provider in Bali Province. The conclusions of this research describe limitations of OD Matrix estimation based on mobile phone data and future research extension. Keywords: Origin-Destnation Matrix, mobile phone data, Base Transceiver Station, trajectory  Abstrak Matriks Asal Tujuan (MAT) adalah matriks berdimensi dua yang berisi informasi mengenai besarnya pergerakan antarlokasi (zona) di daerah tertentu. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui bahwa pemanfaatan data telepon seluler memiliki potensi yang besar dalam mengestimasi MAT secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler yang berisi informasi lokasi Base Transceiver Station yang terhubung dengan perangkat telepon seluler dari waktu ke waktu selama kondisi aktif dengan wilayah studi di Provinsi Bali. Pendekatan yang digunakan dalam mendefinisikan pergerakan asal tujuan berdasarkan data telepon seluler adalah dengan membangun trajectory individu berdasarkan data lokasi BTS yang diurutkan berdasarkan waktu untuk masing-masing pengguna telepon seluler. Hasil estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler menunjukkan pola pergerakan pengguna telepon seluler pada periode tiap jam dan harian di wilayah Provinsi Bali. Pada kesimpulan dijelaskan keterbatasan estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler dari penelitian ini dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Kata-kata kunci: Matriks Asal Tujuan, data telepon seluler, Base Transceiver Station,trajectory

Page 1 of 98 | Total Record : 979


Filter by Year

2004 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2020) Vol 19, No 3 (2019) Vol 19, No 2 (2019) Vol 19, No 1 (2019) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue