cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PEMULIAAN TANAMAN HUTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan" : 7 Documents clear
TEKNIK PCR ITS-RFLP UNTUK SELEKSI ISOLAT JAMUR PADA PENGUJIAN AGEN PENGENDALI HAYATI Prihatini, Istiana
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

Penelitian mengenai keragaman jenis jamur pada suatu habitat serta identifikasi jenis jamur banyak dilakukan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk mencari sumber obat baru serta  mencari dan mengembangkan jenis-jenis jamur yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati (APH). Pengembangan jenis-jenis APH banyak juga dilakukan untuk mengatasi penyakit pada tanaman hutan. Pada pengembangan APH ini diperlukan pengujian aktivitas pengendalian secara in vivo dari setiap kandidat APH untuk mengetahui efektifitasnya. Pengujian ini memerlukan identifikasi jenis jamur yang ditemukan pada organ tanaman uji. Salah satu metode yang dipakai untuk identifikasi jenis jamur pada uji aktifitas pengendalian APH yaitu dengan melakukan pembuatan kultur  pada media buatan serta melakukan identifikasi jenis setiap kultur jamur. Identifikasi jenis jamur dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi ataupun karakter genetik dari kultur jamur. Banyaknya isolat jamur yang dihasilkan dari uji aktifitas pengendalian APH memerlukan biaya dan waktu yang tinggi dalam proses identifikasinya. Untuk itu diperlukan suatu cara yang efisien untuk menyeleksi isolat jamur sehingga jenis-jenis jamur tersebut dapat diidentifikasi dengan cepat dan ekonomis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi marka molekuler PCR ITS-RFLP dalam proses seleksi awal isolat jamur sebelum dilakukan identifikasi berdasarkan sekuens DNA dan untuk memilih enzim restriksi yang memproduksi pola PCR ITS RFLP yang polimorfik. Tiga enzim restriksi (DraI, EcoRI dan HinfI)  dapat memisahkan 8 isolat jamur yang digunakan dalam penelitian ini menjadi tiga kelompok sesuai dengan profil PCR ITS DNA, sedangkan 5 enzim yang lain (BamHI, BclI, HaeII, HpaI, dan HindIII) tidak dapat memotong fragmen DNA ITS, kecuali pada satu isolat jamur saja. 
STRUKTUR GENETIK POHON INDUK CALOPHYLLUM INOPHYLLUM DI TEGAKAN BENIH PROVENAN BERDASARKAN PENANDA SIMPLE SEQUENCES REPEATS Nurtjahjaningsih, I. L. G.
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

This study aimed to assess genetic structure of Calophyllum inophyllum using simple sequences repeats (SSR) markers to control genetic diversity at a provenance seed stand. Leaf samples were collected for DNA templates and 6 SSR primers were used. Genetic data of 280 trees were analyzed by FSTAT software, while PCoA was analyzed by GeneAlex. Results showed that number of allele (NA) per SSR primer between 3 and 4, the allelic richness (AR) ranged 2.805 to 4.000, the gene diversity (HE) ranged 0.018 to 0.631, coefficient inbreeding (FIS) of overall SSR primers were insignificant deviate from Hardy-Weinberg Equilibrium, excepted NY3. The mean HE values in the TBP was in low (mean HE= 0.272). However, the mean coefficient inbreeding values was not significant. PCoA analysis showed that the seed stand consisted genetically related trees; the 280 trees originated from only 5-6 mother trees. This is because the stand was originated from a conservation stand with narrow genetic differentiation. Management of the seed stand was discussed.Key words:  gene diversity, inbreeding, genetic differentiation
KEMAMPUAN TUMBUH STEK PUCUK NYAMPLUNG MENGGUNAKAN TRUBUSAN DARI ANAKAN DAN POHON INDUK Hasnah, Tri Maria
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

ABSTRACT The tree improvement research of Calophyllum inophyllum L. has entered the selection stage at the individual level which has high quality and oil yield properties. In order to maintain the superiority of this characteristic, a proper vegetative propagation technique is needed to multiply selected trees. The purpose of this study was to determine the effect of cutting materials from sprouts on seedlings and mother trees. The study was arranged in a completely randomized design with factorial pattern. The factors tested were cutting material factors, namely sprouts  on seedlings and sprouts on the parent tree branch and the second factor namely application of growth hormone (control, solution / paste and powder). The results showed that the percentage of cuttings and cuttings growth from tillers and mother trees was relatively similar but the rooting percentage and the growth of cuttings were significantly influenced by interaction  between the two factors. The survival percentage   of shoot cuttings varies from 51.92 to 82.30% and rooting percentages range from 32.00 to 70.00%. The best result of rooting  percentage and shoot cuttings growth were obtained at shoot cuttings from seedlings with growth hormone in the solution type. Keywords: nyamplung, shoot cuttings, growth, rooting hormone
KARAKTER MORFOLOGI DUA SUBSPESIES KAYU MERAH (Pterocarpus indicus Willd) DI PERSEMAIAN Yuskianti, Vivi; Rochman, Arianda Poetri; Daryono, Budi
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

Kayu merah (Pterocarpus indicus Willd.)/angsana merupakan jenis pohon bernilai ekonomi tinggi yang mulai mengalami ancaman kepunahan. Sedikit yang mengetahui bahwa ada dua subspesies (forma) kayu merah yang dibedakan berdasarkan permukaan kulit buahnya.  Buah yang tidak memiliki duri pada bagian tengahnya disebut P. indicus forma indicus, sementara buah yang memiliki duri dikenal sebagai P. indicus forma echinatus. Penelitian ini akan membandingkan karakter morfologi batang dan daun kedua subspesies tersebut di persemaian. Total 150 bibit kayu merah asal Pulau Seram, Maluku (tidak berduri, forma indicus) dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (berduri, forma echinatus) digunakan sebagai bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan batang kayu merah asal Pulau Seram (forma indicus) memiliki banyak totol-totol halus dengan sedikit alur di batangnya sementara kayu merah asal Pulau Flores memiliki banyak alur-alur halus berwarna coklat tua dengan sedikit totol-totol halus dibagian batangnya. Untuk karakter daun, kayu merah asal Pulau Seram memiliki panjang daun dan lebar daun yang lebih besar dibandingkan kayu merah asal Pulau Flores. Daun kayu merah asal Pulau Seram memiliki bentuk ujung daun yang meruncing sementara kayu merah asal Pulau Flores memiliki bentuk ujung  daun yang membelah.
Diversity and Estimation of Genetic Parameter of Kayu Kuku (Pericopsis mooniana Thw) Seedlings from South East Sulawesi Provenance Yudohartono, Tri Pamungkas; Fiani, Ari; Yuliah, Yuliah
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

High demand of kayu kuku (Pericopsis mooniana Thw) has threatened existence of its populations in natural distribution.   Ex situ conservation need to be carried out to protect them from extinction. Preparation genetic materials in nursery (seedlings) in term of seedlings was very important to support success of establishment of ex situ conservation plot. This research has objective to know the role of genetic factor to growth caharacteritics of kayu kuku seedlings from South East Sulawesi provenance. This research was arranged in Completely Randomized Complete Bock Design with 40 families as a treatment and  3 replications. The result showed that genetic diversity was observed affecting the growth characteristics such as height, diameter and sturdiness index among families. Estimation of family heritability (h2f) for height, diameter and  sturdiness index were 0,94; 0,91 dan 0,91 respectively. Genetic correlation between height and diameter was found high positive namely 0,95. High genetic diversity found among families of kayu kuku seedlings was important to support success of genetic conservation and tree improvement activities.
POPULASI MENYAMBUNG KAYU KUKU (Pericopsis mooniana, (THWAITES) THWAITES DI HUTAN LAMEDAI BERDASARKAN PENANDA RAPD Nurtjahjaningsih, I. L. G.
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan struktur genetik populasi kayu kuku di hutan Lamedai, Sulawesi Tenggara menggunakan penanda RAPD. Sampel daun dikumpulkan dari 4 populasi alam di Cagar Alam Lamedai dan sekitarnya. Analisis genetik menggunakan 22 lokus polimorfik dari 5 penanda RAPD; data binary dihitung menggunakan software GenAlex dan PopTree.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keragaman genetik dari 4 populasi tersebut pada tingkat sedang (rata-rata He: 0.361 ± 0.017) dan nilainya hampir sama di semua populasi. Alel privat tidak ditemukan di 4 populasi tersebut; menunjukkan bahwa tidak ada spesifikasi genetik di dalam populasi. Analisis dendrogram menunjukkan bahwa populasi Cagar Alam Lamedai, Tangketada dan Balijaya berdekatan secara genetik; sedangkan populasi Lamedai membentuk klaster lain. Analisis AMOVA menunjukkan bahwa 26% variasi genetik berasal dari perbedaan populasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jaman dahulu kayu kuku di hutan Lamedai merupakan populasi yang luas atau menyambung.
PENGARUH WAKTU DAN MEDIA SIMPAN TERHADAP VIABILITAS BENIH MATOA (Pometia pinnata J.R. Forster & J.G. Forster Irawan, Arif; Iwanuddin, Iwanuddin
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2019.13.1.%p

Abstract

Matoa (Pometia Pinnata J.R. Forster & J.G. Forster) merupakan salah satu jenis tanaman MPTS yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam program rehabilatsi hutan dan lahan di daerah Sulawesi Utara. Terbatasnya informasi mengenai teknik budidaya jenis matoa sering menjadi kendala, utamanya tentang teknik penyimpanan benih yang sesuai jika benih tidak langsung disemai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan media simpan terhadap viabiltas benih matoa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah acak lengkap yang disusun dengan pola faktorial, terdiri dari 2 (dua) faktor, yaitu: 1) waktu simpan dan 2) media simpan. Waktu simpan terdiri dari 3 faktor, yaitu 5 hari, 10 hari dan 15 hari,  sedangkan media simpan terdiri dari 4 faktor yaitu alumuniu foil, kain blacu, cocopeat dan tanpa media simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media simpan alumunium foil merupakan media terbaik yang dapat digunakan untuk menyimpan benih matoa selama 15 hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 10, No 2 (2016): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 10, No 1 (2016): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 9, No 3 (2015): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 9, No 2 (2015): Jurnal pemuliaan Tanaman Hutan Vol 9, No 1 (2015): Jurnal pemuliaan Tanaman Hutan Vol 8, No 3 (2014): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 7, No 3 (2013): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 6, No 3 (2012): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 5, No 3 (2011): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 4, No 3 (2010): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 4, No 1 (2010): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 3, No 3 (2009): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 2, No 3 (2008): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 3 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan More Issue