cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Al-Ulum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ulum (AU) adalah Jurnal Studi-Studi Islam diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. AU terbit sejak tahun 2000 setiap Juni dan Desember, telah diakreditasi B oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 58/DIKTI/Kep/2013.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum" : 13 Documents clear
Wahdah Islamiyah’s Counter-Radicalism Strategy Through The New Media Network in Da’wah Development Of Palu City Khairil, Muhammad
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.382 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.610

Abstract

Radical labels and terrorist movements are often pinned down on various Islamic organizations in Indonesia, one of which is Wahdah Islamiyah (WI). This stigma is growing rapidly among Indonesians because the news in the media seems to accuse Islamic organizations of being the source of radical movements. Understanding the media becomes a crucial need in society. In addition, Islamic organizations are required to balance technological developments and utilize communication media in the modern era to re-establish the image of Muslims in Indonesia. This study focused on Wahdah Islamiyah in Palu City and was carried out with qualitative methods and case study approach to see and explain how the Wahdah Islamiyah in Palu City understood and utilized the media in responding to radical ideas that were often attached to Islamic organizations. This research shows that WI has a special strategy in responding to radicalism and has been able to utilize online media even though it is not yet optimal.
Jaringan Islamisasi Gorontalo (Fenomena Keagamaan dan Perkembangan Islam di Gorontalo) Mashadi, Mashadi; Suryani, Wahidah
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.054 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.555

Abstract

 Dalam artikel ini, para penulis berpendapat bahwa Kota Gorontalo yang diperkirakan lahir sebagai pusat pemerintahan sejak tahun 1728 M, atau tepatnya 06 Sya’ban 1140 H telah menjadi “kota Islam”. Sultan Amai, raja dari utara yang ke II Kerajaan Gorontalo pada tahun 1525 diyakini menjadi peletak pertama tonggak Islam di negeri ini. Raja Matolodulakiki menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan pada zaman pemerintahannya, dengan prinsip: “Adati hula-hulaa to saraa, saraa hula-hulaa to Qur’ani”. Peleburan Islam dan negara dan adat lantas disempurnakan oleh Raja Eyato, sejak tahun 1673. Selanjutnya, Sultan Botutihe menengaskan proses islamisasi dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Dungingi ke lokasi baru, yakni kawasan kompleks Mesjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo saat ini. Mesjid ini kemudian menjadi tonggak sejarah pemerintahan dan pusat agama. Secara empiris dapat dikatakan bahwa hubungan antara negara, agama dan adat sudah sedemikian kuat di Gorontalo. Prinsip penyebaran Islam pada masa ini melahirkan suatu perkembangan baru yakni “adat yang di Islam-kan atau Islam yang diadat-kan”. Selanjutnya, jaringan Islamisasi pada abad ke-19 sampai zaman sekarang ditandai dengan berdirinya beberapa organisasi dan institusi seperti: AL-Huda, Al-Khairat, Muhammadiyah dan NU.
Aksiologi Nilai Egaliter Budaya “Arek Suroboyo”. Tinarso, Pratisto; Supartiningsih, Supartiningsih; Hadi, Hardono
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.371 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.554

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan hakikat nilai egaliter dalam budaya Arek Suroboyo. Nilai egaliter budaya Arek Suroboyo merupakan nilai budaya yang telah dimiliki oleh masyarakat Surabaya sejak era Mataram Kuno, saat Surabaya masih bernama Hujunggaluh. Nilai egaliter tumbuh sebagai bentuk identitas budaya masyarakat Surabaya yang bebas dan tanpa kasta. Secara aksiologis hakikat nilai egaliter Arek Suroboyo adalah nilai objektif dan merupakan nilai intrinsik yang telah dihidupi oleh masyarakat Surabaya sejak awal terbentuknya masyarakat Surabaya. Kedudukan nilai egaliter Arek Suroboyo dalam hirarki nilai Max Scheler  adalah nilai spiritual, karena di dalam nilai egaliter terkandung penghargaan terhadap martabat dan kedudukan manusia yang sederajat dengan manusia lainnya. Keterbatasan nilai egaliter Arek Suroboyo adalah masih terbelenggu dalam budaya komunal masyarakat Surabaya. Nilai egaliter Arek Suroboyo berkontribusi bagi penguatan budaya lokal di Indonesia.
Pemikiran Teologi Ulama Bugis dalam Tafsir Al-Qur’an Bahasa Bugis Mursalim, Mursalim
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1722.09 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.552

Abstract

Kajian ini berupaya menelaah penafsiran tentang ayat-ayat kalamiyah (teologis) ulama Bugis dalam sebuah karya tafsir lengkap 30 juz, yaitu Tafsir Bahasa Bugis karya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dengan pengantar bahasa Bugis Lontara. Dalam kajian ini mencoba mendalami bagaimana penafsiran ulama Bugis terhadap ayat-ayat kalamiyah (teologi), khususnya masalah antropomorfisme (tajsim) terhadap Allah, apakah kecenderungan penafsirannya mengikuti kelompok tradisonal (Asy’ariyah), yang notabene masyarakat pembacanya adalah masyarakat Bugis yang cenderung kepada kelompok tradisional tersebut ataukah kelompok rasional (Mu’tazilah)? Ditemukan bahwa penfasiran-penafsiran dalam tafsir bahasa Bugis tentang ayat-ayat kalamiyah tampaknya sebagian mengikuti penfasiran kelompok tradional (Asy’ariyah), hal itu dilakukan untuk mengajak para pembacanya mengimani ayat apa adanya seraya men-tanzih-­kan Tuhan dari penyerupaan makhluk-Nya. Namun, di lain ayat berusaha menjelaskan dengan penafsiran yang rasionalis.
Sistem Pengajian Kitab Kuning pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Mujizatullah, Mujizatullah
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.753 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.551

Abstract

Artikel ini menjelaskan keunikan lembaga pendidikan Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar yang memiliki sistem pengajian kitab kuning. Pengajian kitab kuning sangat jarang ditemukan di Perguruan tinggi. Pengajian kitab kuning merupakan tradisi penting dari keberadaan suatu lembaga pendidikan Islam. Pengajian kitab kuning adalah salah satu model pembinaan kader-kader ulama muda. Melalui metode dan strategi pembelajaran yang baik, ratusan alumni telah lahir dari ‘rahim’ Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar. Dengan pemahaman dan penguasaan kitab kuning yang memadai mereka akan menjadi muballig yang mencerahkan (agent of change) di tengah-tengah umat. Pengajian kitab kuning pada mahasiswa di Ma’had Al-Birr dapat menjadi jawaban atas kebutuhan umat Islam terhadap sosok panutan di tengah kelangkaan ulama yang cakap berkomunikasi dalam bahasa Arab sekaligus memiliki pemahaman kitab kuning yang baik.
Epistemology of Laduni Science on Muhammad Al-Ghazali Thought Wekke, Ismail Suardi; Amiruddin, Acep Aam; Wardi, Moh.
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.732 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.546

Abstract

Epistemologi pada hakikatnya merupakan gabungan antara berpikir secara rasional dan berpikir secara empiris. Cara berpikir tersebut digabungkan dalam mempelajari gejala alam untuk menemukan kebenaran yakni pikiran dan indra. Oleh sebab itu, epistemologi adalah usaha untuk menafsir dan membuktikan keyakinan bahwa kita mengetahui kenyataan yang lain dari diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan cara kerja dan konsep epistemologi ilmu menurut Al-Ghazali? Serta bagaimana perolehan  pengetahuan  dan  kebenaran  melalui ilmu Ladunni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali berpandangan bahwa ilmu Ladunni itu datang dari Tuhan secara langsung ke dalam jiwa manusia, yakni jiwa yang sempurna jiwa yang bersih dan siap ber-muwajahah dengan Tuhan, di sanalah ilmu Tuhan akan terpancar. Adapun beberapa metode untuk memperoleh ilmu Ladunni, pertama, melalui pencarian seluruh ilmu dan pengambilan bagian yang paling sempurna dari sejumlah besar yang ada. Kedua, melalui metode riyadhah dan muraqabah. Ketiga, melalui metode tafakur. Keempat, ialah metode pengilhaman. Kelima, metode tazkiyat an-Nafs yaitu proses penyucian jiwa manusia melalui tahapan takhalli dan tahalli. Keenam, ialah metode zikir.
Kepemimpinan Perempuan di Ruang Publik dalam Tafsir Al-Kasysyâf Ibrahim, Sulaiman
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.882 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.536

Abstract

This paper explores al-Zamakhshari's thoughts on women's leadership in the public sphere in tafsir al-Kasysyaf's . Islam does not require the wife to submit to her husband as he is obliged to submit to God. On the contrary, with the existence of rights that must be fulfilled by the husband towards the wife, then as reciprocity of Islam gives the right for the husband to be obeyed as long as it does not conflict with the teachings of religion. However, in terms of leadership in the public sphere, az-Zamakhsyarîy is more likely to place the position of women under men. This is evident in his expression when interpreting the word فضل الله بعضهم علي بعض that leadership is given by Allah to men because of its advantages in several respects, even az-Zamakhsyarîy considers men to have many advantages over women
Motif Batik Tradisional Surakarta Tinjauan Makna Filosofis dan Nilai-nilai Islam Muhadiyatiningsih, Siti Nurlaili; Hikmawati, Ari
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.632 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.499

Abstract

   Tulisan ini akan mendiskusikan tentang ragam motif batik tradisional Surakarta dalam tinjauan makna filosofis dan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan interpretaisi simbolik deskriptif penulis akan berusaha untuk menyingkap makna yang terkandung dalam motif batik tersebut. Penelitian menghasilkan temuan bahwa sedikitnya terdapat sepuluh jenis motif batik tradisional Surakarta. Masing-masing motif tersebut selanjutnya menyiratkan makna filosfis dan nilai-nilai Islam yang begitu mendalam. Secara filosofis, ditemukan bahwa makna dalam motif batik yang diproduksi dipengaruhi oleh ajaran Hindu, Sangkan Paraning Dumadi. Adapun ditinjau dari konteks nilai-nilai Islam, motif dalam batik tradisional Surakarta bermakna kronologi kehidupan manusia sejak dalam alam kandungan hingga kembali ke alam barzah. Ajaran Islam yang ditampilkan dalam batik meliputi ajaran aqidah, syariah dan muamalah.
Terapi Sufistik dalam Pengobatan di Pekanbaru Riau Saifullah, Saifullah; Hasbullah, Hasbullah; Hasbi, M Ridwan
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.324 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.496

Abstract

Based on the social phenomena of the society, specifically in the city of Pekanbaru, rapid social changes occur with unlimited communication, tend to be materialistic, secularistic and rationalistic. Thus, they arouse various psychological and physical problems. One of psychological problem is a disease that comes from the loss of a divine vision. The vision is blunts to see the reality of life and life itself. Treatment with sophisticated tools and chemicals develops in such a way, but in reality is unable to fully solve the many problems of disease, then switch to alternative-spiritualistic treatment. This study used a qualitative approach by conducting in-depth interviews with subject who practices sufistic therapy. In Pekanbaru, the tendency of people to seek treatment through sufistic therapy can be seen from the amount of sufistic medicine houses. The results of this study show that sufistic therapy or sufi healing is a new trend among modern society which seems to have experienced a saturation point with various patterns of material orientation, thus,  the spiritual world becomes an alternative
Singularitas Agama: Identifikasi Aliran dan Paham Radikal di Kendari Alim, Nur; Pairin, Pairin; Ikhsan, Muh.; Samrin, Samrin; Syamsuddin, Syamsuddin
Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.438 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.487

Abstract

This research aims to examine in depth about the Singularity of religion: identification of flow and Radical Leftism in Kendari.As for the issues examined in this study is about the identification of the flow and pattern of radical leftism in the town of Kendari and the characteristics of the followers who focused on Unity Islamiyah (WI) and Islamic Centre Muadh Ibn Jabal (ICM).This study seeks to analyse the problems examined by using a descriptive approach.Data collection is done for more or less three months through interview, observation, and documentation.The results of this study indicate that 1) WI do not agree to any form of shirk against the slightest God.The values of Islamic jurisprudence should be reflected in the Constitution of the State, and also encourage the Muslims to participate in the general election by selecting candidates in accordance with the heart.2) ICM more focus on Da'wah and educational activities. For ICM, Indonesia is darul murakkabah or the same thing with the concept of Indonesia as a country Bhinneka Tunggal Ika.

Page 1 of 2 | Total Record : 13