cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
<p>TADBIR</p> <p>Jurnal Manajemen Pendidikan Islam</p> <p>Jurnal ini dirintis oleh jurusan manajemen pendidikan islam fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan IAIN Sultan Amai gorontalo pada tahun 2013</p> <p>Jurnal ini berisikan tulisan oleh dosen-dosen di bawah naungan jurusan manajemen pendidikan islam dan dosen-dosen fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan yang bertemakan tentang manajemen pendidikan serta kependidikan islam pada umumnya.</p> <p> Diterbitkan oleh LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo</p>
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
PERANAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU (STUDI KASUS DI MTS AL-KHAIRAAT KOTA GORONTALO) Maranting, Halik S.
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2020): Tadbir 2020
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis Peranan Pengawas Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Guru (Studi Kasus di MTs Al-Khairaat Kota Gorontalo). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan pola deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tujuan supervisi pendidikan ialah memberikan layanan atau bantuan untuk kualitas mengajar guru di dalam kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Hal ini peran dari supervisor (pengawas dan kepala madrasah) sangat diharapkan karena dia merupakan orang yang harus memikirkan kemajuan pendidikan di tingkat sekolah/madrasah. peran pengawas pendidikan dalam meningkatkan kualitas guru di MTs Al-Khairaat Kota Gorontalo, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan professional terutama supervisi kepada kepala madrasah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan dengan cara kunjungan kelas, pembicaraan individual dan rapat MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), Melakukan kunjungan ke Madrasah dengan cara melakukan kunjungan kelas secara langsung untuk mengamati proses pembelajaran. Adapun Upayanya yaitu Melakukan rapat antara pengawas dengan pihak madrasah, Melakukan pertemuan pada Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja, pembinaan terhadap guru mata pelajaran. Adapun hambatannya yaitu Kurangnyanya jumlah pengawas, masih adanya guru yang tidak mau disupervisi, adanya guru yang merasa lebih senior dari pengawas, kurangnya komunikasi antara pengawas dan guru.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KELOMPOK KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR Badrudin, Badrudin; Muliawati, Teti; Russamsi, Yunus; Prayoga, Ari
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2020): Tadbir 2020
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kinerja guru SD di wilayah Kecamatan Antapani Kota Bandung di hadapkan pada persoalan belum optimalnya kinerja guru ini terlihat pada data rata-rata kinerja guru sebesar 78%. Dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui kepemimpinan Kepala Sekolah dan keikutsertaan para guru pada kegiatan Kelompok Kerja Guru. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (X2) serta Kinerja Guru (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Sekolah Dasar Se-Kecamatan Antapani Kota Bandung sebanyak 333 guru dari 14 Sekolah Dasar, sampel dalam penelitian ini adalah 77 guru dengan menggunakan teknik sampling (proportional stratified random sampling). Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan penyebaran kuisioner. Dalam pengujian secara simultan tingkat pengaruh variabel Independen (Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kelompok Kerja Guru) terhadap Variabel dependen (Kinerja Guru) mempunyai pengaruh. Hal ini terbukti dengan angka Adjusted R sebesar 0.570a menunjukkan bahwa Kinerja Guru mempunyai hubungan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kelompok Kerja Guru berkategori kuat dengan persentase 57%, dan Fhitung&gt;Ftabel, yaitu 17.839&gt;3.12 dengan tingkat signifikansi 0,000&lt;0,05, Maka Ho ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel Independen terhadap variabel dependen atau dapat dikatakan terdapat pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kelompok Kerja Guru terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Se-Kecamatan Antapani Kota Bandung.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU SMP NEGERI 2 PASARKEMIS KABUPATEN TANGERANG Fauzi, Anis; Jubaeri, Ahmad
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis pengaruh kepemimpinan secara parsial terhadap disiplin kerja guru di SMPN 2 Pasarkemis 2) menganalisis pengaruh secara parsial, motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru, 3) mengetahui pengaruh secara simultan antara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru, serta 4) menentukan variabel manakah yang berpengaruh secara dominan terhadap disiplin kerja guru di SMP Negeri 2 Pasarkemis Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Guru SMP Negeri 2 Pasarkemis baik yang bersetatus PNS maupun Non PNS sebanyak 42 Guru. Teknik analisis data menggunakan SPSS 17, dengan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepemimpinan berpengaruh terhadap disiplin dan kinerja guru&nbsp; dengan koefisin regresi dan korelasi sebesarbesar 0,721, 2) Motivasi kerja berpengaruh terhadap disiplin dan kinerja guru&nbsp; dengan koefisin regresi dan korelasi&nbsp; sebesar 0,520, 3) kepemimpinan dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh terhadap disiplin kerja guru di SMP Negeri 2 Pasarkemis Tangerang; serta 4) Variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh paling dominan terhadap tingkat kedisiplinan guru di SMP Negeri 2 Pasarkemis Tangerang. Hal ini dapat dijelaskan bahwa disiplin kerja pegawai akan selalu meningkat pada saat pimpinan lebih tegas dalam melaksanakan kepemimpinannya guna meningkatkan etos kerja yang lebih baik.
TEKNIK KONSELING ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB PRIBADI SISWA Fajarwati, Dety Anugrah
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih kurangnya tanggung jawab pribadi remaja awal sekolah menengah pertama. Masalah tersebut disebabkan masih kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab pribadi, kurangnya sikap kontrol diri, kepedulian terhadap orang lain, keberanian, berperilaku jujur dan mempertahankan harga diri. Selain itu, belum adanya program khusus layanan bimbingan dan konseling yang dapat memfasilitasi siswa untuk dapat meningkatkan tanggung jawab pribadi. Penelitian bertujuan menguji keefektifan program layanan bimbingan dan konseling menggunakan teknik konseling Assertive Training, untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa di SMP Negeri 1 Batujajar. Prosedur penelitian melalui tiga tahap kegiatan, yaitu mengumpulkan data awal, penyusunan program dan uji coba program menggunakan teknik konseling Assertive Training dengan sampel penelitian berjumlah 15 orang siswa kelas VIII yang memiliki tanggung skor terendah dari hasil penyebaran angket.Hasil penelitian menunjukkan program menggunakan teknik konseling Assertive Training terbukti efektif untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa di SMP Negeri 1 Batujajar. Dengan bersikap asertif siswa dapat lebih bertanggung jawab. Rekomendasinya adalah pertama, guru BK seyogianya memahami kebutuhan serta permasalahan terkini yang dialami siswa terkait dengan tanggung jawab pribadi. Kedua, hasil penelitian dapat dijadikan bahan diskusi dan rujukan studi terkait dengan tanggung jawab pribadi bagi jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan. Terakhir, berkenaan dengan penerapan program bimbingan dan konseling menggunakan teknik konseling assertive training perlu disebarluaskan dengan cakupan sekolah yang beragam.
PENDIDIKAN HUMANIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN Sidik, Firman
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan humanis merupakan sebuah model pembelajaran yang dalam praktiknya selalu memperjuangkan hak-hak setiap individu agar dapat mengaktualisasikan dan mengeksplor potensi diri. Selain itu, pendidikan humanis hadir untuk menjawab berbagai problem pendidikan yang dewasa initer kesan menjadi tempat penindasan intelektual dan kreatifitas individu karena menempatkan peserta didik sebagai manusia yang tidak memiliki pengetahuan apapun dan guru menjadi sosok yang maha tahu yang begitu mendominasi. Dengan adanya pendidikan humanis pembelajaran lebih kondusif serta memberikan pengakuan dan kepercayaan atas keunikan yang dimiliki tiap individu, selain itu dapat juga menciptakan sebuah pola pembelajaran yang lebih kooperatif dan &nbsp;demokratis. Dengan demikian, adanya praktik pendidikan humanis akan membawa dampak yang positif bagi perkembangan dunia pendidikan dan pernyataan bahwa pendidikan merupakan tempat untuk memanusiakan manusia bukanlah suatu mimpi belaka namun hal tersebut benar-benar bisa diwujudkan dalam realitas pendidikan.
THE BASIC PRINCIPLE OF THE MAN TO ISLAM VIEW Djamaluddin, Ahdar
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The constraint will be discussed in this paper in connection with the above title and background are as follows:1. How the principle that man is the noblest creatures in the universe.2. How the principle belief that the human body has three dimensions, namely, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;body, intellect and spirit.3. How the principle that human beings are affected by factors in the growth of heritage, natural environment, motivations and needs.The Qur'an confirms the quality and value of human beings by using three kinds of terms that are related to each other , al - insan al - Bechar and the sons of Adam . Given the human mind and heart , so as to understand the science of God sent down a Qur'an. With cultured human sciences afford . God created man in the best of circumstances should be drawing this ( At- Tin paragraph 4 ) . Human remains dignified noble if they are as caliph kept alive by God 's teachings . By karan in exaggerated human knowledge of other creatures . the human &nbsp;is a very noble creature of all beings in the universe , God blessed virtue that sets it apart from other creatures . God equips man with a few specific traits , with the gift of human beings entitled to respect from other creatures .Islam admitting human needs to the objects and the importance of the objects in human life , but the emphasis with &nbsp;aspect is very clearly nonsensical or spritual &nbsp;man should not live for the body alone , uncertain if he would go down commensurate animals . Require human intellect and spirit . His need to sense and spirit even more important . Between the body and the mind manifestation of this spirit , there should be no difference between the interests of these three aspects or between material interests and spiritual needs , because there is no obvious reason that hinders the interests and the need on each factor , the alignment even be the basis in Islam because it is not distinguished between objects or between body and soul mind and spirit .Undue physical growth &nbsp;always influenced by heredity . Personal growth and social tendencies are not always influenced by environmental factors at all, . Sometimes physical growth is influenced&nbsp; by environmental factors . Both naturally shaped like climate , season and soil properties Interchangeability , or socio - cultural nature such as how to eat , how to maintain the body from disease and treatment.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA GORONTALO Matara, Kusmawaty
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pembinaan guru SDN di Kota Gorontalo, dan menganalisis Kompotensi Pedagogis Guru SDN di Kota Gorontalo, pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, hal ini bertujuan untuk menggali informasi secara langsung melalui interaksi dengan narasumber, dan diharapkan dapat lebih mendalami realitas dari fenomena yang ada. Hasil penelitian menemukan bahwa kebijakan pembinaan guru oleh Pemerintah di kota Gorontalo dilakukan secara berjenjang mulai dari Kementrian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi, Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, kepala Sekolah dan Lembaga Profesi Guru. Sementara pembinaan kompotensi pedagogik guru dilakukan dalam aspek (1) Kemampuan dalam Memahami peserta didik, (2) Kemampuan Merancang Pembelajaran, (3) Kemampuan melaksanakan Proses Pembelajaran, 4) Kemampuan menilai Proses dan Hasil, dan (5), Kemampuan mengembangkan potensi peserta didik. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan pembinaan guru SD secara berjenjang dikota Gorontalo telah meningkatkan kompotensi guru, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil ujian Nasional selama 3 tahun terakhir untuk tingkat SD di Kota Gorontalo.
EFEKTIVITAS PKBM DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM PENGENTASAN BUTA AKSARA OLEH PKBM DI DESA GANDASARI KECAMATAN TOLANGOHULA KABUPATEN GORONTALO PROPINSI GORONTALO Ilma, Naufal
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PKBM adalah wadah kegiatan masyarakat yang diarahkan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang tepat dan sesuai dengan tuntutan kesempatan yang terbuka berdasarkan kebutuhan pasar, serta tersedianya sumber dan faktor pendukung lainnya yang terdapat di dalam masyarakat. PKBM sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal yang berlangsung dikelola oleh masyarakat dapat menggali, menumbuhkan, mengembangkan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, untuk sebesar-besarnya dalam pemberdayaan masyarakat sendiri. Pengentasan Buta Aksara oleh PKBM desa Gandasari sudah maksimal dilihat dari beberapa kegiatan yang dilakukan PKBM pada desa tersebut.
MODEL PENERAPAN ICT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Erwinsyah, Alfian
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba mendeskripsikan model pemanfaatan/penerapan ICT serta beberapa hambatannya. ICT telah secara sistematis diterapkan melalui desain, pengembangan, pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi. Hambatan dalam melaksanakan ICT umumnya berasal dari kurangnya personil, infrastruktur, hardware, dan software.
PROBABILITAS BERSYARAT, INDEPENDENSI DAN TEOREMA BAYES DALAM MENENTUKAN PELUANG TERJADINYA SUATU PERISTIWA Otaya, Lian G.
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2016): Tadbir 2016
Publisher : Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probabilitas hanyalah suatu sistematika ilmu untuk mempelajari ketidakpastian.&nbsp; Seakurat-akuratnya model probabilitas yang digunakan, tetap saja ketidakpastiaan itu masih ada walau dengan kadar yang rendah.&nbsp; Ketidakpastiaan yang&nbsp; rendah itu pada gilirannya dapat menghasilkan hasil yang ekstrim. Jadi penting memahami apa yang bisa diberikan oleh teori&nbsp;probabilitas dan&nbsp; turunan-turunannya, termasuk dalam memahami teori probabilitas bersyarat dan independensi dalam suatu peristiwa. Masalah yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah menentukan peluang akan terjadinya suatu kejadian, bila kejadian lain telah terjadi. Peluang seperti ini disebut probabilitas&nbsp; bersyarat. Dua peristiwa dikatakan bersyarat adalah jika terjadinya peristiwa yang satu akan mempengaruhi atau merupakan syarat terjadinya peristiwa yang lain. Jika peristiwa X dan Y merupakan peristiwa dependen (probabilitas bahwa Y akan terjadi jika diketahui bahwa X telah terjadi)&nbsp;P(X ? Y) = P(X) x P(Y/X). Sementara dua peristiwa dikatakan independen (bebas) jika terjadinya atau tidak terjadinya peristiwa satu tidak mempengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh peristiwa yang lain. Jika X dan Y merupakan dua peristiwa yang independen, maka probabilitas untuk terjadinya kedua peristiwa tersebut adalah : P(X ? Y) = P(X) x P(Y).

Page 1 of 14 | Total Record : 139