cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan" : 7 Documents clear
CARA SEDERHANA PENGAWETAN BAMBU SEGAR Barly, Barly; Sumarni, Ginuk
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3821.384 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.79-86

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah penerapan pengawetan bambu baru ditebang dengan bahan pengawet senyawa boron. Delapan belas batang bambu dengan panjang dan diameter yang bervariasi dipungut dari Ciapus di Bogor. Batang bambu yang baru ditebang dimasukkan ke dalam larutun bahan pengawet senyawa boron secara terpisah masing-masing selama satu, tiga dan lima hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi bahan pengawet dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan waktu pengawetan dan konsentrasi larutan yang digunakan. Hubungan antara waktu pengawetan dan konsentrasi yang digunakan menunjukkan perbedaan yang nyata. Retensi maksimum sebesar 7,64 kg/m3 dicapai dalam waktu lima hari dengan konsentrasi larutan 10%.
BEBERAPA SIFAT KAYU MANGIUM (Acacia mangium Willd.) PADA BEBERAPA TINGKAT UMUR Ginoga, Bakir
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9220.184 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.132-149

Abstract

Kualitas dolok, kadar air kayu segar dan berat jenis dari kayu mangium (Acacia mangium Willd.) berasal dari tanaman berumur 10 tahun, 9 tahun (5A), 9 tahun (5C), 7 tahun, 5 tahun, dan 4 tahun di Benakat , Sumatera Selatan, telah dilakukan penelitiannya. Diameter dolok rata- rata pada panjang 200 cm, untuk umur 10 tahun, 9 tahun (5C), 9 (5A), 7, 5 dan 4 tahun berturut-turut 19,0 cm; 19,9 cm; 18,8 cm; 15,0 cm; 10,8 cm, dan 11,6 cm; mutu kebundaran > 0.80, dan kesilindrisannya < 3,0%.Kadar air kayu segar rata-rata untuk umur tersebut, berturut-turut 125,4%; 112,0%; 112,9%; 98,6%; 111,1%; dan 99,9%. Berat jenis basah (berat dan volume kayu basah) untuk umur tersebut berturut-turut rata-rata 0,95 (berat basah = 950 kg/m3); 0,85 (berat basah =850 kg/m3); 0,90 (berat basah = 900 kg/m3); 0,84 (berat basah = 840 kg/m3); 0,86 (berat basah = 860 kg/m3); dan 0,79 (berat basah = 790 kg/m3). Berat jenis kering udara (berat dan volume kayu kering udara) rata-rata untuk umur tersebut berturut-turut 0,53; 0,49; 0,51; 0,50 ;0.49 dan 0,47 (kadar air pengujian rata-rata 18%); sedangkan berat jenis kering oven (berat kering oven dan volume kayu basah) berturut-turut rata-rata 0,42; 0,40; 0,42; 0,41; 0,41 dan 0,38.Berat jenis basah maupun berat jenis kering udara, antara umur dan dolok di dalam umur yang sama, tidak memeperlihatkan perbedaan yang nyata pada P = 0,05. Sebaliknya, menurut posisi horisontal dari empulur ke arah luar, menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P = 0,01) dalam nilai berat jenis basah maupun berat jenis kering udara; yakni Iebih tinggi pada posisi/jarak dua pertiga jari-jari dari empulur sampai bagian kayu paling luar. Persamaan regresi linier positif yang sangat erat hubungannya untuk meramal berat jenis basah maupun berat jenis kering udara berdasarkan tiga posisi horisontal di dalam dolok kayu mangium pada umur 10 tahun 9 tahun 7 tahun dan 5 tahun.Keteguhan lentur patah dan tekanan maksimum sejajar arah serat berdasarkan contoh uji ukuran kecil bebas cacat dilakukan pada kayu kering udara (kadar air pengujian rata-rata 15%), dari tanaman umur 10 tahun, 9 tahun (5C), dan 9 tahun (5A), berturut-turut rata-rata lentur patah (M. O.R.) = 942,23kg/cm2, dan tekanan maksimum sejajar arah serat = 435,85kg/m2; lentur patah = 725,37 kg/cm2, dan tekanan maksimum sejajar arah serat = 416,48 kg/cm2; serta untuk 9 tahun (5A) lentur patah = 780, 13 kg/cm2, dan tekan sejajar arah serat maksimum 441,29 kg/cm2. Kelas kuat kayu ini umumnya tergolong kelas kuat III, dengan kisaran III - II.Sifat pemesinan yang meliputi penyerutan, pembentukan, pembubutan dan pengampelasan tergolong sangat baik (kelas mutu I) untuk kayu yang berasal dari tanaman 10 tahun dan 9 tahun, sedangkan yang berasal dari umur 7 taahun tergolong baik (kelas mutu II), kecuali sifat pembentukan tergolong sangat baik (kelas I).
PENGARUH PENAMBAHAN TANIN PADA FENOL FORMALDEHIDA TERHADAP SIFATNYA SEBAGAI PEREKAT KAYU LAPIS Santoso, Adi; Achmadi, Suminar S; Sudohadi, Yusuf; Sujanto), Sujanto)
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4899.654 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.109-119

Abstract

Perekat fenol formaldehida merupakan perekat yang dipakai dalam pembuatan kayu lapis eksterior. Untuk mengurangi biaya dapat ditambahkan bahan lain pada perekat tersebut. Pada penelitian ini dilakukan penambahan tanin dari 3 macam tumbuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh derajat keasaman (pH) tanin mangium, mimosa dan quebracho sebagai campuran perekat fenol formaldehida terhadap sifat perekat dan terhadap keteguhan rekat kayu lapis tusam.Pengaruh pH terhadap sifat perekat adalah: semakin basa pH tanin, maka perekat semakin menggumpal dengan demikian waktu gelatinasi perekat semakin pendek. Nilai keteguhan rekat kayu lapis tertinggi tercapai pada perlakuan pH tanin 8. Semakin tinggi nilai pH, keteguhan rekat kayu lapis cenderung makin menurun. Namun demikian semua perlakuan pH dari ketiga jenis tanin masih memenuhi standar Jepang untuk kayu lapis tipe I.
ANALISIS KIMIA 9 JENIS KAYU DARI IRIAN JAYA Pari, Gustan; Setiawan, Dadang; Saepuloh, Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.87-93

Abstract

Tulisan ini mengemukakan analisis komponen kimia kayu dari lrian Jaya sebanyak 9 jenis. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian sifat dasar yang dilaksanakan setiap tahun di Pusat Penelitiaan dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Maksudnya adalah untuk mengetahui sifat kayu yang penting seperti sifat .fisis, mekanis dan kimia yang berguna bagi penggunaan kayu. Analisa yang dilakukan meliputi penetapan kadar holoselulosa, selulosa, lignin, pentosan, BJ, air, abu, silika, kelarutan dalam air dingin, air panas, alkohol benzena 1 : 2 dan kelarutan dalam NaOH 1 %. Analisa ini berguna untuk menentukan perkiraan kegunaan kayu seperti untuk pulp dan turunan selulosa.Hasil analisa memperlihatkan bahwa kadar holoselolusa berkisar antara 69,61 - 75,21 %, selulosa 47,33 - 54,80 %, lignin 24,79 - 30,39 %, pentosan 1,18 - 18,48 %, berat jenis 0,36- 0,85 g/cm3 , kadar air 9,20 - 15,44 %, abu 0,79 - 1,90 %, silika 0,33 - 1,07 %, kelarutan dalam air dingin 4,33 - 7,41 %, air panas 4,67- 9,47 %, alkohol benzena (1: 2) antara 1,99 - 9,21 % dan kelarutaan dalam NaOH 1 % antara 18,16 - 30,07 %.Berdasarkan standar FAO untuk pulp, maka 9 jenis kayu dari irian Jaya cukup baik untuk dibuat pulp.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU JATI Komarayati, Sri; Gusmailina, Gusmailina; Hendra, Djeni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.94-100

Abstract

Penelitian pembuatan arang akiif dari serbuk gergajian kayu jati disajikan pada laporan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan limbah serbuk gergajian menjadi produk yang lebih komersial, juga mempelajari sifat arang aktif dari serbuk gergajian.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rendemen arang aktif beragam antara 10,00 % -35,66 % ; kadar air 11 ,93 % - 20,60 % ; kadar abu 7,72 % - 48,84 % ; zat mudah menguap 7,83 % - 7,91 % ; karbon terikat 39,16 % - 73,35 % ; daya serap terhadap iodium 385,10 -994, 10 mg/g dan daya serap terhadap benzena 15,09 % - 40,71 %.Ada beberapa sifat arang aktif yang memenuhi Standar Indonesia dan Standar AWWA terutama untuk kadar air, zat mudah menguap, daya serap terhadap iodium dan benzena. Kualitas air sumur setelah diberi perlakuan arang aktif memperlihatkan kisaran untuk Fe 0,10 - 0,27 mg/l ; Ca 9,59 - 10,58 mg/I; Na 9,61 - 17,09 mg/I; Cl 22,18 - 23,71 mg/l; NH4 < 0,02 - 0,39 mg/I; Ni < 0,01 - < 0,02 mg/I dan Mn < 0,01 - 0,02 mg/I. Bila dibandingkan dengan standar, maka air sumur ini untuk semua kadar logam Lelah memenuhi syarat kualitas air minum.
KAJIAN KEBIJAKAN PENILAIAN KINERJA HAK PENGUSAHAAN HUTAN Prahasto, Hendro; Purnama, Boen M; Saiban, Ali
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.120-131

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kriteria kinerja HPH yang dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan (Ditjen PH) No. 573 tahun 1989. Metode Analitic Hierarchy Process (AHP) dlgunakan dalam kajian ini. Pengumpulan data lapangan dilakukan di Propinsi Riau pada lnstansi Kehutanan Daerah (IKD), dan Lima perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penilaian alas bobot tiga elemen pokok yaitu pelestarian, pemanfaatan hutan, dan sosial serta tenaga kerja antara Ditjen PH, IKD dan pengusaha HPH walaupun ketiganya memandang penting elemen pelestarian, akan tetapi Ditjen PH memberi bobot yang lebih tinggi terhadap elemen tersebut dari pada IKD dan Pengusaha HPH. Sebaliknya, pengusaha HPH memberi bobot yang lebih tinggi pada elemen pemanfaatan hutan serta tenaga kerja dan sosial.Pada elemen pelestarian, IKD dan pengusaha HPH memberi bobot yang lebih tinggi pada sub-elemen pengelolaan daripada sub-elemen pembinaan dan pelindungan hutan dibandingkan dengan ditjen PH. Dalam elemen pemanfaatan hutan IKD dan pengusaha HPH secara konsisten memberikan nilai yang tinggi pada sub-elemen produksi. Adanya perbedaan penilaian tersebut menunjukkan perlunya penyempurnaan kriteria dan penilaian kinerja yang dikeluarkan oleh ditjen PH, baik dalam hal pemilihan elemen maupun dalam penentuan bobot nilai setiap elemen dan sub-elemen.
STUDI PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PERBAIKAN JALAN HUTAN DI AREAL BEKAS TEBANGAN UNTUK PENYIAPAN LAHAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI Dulsalam, Dulsalam; Suzanto, Arifin
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.2.101-108

Abstract

Penelitian tentang produktivitas dan biaya pemeliharaan jalan dalam rangka pembangunan Hutan Tanaman lndustri (HTI) pada areal bekas tebangan telah dilakukan di salah satu perusahaan hutan di Kalimantan Timur pada Tahun 1993. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang produktivitas dan biaya pemeliharaan jalan untuk pembangunan HTI. Data yang diperlukan meliputi spesifikasi alat, biaya perawatan, biaya operasi dari alat yang digunakan (traktor -dan grader). Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :1. Jalan yang disiapkan untuk pembangunan HTI di lokasi penelitian yaitu sepanjang 4 km dan lebar 8 m merupakan pengkondisian kembali jalan lama yang telali digunakan untuk pengusahaan hutan dengan sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI).2. Alai yang digunakan pada kegiatan ini adalah traktor buldozer Caterpillar D7G dan motor grader Caterpillar 120S. Hasil perhitungan produktivitas alat tersebut masing-masing 38.09 m/jam untuk bulldozer dan 307,69 m/jam untuk grader.3. biaya penyiapan jalan sebesar Rp. 2.923,- per meter terdiri dari biaya traktor sebesar Rp. 2.747,- dan grader Rp. 176,-4. untuk meningkatkan produktifitas alat dalam kegiatan perbaikan jalan muka. Kteterampilan operator perlu ditingkatkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1997 1997


Filter By Issues
All Issue Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue