cover
Contact Name
Jurnal ENVIROTEK
Contact Email
envirotek@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ENVIROTEK
ISSN : 26231336     EISSN : 2085501X     DOI : -
ENVIROTEK gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; ENVIROTEK Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field. The journal publishes two issues in one volume a year. The issues are expected to be published in April and Oktober of each year.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK" : 10 Documents clear
PENGGUNAAN KOMPOS TANAMAN DAN PUPUK HAYATI YANG MENGANDUNG PSEUDOMONAS UNTUK BIOREMIDIASI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI Amalia, Aussie; Nugraha, Filantropi Saka; Ali, Munawar
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1397

Abstract

Limbah minyak bumi dapat terjadi di semua lini aktivitas perminyakan mulai dari eksplorasi sampai ke proses pengilangan dan berpotensi menghasilkan limbah berupa lumpur minyak bumi (Oily Sludge). Salah satu kontaminan minyak bumi yang sulit diurai adalah senyawaan hidrokarbon. Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam di Kabupaten Bojonegoro yang terdapat di wilayah kecamatan Kadewan adalah 74 unit sumur. Pada setiap kegiatan penambangan di sumur bor (cutting) Tersebut, terdapat tumpahan minyak pada lahan sekitar akibat proses pengakutan minyak, baik melalui pipa, alat angkut, maupun ceceran akibat proses pemindahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan kompos dan pupuk hayati terhadap tingkat penurunan kandungan Total Petroleum Hydrocarbons. Hasil penelitian menunjukan bahwa bioremediasi dengan menggunakan penambahan kompos dan pupuk hayati mengalami penurunan yang terbaik bila dibandingkan dengan hanya pupuk kompos dan hanya pupuk hayati saja. Penurunan nilai TPH tersebut di akhir penelitian sebesar 0,729% dengam persen penyisihan sebesar 86,36%. Nilai tersebut sesuai baku mutu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 128 tahun 2003 dimana hasil akhir dari nilai TPH setelah pengolahan kurang dari 1%.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1397
PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI MATERIAL PENGISI PADA CAMPURAN PERKERASAN JALAN Utomo, Nugroho -
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1363

Abstract

Limbah tempurung kelapa diolah menjadi serbuk arang dan berfungsi sebagai bahan pengisi (filler) pada campuran aspal diharapkan dapat meningkatkan kekuatan serta keawetan pada perkerasan jalan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kuat tekan aspal menggunakan Marshall Test dengan komposisi campuran kadar filler sebesar 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% berdasarkan total campuran. Pemeriksaan agregat serta aspal dilakukan untuk mencari kadar aspal optimum, dimana didapatkan nilai kadar aspal optimum sebesar 5,5%. Hasil kadar aspal optimum digunakan untuk pencampuran benda uji menggunakan bahan pengisi limbah tempurung kelapa terhadap waktu rendaman. Marshall Test dengan diperoleh nilai stabilitas optimum sebesar 1444,74 kg pada waktu perendaman 1 jam dan semakin menurun pada waktu perendaman 2 jam, 12 jam, 24 jam dan 48 jam. Hasil Marshall Test pada campuran aspal beton yang menggunakan bahan pengisi serbuk arang tempurung kelapa diperoleh nilai Void in Mineral Aggregates (VMA) sebesar 62,18%, nilai Void Fills Asphalt (VFA) sebesar 18,37%, nilai Voids In Mix (VIM) sebesar 48,49%, nilai kelelehan (flow) sebesar 5,57 mm serta nilai Marshall Quotient (MQ) sebesar 259,60 kg/mm.DOI https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1363
DEGRADASI SURFAKTAN (LINEAR ALKYL BENZENE) PADA LIMBAH LAUNDRY DENGAN METODE FOTOKATALIS ZnO Haryo Putro, Raden Kokoh
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1362

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian terhadap foto degradasi Linear Alkyl benzene Sulfonate pada limbah laundry menggunakan semikonduktor ZnO sebagai fotokatalis. Linear Alkyl benzene Sulfonate adalah surfaktan anionik yang merupakan senyawa aktif dalam detergen. Surfaktan yang terdapat dalam detergen sangat susah diurai secara biologi, sehingga secara tidak langsung akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Untuk itu perlu adanya metode alternatif yang efektif untuk mengurangi kadar LAS dalam air Limbah laundry, salah satunya yaitu dengan metode Foto katalis ZnO. Selama proses fotokatalis, akan terbentuk hidroksil radikal yang akan menurunkan senyawa organik dalam air limbah, seperti surfaktan (LAS) pada limbah laundry yang sulit didegradasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan waktu kontak dan intensitas cahaya lampu UV C optimum dalam penyisihan kandungan Linear Alkyl benzene Sulfonate (LAS) pada air limbah laundry. Dari hasil penelitian diperoleh waktu kontak dan intensitas cahaya lampu UV C optimum untuk penurunan kandungan Linear Alkyl benzene Sulfonate (LAS)  yaitu pada waktu kontak 150 menit dan intensitas cahaya lampu UV C 3531 lux dengan persen penurunan 84,62%.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1362
DEGRADASI SIANIDA DENGAN PENGOLAHAN FOTOKATALIS TIO2-ZEOLIT PADA LIMBAH TAPIOKA Ali, Munawar
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1398

Abstract

Sianida banyak terdapat pada limbah cair tapioka. Sianida dapat didegradasi menggunakan fotokatalis TiO2-Zeolit dengan aktivasi sinar UV, sinar UV dapat berasal dari lampu UV. Berbagai macam metode telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut, akan tetapi beberapa dari metode tersebut mempunyai kekurangan. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dilakukan pengujian terhadap kemampuan fotokatalis TiO2-Zeolit untuk degradasi sianida pada limbah cair tapioka Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pembubuhan dan waktu kontak yang optimum dalam mendegradasi sianida pada limbah cair tapioka. Dari hasil penelitian ini untuk mendegradasi sianida diperoleh dosis pembubuha 2,5 gram dengan waktu kontak 8 jam dengan prosentase penurunan sebesar 99,57%.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1398
PENURUNAN AMMONIA PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) DENGAN MENGGUNAKAN UPFLOW ANAEROBIC FILTER Farahdiba, Aulia Ulfah
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1396

Abstract

Karakteristik limbah cair yang dihasilkan dari rumah pemotongan hewan (RPH) yang sering ditemukan pada air limbah industri pemotongan hewan (RPH) yaitu ammonia (NH3-N), dimana ammonia merupakan senyawa yang bersifat toksik atau berbahaya bagi manusia. Penelitian ini menganalisis kemampuan penurunan kadar ammonia dengan menggunakan reaktor anaerob atau UAF (Upflow Anaerobic Filter) dengan jenis media bioball bentuk bola dan ketinggian media (15 cm, 25 cm dan 35 cm) untuk mendapatkan hasil yang paling efektif. Awal dari proses ini yaitu dengan menumbuhkan biofilm pada media, proses ini meliputi seeding atau mengembangbiakan bakteri alami (biofilm) dan aklimatisasi atau proses adaptasi biofilm terhadap air limbah. Hasil dari penelitian ini didapatkan penurunan NH3-N sebesar 75,16 % dengan menggunakan jenis media bioball bentuk rambutan.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1396
EFEKTIFITAS SUBSURFACE FLOW WETLANDS DENGAN TANAMAN CANNA INDICA DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN COD DAN TSS PADA LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) J.A.R, Naniek Ratni; Hendrawan, Nirmala Firdausi
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1395

Abstract

Limbah Rumah Potong Hewan (RPH) tergolong limbah organik apabila tidak ditangani secara benar akan berpotensi sebagai pencemar lingkungan. Diperlukan suatu teknologi tepat guna yang murah,efektif dan efisien untuk pengolahan limbah yang dapat digunakan oleh masyarakat. Salah satu teknologi alternatif yang dapat digunakan dan perlu dikembangkan di Indonesia salah satunya yaitu constructed wetland dengan menggunakan canna indica. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas subsurface flow wetland menggunakan canna indica untuk penurunan kandungan pada limbah RPH, dan menentukan pengaruh debit dan jumlah  tanaman dalam menggunakan metode constructed wetland dalam menurunkan kandungan COD dan TSS pada limbah. Penelitian ini dilakukan dengan skala laboratorium. Air limbah RPH dialirkan pada reaktor yang berkapasitas 40 L dengan variasi debit 5 L/hari, 8 L/hari, 12 L/hari, dan 20 L/hari untuk menentukan % removal COD dan TSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu detensi 4 hari dengan debit 5 L/hari dan jumlah 8 tanaman sangat efektif dalam penurunan kandungan COD dan TSS menggunakan  subsurface flow wetland dengan tanaman kana. Penurunan pada reaktor ini dapat mencapai 40,1% untuk COD dan 94,25 untuk parameter TSS.DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1395
Agihan Kualitas Airtanah dan Keterkaitannya Dengan Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar yulfiah, yulfiah
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1376

Abstract

Airtanah yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat yang tinggal di kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menunjukkan adanya indikasi terkait dengan kesehatan masyarakat pemakainya. Atas keadaan ini, dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kualitas airtanah berdasarkan baku mutu air minum dan menganalisis keterkaitannya dengan kesehatan masyarakat pemakainya. Variabel penelitian meliputi variabel kualitas airtanah dengan parameter suhu, pH, TDS, Kesadahan, ion Klorida, ion Sulfat, P terlarut, logan Fe, logam Na, logam Mg, logam K, dan Flourida; serta variabel pola konsumsi airtanah dengan parameter peruntukan, jumlah, dan cara pemakaian airtanah. Hasil penelitian menunjukkan, hampir seluruh parameter airtanah rata-rata konsentrasinya memenuhi baku mutu air minum. Pengaruh kondisi lingkungan fisik daerah penelitian yang berada di lereng Gunung Kelud terhadap kualitas airtanah belum menunjukkan karakteristik khusus. Kandungan Kalsium dan Fluor yang relatif kecil dalam airtanah diperkirakan memberikan dampak terhadap kesehatan gigi masyarakat pengguna.DOI https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1376
PERHITUNGAN POTENSI EMISI GAS RUMAH KACA DARI SEKTOR INDUSTRI BATIK BERDASARKAN METODE IPCC GUIDELINES (2006) indrayani, lilin
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1305

Abstract

Abstrak Dalam industri batik pemanfaatan sumberdaya alam yang ada tersebut ditransformasi menjadi suatu produk yang memiliki makna filosofis untuk mewakili suatu bentuk budaya Indonesia. Sumberdaya alam  yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk proses produksi pada industri batik, tidak hanya menjadi produk yang diminati masyarakat tetapi disisi lain memiliki dampak negatif berupa  limbah dan emisi yang kemungkinan  menyebabkan terjadinya degradasi terhadap sumberdaya alam yang digunakan dan berpotensi mengakibatkan  pencemaran lingkungan. Sebagian  besar penanganan limbah batik difokuskan pada limbah cair dan padat tetapi tidak memperhatikan limbah gas (emisi). Pada makalah ini dilakukan perhitungan kontribusi industri batik terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dengan menggunakan metode IPCC Calculation Method (2006). Perhitungan emisi GRK dilakukan dengan dua pendekatan yaitu emisi yang berasal dari kosumsi energi dan berasal dari kegiatan pengolahan limbah.  Dari hasil perhitungan melalui kedua pendekatan tersebut  diperoleh hasil emisi untuk  satu industri batik diperoleh sebesar 120,02 ton /tahun CO2 eq. Kata kunci : industri batik, emisi, gas rumah kacaDOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1305
KEMAMPUAN ADSORPSI PB DARI LIMBAH INDUSTRI OLEH TUMBUHAN KAYU AMBANG (LEMNA MINOR), KAYU APU (PISTIA STRATIOTES), DAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES SOLM) Hendrasarie, Novirina -; Dieta, Yustity Arum
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1368

Abstract

Pb merupakan logam berat yang sangat beracun dan banyak mencemari lingkungan air khususnya. Pb tersebar luas di lingkungan air, dibandingkan dengan logam toksin lainnya. Kadarnya dalam lingkungan meningkat karena penambangan, peleburan, dan berbagai penggunaannya dalam industri. Oleh karena itu untuk memperbaiki kualitas air yang sudah tercemar Pb, dibutuhkan pengolahan air. Pendekatan yang efektif pada pengolahan air di sistem akuatik, adalah menggunakan fitoremidiasi. Efektifitas fitoremidiasi tergantung dari kemampuan tanaman dalam menjerap pencemar. Tanaman air di daerah tropis banyak ragamnya. Dalam penelitian ini dipilih tanaman air yang biasa tumbuh liar di habitat air,  yaitu tanaman air dengan menggunakan tumbuhan Kayu Ambang (Lemna Minor), Kayu Apu (Pistia Stratiotes), dan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes Solm). Penelitian ini bertujuan menguji kemampuan tumbuhan Kayu Ambang (Lemna Minor), Kayu Apu (Pistia Stratiotes), dan Eceng Gondok (Eichhornia crasfisipes Solm) untuk menjerap Pb (Timbal) di lingkungan air. Metode penelitian yang dipilih fitoremidiasi secara alami. Artinya dalam proses ini tidak ditambahkan aerasi buatan, media pasir maupun pupuk. Daya hidup tumbuhan, yang ditinjau adalah berat biomassa, rontok daun dan panjang akar; dilakukan selama 20 hari. Tumbuhan Kayu Ambang dapat menyerap Pb dari 2,104 mg/l menjadi 1,884 mg/l, disertai dengan kerontokan daun yang sangat banyak. Tumbuhan Kayu Apu mampu menjerap Pb dari 2,102 mg/l menjadi 1,850 mg/l, disertai dengan memendeknya akar tumbuhannya . Tumbuhan Eceng Gondok dapat menyerap Pb dari 2,105 mg/l menjadi 1,708 mg/l, disertai dengan pertumbuhan biomassa yang semakin pesat. Hasil dari penelitian, menunjukkan ketiga tumbuhan tersebut, mampu menjerap Pb dalam kondisi alami di lingkungan air. Kata Kunci : penjerapan Pb, tumbuhan air, lingkungan air alamiDOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1368
Kemampuan Mimosa Air (Neptunia oleracea Lour) dalam Memperbaiki Kualitas Limbah Cair Pabrik Karet Setyawati, Tri Rima; -, Tariana -; Subroto, Mukarlina -
JURNAL ENVIROTEK Vol 11, No 1 (2019): ENVIROTEK
Publisher : Environmental Engineering Department University Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i1.1321

Abstract

Rubber factory liquid waste contains several components that have the potential as water pollutants including proteins, carotenoids, organic salts, non-coagulated latex (gum) some chemicals, ammonia compounds (NH4), nitrate (NO3), nitrite (NO2), nitrogen (N), phosphorus (P) and carbon (C). Water mimosa (Neptunia oleracea Lour) is a plant that used as phytoremediation to improve the quality of rubber factory liquid waste. The liquid waste of rubber factory is planted with water mimosa weighing 25 g, 50 g, 100 g and without plants (control) for 14 days. The results showed that N. oleracea 50 g biomass was the best treatment to improve the quality of rubber factory in DO, NH3, and N-total parameters. Keywords: Rubber factory liquid waste, phytoremediation, Neptunia oleracea LourDOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1321

Page 1 of 1 | Total Record : 10