cover
Contact Name
Jurnal ENVIROTEK
Contact Email
envirotek@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ENVIROTEK
ISSN : 26231336     EISSN : 2085501X     DOI : -
ENVIROTEK gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; ENVIROTEK Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field. The journal publishes two issues in one volume a year. The issues are expected to be published in April and Oktober of each year.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK" : 10 Documents clear
KOMBINASI PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND DAN AERASI UNTUK MENINGKATKAN PENURUNAN BOD DAN TSS PADA LUMPUR TANGKI SEPTIK Maritha Nilam Kusuma, Arlini Dyah Radityaningrum,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1227

Abstract

Lumpur hasil penyedotan tangki septik memiliki konsentrasi Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Total Suspended Solids (TSS) yang belum memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013. Kombinasi pengolahan wetland dan aerasi mampu meningkatkan penurunan BOD dan TSS pada lumpur tangki septik. Tujuan penelitian adalah untuk (i) menentukan efisiensi penurunan BOD dan TSS pada lumpur tangki septik (ii) menentukan waktu tinggal dan jenis tanaman pada wetland yang paling sesuai untuk mengolah lumpur tangki septik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan operasional reaktor secara kontinyu dengan variasi waktu tinggal 5 hari, 15 hari, dan 25 hari serta variasi jenis tanaman Scirpus lacustris dan Cyperus papyrus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Scirpus lacustris menghasilkan penurunan BOD dan TSS lebih tinggi dari tanaman Cyperus papyrus dengan waktu tinggal terbaik pada 25 hari. Penurunan BOD dan TSS lumpur tangki septik yang dihasilkan adalah 98% dan 87% pada tanaman Scirpus lacustris serta 97% dan 83% pada tanaman Cyperus papyrus. Tanaman Scirpus lacustris mampu mengolah lumpur tangki septik dengan hasil konsentrasi BOD dan TSS adalah 26 mg/l dan 30 mg/l sehingga telah memenuhi standar baku mutu sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013. Kata kunci: constructed wetland, aerasi, BOD5, TSS DOI https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1227
KINERJA ELEKTROKOAGULASI SEBAGAI PENGOLAHAN ALTERNATIF LIMBAH CAIR TINJA Tuhu Agung R, Ainul Zurroh,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1228

Abstract

Elektrokoagulasi adalah proses destabilisasi suspensi, emulsi, dan larutan yang mengandung kontaminan dengan cara mengalirkan arus listrik melalui air menyebabkan terbentuknya flok yang mudah dipisahkan. Penelitian ini digunakan untuk mengolah limbah cair tinja dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyisihan Total Suspended Solids (TSS) yang terkandung dalam limbah cair tinja. Kemampuan penyisihan TSS dengan variabel perlakuan antara lain tegangan sebesar 3, 5, 7, 10, dan 12 volt; waktu kontak masing-masing 5, 15, 30, 60, dan 120 menit; jarak masing-masing 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm; dan luas penampang elektroda 4,5 x 20 cm, 2(4,5 x 20 cm), dan 3(4,5 x 20 cm). Hasil terbaik dari hasil penelitian ini diperoleh dengan variabel tegangan 3 volt ,waktu kontak 60 menit, jarak 3 cm, dan luas penampang elektroda 3(4,5 x 20 cm) didapat efisiensi penyisihan TSS 98,2%.Kata kunci: elektrokoagulasi, limbah cair tinja, Total Suspended Solids (TSS) DOI https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1228
PENINGKATAN PRODUKSI KETELA POHON SEBAGAI POTENSI EKONOMI PENDUDUK DESA DAWUHAN KEC. KADEMANGAN, BLITAR Saifuddin Zuhri, Imam Ghozali, Syaifuddin Zuhri,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1229

Abstract

Potensi umbi singkong sebagai bahan makanan yang banyak terdapat di Indonesia khususnya Desa dawuhan sebagai lokasi KKN tematik yang mempunyai hasil pertanian yang cukup melimpah dan dapat dikembangkan sebagai produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi serta mampu meningkatkan produktifitas di bidang ekonomi bagi masyarakat desa setempat. Produk olahan singkong menjadi keripik singkong merupakan produk yang mempunyai nilai pasar tinggi khususnya sebagai produk yang mampu mengangkat citra desa untuk menjadi desa binaan dengan produk keripik singkong yang mempunyai citarasa tinggi. Kemampuan yang dimiliki masyarakat desa dalam mengolah produk masih terbatas dalam hal penggunaan teknologi dan kemampuan mengolah produk olahan tersebut menjadi lebih enak, gurih, dan trendi. Pemanfaatan alat-alat produksi seperti mesin perajang, mesin peniris, dan sistem pengemasan yang bagus dapat meningkatkan produk olahan keripik singkong menjadi produk yang mempunyai nilai jual tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan mayoritas masyarakat desa bahkan nantinya dapat mendorong desa wisata makanan khas setempat. Hasil penerapan di lapangan dapat dihasilkan bahwa peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produksi dapat terus dikembangkan dengan pemanfaatan alat-alat produksi tersebut serta pengembangan teknologi pengemasan yang lebih baik sehingga produk olahan keripik singkong dapat bersaing dengan produk-produk lainnya yang sudah lebih dulu berkembang.Kata kunci: Singkong, Keripik Singkong, Mesin Perajang, Mesin Peniris, Pengemasan DOI https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1229
PERENCANAAN JEMBATAN STEEL BOX GIRDER TIPE KOMPOSITE DUA MATERIAL BAJA-BETON DENGAN DUA GELAGAR SERAGAM B. Erki S, Sumaidi, Made D. Astawa,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1230

Abstract

Jembatan Steel Box Girder merupakan alternatif jembatan untuk bentang panjang dan bergeometri lengkung. Jembatan ini memiliki daya tahan sangat tinggi terhadap lentur dan puntiran hingga 100 sampai 1000 kali lipat ketahanan gelagar girder tipe “I” (Helwig dkk., 2007). Proyek Jembatan Gunung Sari dengan bentang 100 meter didesain ulang menggunakan struktur utama memakai Steel Box Girder yang semula menggunakan Steel “I” Girder tipe rangka. Peraturan yang digunakan dalam menganalisa struktur Proyek Jembatan Steel Box Girder Gunung Sari memakai code / standart peraturan pembebanan yang terbaru. Struktur jembatan dianalisa pada 1 span jembatan dengan bentang 50 meter. Jembatan Steel Box Girder ini direncanakan memakai tipe komposit yaitu menggunakan perpaduan plat beton sebagai plat lantai kendaraan maka dihitung pula shear connector yang berada di antara gelagar Steel Box Girder dengan pelat beton agar pelat lantai terikat sempurna dengan Steel Box Girder. Hasil analisa struktur pada Jembatan Gunung Sari menghasilkan dimensi steel box girder dengan 2 gelagar uniform memakai external bracing setiap 10 meter dan internal bracing setiap 5 meter. Kapasitas struktur berupa momen nominal gelagar sebesar 13.746 kNm yang lebih besar dari Momen ultimit Akibat Beban Kombinasi sebesar 9.379,7 kNm dan Momen Terbesar Truk sebesar 8.107 kNm, berupa lendutan ijin sebesar 13,33 cm dan lendutan yang terjadi sebesar 4,78 cm pada profil tepi dan 5,42 cm pada profil tengah, dan shear connector pada Steel Box Girder berjumlah 3 buah setiap baris dengan diameter 19 mm memiliki jarak tranversal 50 mm, 55 mm dan 60 mm serta jarak longitudinal sebesar 400 mm.Kata kunci: Steel Box Girder, Analisa Struktur, Pelat Komposit, Kapasitas Struktur, Shear Connector DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1230
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN PROSES DEPROTEINASI (NITRIFIKASI) Yayok Suryo P, Gunung Bhimantara,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1231

Abstract

Proses deproteinasi merupakan upaya pengurangan kadar protein yang telah terdekomposisi menjadi suatu senyawa baru yaitu NH3-N. Metode nitrifikasi merupakan gambaran dari dua langkah proses biologis ammonia (NH3-N) dioksidasi menjadi NO2- N dan nitrit dioksidasi menjadi nitrat (NO3- N). Proses ini diperlukan karena ammonia yang terkandung dalam air limbah mempengaruhi konsentrasi Dissolved Oxygen (DO) dan bersifat racun terhadap ikan dan nitrogen yang ada harus diremoval agar tidak terjadi eutrofikasi pada permukaan air. Pada percobaan terdahulu telah dilakukan percobaan penurunan NH3-N dengan proses deproteinasi menggunakan metode fermentasi berhasil dengan baik, pada percobaan kali ini menggunakan metode nitrifikasi dengan tujuan yang telah dijelaskan sebelumnya. Proses ini menggunakan peran bakteri yaitu Nitrosomonas sp dan Nitrobacter sp dengan variasi kadar 1 ml, 5 ml, 10 ml, dan 0 ml untuk reaktor kontrol. Waktu kontak percobaan yaitu 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari dengan sistem batch. Proses batch pada percobaan ini yaitu melakukan running sesuai waktu kontak yang direncanakan setelah mencapai waktu interval tersebut limbah pada reaktor dibuang kemudian diganti dengan limbah baru dan dilakukan percobaan sesuai interval yang telah ditentukan. Hasil dari percobaan kali ini menghasilkan penurunan NH3-N sebesar 93,3 % pada kadar bakteri 5 ml dan waktu optimal 3 hari dengan kemampuan penurunan NH3-N sebesar 39,2 mg/l.Kata kunci: Deproteinasi, Nitrifikasi, NH3-N DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1231
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 DI RUMAH SAKIT dr. SAIFUL ANWAR MALANG Hery Setyobudiarso, Dian Pusparini, Anis Artiyani,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1232

Abstract

Rumah Sakit dr. Saiful Anwar merupakan Rumah Sakit Umum. Berbagai pelayanan kesehatan tentunya menghasilkan limbah padat B3 cukup banyak. Pengelolaan limbah padat B3 belum dikelola maksimal berdasarkan peraturan PerMenLHK No. 56 Tahun 2015 dan PP RI No. 101 Tahun 2014. Kurangnya sarana berupa troli 120 L, tidak sesuainya tata ruang TPS B3, dan tidak ada rute khusus pengangkutan limbah padat B3. Penelitian ini bertujuan mengetahui timbulan, volume, serta densitas limbah padat B3 dan mengevaluasi proses pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, penampungan sementara, dan pengolahan limbah padat B3 serta kesesuaian dengan peraturan yang berlaku yaitu PerMenLHK No. 56 Tahun 2015 dan PP RI No. 101 Tahun 2014. Data jumlah timbulan, volume, dan densitas limbah padat B3 diambil dari ruang Rawat Inap, Paviliun, CVCU, HCU (Ok Paru), Endoskopi, IGD, OK Sentral, Obgin, Perinatologi, IRNA IV, BDRS, Path Anatomi, Mikrobiologi, Infeksi, Jiwa, CAPD, Haemodialisa, dan Poli. Metode pengukuran dengan cara penimbangan dan dilakukan selama 8 hari berturut-turut sesuai SNI 19-3694-1995. Hasil timbulan rata-rata 854,5 kg/hari (0,503 kg/orang.hari), volume 1,225 m3, dan densitas 95,00 kg/m3. Alternatif pengelolaan adalah melakukan penambahan jumlah troli 120 L sebanyak 101 buah, pemanfaatan kembali hasil pengolahan limbah padat B3, serta TPS B3 disesuaikan dengan peraturan Kepka Bapedal No. 1 Tahun 1995.Kata kunci: Pengelolaan, Limbah Padat B3, Rumah Sakit DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1232
PENGOLAHAN LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM FLOTASI DAN LUMPUR AKTIF, STUDI KASUS: KAWASAN INDUSTRI NGORO Euis N. H., Pedry Arly Yohandry Bessy,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1233

Abstract

Flotasi adalah unit operasi untuk memisahkan fasa cair atau fasa padat dari fasa cair. Pemisahan partikel dari cairannya pada proses flotasi didasarkan pada perbedaan berat jenis partikel dengan bantuan gelembung udara,. Lumpur Aktif adalah proses pertumbuhan mikroba tersuspensi. Proses ini pada dasarnya merupakan pengolahan aerobik yang mengoksidasi material organik menjadi CO2 dan H2O, NH4. dan sel biomassa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyisihan TSS, minyak-lemak, dan COD yang terkandung dalam limbah cair kawasan industri. Dengan variabel perlakuan : 1) Kebutuhan udara pada lumpur aktif yaitu 4 L/menit dan 16 L/menit ; 2) Dengan dan tanpa flotasi 3)Waktu sampling (jam) masing-masing 0, 2, 4, 8, dan 16 jam. Hasil terbaik dari hasil penelitian ini dalam menurunkan kadar COD,TSS dan minyak-lemak pada limbah cair kawasan industri adalah variasi kebutuhan udara sebesar 16 L/menit pada proses lumpur aktif dan penggunaan proses flotasi sebelum menuju proses lumpur aktif yaitu mencapai presentase penyisihan COD sebesar 89,47 %, penyisihan TSS sebesar 70,73%, dan penyisihan minyak-lemak sebesar 90,03%.Kata kunci: Flotasi, Lumpur aktif, Total padatan tersuspensi (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Minyak-lemak (FOG). DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1233
POTENSI TEPUNG NASI DAN SERTA LIMBAH DAUN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PLASTIK BIODEGRADABLE Okik Hendriyanto Cahyonugroho, Dhana Dewa Bahari,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1234

Abstract

Plastik menimbulkan problematika yang tak berkesudahan yaitu sampah plastik. Sebagai solusi, plastik (biodegradable) adalah plastik yang terdegradasi di alam dalam waktu yang singkat. Penelitian ini mencoba untuk memanfaatkan tepung nasi aking dan serat limbah daun nanas sebagai bahan utama pembuatan bahan baku plastik (biodegradable). Pembuatan plastik yaitu dengan mencampur tepung nasi aking, larutan asam asetat 1%, gliserin, dan serat limbah daun nanas, kemudian diaduk dan dipanaskan selama waktu tertentu, dan tahap terakhir adalah pencetakan serta pengeringan hasil. Penelitian dilakukan dengan variabel ratio bahan antara tepung nasi aking dan serat limbah daun nanas yaitu 10:0, 7:3, 5:5, 3:7 dan 1:9 (gram) dan waktu pengadukan yaitu 60, 70, 80, 90 dan 100 (menit), untuk mengetahui kondisi proses yang optimal agar diperoleh plastik dengan kuat tarik, elongasi dan biodegradasi yang besar. Menggunakan 10 gram tepung nasi aking tanpa penambahan campuran serat limbah daun nanas (10:0), 10 ml asam asetat 1%, gliserin 2,5 ml dan 150 ml aquades diperoleh kondisi optimal dengan menggunakan suhu 80ºC, kecepatan pengadukan 300 rpm dan waktu pengadukan 60 menit menggunakan magnetic strirrer. Menggunakan kondisi tersebut diperoleh plastik dengan kuat tarik 6,79 Mpa, elongasi 20,16% dan nilai biodegradasi dengan media air sumur dan EM-4 selama 15 hari diperoleh 70%.Kata kunci: Plastik biodegradable, Tepung nasi aking, Serat limbah daun nanas DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1234
EVALUASI PENCEMARAN LINDI PADA AIR SUMUR SEKITAR TPA JABON Moh. Mirwan, Ach Fany Bagus Saputra,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1235

Abstract

TPA Jabon terletak di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. TPA Jabon memiliki luas 8 hektare. UPT ini berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo. Rata-rata sampah yang masuk ke TPA termasuk sampah residu yang sudah melalui pengelolaan di TPST kawasan sekitar 500 ton per hari.. Banyaknya tumpukan sampah tentu juga akan menghasilkan buangan cairan yang disebut lindi kemudian akan meresap masuk ke dalam tanah yang akan mengkontaminasi air sumur milik warga sekitar TPA Jabon. Penggunaan sumur gali merupakam kebutuhan primer bagi warga Jabon, di karenakan di kawasan TPA Jabon masih belum teraliri Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Warga setempat masih menggunakan air sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci dan mandi. Hal tersebut akan berdampak pada kesehatan masyarakat Jabon khususnya yang bertempat tinggal di sekitar TPA Jabon. Dari hasil penelitian dan survei lapangan yang dilakukan, timbulan lindi pada TPA dengan konsentrasi pH = 8,4 ; BOD = 3862,5 mg/L ; COD = 4120 mg/L. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai pH, BOD dan COD dari sumur milik warga yang berada di radius 600 m, 800 m dan 1000 m dari TPA Jabon. Sampel diambil di 5 sumur dari tiap radius dan diambil pada permukaan air juga diambil pada kedalaman 1 m. Hasil penelitian menujukan Nilai pH yaitu 7,5 sedangkan untuk nilai pH terendah yaitu 7,2 . Nilai COD tertinggi terdapat pada sumur di radius 600 m yaitu sebesar 148.32 mg/L dan terendah di radius 1000 m yaitu sebesar 15,68 mg/L. Nilai BOD tertinggi terdapat pada sumur 1 di radius 600 m yaitu sebesar 38,06 mg/L dan terendah pada pada sumur di radius 1000 m yaitu sebesar 8,01 mg/L.Kata kunci: Lindi, Sumur, pH, BOD, COD. DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1235
PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN MODEL DINAMIS, STUDI KASUS SUMBA BARAT DAYA Munawar Ali, Asmiyaty Yunifa Ina,
JURNAL ENVIROTEK Vol 10, No 2 (2018): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v10i2.1236

Abstract

Kota tambolaka merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Sumba Barat Daya yang terdiri dari 9 desa dan 2 kelurahan dengan luas wilayah 98,95 km2 memiliki jumlah penduduk sebesar 36,811 jiwa pada tahun 2017 dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0.0449%. Seiring dengan semakin tingginya perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk, berdampak pada meningkatnya produki sampah, baik sampah rumah tangga, sampah pasar maupun sampah lainnya. Produksi sampah di Kota Tambolaka sebesar 87 m3/ hari. Pada pengelolaan sampah yang ada di kecamatan kota Tambolaka, transportasi pengangkutan sampah merupakan sub-sistem pengelolaan sampah yang masih menjadi masalah dan harus diperhatikan karena berhubungan dengan aspek biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji timbulan sampah dan memproyeksi kebutuhan prasarana pengangkutan sampah 5 tahun serta mengoptimalkan rute pengangkutan sampah ke TPA. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model dinamik dengan memanfaatkan software stella. Hasil penelitian menunjukkan bawah timbulan sampah di kecamatan Kota Tambolaka semakin meningkat setiap tahunnya, yang menyebabkan kebutuhan armada pengangkut sampah semakin meningkat pula. Pada tahun 2022 jumlah armada yang dibutuhkan sebanyak 15 unit, dengan kebutuhan ritasi 15 untuk mengangkut sampah sebanyak 91 m3. Dan untuk Rute alternatif yang dihasilkan untuk depo pertamina mampu menghemat jarak tempuh 1.29 km, untuk 1 kali ritasi dari rute sebelumnya. Sedangkan untuk penghematan biaya bahan bakar yang didapat dengan menggunakan rute baru adalah sebesar Rp. 28.104,-/hari atau Rp. 843.120,-/bulan dan Rp. 10.117.440,-/Tahun.Kata kunci : Pengangkutan Sampah, Model Dinamik, Software Stella DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v10i2.1236

Page 1 of 1 | Total Record : 10