cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EINSTEN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN" : 7 Documents clear
PEMANFAATAN SERAT DAUN PANDAN DURI SEBAGAI CAMPURAN DALAM PENINGKATAN KARAKTERISTIK GENTENG BETON Harahap, Mukti Hamzah; Purba, Evri Yani
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serat daun pandan duri terhadap karakteristik genteng beton, mengetahui hasil pengujian sifat mekanik kekuatan lentur dan kekuatan impak serta pengujian sifat fisis daya serap air dan daya serap panas pada genteng beton dengan variasi campuran serat daun pandan duri 2,5% ; 5,0% ; 7,5% dan beton normal. Genteng beton dibuat berbentuk balok sesuai standart ASTM untuk pengujian sifat mekanik kekuatan lentur dan kekuatan impak serta genteng beton berbentuk genteng sesuai standart SNI untuk pengujian sifat fisis daya serap air dan daya serap panas. Dari hasil pengujian sifat mekanik yaitu kekuatan lentur diperoleh genteng beton variasi serat daun pandan duri yang memenuhi syarat mutu ASTM D-790 pada komposisi 2,5% dan 5% serat daun pandan duri yaitu sebesar (13,15 ± 0,26)  Nmm-2 dan (9,96 ± 0,72) Nmm-2. Dari hasil pengujian sifat mekanik yaitu kekuatan impak diperoleh genteng beton variasi serat daun pandan duri yang yang memenuhi syarat mutu ASTM D-256 pada 5% dan 7,5% serat daun pandan duri yaitu sebesar (4950 ± 638,35) Joule/m2 dan (6850 ± 526,78) Joule/m2. Dari hasil pengujian sifat fisis yaitu penyerapan air pada genteng beton variasi serat daun pandan duri yang memenuhi syarat SNI 0096:2007 adalah pada campuran 0% yaitu (7,53 ± ); 2,5% yaitu (5,06 ±  %) dan 5,0% yaitu (4,96 ±  %.). Pada daya serap panas genteng beton variasi serat daun pandan duri yang memenuhi syarat SNI 0096:2007 adalah pada campuran 0% yaitu (74,3 ± %); 2,5% yaitu (73,86 ± %); 5,0% yaitu (73,09 ± % ) dan 7,5% yaitu (71,17 ± %). Hal ini merupakan bahwa semakin besar penambahan serat daun pandan duri pada genteng beton dapat meningkatkan karakteristik genteng beton.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI SIFAT OPTIK NANOPARTIKEL Cu2O DENGAN METODE KOPRESIPITASI Simamora, Pintor; Siagian, Marinto
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan nanopartikel Cu2O dengan menggunakan metode kopresipitasi, untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap sifat optik, dikarakterisasi dengan menggunakan UV-Vis. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan bahan CuSO4.5H2O dan larutan isopropanol  dengan menggunakan magnetik stirer selama 2 jam. Selama pencampuran berlangsung ditetesi dengan NH4OH . Kemudian dilakukan pemanasan selama 3 jam pada suhu 300oC, 325oC, 350oC, 375oC, 400oC  Spektorfotometer UV-VIS digunakan untuk mengetahui nilai absorbansi, transmitansi, bandgap nya Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan metode kopresipitasi dihasilkan nanopartikel berbentuk serbuk, melalui persamaan scharrer diperoleh ukuran partikel nya sekitar 36-58nm, sementara hasil Uv-Vis menunjukan nilai Absorbansi optimum berada pada suhu 325oC yaitu 1,5361, dengan adanya peningkatan suhu, absorbansi menurun. Nilai Transmitansi optimum berada pada suhu 300oC yaitu 72.1%, diperoleh bahwa peningkatan suhu mengakibatkan nilai transmitansi  cenderung menurun . Dan Bandgap berada pada suhu 375oC yaitu 4,055eV. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa ukuran kristalin dari Cu2O tersebut sudah berukuran dibawah 100 nm
ANALISIS SIFAT MEKANIK KARET DARI PENAMBAHAN ASAM GELUGUR SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL LATEKS Yusniyanti, Erna
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5097

Abstract

a coagulant. This research aim to know the effect of  mixture formic acid and garnicia cambogia to rubber’s mechanical properties according to compound of ASTM 3A. 30% DRC of lateks  crumpled with sour mixture of formic acid and granicia cambogia till perfect Iump. treatment of  mixing of formic acid and garnicia cambogia was 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Then the tested of technical properties is done which is Po and PRI. and then mechanical properties was tested which is Tensile Strength, Elongation at Break, Modulus 300%, Tear Resistance, and Hardness. So for the overall properties tested, formic acid can be substituted for granicia cambogia 20%. where the higher the concentration of granicia cambogia the technical properties, mechanical properties of vulcanized getting smaller. Quality of examinee rubber fulfill SIR standard.
PEMANFAATAN METODE MONTE CARLO DALAM PENCARIAN PATH TERPENDEK PADA GRAF Iskandar, Said
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5107

Abstract

Pada saat ini ada beberapa cara yang dilakukan untuk mencari path terpendek pada graf, dengan jumlah vertek yang besar secara konvensional pencarian ini akan menghabiskan waktu yang lama dan keakuratan yang kecil. Dengan bantuan komputer kita dapat mengembangkan banyak algoritma memudahkan kita mencari optimasi dari sebuah graf. Dengan komputasi menggunakan metode monte carlo kita dapat mendistribusikan nilai random untuk dapat memunculkan semua kemungkinan yang terjadi dari path ini. Nilai path akan diseleksi dari generasi ke generasi berdasarkan nilai terkecil dari jumlah edge, waktu yang diperlukan bergantung dari jumlah vertek dan epoch dari sebuah program.
PREDIKSI CUACA EKSTRIM DENGAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB Megalina, Yeni
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5098

Abstract

Kota Medan merupakan kota metropolitan dengan jumlah kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Pada saat memasuki masa pancaroba wilayah Kota Medan memiliki kondisi cuaca yang tidak stabil yang disebut dengan cuaca ekstrim. Cuaca ekstrim sangat sulit untuk di prediksi dengan kemajuan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan kita dapat melakukan pendekatan-pendekatan empiris. Salah satu model yang lagi di kembangkan adalah Jaringan Syaraf Tiruan. Model ini dapat memprediksi suatu kondisi dimasa yang akan datang dengan mempelajari historis data yang sudah terjadi. Dari hasil analisis dua daerah yang mewakili Kota Medan yaitu Stasiun Polonia yang mewakili daerah perkotaan dan Stasiun Belawan yang mewakili daerah pinggiran kota dan daerah kawasan industri serta pemukiman dimana dari hasil analisis prediksi Jaringan Syaraf Tiruan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan potensi terjadi kondisi ekstrim cenderung meningkat, sehingga dampak dari aktifitas tersebut perlu kita antisipasi dan waspadai. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan suatu gambaran mengenai potensi terjadinya cuaca ekstrim di wilayah Kota Medan.
INTERPRETASI DATA KONDUKTIVITAS LISTRIK DALAM PENENTUAN INTRUSI AIR LAUT PADA SUMUR GALI: STUDI KASUS DAERAH TELUK NIBUNG TANJUNG BALAI Sinaga, Lastri; Siregar, Alkhafi Maas
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5099

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk interpretasi data konduktivitas air sumur gali di kecamatan Teluk Nibung kota Tanjung Balai dalam menentukan intrusi air laut pada sumur gali. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel air laut yang dimulai dari titik acuan (garis pantai) hingga jarak 6800 m mengarah ke laut dan mengambil sampel air sumur gali dimulai dari sumur gali terdekat dengan titik acuan garis pantai. Data diperoleh melalui pengukuran suhu, DHL, pH, jarak, dan kedalaman untuk sumur gali dan mengukur suhu, DHL dan jarak untuk  sampel air laut. Data hasil pengukuran DHL dikonversikan pada suhu 25o C. Penentuan tingkat intrusi didasarkan pada perhitungan kuartil. Hasil interpretasi data penelitian menunjukkan bahwa semua sampel air sumur gali telah terintrusi air laut mulai dari tingkat sedang hingga tingkat tinggi. Kadar intrusi air laut tertinggi terdapat pada SG1 dengan kedalaman 5 m dengan DHL (6911.76 ± 0,28)  µmho/cm, 25oC. Sedangkan tingkat intrusi sedang yaitu pada SG 20 pada kedalaman 6 m dan DHL (986.11 ± 0,28) µmho/cm, 25oC. Jarak sumur gali dari titik acuan dan kedalaman berpengaruh secara signifikan terhadap nilai  DHL dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9126 atau sebesar 91,26 %. Berdasarkan nilai pH, air sumur gali memiliki pH terendah pada sumur gali ke dua (SG 2) sekitar  (6,74 ± 0,37) dengan kedalaman sumur 5 m dan pH tertinggi pada sumur gali ke 20 (SG 20) sekitar (7,27 ± 0,37) dengan kedalaman 6 m, serta jarak sumur gali dan kedalaman terhadap nilai pH memiliki koefisien determinasi sebesar 0,4993 atu 49,93 %. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa berdasarkan paramater nilai DHL air sumur gali telah terintrusi, dan jika ditinjau dari segi pH, faktor kedalaman dan jarak tidak terlalu signifikan berpengaruh terhadap nilai pH.
PENGARUH PERENDAMAN BETON DI AIR LAUT DAN AIR TAWAR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN SERBUK KULIT KERANG Rais, Abdul; Simamora, Thoberson
EINSTEIN Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman air laut dan air tawar terhadap karakteristik beton campuran serbuk kulit kerang. Beton dibuat berbentuk kubus, pada penelitian ini perencanaan campuran beton yang akan dibuat adalah semen, pasir, kerikil dan air yaitu 1 : 2 : 3 : 0,5. Pada penelitian ini dibuat variasi komposisi serbuk kulit kerang sebesar 5%, 10%, 15%, 20% dengan cara menambah dan mengurangi berat semen yang digunakan. Setelah beton berumur 14 hari maka dilakukan pengujian kuat tekan, penyerapan air dan daya tahan api. Dari hasil pengujian mekanik yaitu kuat tekan beton diperoleh hasil terbaik pada komposisi 5% serbuk kulit kerang yaitu 15,80 x 106 N/m2 pada perendaman air tawar, sedangkan hasil uji tekan pada beton normal diperoleh 15,17 x 106 N/m2 pada perendaman air tawar. Hasil pengujian daya serap air pada beton diperoleh hasil terbaik pada komposisi 20% serbuk kulit kerang yaitu 0,83% pada perendaman air tawar, 1,20% pada perendaman air laut, 0,98% pada perendaman air laut dan air tawar, sedangkan hasil pengujian daya serap air pada beton normal diperoleh 1,88% pada perendaman air tawar,  1,84% pada perendaman air laut, 1,93% pada perendaman air laut dan air tawar. Hasil pengujian daya tahan api menunjukan bahwa keretakan beton tertinggi terjadi pada beton campuran 20% serbuk kulit kerang yang direndam pada air laut selama 14 hari. Hal ini menyatakan bahwa semakin besar penambahan serbuk kulit kerang sebagai pengganti semen pada beton dapat menurunkan kuat tekan dan daya serap air serta ketahaanannya terhadap api, hasil pengujian mekanik yaitu kuat tekan beton yang tertinggi adalah beton variasi 5% serbuk kulit kerang sedangkan pengujian penyerapan air terendah adalah pada beton variasi 20%, yang diuji setelah perendaman selama 14 hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 7