cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EINSTEN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN" : 7 Documents clear
2D Resistivity Method to Determine the Groundwater Zone for Agricultural use in Perlis, Malaysia Kadri, Muhammad
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5056

Abstract

The efficiency of the use of water in Malaysia is very low ( 40  to 50 percent) and in order to take the advantage from during floody the irrigation system designed as open system. In this study, groundwater is suggested to supplement as an alternative source of water for irrigation. In Malaysia only less than 2% of the present water used is developed from groundwater. In order to determine the existence of usable groundwater, 2D resistivity imaging is used. This method is the most commonly method that been used for groundwater exploration. The groundwater found is used for irrigation purposes. The arrays used in this study are Wenner Schlumberger and Pole dipole. The results of the study showed that there is an aquifer. The water filled cavity occurred in an isolated manner at an approximate depth of 7.7 m. It was further observed that the cavity did not allow the harnessing of this resource to the fullest capacity. At a depth of 5 m there is bedrock and from a depth of 27 to 30 m there is a fractured zone. This is indicating that fractured zone in this area has occurrence of groundwater. Groundwater is already detectable at a depth of 15 to 18 meters.
Pengaruh Annealing Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanik Polietilen–Grafting –Maleat Anhidride (PE-g-MAH) Erni, Halawa
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5051

Abstract

Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit-unit berulang yang sederhana. Plastik yang merupakan salah satu polimer telah mengambil peran teknologi yang penting karena sifatnya yang ringan dan mudah dibentuk. Plastik mengalami perkembangan dan penggunaan luas yang berkembang dengan cepat, salah satu jenis polimer adalah polietilen (PE). Dalam rangka perluasan aplikasinya, PE perlu dimodifikasi untuk memperbaiki sifat-sifatnya. Salah satunya dengan cara penempelan molekul maleat anhidride (MAH) pada PE atau dikenal dengan cara grafting atau pencangkokan molekul. Proses penempelan MAH ini dapat mengakibatkan perubahan struktur pada PE. Perubahan struktur ini berkaitan dengan kemungkinan perubahan kristalinitas. Kristalinitas akan berpengaruh pada sifat fisis (densitas) dan sifat mekanik (modulus elastisitas dan kekuatan luluh). Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian, yaitu uji tarik dengan menggunakan tensile tester, uji densitas dengan menggunakan densitometer kolom dan pengujian dengan spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infra Red). Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa PE yang tergrafting yang mendapatkan perlakukan annealing mengalami perubahan sifat fisis dan mekanik, dimana nilainya semakin besar dengan pertambahan waktu pemanasan sampai pada waktu tertentu.
Karakterisasi Sifat Fisis Keramik Porselin Alumina Sebagai Bahan Isolator Listrik Doloksaribu, Maryati
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5052

Abstract

Telah dilakukan penelitian karakterisasi sifat fisis pengaruh komposisi alumina untuk pembuatan keramik alumina porselin sebagai bahan isolator listrik. Bahan baku yang digunakan adalah campuran dari  Kaolin (Bangka), Kuarsa (Sukabumi), Feldsfar (Lodoyo) dan Alumina (Produk Jerman, 99%), dimana komposisi alumina divariasikan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% berat total seluruh bahan. Suhu pembakaran divariasikan yaitu 1100oC, 1200oC, 1300oC, 1400oC dan 1500oC, pada masing-masing suhu ditahan selama 2 jam. Berdasarkan pengujian densitas, porositas, termal ekspansi, kuat tembus listrik dan analisa mikrostruktur dengan menggunakan XRD dan SEM, terlihat bahwa persentase alumina memberikan pengaruh terhadap sifat fisis dari keramik porselin alumina. Dari karakterisasi sifat fisis yang dihasilkan maka besarnya kuat tembus listrik dengan komposisi alumina 10% hingga 20% yang disinter pada suhu 1500oC dapat digunakan sebagai isolator listrik tegangan tinggi.
STUDY PERSYARATAN FISIK ASPAL MODIFIKASI DENGAN PEMANFAATAN KARET ALAM SIKLIK (CYCLIC NATURAL RUBBER) Ritonga, Winsyahputra; Wirjoesentono, Basuki; MN, Nasruddin
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah karet alam siklik (Cyclic Natural Rubber/CNR) bisa dijadikan sebagai material dalam memodifikasi aspal. Modifikasi Aspal dirancang dengan cara mencampurkan aspal dengan CNR-Asam Akrilat-BPO untuk selanjutnya dilakukan pengujian persyaratan fisik aspal. Hasil pengujian persyaratan fisik aspal-CNR bahwa penambahan CNR maksimal 6 phr memenuhi standar persyaratan fisik aspal yang telah ditetapkan. Penambahan melebihi 6 phr menyebabkan aspal tidak memenuhi kriteria SNI, yaitu persyaratan penentrasi aspal tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa aspal-CNR memiliki nilai penetrasi 8,00 mm, nilai penetrasi TFOT 5,2 mm, nilai titik lembek 49,53 oC nilai daktilitas 107,5 cm, kehilangan berat 0,0483 % dan nilai berat jenis 1,0363 gr/ml. Analisis sifat termal menghasilkan suhu Tg 385 oC dan suhu Tm 510 oC. Keadaan itu menyebabkan aspal menjadi tahan terhadap beban lebih berat, bersifat kaku dan tidak mudah mengalami deformasi plastis sehingga baik digunakan untuk jalan raya.
STUDI PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI TANAH GAMBUT SEBAGAI SOLUSI PRAKTIS PENGGANTI KAYU BAKAR Siagian, Henok; Ginting, Edi Surata
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5054

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : (1). Untuk membuat briket arang dari tanah gambut Lintongnihuta (2). Untuk mengetahui nilai kalor briket arang tanah gambut Lintongnihuta yang dibuat dengan variasi massa bahan perekat, lama pengeringan dan tekanan  (3). dan Untuk mengetahui perbandingan nilai kalor briket arang gambut dengan nilai kalor standard Jepang. Bahan dasar pembuatan briket arang ini adalah tanah gambut yang berasal dari Lintongnihuta dengan memakai bahan perekat tepung tapioka. Cara pembuatannya, tanah gambut dibakar selama 5-6 jam di dalam drum pembakaran hingga menjadi arang kemudian didinginkan selama 8 jam dan setelah jadi arang diayak hingga ukuran 100 mesh. Metode pembuatan briket : Arang yang sudah diayak dicampur perekat adonan tepung tapioka dengan perbandingan (122,5 : 2,5) gram ; (120,0 : 5,0) gram ; (117,5 : 7,5) gram, kemudian dicetak pakai mesin hidrolik dengan variasi tekanan 9 ton dan 7 ton, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari dengan variasi 1 hari, 3 hari dan 5 hari. Setelah briket arang kering dilakukan pengujian nilai kalor dengan menggunakan kalorimeter bom. Hasil penelitian diperoleh bahwa : Nilai kalor briket arang tanah gambut Lintong-nihuta yang dicampur perekat tepung tapioka dipengaruhi oleh variasi tekanan dan lama pengeringan. Semakin besar tekanan yang diberikan pada saat pencetakan briket semakin tinggi nilai kalornya dan semakin lama pengeringan briket semakin tinggi juga nilai kalornya. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perbandingan briket arang tanah gambut dengan perekat (122,5 : 2,5) gram dengan   tekanan 9 ton dan lama pengeringan 5 hari sebesar 6712,54 kal/gr. Nilai kalor briket arang tanah gambut Lintongnihuta memenuhi standar kalor briket Jepang 6000-7000 kal/gr. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa briket arang tanah gambut Lintongnihuta dapat dipakai sebagai pengganti kayu bakar untuk keperluan rumah tangga.
PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF COMPOSITE MATERIALS FROM PARTICLE BOARD POLYPROPYLENE RECYCLING AND COCONUT SHELL POWDER WITH PHYSICAL PROPERTIS Irfandi, Irfandi
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5055

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan pembuatan papan partikel komposit yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kayu yang semakin meningkat. Bahan baku papan komposit yang berlignoselulosa (misalnya Serbuk tempurung Kelapa).  Pada penelitian ini telah dievaluasi sifat fisis dari bahan tersebut diantaranya uji fisis yang dilakukan meliputi: Kerapatan, Kadar Air dan Pengembangan Tebal  dengan perlakuan komposisi polipropilen dan serbuk tempurung kelapa bervariasi yaitu:  30 : 70, 40 : 60, 50 : 50, 60 : 40, 70 : 30 dengan menggunakan standar SNI 03 – 2105 – 2006. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa nilai sifat fisis papan partikel komposit Polipropilena dan serbuk tempurung kelapa yang dihasilkan memenuhi standar SNI 03 – 2105 – 2006
Pengaruh Penambahan Abu Terbang (Fly Ash) terhadap Sifat Mekanik (Kuat Tekan) Semen Polimer Menggunakan Matriks Resin Epoksi Abdul, Rais
EINSTEIN Vol 1, No 1 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i1.5050

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah laporan penelitian  yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu terbang (fly ash) dan resin epoksi terhadap sifat mekanik, dalam hal ini kuat tekan beton semen polimer dan megetahui komposiis optimal antara abu terbang Dan resin epoksi dalam pembuatan beton semen polimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan yang dihasilkan pada setiap benda  uji bervariasi berkisar antara 10 - 24 Mpa . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan bahan campuran abu terbang dan resin epoksi akan menghasilkan kekuatan tekan beton yang lebih besar dibandingkan dengan kuat tekan beton norma. Pada penambahan abu terbang dan resin epoksi  dengan komposisi resin epoksi sebanyak 50% dan abu terbang sebanyak  100 % menghasilkan kekuatan tekan optimal yaitu 24 Mpa. Pada penambahan abu terbang dan resin epoksi akan menghasilkan kekuatan tekan yang lebih besar dibandingkan dengan beton normal yang memiliki kekuatan tekan sebesar 6,4 MPa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7