cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Al-Ulum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ulum (AU) adalah Jurnal Studi-Studi Islam diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. AU terbit sejak tahun 2000 setiap Juni dan Desember, telah diakreditasi B oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 58/DIKTI/Kep/2013.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum" : 14 Documents clear
THE EFFECT OF SPIN-OFF POLICY ON FINANCING GROWTH IN INDONESIAN ISLAMIC BANKING INDUSTRY Al Arif, M. Nur Rianto
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.559 KB)

Abstract

The purpose of this paper is to analyze the relationship between spin-off policy on the financing growth of Islamic banking industry in Indonesia. This research used panel  regression with fixed effect. The variable used in this paper is dummy variabel of spin-off, and also included the internal factor of industry such as third party fund, and efficiency ratio (measured by BOPO). Besides the internal factor, this research also included the external factor such as inflation rate, economic growth rate, and interest rate from conventional banking. The result shows that only third part funds and interest rate had an impact on the financing growth in spin-off banks. The spin-off policy doesn’t have an impact on the financing growth in spin-off banks -----Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk menganalisis keterkaitan antara kebijakan pemisahan terhadap pertumbuhan pembiayaan pada industri perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik regresi panel dengan model efek tetap. Variabel yang dipergunakan dalam artikel ini ialah variabel dummy pemisahan, serta memasukkan pula faktor internal seperti dana pihak ketiga dan rasio efisiensi yang diukur dari BOPO. Selain itu dimasukkan pula faktor eksternal seperti tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan tingkat suku bunga dari bank konvensional. Hasil yang ada menunjukkan bahwa hanya dana pihak ketiga dan tingkat bunga yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan pembiayaan di bank syariah yang pisah. Kebijakan pemisahan tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan pembiayaan di bank syariah yang pisah.
LEGAL OPPORTUNITIES OF BANK INTERESTS: REINVENTING ANALYSIS OF THE MASHLAHAT THEORY OF AL-SYATHIBI Sadat, Anwar
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study described the analysis of legal opportunities in a bank saving interest. In general, banks in Indonesia are very influential on the dynamics of the economic life of society. Existence evenly spread to remote. This has implications on the ease of access and services to the wider community. If the determination of the bank savings raised interest prohibition, can lead to economic turmoil in the form of a massive diversion of funds by customers that can systemically affect the stability of national economy. Considering the majority of government agencies (including ministries of religion) and private sectors to accommodate the livelihood of the general public, especially civil servants and private employees, which is increasingly dependent on the existence of a conventional bank. Mashlahat theory put forward by al-Syatibi can provide legal opportunities, both macro (general) and micro (personal). In this study, the author find that there are legal opportunities of bank savings interest in the analysis al-Syatibis theory of Mashlahat -----Kajian ini menjelaskan tentang sejumlah analisis peluang hukum bunga tabungan pada bank. Pada umumnya, bank di Indonesia sangat berpengaruh terhadap dinamika kehidupan ekonomi masyarakat. Eksistensinya menyebar secara merata hingga ke pelosok. Hal ini berimplikasi pada kemudahan akses dan pelayanan pada masyarakat luas. Jika penetapan keharaman bunga tabungan bank dimunculkan, dapat mengakibatkan gejolak ekonomi berupa pengalihan dana besar-besaran oleh nasabah yang dapat berdampak secara sistemik terhadap stabilitas ekonomi nasional. Menimbang sebagian besar instansi pemerintah (termasuk kementerian agama) maupun swasta yang mengakomodasi hajat hidup masyarakat luas, khususnya pegawai negeri dan pegawai swasta, yang semakin tergantung dengan eksistensi bank konvensional. Teori Mashlahat yang dikemukakan al-Syātibī dapat memberikan peluang hukum, baik secara makro (umum) maupun mikro (pribadi). Dalam kajian ini, penulis menemukan adanya peluang hukum bunga tabungan bank perspektif analisis teori Mashlahat
SYARIAH OBLIGATION: PROSPECTS AND ITS CHALLENGES IN INDONESIA Sudirman, Sudirman; Bakri, Bakri
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing is designed to investigate prospects and challenges facing Syariah Obligation (sukuk) in Indonesia. In this study, we found Syariah obligation (sukuk) development have good prospect. There are factors supporting Syariah obligation (sukuk) in Indonesia, some of which are significant population, government support, and domestic economic stability over percent per year, flow of fresh fund by Middle East, and making complete regulatory framework, as well as the rise of global Syariah market. Notwithstanding sukuk potential, some challenges are exist, for examples, drawback of regulation, uncertainty of taxation, most of Syariah financial products are “debt-based” or “debt-likely”, less investor understanding of Syariah obligation instrument, and not quite conducive investment climate  and complicated bureaucracy.  -----Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji prospek dan tantangan obligasi syariah (sukuk) di Indonesia. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa prospek pengembangan obligasi syariah (sukuk) di Indonesia cukup baik. Terdapat beberapa faktor yang mendukung keberadaan obligasi syariah (sukuk) di Indonesia, antara lain: jumlah penduduk yang banyak, dukungan dari pemerintah, Stabilitas perekonomian dalam negeri, di atas persen pertahun, mengalirnya dana segar dari timur tengah, dan regulatory farmework yang cukup memadai, serta bangkitnya pasar global syariah. Meskipun potensi sukuk cukup baik, tetapi tetap saja memiliki sejumlah tantangan, antara lain: adanya kelemahan dari aspek regulasi, ketidakpastian dari segi perpajakan, kebanyakan produk keuangan syariah bersifat” debt-based”atau “debt-likely, kurangnya pemahaman oleh investor terhadap instrumen obligasi syariah, dan iklim investasi yang kurang kodusif serta birokrasi yang berbeli-belit.
PRINCIPLES OF ECONOMIC IBN TAYMIYYAH (Moral Analysis) Duriana, Duriana
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the economic principles of Ibn Taymiyyah with moral analysis. The purpose of this paper is to reveal the position of morality in economic principles of Ibn Taymiyyah. There are two issues to be answered in this paper are: how is the economic principles of Ibn Taymiyyah, and how is the moral position in the economic principles of Ibn Taymiyyah. This research was found: principles of Ibn Taymiyyahs economy include: the principle of balance, fairness, sharia, cooperation, consultation and the prohibition of usury. Moral position in the economic principles of Ibn Taymiyyah is the basis and foundation of the economy which is essentially based on justice as a moral parent intended to protect the public from a variety of exploitative actions. -----Tulisan ini membahas tentang prinsip-prinsip ekonomi Ibnu Taimiyah dengan analisis moral. Tujuannya adalah untuk mengungkap posisi moralitas dalam prinsip-prinsip ekonomi Ibnu Taimiyah. Terdapat dua masalah yang ingin dijawab dalam tulisan ini yaitu: 1. Bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Ibnu Taimiyah? 2. Bagaimana posisi moral dalam prinsip-prinsip ekonomi Ibnu Taimiyah? Berdasarkan penelusuran yang dilakukan ditemukan bahwa: Prinsip-prinsip ekonomi Ibnu Taimiyah meliputi: Prinsip keseimbangan, keadilan, syariah, kerja sama, musyawarah dan larangan riba. Posisi moral dalam prinsip ekonomi Ibnu Taimiyah menjadi dasar dan pondasi ekonomi yang pada hakekatnya bertumpu pada penegakan keadilan sebagai induk moral yang bertujuan melindungi masyarakat dari berbagai tindakan eksploitatif.
OPTIMIZING THE COMPETITIVENESS OF RETURN ON MUDHÂRABAH TIME DEPOSIT IN IMPROVING PUBLIC INTEREST TO INVEST IN ISLAMIC BANK Syaparuddin, Syaparuddin
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to explain the calculation of return on mudhârabah time deposit for the depositors of Islamic banks, and the provision of a fair return to the depositors without leaving any shariah elements. These two issues have become urgent to be discussed in this study, because if their money is deposited in Islamic banks, it will increase the amount of funds available in the Islamic bank, and the amount of funds available directly influence the size of the investment return on Islamic banks. If the results of the large investment, the returns will be obtained by the depositors are also large, and vice versa. In addition, it will also create a sense of calm and peace for themselves, because the money they have deposited in Islamic bank is not only quaranteed by the gorverment but also the system is run in accordance with the shariah of Islam. -----Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perhitungan return deposito mudhârabah bagi deposan di bank syariah, dan pemberian return tersebut secara adil kepada deposan tanpa meninggalkan unsur kesyariahannya. Dua permasalahan ini menjadi urgen untuk dibahas dalam tulisan ini, karena jika uang mereka didepositokan di bank syariah akan meningkatkan jumlah dana yang tersedia di bank syariah tersebut, dan jumlah dana yang tersedia tersebut berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya hasil investasi bank syariah. Jika hasil investasi tersebut besar, maka return yang akan diperoleh para deposan juga besar, demikian pula sebaliknya. Selain itu, juga akan menciptakan rasa tenang dan tentram bagi mereka sendiri, karena keberadaan uang mereka tidak saja dijamin oleh pemerintah tetapi juga sistemnya dijalankan sesuai dengan syariat Islam.
ECONOMICS ETHICS IN THE FATWA OF ISLAMIC ECONOMICS Maksum, Muhammad
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fatwa by the National Sharia Board (Dewan Syariah Nasional/DSN) of Indonesian Ulema Council (Majlis Ulama Indonesia/MUI) and The Sharia Advisory Council of Central Bank of Malaysia/Bank Negara Malaysia (BNM) on Islamic economics is dominated by its ethical aspects. The prohibition of riba (interest), for instance, is an Islamic ethic which is mostly set in both institutions. In this case, the Legal consideration contains more ethics than fatwa verdicts. The ethics in the legal consideration is commonly based on the basic ethical principles of The Noble Quran, the hadith and the Islamic jurisprudence. In the meantime, the ethics for the object of contract in DSN is mentioned more in the fatwa verdict than in their legal consideration while the ethics for contract performer is equally found in both areas. This thesis is discovered by reading the DSNs fatwa from 2000 t0 2010 and the MPAs fatwa from 1997 to 2010. Once identified, the ethics in both institutions is classified into a particular category. As the result, this research generates a great implication on the dominant aspect of Islamic ethics in its legal formal.-----Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Majelis Penasihat Syariah (MPS) Bank Negara Malaysia (BNM) tentang ekonomi syariah didominasi aspek etika Syariah. Larangan riba merupakan etika syariah yang paling banyak ditetapkan dalam dua fatwa tersebut. Bagian konsideran hukum lebih banyak memuat etika ketimbang bagian putusan fatwa. Etika dalam konsideran hukum umumnya menyangkut prinsip-prinsip dasar etika yang bersumber dari Alquran, hadis, dan kaidah fikih. Etika untuk objek akad dalam fatwa DSN lebih banyak disebutkan pada putusan fatwa dari pada konsideran hukumnya. Etika untuk pelaku akad dalam fatwa MPS ditemukan hampir seimbang dalam konsideran dan putusannya. Tesis tersebut ditemukan melalui pembacaan terhadap fatwa DSN tahun 2000-2010 dan fatwa MPS tahun 1997-2010. Setelah diidentifikasi, etika-etika yang terdapat dalam fatwa DSN dan MPS dikelompokkan dalam kategori tertentu. Penelitian ini berimplikasi pada kuatnya aspek etika syariah yang dominan pada sisi legal formalnya.
THE GORONTALO RELIGIOUS COURT JUDGES RESPONSE TOWARD THEIR ABSOLUTE COMPETENCE IN RESOLVING SHARIAH ECONOMY DISPUTES Mardiana, Andi; Darwis, Rizal
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post the first amendment of Religious Courts Bill that provides wider authority toward Religious Courts in investigate and decide Islamic economics disputes has responses, whether support or pessimistic, especially among Religious Court judges themselves. This paper examines the Gorontalo Religious Courts judges response about their authority in resolve Shariah economy disputes. This paper is a qualitative descriptive research and the data was collected using observation, interviews and document reviews. The finding of this study revealed that the Gorontalo Religious Courts judges response well to trust laws in handling disputes Shariah economy. In other words, in principle, they are ready to handle disputes Islamic economics. Readiness, such as: the handling disputes Shariah economy is Religious Courts judges authorities and it is a professional responsibility as a judge; Religious Courts formed a special judge to handle falling out or cases of Shariah economy, and Religious Courts judges provides knowledge of Shariah economy without trainings or workshops. -----Pasca amandemen pertama undang-undang Peradilan Agama yang memberikan perluasan kewenangan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah telah memberikan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, khususnya hakim-hakim Pengadilan Agama. Tulisan ini mengkaji respon para hakim di Pengadilan Agama Gorontalo terhadap kewenangan tersebut. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Pengadilan Agama Gorontalo merespon baik terhadap amanah undang-undang dalam menangani sengketa perekonomian syari’ah. Dengan kata lain pada prinsipnya mereka telah siap menangani sengketa ekonomi syariah. Kesiapan itu antara lain: penanganan sengketa ekonomi syariah adalah sebuah tanggung jawab profesi sebagai hakim; Pengadilan Agama membentuk majelis hakim khusus menangani sengketa atau perkara ekonomi syari’ah, dan hakim-hakim Pengadilan Agama dibekali dengan pengetahuan tentang perekonomian syari’ah melalui pelatihan-pelatihan.
SHARIA BANKING PERFORMANCE IN MAKASSAR Said, Salmah
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the performance of Islamic banking in Makassar. Data collected using questionnaires which was distributed to seven Islamic banks. Supporting data obtained from Bank Indonesia, representatives Makassar and Bank Indonesia’s website. Data then were analyzed using financial ratios, particularly Non Performing Financing (NPF) and Financing to Deposit Ratio (FDR). The results showed that NPF was 1.49% and FDR reached 201.67%. The first ratio indicates low financing problems, while the second shows a high ratio financing provided to society. Furthermore, Islamic principles applied in the system, mechanism, and products offered by the Islamic banking is such a value-added for the societies, which is not found in the conventional ones. The high financial performance of Islamic banking outperforms its counterparts shows significant potential to grow rapidly in the future. -----Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja perbankan syariah di Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada tujuh bank syariah. Data pendukung diperoleh dari Bank Indonesia perwakilan Makassar dan website Bank Indonesia. Teknik analisis data menggunakan analisis rasio keuangan, terutama Non Performing Financing (NPF) dan Finanicng to Deposit Ratio (FDR) perbankan syariah secara agregat. Hasil penelitian menunjukkan NPFperbankan syariah di Makassar secara agregat sebesar 1,49% dan FDR sebesar 201,67%. Rasio pertama menunjukkan rendahnya pembiayaan bermasalah, sedangkan rasio kedua menunjukkan tingginya pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat. Lebih jauh, penerapan prinsip syariah dalam sistem, mekanisme, dan produk perbankan syariah menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Hal ini tidak ditemukan dalam perbankan konvensional. Dengan kinerja keuangan yang kompetitif, maka perbankan syariah memiliki potensi untuk berkembang pesat di masa yang akan datang. 
THE INFLUENCE OF SPIRITUAL INTELLIGENCE,LEADERSHIP, AND ORGANIZATIONAL CULTURE ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR: A STUDY TO ISLAMIC BANK IN MAKASSAR CITY HM, Muhdar.; Rahma, St.
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study are to find out and to analys: (1) the influence of spiritual intelligence on organizational  citizenship  behavior; (2) the influence of leadership on organizational  citizenship  behavior; (3) the influence of organizationan culture on organizational  citizenship  behaviorThe population included all employees of Islamic Bank in Makassar City. There were 178 samples determined by using Slovin formula.  The samples were selected in two stages: proportional and purposive sampling. The data were analyzed by using path analysis with the AMOS 21 program. The results show that: spiritual intelligence has a positive and significant influence on organizational citizenship behavior; leadership has a positive and significant influence on organizational citizenship behavior; organizational culture has a positive and significant influence on organizational citizenship behavior.-----Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pengaruhkecerdasan spiritual terhadap organizational citizenship behavior, (2) pengaruh kepemimpinan terhadap organizational  citizenship  behavior, (3) pengaruh budaya organisasi terhadap organizational  citizenship  behavior. Penelitianini bersifat deskriptif.   Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Bank Umum Syariah di Kota Makassar. Sampel yang  diambil sebanyak 178 orang  dengan menggunakan rumus Slovin.Pengambilan sampel dilakukan melalui dua tahap yaitu sampel  proportional  dan sampel purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Data dianalisis dengan teknik analisis jalur melalui program AMOS 2 .Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap  organizational  citizenship  behavior,  kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational  citizenship  behavior, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational  citizenship  behavior
FRAMING THE RISK OF ISLAMIC BASED EQUITY FINANCING: AN INSIDE LOOK Adawiyah, Wiwiek Rabiatul
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is a review of the literature that aims at bringing into surface the issue of risk management in equity-based financing which is currently less attractive to Islamic banks. There are several forms of Islamic financing offered to potential borrower. Equity financing is less favorable as compared to debt financing due to high risks associated with it. Substantial numbers of strategies have been developed by researchers to mitigate the financing risks nonetheless the attempt is far from succeed. It is evidenced in the literature that both investors and financial intermediaries tend to overlooked profit and loss sharing mode of financing.  Meanwhile Equity financing is adored to be the best form of financing to be offered to small business since it is operating under the principle of justice.  Profit and loss sharing mechanism relieve both fund providers and borrowers from financial burden.  This article shall review potential risks embedded in equity financing and strategies to overcome the problem. -----Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk membahas manajemen resiko bagi pembiayaan syariah berbasis ekuitas yang saat ini kurang diminati oleh bank syariah.  Bank syariah menawarkan beberapa bentuk pembiayaan kepada calon nasabah. Pembiayaan berbasis bagi hasil dianggap kurang menguntungkan dibandingkan dengan pembiayaan berbasis hutang karena adanya risiko tinggi terkait pembiayaan bagi hasil. Sejumlah strategi telah dikembangkan oleh peneliti untuk meminimalisir resiko pembiayaan namun strategi tersebut masih jauh dari sukses karena belum mampu meningkatkan jumlah pembiayaan berbasis bagi hasil yang disalurkan oleh bank syariah. Meskipun demikian pembiayaan syariah berbasis ekuitas dianggap sebagai bentuk terbaik dari pembiayaan yang akan ditawarkan kepada usaha kecil karena beroperasi atas prinsip keadilan. Mekanisme pembiayaan berbasis laba rugi meringankan pihak yang bermitra, dalam hal ini bank Islam dan usaha kecil, dari beban keuangan. Artikel ini akan meninjau potensi risiko yang melekat pada pembiayaan ekuitas dan strategi untuk mengatasinya

Page 1 of 2 | Total Record : 14