cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Al-Ulum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ulum (AU) adalah Jurnal Studi-Studi Islam diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. AU terbit sejak tahun 2000 setiap Juni dan Desember, telah diakreditasi B oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 58/DIKTI/Kep/2013.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum" : 10 Documents clear
Radikalisme pada World Wide Web dan Strategi Propaganda Nurdin, Nurdin
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.108 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.42

Abstract

Dewasa ini sejumlah individu dan organisasi radikal sudah menancapkan kaki mereka di Internet. Mereka beroperasi dalam suatu jaringan yang sulit terpantau oleh pihak penguasa untuk membujuk, merekrut anggota baru dan sekaligus berkoordiansi dalam melancarkan tindakan radikal dan kekerasan. Kehadiran mereka di dunia maya telah mendatangkan berbagai kontroversi dan perdebatan dikalangan pengguna Internet, penegak hukum, dan pembuat kebijkan terkait penyalahgunaan Internet. Namun, masih sangat terbatas penelitian and informasi terkait bagaimana sebenarya oraganisasi radikal tersebut beroperasi di dunia maya dan bagaimana cara mereka menyampaikan proganda di Internet. Dengan menggunakan pendekatan analisa kontent, penelitian ini berusaha menyajikan pemahaman yang mendalam terkait gerakan dan propaganda radikal di Internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah organisasi radikal di Indonesia dan Internasional sudah memanfaatkan Internet secara intensif dalam gerakan mereka. Mereka memanfaatakan Internet untuk mempengaruhi, menyampaikan propaganda radikal, merekrut anggota baru, berkomunikasi denganpendukung dari berbagai negara dan menggalang dana dari publik yang simpati dengan mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Internet sudah menjadi sarana baru kelompok radikal dalam menyebarkan gagasan-gagasan radikal dan teror dalam kehidupan masyarakat dewasa ini.
Pluralisme Berbasis Pendidikan Agama Guna Pencegahan Radikalisme Agama Rohman, Abdul
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.332 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.36

Abstract

Radikalisme telah menjadi fenomena akhir-akhir ini. Sejumlah kekerasan di beberapa daerah Indonesia merupakan bukti akan hal itu. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi di antaranya karena konflik dikarenakan faktor pluralitas. Persoalan-persoalan ini bila tidak diatasi, akan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Kajian ini akan membahas peran sekolah dalam mengembangkan keberagamaan siswa dalam merespon kenyataan pluralitas keagamaan di masyarakat, yang akan difokuskan pada bagaimana kurikulum dikonstruksi, pembelajaran dilakukan, dan kondisi. Dengan pendekatan kualitatif, studi kasus di SMA Madania Bogor Jawa Barat, studi ini menunjukkan bahwa sekolah yang menerapkan pendidikan agama berbasis pluralistik, cocok untuk menanamkan nilai-nilai pluralisme sehingga membentuk sikap toleransi dan inklusivitas siswa.
Counter-radicalism and Moderate Muslim in Jember Amal, M. Khusna
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.504 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.152

Abstract

Tulisan ini mengulas gerakan kultural kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah â??dua organisasi Islam moderat dengan massa terbesar di Indonesiaâ??dalam melakukan counter terhadap penetrasi radikalisme agama di Jember â??salah satu daerah kabupaten di Jawa Timur. Kendatipun menggunakan platform dan pendekatan berbeda, yakni Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan, namun kedua organisasi itu sama-sama memiliki misi politik profetis untuk melawan segala bentuk tindakan radikalisme yang mengatasnamakan agama. Tulisan ini sendiri berargumen bahwa kedua organisasi itu, masih menjadi pilar progresif bagi kekuatan civil Islam Indonesia yang concern dalam memperjuangkan agenda toleransi, pluralism dan demokrasi. Keduanya juga selalu memposisikan diri sebagai kekuatan anti-tesa yang selalu beroposisi dengan berbagai kekuatan radikalisme. Bagaianapun, radikalisme agama merupakan ancaman serius bagi, terutama agenda penciptaan koeksistensi damai bagi keragaman dan perbedaan umat beragama. Tulisan ini bermaksud untuk mengelaborasi gagasan-gagasan progresif dari kalangan muslim moderat â??dalam hal ini NU dan Muhammadiyah-- dalam mengonsolidasikan diri untuk membendung laju pergerakan radikalisme.
The Youth, The Sciences Students, and Religious Radicalism Yusar, Yusar
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.891 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.154

Abstract

Artikel ini berupaya menggambarkan radikalisme agama di kalangan kaum muda yang tergolong sebagai siswa ilmu pengetahuan alam (IPA). Pada banyak kasus, golongan kaum muda merupakan sasaran utama para agen radikalisme agama. Kaum muda menerima nilai-nilai dan menjadi kader dari gerakan radikalime agama tersebut. Pada tataran empiris, para siswa  rumpun IPA  secara individu memiliki kecenderungan menjadi golongan radikal dibandingkan siswa-siswa yang tidak menempuh pendidikan rumpun IPA. Dengan pendekatan mikrososiologi, artikel ini memerikan 2 (dua) faktor penyebab para siswa rumpun IPA memiliki kecenderungan menjadi agen golongan radikal, yakni alam subyektif individu dan deprivasi relatif yang dialami oleh para siswa rumpun IPA.
Membangun Pemahaman Multikultural dan Multiagama Guna Menangkal Radikalisme di Aceh Singkil Setiawan, Deny; Amal, Bahrul Khoir
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.955 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.155

Abstract

Multi-budaya adalah salah satu pergerakan reformasi pendidikan. dan proses yang tujuannya  untuk mengubah struktur pendidikan agar siswa yang berasal dari suku, ras dan kelompok budaya yang berbeda bisa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan di sekolah. Multi-agama adalah suatu keadaan di mana ada beberapa agama yang hidup dan berkembang di daerah tertentu  yang keberadaannya tidak bisa ditolak.Konflik yang baru-baru ini terjadi di Aceh Singkil, yang sebenarnya ini bukan merupakan konflik yang pertama, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: 1. Kurangnya pemahaman tentang konsep multikultural yang ada dan hidup serta berkembang sejak lama di Aceh Singkil. 2. Kurangnya rasa solidaritas yang tinggi dalam beragama di tengah-tengah masyarakat  yang juga multi agama, meskipun ada agama mayoritas di daerah tersebut. 3. Adanya usaha dari masyarakat pendatang ke Aceh Singkil yang ingin merusak stabilitas kehidupan di sana dengan tidak mematuhi aturan-aturan yang telah disepakati. 4. Kesenjangan ekonomi dan hidup dalam kemiskinan yang bertahun-tahun dialami masyarakat Aceh Singkil juga merupakan faktor terjadinya konflik tersebut, sekalipun faktor ini tidak dominan.
Studi Terorisme di Sulawesi Tengah Ali, Muhammad Nur
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.352 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.157

Abstract

Poso sebagai titik pusat konflik di Sulawesi Tengah telah bersimbiosis dengan terorisme, sehingga titik rawan luarnya telah meluas menjangkau paling tidak tiga wilayah perbatasan, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Meskipun belum diperoleh jawaban yang tepat, apakah konflik yang menghadirkan terorisme atau terorisme yang menciptakan konflik di Poso, tetapi yang tampak bahwa habitat terorisme telah terbentuk di Poso. Artikel ini membahas tiga fokus kajian yaitu (1) spirit ideologis, (2) obsesi perjuangan, dan (3) sistem jaringan. Spirit ideologis yang menggerakkan semangat teroris di Poso adalah bersifat fundamental-radikal, dengan obsesi perjuangan adalah untuk mengubah tatanan mapan menggunakan celah delegitimasi kekuasaan pemerintah yang dinilai telah menyebabkan banyaknya kemungkaran. Teroris lokal Poso tidak berdiri sendiri sebab terkait dengan teroris ekstra lokal dan nasional, bahkan menjangkau jejaring terorisme global.
Peran Pemikiran Heuristik pada Hubungan Persepsi Sosial dengan Munculnya Sikap terhadap Ide Penegakkan Khilafah Islamiyah di Indonesia Mayasari, Ros
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.587 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.158

Abstract

Penyebaran ide tentang penerapan Khilafah Islamiyah sangat gencar dilakukan beberapa tahun terakhir, terutama pada generasi muda. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini menguji model teoritis hubungan antara kebutuhan untuk  menolak ketidakpastian, persepsi sosial terhadap realitas masyarakat dan praktek demokrasi,bias heuristic thinking, dengan  sikap  terhadap ide penerapan Khilafah Islamiyah di Indonesia. Data diolah dengan  analisis regresi  dengan  245 responden. Berdasarkan hasil uji  analisis regresi, model teoritik tidak fit dengan data. Peneliti mengajukan model teoritik baru yang tidak melibatkan variable kebutuhan menolak ketidakpastian. Variabel bias heuristic thinking terbukti sebagai variabel mediator dalam hubungan antara persepsi terhadap kondisi social dengan munculnya sikap terhadap ide penegakkan Khilafah Islamiyah. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan analisis SEM. Peneliti merekomendasikan perlunya pengembangan berpikir kritis di kalangan generasi muda, agar lebih kritis dalam menyikapi ide-ide yang cenderung radikal.
Radikalisme Islam dalam Representasi Media di Thailand Fahmi, Muhammad
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.087 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.159

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk melihat bagaimana Islam Radikal (ISIS) direpresentasikan di media Thailand. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis wacana kritis Theo van Leuwen yang berfokus pada bagaimana aktor ditampilkan (inklusi dan eksklusi) di media. Kajian ini menyimpulkan bahwa: Pertama, pada The Bangkok Post, merepresentasikan ISIS identik dan sama berbahayanya dengan pemberontak Muslim di Thailand selatan. Isu ISIS menjadi jembatan media untuk memarjinalkan para pejuang Muslim di wilayah Thailand Selatan. Kedua, Berbeda dengan The Bangkok Post, Pattaya Mail terlihat tidak mengaitkan isu ISIS dengan pejuang Muslim di Thailand Selatan. Hal ini antara lain disebabkan karena media tersebut hal tersebut justru akan melemahkan upaya untuk membangun integrasi dan asosiasi besar vis a vis ISIS. Pattaya Mail terlihat mencoba memasukkan sebanyak mungkin â??temanâ? untuk menghadapi musuh bersama, yaitu : ISIS.
Pandangan dan Pengalaman Dosen UIN Alauddin Makassar dalam Upaya Mengantisipasi Gerakan Islam Radikal di Kalangan Mahasiswa Arifuddin, Arifuddin
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.733 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.160

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mengisi kesenjangan keilmiahan tentang gerakan radikal di lingkungan kampus. Studi ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melibatkan enam (6) orang dosen UIN Alauddin Makassar sebagai subjek penelitian. Dari hasil wawancara, ditemukan bahwa dosen memiliki pandangan yang sama tentang radikalisme dari segi positif dan negatifnya. Paham radikalisme ini berkembang karena diawali dengan pemahaman agama yang tidak mendalam dan di kalagan mahasiswa, perkembangannya difasilitasi oleh masih belum matangnya pola berfikir mahasiswa serta adanya keingintahuan yang besar. Pada dasarnya, seluruh responden menganggap isu ini adalah hal yang serius dan sering dibahas bersama mahasiswa. Perguruan tinggi dan para dosen juga didorong untuk mengarahkan dan membimbing mahasiswa agar terhindar dari perkembangan paham-paham radikal.
Dakwah Kontemporer dan Radikalisme Agama di Bulukumba Mahmuddin, Mahmuddin
Al-Ulum Vol 16 No 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.587 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.161

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dakwah kontemporer di Bulukumba sebagai upaya untuk menangkal radikalisme agama. Hal ini disorot dari sudut karakteristik dai kontemporer, materi dakwah kontemporer dan media dakwah kontemporer serta peran dakwah dalam menangkal radikalisme agama di Kabupaten Bulukumba.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya dai termasuk dai kontemporer. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa salah satu karakter dakwah kontemporer adalah dai yang kontemporer.  Dai dalam menyampaikan materi dakwah kontemporer pada umumnya masih berfokus pada materi sistem tradisional.  Sedangkan kaitannya dengan media kontemporer, para dai belum sepenuhnya menggunakannya dengan baik. Kaitannya dengan peran dakwah dalam menangkal radikalisme agama adalah  pada umumnya dai sangat berperan dan berupaya untuk menjelaskan agama secara proporsional.     

Page 1 of 1 | Total Record : 10