cover
Contact Name
Jurnal ENVIROTEK
Contact Email
envirotek@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ENVIROTEK
ISSN : 26231336     EISSN : 2085501X     DOI : -
ENVIROTEK gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; ENVIROTEK Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field. The journal publishes two issues in one volume a year. The issues are expected to be published in April and Oktober of each year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK" : 7 Documents clear
PEMENUHAN KEBUTUHAN SARANA UNTUK SISTEM PERSAMPAHAN DI KOTA MALANG PUTRA, AGIL HARNOWO
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.1024

Abstract

Jumlah penduduk dunia yang semakin meningkat sejalan dengan semakin banyaknya jumlah limbah sampah yang dihasilkan khususnya di perkotaan. Kota Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan luas mencapai 110,06 km2 dengan penduduk pada tahun 2015 sebesar 851.298 jiwa memiliki timbulan sampah yang tinggi. Tercatat pada tahun 2015 timbulan sampah yang dihasilkan adalah sebesar 699.128,48 m3. Timbulan sampah ini perlu ditangani agar tidak terjadi penumpukan sampah baik di sumber maupun di tempat penampungan sementara (TPS). Kondisi pada tahun 2015 untuk sarana TPS di Kota Malang memiliki 68 TPS aktif dengan lokasi tersebar di lima kecamatan yang berbeda. TPS di Kota Malang mempunyai volume bervariasi dari 8 m3 hingga 40 m3. Penelitian ini akan menghitung proyeksi kebutuhan TPS dengan dasar proyeksi penduduk dan timbulan sampah serta menggunakan perhitungan kebutuhan TPS berdasarkan SNI-3242 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah di permukiman. Proyeksi dilakukan hingga tahun 2030. Hasil dari proyeksi didapatkan bahwa pada tahun 2030 Kota Malang membutuhkan minimal 288 TPS yang tersebar di lima kecamatan untuk memenuhi sasaran pelayanan persampahan sebesar 100%.   Kata kunci: timbulan sampah, sarana persampahan, tempat penampungan sementara.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.1024
DEGRADASI LAS DAN BOD DENGAN PROSES LUMPUR AKTIF MENGGUNAKAN KOMBINASI BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN PSEUDOMONAS PUTIDA Maharani, Mega; Wesen, Putu
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.1023

Abstract

Peningkatan usaha laundry di Surabaya akan membuat semakin banyak limbah surfaktan yang dihasilkan dari pencucian oleh deterjen. Limbah deterjen tersebut akan masuk ke selokan, sungai hingga ke perairan yang lebih luas dan menyebabkan pencemaran pada badan air. Salah satu upaya penanggulangan bahaya adalah dengan proses biodegradasi. Biodegradasi adalah proses pemecahan cemaran organik oleh aktivitas mikroorganisme yang melibatkan serangkaian reaksi enzimatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kombinasi dari bakteri Pseudomonas putida dan Pseudomonas aeruginosa pada proses lumpur aktif untuk menurunkan kadar surfaktan Linear Alkil benzene Sulfonat (LAS) dan Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair usaha laundry. Proses lumpur aktif berlangsung secara kontinyu dalam reaktor bervolume 100 liter dan dengan variasi waktu kisaran dari 6 hingga 24 jam serta LAS dengan kisaran dari 168,93 mg/l hingga 28,5 mg/l dan variasi konsentrasi BOD dengan kisaran dari 600,22 mg/l hingga 109,18 mg/l. Dari hasil penelitian ini, penyisihan LAS maksimum mencapai 99,01% pada perlakuan konsentrasi LAS awal 168,93 mg/l dan waktu tinggal 24 jam serta penyisihan BOD maksimum mencapai 97,18 % pada perlakuan konsentrasi BOD awal 600,22 mg/l dan waktu tinggal 18 jam.  Kata kunci: Pseudomonas putida, Pseudomonas aeruginosa, surfaktan. DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.1023 
PEMBUATAN PUPUK CAIR DARI LIMBAH PENGOLAHAN IKAN TRADISIONAL Piri, Gisela Anita; Mirwan, M.
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana air limbah pengolahan ikan yang berasal dari Sentra Ikan Bulak Kenjeran dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Dalam percobaan ini dilakukan variasi penambahan air kelapa pada kisaran 1.0 s.d. 1.8 liter dan bonggol pisang pada kisaran 1 s.d. 2.8 kg dan waktu fermentasi pada kisaran 0 s.d. 28 hari dengan variabel tetap diantaranya lindi 20 lt, molase 100 ml dan Effective Microorganisme 10 ml pada setiap reaktor dengan menggunakan metode perbandingan antar reaktor. Berdasarkan hasil penelitian akan diketahui berapa banyak komposisi variasi yang optimum untuk dapat dijadikan pupuk cair yang berkualitas. Setelah dilakukan analisa pengaruh penambahan air kelapa terhadap peningkatan unsur kalium adalah sebesar 0,36% dan untuk pengaruh penambahan bonggol pisang untuk peningkatan unsur P sebesar 0,008%. Kata kunci: limbah cair perikanan, pupuk organik cair, unsur hara.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.968
PIROLISIS SAMPAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DENGAN PENAMBAHAN SAMPAH RANTING Savira, Fira Laras; C., Okik Hendriyanto
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.966

Abstract

Tingkat konsumsi masyarakat terhadap barang berbahan plastik semakin meningkat menyebabkan semakin banyaknya timbunan sampah plastik. Pengolahan sampah ranting yang kurang efisien menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Adanya pengolahan sampah plastik dan ranting secara benar dapat mengurangi timbunan sampah yang semakin meningkat. Salah satu metode pengolahan sampah yang telah dikembangkan yaitu metode pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan hasil pirolisis sebagai bahan bakar alternatif. Pada penelitian ini menggunakan proses thermal cracking. Variabel yang digunakan yaitu jenis sampah plastik dan sampah ranting dengan variasi komposisi 100:0, 75:25, 50:50, 25:75. Temperatur yang digunakan pada proses pirolisis yaitu 450oC selama 10 menit. Penelitian dengan variasi komposisi sampah plastik dan sampah ranting menghasilkan asap cair, char dan lilin. Asap cair terbaik dihasilkan PP 75g dan jambu biji sebesar 34,2 ml. Char optimum dihasilkan HDPE 75g dan mangga 225g sebesar 9,32%. Lilin optimum dihasilkan PP 225g dan jambu biji 75g sebesar 95,56%. Produk yang dihasilkan dari proses pirolisis dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif ditinjau dari nilai kalorinya.   Kata kunci: sampah plastik dan ranting, pirolisis, bahan bakar alternatif.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.966
PEMANFAATAN UNSUR MAKRO (NPK) LIMBAH CAIR TAHU UNTUK PEMBUATAN PUPUK CAIR SECARA AEROBIK M., Nisa Robitul; P., Yayok Suryo
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.967

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi karena limbah tahu mengandung unsur hara makro dan mikro yang dapat bertindak sebagai sumber makanan bagi pertumbuhan mikroba. Limbah cair tahu jumlahnya berlimpah dan umumnya belum termanfaatkan. Pembuatan pupuk organik cair dari limbah cair tahu bisa mengurangi pencemaran limbah cair tahu yang langsung dibuang ke sungai. Dalam penelitian ini, limbah cair tahu menjadi bahan baku pupuk cair karena memiliki kandungan unsur hara makro (NPK) yang bisa dimanfaatkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu mengadakan percobaan dengan dua kali pengulangan untuk melihat variabel yang diteliti dengan cara menganalisa sebelum dan sesudah fermentasi dengan proses biologi aerobik. Dalam penelitian ini, dilakukan variasi penambahan EM4 20 ml hingga 100 ml dan lama fermentasi pada kisaran 0 hingga 28 hari. Variabel tetap diantaranya limbah cair tahu 20 liter, air kelapa 5 liter, abu ketel 2,4 kg, daun tithonia 5 kg, blotong 4 kg, dan molases 1 liter. Berdasarkan hasil penelitian akan diketahui berapa banyak komposisi variasi EM4 yang optimum untuk dapat dijadikan pupuk organik cair. Setelah dilakukan analisis di laboratorium, dapat disimpulkan bahwa pembuatan pupuk organik cair yang paling optimum terjadi pada reaktor 3 dengan variasi EM4 sebanyak 60 ml dengan bahan ketetapan limbah cair tahu 20 liter, air kelapa 5 liter, abu ketel 2,4 kg, daun tithonia 5 kg, blotong 4 kg, dan molases 1 liter dengan waktu pembuatan atau fermentasi selama 14 hari dan rasio C/N adalah 13 pada pH sebesar 5,1.   Kata kunci: limbah cair tahu, pupuk organik cair, unsur hara, EM4.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.967
IMPLEMENTASI SMK3 DENGAN MELAKUKAN EVALUASI KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN K3 DI IPAL PIER Mukti, Dewantoro Ratno; J. A. R., Naniek R.
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.970

Abstract

PIER merupakan kawasan industri yang dikembangkan di Pasuruan. Pembangunan kawasan ini dimulai pada tahun 1996 dan pihak manajemen PIER berencana mewujudkan lingkungan kerja yang aman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komitmen dan kebijakan pihak manajemen tentang SMK3 dan untuk mengidentifikasi perencanaan K3 yang telah dilakukan di IPAL. Tugas akhir ini adalah sebuah perencanaan langkah awal penerapan SMK3 yang bersifat aplikatif, mampu diterapkan untuk mendukung komitmen K3 pihak manajemen PIER. Perencanaan ini berdasarkan peraturan pemerintah. Draft manual yang disusun akan dilengkapi dengan prosedur dan form yang berkaitan dengan prosedur tersebut. Manajemen puncak akan melakukan peninjauan ulang untuk memastikan bahwa seluruh klausul dilaksanakan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi menuju visi PT SIER. Setelah seluruh prosedur dan manual selesai disusun, maka dilakukan penerapan sebagai bentuk komitmen pelaksanaan K3. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data, maka didapatkan  bahwa pemenuhan elemen pertama dalam penerapan kebijakan berdasarkan PP No 50 Tahun 2012 di IPAL PIER termasuk dalam ke dalam tingkat pencapaian kurang dengan persentase pemenuhan 37,5%. K3 yang diterapkan sudah cukup baik namun perlu pengarahan agar lebih tepat tujuan dan sasaran sesuai perundang-undangan. Manual dan prosedur yang berkaitan dengan perencanaan K3 berdasarkan PP No 50 Tahun 2012 telah disusun dan siap untuk diterapkan.   Kata kunci: kebijakan K3, perencanaan K3, PP Nomor 50/2012.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.970
PENGGUNAAN ZEOLIT ALAM UNTUK ADSORPSI ION Fe (II) DALAM AIR TANAH DENGAN AKTIVASI ASAM NITRAT Yoesoef, Andi; Rosariawari, Firra
JURNAL ENVIROTEK Vol 9, No 2 (2017): Jurnal ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v9i2.969

Abstract

Air tanah sebagai salah satu sumber air baku biasanya memiliki kandungan logam besi (Fe) yang relatif tinggi sehingga perlu diolah. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat dilakukan adalah adsorpsi. Salah satu material yang dapat digunakan sebagai adsorben adalah zeolit. Zeolit banyak terdapat di alam dan belum banyak dimanfaatkan. Sehubungan dengan itu, perlu dilakukannya penelitian penyisihan Fe dalam air tanah menggunakan zeolit sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan zeolit sebagai adsorben penyisihan Fe dalam air tanah. Penelitian ini dilakukan secara batch dengan variasi berat adsorben dan waktu kontak. Konsentrasi Fe diukur dengan Spektofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkkan kondisi optimum penyisihan Fe pada air tanah terjadi pada berat zeolit 5 gram dalam waktu kontak 120 menit  sebesar 86,72% dengan sisa Fe 0,17 mg/l. Persamaan isoterm terpilih adalah isoterm Frenluich dengan kapasitas serapan maksimum Fe 1,11 mg/l. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan penggunaan zeolit sebagai adsorben mampu menyisihkan Fe dengan baik.  Kata kunci: logam besi (Fe), adsorpsi, zeolit.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v9i2.969

Page 1 of 1 | Total Record : 7