cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EINSTEN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN" : 7 Documents clear
SIFAT MEKANIK KOMPOSIT TERHADAP FRAKSI VOLUME SERAT ECENG GONDOK BERMATRIKS POLYESTER Simanjuntak, Mariati Purnama
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik (kekuatan tarik dan kekuatan lentur) komposit polyester dengan filler serat eceng gondok (eicchornia crassipes). Adapun tahapan penelitian ini terbagi atas dua tahap, yaitu: Tahap pertama, pembuatan spesimen komposit dengan menggunakan penguat, dengan masing-masing fraksi volume 10%, 20%, 30%, dan 40%, serta spesimen tanpa penguat dengan fraksi volume 0% sebagai pembanding. Matriks yang digunakan yaitu Polyester BQTN 157-EX Yukalac dan menggunakan katalis MEKPO. Metode yang digunakan adalah hand lay up. Tahap kedua yaitu pengujian bahan komposit uji kekuatan tarik dengan menggunakan standar ASTM D-638 tipe 4 dan uji kekuatan lentur  dengan menggunakan ASTM D-790. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata kekuatan tarik maksimum (maks) 31,48 MPa pada fraksi volume serat 10 : 90%. Rata-rata Modulus Young maksimum (maks)  1175,08 MPa pada fraksi volume 40 : 60%. Rata-rata regangan maksimum (maks)  7,5% pada fraksi volume serat 10 : 90%. Hasil pengujian rata-rata kekuatan lentur maksimum () sebesar 32,59 MPa terdapat pada fraksi volume serat 40 : 60%. Grafik uji tarik menunjukkan pada komposisi 10 : 90% mempunyai kekuatan tarik dan regangan tertinggi namun modulus elastisitasnya menurun. Menurunnya modulus elastisitas diakibatkan adanya rongga atau cacat pada komposit yang sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik komposit.
Analisa Air dan Pola Penyebaran Resistivitas Batuan Bawah Permukaan di Daerah Panas Bumi Sibual-Buali Tapanuli Selatan Juliani, Rita
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5058

Abstract

Sibual-buali berada pada koordinat 10 33’ 36” LU dan 990 15’ 36” BT, dengan ketinggian ±1819 meter di atas permukaan laut, secara administratif termasuk ke dalam wilayah Ibu kota Kabupaten Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa air dan pola penyebaran resistivitas batuan bawah permukaan di daerah panas bumi Sibual-buali Tapanuli Selatan. Pengambilan data dilaksanakan di daerah gunungapi Sibuali-buali dengan data yang diambil berupa data lapangan dan sampel air yang berada di sekitar lokasi panas bumi. Data lapangan ditentukan gridnya dengan menggunakan  GPS, dan untuk mengetahui pola penyebaran batuan menggunakan metode geolistrik Sclumberger sebanyak tujuh lintasan. Sampel air diukur suhu dengan menggunakan termometer, konduktivitas dan salinitas dengan konduktiviti meter,  dan pH menggunakan pH meter. Hasil yang diperoleh dari sumber mata air panas berupa mata air memiliki konduktivitas dan tingkat keasamanan tertinggi disebabkan  belum bercampur dengan air permukaan. Resistivitas batuan  diperoleh berupa mineral lempung yang memperlihatkan adanya ubahan hidrotermal dengan intensitas rendah–sedang-kuat dan indikasi dengan batas kontak termal. Daerah di kaki gunung Sibual-buali merupakan daerah dengan resistivitas sedang yang merupakan jenis batuan basalt.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK GENTENG BETON DENGAN PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA Simbolon, Ita Sari; Harahap, Mara Bangun
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sabut kelapa terhadap karakteristik genteng beton, mengetahui hasil pengujian mekanik dan fisis pada genteng beton dengan variasi campuran serat sabut kelapa  terhadap massa pasir, mengetahui kualitas genteng beton dengan penambahan serat sabut kelapa dan genteng beton normal. Genteng beton dibuat berbentuk balok sesuai standart ASTM D-790 untuk pengujian kekuatan lentur dan ASTM D-256 untuk pengujian impak, sedangkan untuk pengujian daya serap air dibuat sesuai standart SNI 0096:2007. Pada penelitian ini perbandingan persentase komposisi campuran semen : pasir yaitu 1 : 3 dengan variasi komposisi serat sabut kelapa yaitu 0%; 1,5%; 3%; 4,5%; 6%; dan 7,5%. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa semakin besar persentase serat maka kekuatan lentur semakin menurun. Semakin besar persentase serat maka kekuatan impak semakin besar juga. Semakin besar persentase serat maka semakin besar juga daya serap air. Hal ini merupakan bahwa penambahan serat sabut kelapa ke dalam adukan genteng beton dapat menghasilkan genteng beton yang berkualitas dibandingkan dengan genteng beton normal.
PEMODELAN KEDEPAN 1-D DATA MAGNETOTELLURIK (MT) YANG BEBAS DISTORSI Hutahaean, Juniar; Sihombing, Eidi; Ritonga, Winsyahputra
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5064

Abstract

Suatu estimasi yang teliti terhadap distribusi konduktivitas material lapisan bawah permukaan bumi dari kurva respon permukaan 1-D sangat diperlukan untuk ketetapan interpretasi magnetotellurik (MT) sounding. Pada kenyataannya, konduktivitas listrik di bawah permukaan bumi bukan saja bergantung terhadap kedalaman, tetapi perubahan konduktivitas listrik secara lateral dapat menyebabkan distorsi terhadap kurva respon I-D Magnetotellurik. Untuk mengatasi permasalahan ini, disusunlah suatu algoritma dengan mentransformasi respon impedansi permukaan menjadi respon logaritmik kompleks tak berdimensi yang invariant terhadap distorsi sehingga kesalahan perhitungannya tidak dipengaruhi faktor distorsi. Berdasarkan algoritma ini respon logaritmik permukaan dihitung secara rekursif dengan pendekatan linear melalui logaritma kontras konduktivitas antar lapisan. Perangkat lunak ini diujicoba terhadap empat model lapisan bumi. Dari keempat model yang diajukan, semuanya memenuhi syarat batas sebagai kurva respon 1-D MT karena –π/4 ≤ lm lobs ≤ π/4, sedangkan bagian real kurva respon hanya bergantung pada harga σ0. Jika σ0 makin besar maka bagian real kurva respon akan bergeser ke bagian atas dan sebaliknya, namun bentuknya tidak berubah. Karena itu, kurva respon logaritmik ini dapat digunakan sebagai kurva baku untuk estimasi distribusi konduktivitas lapisan material di bawah permukaan bumi 1-D.
ANALISIS RESISTIVITAS BATUAN DAN FLUIDA DIBAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOLISTRIK SCHLUMBERGER DI DAERAH PANAS BUMI DESA HUTA BARU SIPIROK TAPANULI SELATAN Harefa, Envilwan Berkat; Simamora, Pintor
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyebaran batuan dan fluida yang terdapat di bawah permukaan daerah potensi panas bumi di desa Huta Baru kecamatan Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan berdasarkan analisa nilai resistivitas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik schlumberger, didasari dengan hukum Ohm untuk mengetahui nilai resistivitas jenis perlapisan batuan pada tiap lapisan permukaan bumi. Dengan menginjeksikan arus melalui dua elektroda arus maka beda potensial yang muncul dapat terukur dari elektroda potensial. Data pengukuran di lapangan berupa beda potensial dan arus dapat digunakan untuk menghitung harga resistivitas semu (Apprent Resistivity) yang diperoleh dengan alat geolistrik (Resistivity meter), ARES-G4 v4.7 SN: 0609135 (Autematic Resistivity System). Kemudian data yang diperoleh dibuat gambar model penampang dua dimensi dengan menggunakan software Res2Dinv untuk menampilkan penampang kontur nilai resistivitas perlapisan batuan. Hasil penelitian geolistrik menunjukkan bahwa daerah penelitian  memiliki nilai resistivitas yang berbeda-beda yang berkisar antara 4,72 m hingga 167 m. Pola penyebaran fluida geothermal pada daerah penelitian tersebar secara lateral, dimana lapisan pasiran sebagai zona konduktif dan lapisan tanah lanauan sebagai lapisan penutupnya.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT PAPAN BLOK TERBUAT DARI SISA POTONGAN KAYU MERANTI (Shorea Acuminata Dyer) DAN TRIPLEKS SEBAGAI PENGAPIT DENGAN PEREKAT POLIVINIL ALKOHOL Butar-Butar, Kandance; Sembiring, Anwar Darma; Marlianto, Eddy
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5065

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan papan blok dari sisa  potongan kayu meranti  (Shorea acuminata DYER) dan tripleks sebagai pengapit dengan perekat polivinil alkohol menjadi papan blok yang ekonomis, kuat dan ramah lingkungan. Perbandingan variasi volum komposisi sampel triplek 100%,  variasi berat potongan kayu meranti : perekat polivini alkohol 95 : 5, 90 : 10, 85 : 15, 80 : 20, 75 : 25 %. Potongan sisa kayu meranti dan triplek di bersihkan dengan alkohol. Potongan-potongan kayu tersebut diserut dengan ketebalan yang sama (0,5 cm) dan juga triplek dengan ketebalan 0,5 cm. Selanjutnya potongan-potongan kayu disusun sesuai dengan variasi komposisi yang akan digunakan. Dilakukan pengepresan terhadap sampel dengan alat hot press . Sampel hasil di bagi beberapa bagian untuk melakukan pengujian. Untuk mengetahui karakteristik papan blok dilakukan pengujian fisis meliputi kerapatan, daya serap air. Selajutnya dilakukan pengujian mekanik meliputi uji kuat lentur, kuat impak, kuat tekan, kuat tarik. Dilakukan Analisa Termal DTA untuk mengetahui perubahan suhu kritis papan blok yang di hasilkan. Dari hasil pengujian kerapatan didapatkan 0,57 kg/m3 hingga 0,67 kg/m3. Nilai hasil uji kuat lentur mencapai 2229,825 N/m2 sampai 3240,656 N/m2. Hasil uji kuat tarik 620,579 N/m2 sampai 935,236 N/m2. Hasil uji kuat tekan 11,7 N/m2 sampai 18,1 N/m2. Untuk nilai kuat himpak 13870 Kj/m2 sampai 33000 Kj/m2. Untuk uji DTA dilakukan pada komposisi 80 : 20 % di dapat endotermis 800 C dan eksotermis 3100 C, Hal ini dilakukan untuk mengetahui bahwa adanya kalor yang terserap dan kalor yang terlepaskan. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa nilai sifat fisis dan sifat mekanik tip blok yang dihasilkan memenuhi standar JIS A – 5908 – 2003 dan standar SNI 03 – 2105 – 2006. Secara keseluruhan perlakuan didapat sudah memenuhi standar yang telah ditentukan.
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIR MERAH LABUHAN BATU SELATAN TERHADAP SIFAT MEKANIK (UJI SEM, DIFRAKSI SINAR X, UJI IMPAK) DARI BETON Harahap, Veryyon; Harahap, Mukti Hamzah
EINSTEIN Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5061

Abstract

Penelitian karakterisasi pasir merah sebagai bahan campuran beton telah dilakukan untuk mengetahui strukturnya dengan berbagai pengujian.Beton dibuat berbentuk Balok 15 x 15 x75 cm dengan standart SNI K123. Pada penelitian ini dibuat agregat halus (pasir merah) sebesar 25%, 50%, dan 75%,  dari berat agregat halus yang digunakan. Setelah melalui masa 28 hari kemudian beton diuji dengan metode Uji Impak dengan prosedur yang ada. Pengujian SEM pada Pasir Merah setelah di ayak. Dari hasil pengujian, diperoleh Hasil pengujian SEM memperlihatkan bahwa rongga pada pasir merah ukuran kecil, halus ukurannya bisa mencapai 1 µm-10 µm.Pengujian XRD Pada Pasir Merah setelah di ayak, dicuci dan dikering. Dari hasil pengujian, diperoleh Hasil pengujian XRD terdapat unsur-unsur seperti SiO2 (silikon Oxide), TaO2 (Tantalum Oxide), FeNi (Iron Nikel), FeC (Iron Carbide), TaO (Tantalum Oxide), Fe2C (Iron Carbide) memperlihatkan bahwa grafik menunjukkan nilai intensitasnya silikon pasir merah tinggi. Dari hasil pengujian impak diperoleh kuat patah maksimum beton pasir merah pada komposisi 50% dengan kekuatan 18,6 Mpa. Hasil ini melampaui kekuatan yang ditetapkan oleh Badan Standart Nasional Indonesia.Hal ini dimungkinkan oleh ukuran pasir yang lebih halus dan kandungan silicon yang lebih banyak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7