cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan" : 5 Documents clear
KAJIAN HUBUNGAN ANTARA TINGGI BAGIAN KAPAL YANG MASUK DALAM AIR DAN BESARNYA VOLUME MUATAN KAYU BUNDAR Endom, Wesman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1837.663 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.131-139

Abstract

Dolok yang diantar pulaukan dapat diangkut menggunakan perahu/kapal laut, ponton dan rakit. Belakangan ini penyelundupan kayu menggunakan perahu/kapal laut cenderung meningkat, sehingga untuk segera memperoleh informasi besarnya volume kayu yang akan diselundupkan, diperlukan teknik khusus. Studi ini dilakukan dalam upaya mencoba mengantisipasi para petugas lapangan untuk menangani permasalahan tersebut. Kajian dilakukan dengan cara mengamati tinggi badan kapal setelah diisi muatan yang masuk dalam air yang dalam istilah perkapalan disebut Immersion. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan kapal yang masuk dalam air dengan besamya muatan. Berat muatan diperoleh dari volume dan untuk mendekati volume aktualnya, maka dugaan volume tersebut dikalikan dengan faktor koreksi. Untuk mengetahui gambaran penambahan badan kapal yang masuk ke dalam air setelah diisi muatan, dapat dibaca pada skala ukur yang terdapat di badan kapal sebelah luar.Hasil studi memperlihatkan terdapat hubungan erat antara tinggi bagian badan kapal yang masuk dalam air (m) dengan berat muatan (ton). Persamaan hubungan tinggi badan kapal yang masuk dalam air dengan berat muatan diperoleh Y = 1. 0456 + 0, 00051 X;di mana Y = tinggi badan kapal setelah muatan yang masuk dalam air (m) dan X = berat muatan kapal yang masuk dalam air (ton).Dalam penggunaannya di lapangan, hasil analisis memperlihatkan bahwa untuk mendekati nilai volume sebenamya. Setelah berat muatan (ton) dikembalikan ke dalam volume (m3) kemudian perlu dikoreksi dengan angka koreksi sebesar I,0021.
PENINGKATAN MUTU WARNA KAYU JATI (Tectona grandis L.f.) Nurhayati, Tjutju
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1593.974 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.140-148

Abstract

Penelitian yang dilakukan terhadap contoh uji sortimen gergajian kayu jati yang warnanya kurang baik dan cacat dengan perlakuan ekstraksi masing-masing dalam pelarut etanol, campuran etanol dan benzen 1 :2 dan aseton serta perlakuan waktu ekatraksi 0,5 sampai 2 jam dengan selang0.5 jam menunjukkan bahwa cacat warna menjadi berkurang dengan ditandai meningkatnya warna kayu tersebut.Contoh uji mutu P, D , T dan yang mengandung cacar alut minyak dan alur hitam pada P. Cacat doreng pada D, kemerahan. "crowm “ dan kebiruan dapat meningkat warnanya setaraf dengan wama mutu U yang mulus dan merata. Hilangnya cacat alur minyak dan alur hitam diperoleh dari perlakuan ekstraksi dalam etanol benzena 1: 2 waktu 1 jam serta aseton waktu 2 jam. Untuk cacat doreng dari aseton 2 jam, cacat kemarahan dari etanol dan aseton selama 0,5 jam. cacat "crown dari etanol 1 jam dan kebiruan dari etanol benzena 1 :2 selama 0.5 jam 
PENGAWETAN TUJUH JENIS KAYU SECARA SEL PENUH DENGAN BAHAN PENGAWET IMPRALIT 16 SP DAN IMPRALIT CKB Abdurohim, Sasa
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1954.661 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.121-130

Abstract

Penelitian pengawetan kayu secara  sel penuh  sampai   saat ini  hanya  menggunakan bahan pengawet CCA. Penggunaan   bahan pengawet lain yang   diizinkan belum dilakukan karena  harganya relatif mahal. Penelitian secara sel penuh dengan bahan pengawet lain yang diizinkan perlu dilakukan karena penggunaan  bahan pengawet yang mengandung arsen telah dilarang.Tujuh jenis  kayu dalam keadaan kering  udara  berukuran 5 cm x  5cm x 50 cm, diawetkan  secara sel penuh menggunakan lmpralit 16 SP dan Impralit CKB dengan konsentrasi larutan 3% dan 5% Vakum awal dan vakum akhir yang     digunakan  sebesar 65 cm Hg masing-masing   selama 30 menit dan 15 menit; tekanan sebesar   10 atm selama satu  jam dan dua jam.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa enam jenis kayu. yaitu damar, melina; rengas.   sengon. sumpung dan tusam, dapat diawetkan dengan bagan yang digunakan  dalam penelitian ini, sedangkan suren tidak ada contoh uji yang memenuhi persyaratan  yang  ditentukan. Dari percobaan  ini dapat disusun  bagan pengawetan yang dianjurkan  untuk enam jenis kayu tersebut.
KAJIAN UJI COBA PENGELUARAN KAYU PINUS DENGAN SISTEM KABEL LAYANG P3HH20 DI KPH SUMEDANG, PERUM PERHUTANI UNIT III JAWA BARAT Basari, Zakaria; Endom, Wesman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.162-176

Abstract

Sistem kabel layang P3HH20 adalah alat yang dirancang khusus untuk. mengekstraksi sortimen kayu yang berukuran kecil (diameter20-40 cm) dengan menggunakan yarder. Alat ini pernah diuji coba di KPH Sukabumi. Setelah diadakan perbaikan lalu diadakan uji coba kedua di KPH Sumedang. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui produktivitas kerja, biaya pengeluaran kayu dan keterbukaan permukaan tanah hutan.Produkttivitas kerja dihitung berdasarkan prestasi kerja per jam. Biaya operasi dihitung berdasarkan biaya tetap dan biaya tidak tetap. Dampak dihitung berdasarkan luas keterbukan tanah yang tergeser sebagai akibat kegiatan ekstraksi kayu.Hasil penelitian produktvitas kerja rata-rata mencapai 13, 72 m3/hari atau rata-rata 1, 69 m3/jam,dengan waktu penarikan rata-rata 4, 17 menit/rit untuk jarak sejauh rata-rata I 09, 66 meter. Biaya operasi sebesar Rp 25.353/m3. Keterbukaan tanah lantai hutan 1,38 %. Berdasarkan kenyataan ini maka alat ini cukup efektif dan layak digunakan terutama pada daerah-daerah yang sulit. Namun demikian, beberapa kelemahan yang masih perlu diperbaiki lebih lanjut ialah : (a) sistem rem yang lebih baik dan kuat, (b) sistem starter mesin dengan sistem listrik dan (c) dapat dikombinasikan dengan seperangkat alat Ias listrik, sehingga bila terjadi sesuatu kerusakan dapat diperbaiki langsung di tempat.
PENGARUH JENIS PELARUT DAN RATIO GETAH DAN VOLUME PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT FISIKO-KIMIA MINYAK KERUING Wiyono, Bambang
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.149-161

Abstract

Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian terdahulu dengan tujuan untuk mengetahui rendemen dan sifat fisiko-kimia minyak hasil ekstraksi minyak dari getah keruing dengan pelarut organik, sedangkan sasarannya adalah untuk mengetahui kondisi yang cocok untuk memisahkan minyak keruing dari getahnya. Getah hasil perebusan dolog dalam larutan garam dilarutkan dalam petroleum eter atau heksana, dievaporasi dan didistilasi untuk memperoleh minyak keruing murni.Untuk melihat pengaruh jenis pelarut dan ratio getah dan volume pelarut dianalisis dengan rancangan acak lengkap faktorial, sedangkan nilai rataannya dianalisis dengan uji Duncan menurut prosedur SAS.Rendemen minyak keruing kasar yang dihasilkan sekitar 33,07 % (b/b), sedangkan hasil pemurnian minyak kasar berwama jernih dengan rendemen sekitar 17,95 % dari getah. Minyak keruing murni ini mempunyai sifat berat jenis sekitar 0,9735-0,9771. indeks bias 1,4952-1,4989, putaran optik -13,04- -12,17, bilangan asam 0,3942-0,8792. bilangan penyabunan 3,4816-5,254, bilangan ester 2,752 -4,958 dan kadar sisa pelarut 1,013-3,910 persen (v/v). Jenis pelarut, petroleum eter dan heksana, tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen maupun sifat fisiko-kimia minyak, tetapi tingkat perbandingan getah don volume pelarut memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap rendemen, berat jenis, bilangan penyabunan dan bilangan ester, sedangkan kombinasinya hanya berpengaruh nyata terhadap bilangan ester dan bilangan penyabunan. Semakin tinggi tingkat perbandingan pelarut cenderung menurunkan berat jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan ester dan meningkatkan kadar sisa pelarut dan putaran optik Kombinasi pelarut heksana atau petroleum eter dengan perbandingan getah dengan volume pelarut dapat digunakan untuk mengekstrak minyak keruing dari getahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1998 1998


Filter By Issues
All Issue Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue